NovelToon NovelToon
The Silent Queen : Mafia'S Ghost Editor

The Silent Queen : Mafia'S Ghost Editor

Status: tamat
Genre:Mafia / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:308
Nilai: 5
Nama Author: Amila FM

Calypsa, seorang freelance video editor biasa di siang hari dan editor video deep web khusus geng mafia untuk menghikangkan bukti di malam hari. Ia ketahuan oleh clientnya, Cyrus ketua geng terbesar di Aethelgard. Namun, Cyrus bukan melenyapkannya, terapi merekrutnua untuk sebuah misi. Misi untuk membalas dendam kematian kakak laki-lakinya sekaligus misi cintanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amila FM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dibalik Layar

Bukti di dalam drive itu menjadi fondasi dari semua yang terjadi dalam empat puluh delapan jam berikutnya.

Cyrus mengumpulkan lingkaran terkecil yang masih bisa ia percaya sepenuhnya, tiga orang yang sudah bersama geng ini lebih dari delapan tahun dan yang keterkaitannya dengan Voss maupun Dragan sudah Calypsa verifikasi bersih dari rekam digital apapun. Mereka bekerja sepanjang malam di ruang kendali yang sekarang terasa berbeda, lebih sepi tapi lebih solid.

Calypsa mengambil alih workstation utama.

Pekerjaan pertamanya adalah memastikan seluruh sistem komunikasi internal dibersihkan dari akses backdoor yang ditinggalkan Voss selama berbulan-bulan beroperasi di sini. Prosesnya memakan waktu enam jam karena Voss ternyata jauh lebih sistematis dari yang terlihat, ada lapisan demi lapisan akses tersembunyi yang tertanam sangat dalam di dalam arsitektur sistem, seperti tanaman parasit yang sudah terlalu lama menempel hingga sulit dibedakan mana akar asli mana bukan.

Tapi Calypsa lebih sabar dari tanaman parasit manapun.

Satu per satu lapisan itu ia lepas dan bersihkan.

Pada jam kedelapan, sistem bisa dinyatakan bersih.

Pada jam kesembilan, Calypsa mulai masuk ke babak berikutnya yang jauh lebih penting, menggunakan akses Voss yang belum sepenuhnya diketahui Dragan telah dikompromikan untuk satu kali lagi mengirimkan informasi, tapi kali ini informasi yang sangat spesifik dan sangat sengaja disusun untuk membawa Dragan keluar dari tempat persembunyiannya.

Ini bukan hal yang bisa dilakukan sembarangan. Informasi yang terlalu menggoda akan terlihat seperti jebakan. Informasi yang terlalu biasa tidak akan menggerakkan Dragan dari tempatnya. Dibutuhkan sesuatu yang tepat berada di antara keduanya, informasi yang terasa seperti kemenangan kecil bagi Dragan tapi yang mengandung benih dari kehancurannya sendiri.

Calypsa memikirkannya selama hampir satu jam sambil minum kopi yang keempat kalinya malam itu.

Kemudian ia mengetik.

Pesan yang ia kirimkan melalui jalur Voss kepada jaringan Dragan sangat singkat dan menggunakan kode yang sudah ia pelajari dari pola komunikasi Dragan selama berminggu-minggu. Isinya hanya menyebutkan bahwa target utama akan berada di lokasi tertentu pada waktu tertentu, lokasi yang terpencil dan waktu yang dini hari, kondisi yang ideal bagi seseorang yang sudah sangat lama mengincar targetnya untuk akhirnya bergerak.

Lokasi itu bukan lokasi yang nyata. Tapi koordinatnya sangat presisi dan deskripsi lingkungannya sangat spesifik, seperti informasi dari seseorang yang benar-benar ada di lapangan.

Dan target yang dimaksud adalah nama Cyrus sendiri, dengan detail yang cukup meyakinkan untuk membuat Dragan percaya bahwa ini adalah kesempatan yang tidak bisa ia lewatkan.

Setelah pesan itu terkirim, Calypsa menyandarkan punggungnya ke kursi dan menoleh ke arah Cyrus yang berdiri di belakangnya sejak tadi.

"Dragan akan bergerak dalam dua belas sampai delapan belas jam kalau ia menganggap ini asli." ujar Calypsa.

"Tapi itu kalau ia menganggap ini asli.

"Apa yang membuat kamu yakin ia akan menganggapnya asli?" tanya Cyrus.

"Karena aku menggunakan detail yang hanya diketahui oleh Voss yang sudah sangat lama di dalam sini." jawab Calypsa. "Dan karena Dragan sudah sangat lama menunggu kesempatan ini. Orang yang sudah terlalu lama menunggu cenderung lebih mudah mempercayai bahwa kesempatan itu akhirnya tiba."

Cyrus menatap layar monitor yang masih menampilkan konfirmasi pengiriman pesan itu. "Kamu mempertaruhkan nyawa kamu dengan ini."

"Aku tahu." ujar Calypsa.

"Dan kamu tetap melakukannya."

"Apo meninggal karena Dragan memilih Aethelgard sebagai wilayah operasionalnya." Calypsa menatap Cyrus.

"Dua tahun aku mencari cara untuk menutup cerita ini. Ini caranya."

Cyrus menatapnya dengan cara yang membuat Calypsa ingat percakapan tentang semur dan ibu Cyrus, cara pria ini kadang menunjukkan sesuatu yang dalam melalui hal-hal yang sangat kecil.

"Kita akan memastikan kamu tidak perlu mempertaruhkan lebih dari yang sudah kamu pertaruhkan." ujar Cyrus akhirnya. "Rencana operasional malam itu ada di tanganku. Kamu tetap di balik layar."

"Itu satu-satunya tempatku paling berguna." jawab Calypsa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!