NovelToon NovelToon
Sistem Penakluk Para Dewi Jilid 2

Sistem Penakluk Para Dewi Jilid 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Bad Boy / Fantasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Lupakan apa yang kalian ketahui tentang Zhang Yuze yang lama. Di Jilid 2 ini, panggung kehidupan akan menjadi jauh lebih luas dan berbahaya.

​Bukan lagi sekadar urusan asmara di bangku sekolah, Zhang Yuze akan mulai melangkah ke dunia bisnis yang penuh intrik, berhadapan dengan tokoh dunia bawah tanah yang kuat, hingga terjebak di antara pesona selebritas papan atas yang memabukkan. Akankah Kitab Santo Cinta cukup untuk melindunginya saat kekuatan rahasia mulai mengincar dirinya? Ataukah godaan dari para wanita menawan di sekelilingnya justru akan menjadi bumerang bagi takdirnya?

​Persiapkan diri kalian. Ambisi yang lebih besar, romansa yang lebih membara, dan rahasia pusaka yang lebih dalam akan segera dimulai.

​Pastikan kalian berada di barisan terdepan saat langkah baru ini dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Yudha pun melanjutkan, "Saudariku... setelah setengah bulan latihan yang melelahkan, aku harap cucuran keringat kita tidak sia-sia, dan kerja keras instruktur kita tidak berakhir hampa. Hari ini, mari kita tunjukkan hasil nyata untuk membuktikan bahwa kita sudah berjuang selama dua minggu ini. Apa kalian punya keyakinan?!"

​"Punya!" Teriak para gadis itu serempak. Tatapan mereka pada Yudha terlihat semakin memuja; mereka benar-benar sudah terbakar semangatnya.

​"Bagus! Aku harap kalian membuktikannya dengan tindakan, bukan hanya kata-kata!" perintah Yudha dengan nada otoriter yang berwibawa.

​"Siap!" teriak mereka lagi.

​"Satu hal lagi," Yudha tersenyum tipis. "Kalau kita bisa meraih juara pertama, aku akan mentraktir kalian semua, termasuk instruktur. Aku yang tanggung semuanya!"

​"Wah! Serius ya, Kapten?!"

​"Awas kalau Kapten cuma kasih harapan palsu, kami semua akan membuat perhitungan denganmu!" celetuk salah satu mahasiswi sambil tertawa.

​"Tentu saja! Kalau aku berbohong, kalian bisa mencariku kapan saja. Lagipula, aku tidak bisa lari ke mana-mana, kan?" sahut Yudha sambil menyeringai lebar.

​Melihat lima puluh lebih gadis berseragam loreng itu, ada nuansa yang berbeda dari penampilan mereka biasanya yang modis dan menggoda. Seragam militer ini memberikan kesan tangguh, berani, sekaligus penuh semangat. Tak heran jika banyak pria yang begitu terpikat dengan pesona wanita berseragam.

​Yudha mengangguk puas. Efek pidatonya tadi sepertinya bekerja dengan sangat baik. Sekarang, semua bergantung pada perjuangan mereka di tengah lapangan.

​Tak lama kemudian, tibalah giliran Kelas mereka untuk unjuk gigi. Yudha, sebagai kapten, berdiri gagah di barisan paling depan memimpin timnya. Begitu pasukan mahasiswi Akuntansi ini muncul sambil meneriakkan yel-yel yang membahana dan serempak, mereka langsung menjadi pusat perhatian. Selain Yudha yang bertinggi badan 175 cm, gadis-gadis lainnya memiliki tinggi yang sangat rata, berkisar antara 162 hingga 170 cm. Hal ini menciptakan pemandangan yang sangat rapi, harmonis, dan sedap dipandang.

​Kesan pertama memang menggoda, tapi performa formasi adalah penentunya. Di bawah kepemimpinan Yudha yang karismatik, seluruh tim beraksi dengan luar biasa. Gerakan, transisi formasi, hingga hentakan kaki mereka begitu bertenaga dan sinkron. Para juri berkali-kali mengangguk tanda setuju.

​"10 poin..."

"9,9 poin..."

"9,8 poin..."

​Tanpa kontroversi sedikit pun, Jurusan Akuntansi Kelas Yudha dinobatkan sebagai juara pertama dalam kompetisi parade tahun ini. Sorak-sorai kebahagiaan pecah; jerih payah mereka selama dua minggu di bawah terik matahari akhirnya terbayar lunas.

​Sesuai janji, para mahasiswi ini langsung menagih traktiran pada Yudha. Karena pantang menjilat ludah sendiri, Yudha segera memboyong puluhan gadis itu menuju pusat kota. Mereka memesan satu lantai penuh di sebuah restoran besar. Instruktur Cahyo pun tak kuasa menolak dan ikut bergabung. Lebih dari lima puluh orang menikmati hidangan lezat dalam suasana yang penuh tawa.

​Namun, karena seluruh angkatan mahasiswa baru akan segera direlokasi ke Kampus Pusat yang letaknya menyeberangi laut dari lokasi awal, ada rasa haru yang menyelinap saat mereka harus berpamitan dengan para instruktur. Meski jaraknya tidak terlalu jauh, perpisahan ini tetap terasa emosional.

​Minggu berikutnya, seluruh mahasiswa mulai pindah ke asrama Kampus Pusat yang menghadap langsung ke arah laut biru yang indah. Keadaan asrama pun mulai stabil. Bahkan, di minggu kedua, Zenal secara ajaib membawa sebuah freezer kecil dari rumahnya, yang langsung disambut sorak-sorai penghuni asrama lainnya. Mereka semua memuji Zenal sebagai pahlawan asrama!

​"Eh, omong-omong, kalian sudah dengar belum? Katanya angkatan mahasiswa baru tahun ini banyak bibit unggulnya!" ujar Zenal tiba-tiba dengan nada misterius.

​"Oh ya? Coba ceritakan!" Yudha langsung memasang telinga lebar-lebar mendengar topik favoritnya.

​"Sekarang beberapa fakultas sudah punya primadonanya masing-masing. Di Fakultas Ekonomi saja ada tiga, dan katanya salah satunya ada di kelasmu, Yud!" Zenal menyeringai nakal ke arah Yudha, seolah ingin bilang, "Beruntung banget kamu."

​"Maksudmu Wulan?" Yudha menebak. Mengingat Wulan adalah gadis tercantik di kelasnya, bahkan Luna terkadang terasa sedikit kalah bersinar jika dibandingkan dengan pesona liar gadis itu.

​"Tepat! Yud, kalau kamu bisa, sikat saja. Kami semua mendukungmu," goda Zenal sambil tertawa.

​"Aku ini pria setia, sudah ada tanggung jawab di rumah," jawab Yudha dengan ekspresi serius yang dibuat-buat.

​"Halah! Kamu pikir aku tidak tahu siapa kamu? Mana ada kucing yang menolak ikan?" Kurnia menimpali dengan ekspresi yang jelas-jelas tidak percaya.

​"Hei! Apa menurut kalian aku ini tipe pria yang suka main perempuan?" sahut Yudha sambil menggosok hidungnya, merasa sedikit terusik.

​"Sangat tepat! Menurutku, kamu itu tipe pria yang 'makan apa yang ada di piring sambil melirik piring orang lain'," cibir Zenal.

​Yudha: "..."

......................

​Hari itu adalah hari Sabtu, dan Yudha memperkirakan kekasihnya yang lebih dewasa, Gisel, pasti sedang libur akhir pekan. Ia memutuskan untuk pulang ke rumah. Ingin memberikan kejutan, Yudha sengaja meneleponnya tepat di depan pintu rumah.

​"Kak, lagi di mana sekarang?" suara Yudha terdengar sangat lembut, bahkan ia sendiri merasa sedikit geli mendengarnya.

​"Lagi nonton TV di rumah. Wah, kamu sejak kuliah sudah jarang sekali ya menelepon!" sahut Gisel di seberang telepon dengan nada sedikit merajuk.

​"Aduh, Kak Gisel jangan marah dulu. Kakak tidak tahu betapa capeknya latihan militer setengah bulan ini. Ini saja baru selesai langsung telepon Kakak," rayu Yudha.

​Mendengar penjelasan itu, nada suara Gisel melunak. "Hmm, syukurlah kalau kamu masih punya hati. Kapan pulang? Kakak kangen."

​"Hehe! Kakak, coba buka pintunya!" ujar Yudha terkekeh.

​"Jangan-jangan... kamu sudah di depan pintu?"

​Pintu terbuka dengan cepat, dan Yudha disambut oleh sosok Gisel yang berpakaian sangat santai. Mengenakan kaus tipis yang sedikit menerawang, jantung Yudha langsung berpacu kencang. Tanpa aba-aba, ia segera merangsek maju dan mengangkat tubuh wanita itu dalam pelukannya. Gisel tersenyum manja tanpa sedikit pun menolak. Tatapan penuh kerinduan dari wanita itu membuat Yudha mabuk kepayang.

​"Adik kecil, kamu jadi makin hitam ya," bisik Gisel sambil membelai pipi Yudha yang terbakar matahari dengan jemarinya yang halus bak giok.

​Yudha membawa Gisel ke tempat tidur, lalu menindihnya perlahan. Ia menatap lekat ke arah dada wanita itu yang tampak semakin berisi. "Kak, sepertinya 'asetmu' makin besar sejak terakhir kali kulihat," godanya sambil memberikan remasan nakal untuk merasakan elastisitasnya.

​"Dasar nakal. Baru juga kuliah beberapa hari, sudah jadi semakin bandel ya," desah Gisel dengan mata yang mulai sayu menggoda.

1
Tri Rahayu Amoorea
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!