NovelToon NovelToon
Cintai Aku Sekali Lagi

Cintai Aku Sekali Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Berbaikan
Popularitas:21.8k
Nilai: 5
Nama Author: moon

WARNING! Sebelum mulai membaca, tolong baca tagar dahulu. Karena di sini area bebas JULID, dilarang mengomel hanya karena keinginan Anda tak sejalan dengan pemikiran Author.



Cinta itu menuntun dirinya untuk membuat keputusan paling kejam, memilih satu diantara dua wanita. Di antara tangis dan perih dua wanita yang lain, ia tetap mempertahankan wanita yang ia cinta.


Setelah keinginan diraih, takdir kembali lancang menuliskan jalannya tanpa permisi. Sekali lagi ia kehilangan, tapi kali ini untuk selamanya.


Terombang ambing dalam amarah, serta sempat menjauh dari-Nya. Tapi sepasang tangan kecil tetap meraih dirinya penuh cinta, tulus tanpa berharap imbalan jasa.


Apakah tangan kecil itu mampu menuntun Firza kembali ke jalan-Nya?


Lantas bagaimana dengan dua wanita yang pernah disakiti olehnya?


Mampukah Firza memantapkan hatinya pada cinta yang selama ini terabai oleh keegoisannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#6

#6

Setelah dua hari menginap di rumah sakit, Abizar pun mendapatkan izin pulang dari dokter anak yang menanganinya. Tak ada lagi demam tinggi, dan setelah diobservasi, serta dilakukan beberapa tes, tidak ditemukan adanya penyakit serius yang perlu dikhawatirkan. 

Ersha dan Firza pun merasa lega, mereka bisa membawa pulang Abizar dengan perasaan tenang. Selama merawat Abizar yang sakit, Ersha jadi lupa perihal keinginannya bertanya soal foto di laci meja suaminya. 

“Cucu Oma sudah sehat?” 

Di perjalanan pulang, Mamak Karmila video call hendak menanyakan keadaan cucunya yang katanya sempat dirawat di rumah sakit. 

Abizar menyeringai saja, karena ia belum bisa bicara dengan lancar. “Oma tanya, tuh. Ayo, jawabnya gimana? Sudah, Oma. Abi sudah sehat.” Ersha mengajari Abizar cara menjawab pertanyaan Mamak Karmila. 

Tapi yang keluar dari mulut bocah itu hanyalah, “Dah.”

Mendengar jawaban singkat itu, Mamak Karmila sudah sangat bahagia, dan bersyukur, karena cucunya sudah bisa pulang ke rumah. “Alhamdulillah, Oma seneng dengernya,” ucap syukur pun meluncur dari lisan Mamak Karmila. 

Tak lama panggilan pun berakhir, karena mereka telah tiba di rumah. 

•••

Beberapa hari kemudian, Ersha diantar Firza pulang ke rumah orang tuanya, karena hendak membantu Ummi Fitria mengerjakan pesanan 300 snack box untuk acara lamaran seseorang. 

Firza tak keberatan, ia justru semangat, karena bisa menghabiskan waktu berdua dengan Abizar. “Abi, jangan kangen Mama, ya? Mama mau bantu Eyang memasak.” 

Abizar tertawa, seolah mengerti apa yang Ersha ucapkan. “Susunya Abizar sudah kusiapkan 2 botol, makan siang Abang, dan makan siang Abi, sudah kusiapkan semua di dalam box.” Ersha menunjuk tas berisi susu Abizar dan makan siang suaminya, yang ada di kursi belakang. 

“Iya, padahal kamu tak perlu repot, aku bisa membeli makan di luar.” 

“Nggak repot, Bang. Sekalian bikin sarapan pagi tadi.” 

Itulah Ersha, meski repot ia selalu mengusahakan masak sendiri, bukan karena kekurangan uang, tapi karena makanan di luar belum terjamin kualitas gizinya. Lebih baik bekal, sedikit repot, tapi sudah dipastikan bergizi baik. 

“Kalau sudah selesai, kamu kabari Abang, ya?” Ersha mengangguk. 

Sebenarnya Ersha sudah disuruh Ummi Fitria untuk fokus pada keluarganya, karena ada beberapa karyawan yang membantu proses pekerjaan di toko kue.

Tapi Ersha tak tega setelah mendengar salah satu pegawai yang biasa membantu Ummi Fitria tiba-tiba sakit. Berkurang satu orang saja, maknanya luar biasa, karena semuanya dikerjakan sendiri di dapur produksi toko. Dan bisa di bayangkan, pekerjaan yang harus dikerjakan sangatlah banyak.

Tiba di rumah orang tua Ersha, mereka disambut hangat kedua orang tua Ersha. Abizar langsung berpindah ke pelukan Abah Husain dan Ummi Fitria menyuguhkan kue bolu favorit Abizar. 

Perbincangan ringan pun berlangsung hangat, terutama soal Abizar pasca di rawat di rumah sakit. Abah dan Ummi-nya Ersha merasa bersalah karena belum sempat menjenguk cucu mereka selama di rawat. 

Setelah puas bercengkrama, Ummi Fitria dan Ersha pun segera ke dapur toko untuk memulai pekerjaan. Dan Firza pun membawa putranya untuk main berdua. 

“Abi jangan rewel, ya? Hari ini Abi main sama Ayah, ya?” Firza berbicara selagi memasang  car seat dengan aman, di kursi belakang.

“Ya ya ya,” oceh Abizar menanggapi ucapan sang ayah. 

Firza tersenyum gemas, lalu mengacak rambut Abizar. Setelah memastikan Abizar aman di kursinya, mobil Firza pun melaju perlahan, meninggalkan halaman rumah orang tua Ersha. 

•••

Ada alasan kenapa Resha menyukai ruang terbuka hijau, selain menyejukkan pandangan, rasanya begitu tenang dan damai menatap pohon, bunga, dan rerumputan. Disamping itu, Firza pun menyukai hal yang sama, pria itu tumbuh besar di sebuah desa, terbiasa menatap sawah, pohon, rumput, dan tumbuhan yang ada di sekitar rumah. 

Dari sanalah cinta mereka tumbuh bersemi, bermula dari kesamaan akan sebuah hal. Karena itulah, taman adalah tempat yang paling sering mereka datangi ketika mereka berpacaran. 

Kali ini pun sama, Resha sedang melakukan olahraga ringan di taman dekat gedung apartemennya berada, karena dokter sama sekali melarangnya melakukan aktivitas berat. Apalagi olahraga yang membutuhkan kekuatan tulang. 

Padahal di tempat yang sama tak jauh darinya Firza sedang asik mengajak putranya bermain bola. “Ayo, tendang lagi bolanya.” 

Firza berlari kecil mengikuti Abizar yang tengah mengejar bola, meski bocah itu belum mahir berlari, tapi ia anak yang tak mudah menyerah. 

“Yah, Yah, uwaaa nana,” celoteh Abizar, yang melapor bahwasannya ia sudah berhasil menendang bola hingga jauh di sana. 

“Hebat sekali anak Ayah, yuk, kita ambil bolanya.” 

Dengan langkah riang, belum lelah padahal keringatnya sudah bercucuran. Sesekali Abi menoleh ke belakang, memastikan ayahnya masih mengikutinya. Lalu ia kembali berlari hingga tanpa sengaja menabrak seseorang, “Abizar!” pekik Firza.

Untung saja orang itu tak tinggal diam, dengan sigap ia menangkap tubuh mungil Abizar. “Hap, dapat. Hati-ha … ” 

Ucapan orang itu terhenti, ketika melihat pria yang sedang mengejar bocah dalam pelukannya. “Abi … “ 

Senada dengan orang itu, Firza pun terdiam, sesaat semesta terhenti, hanya terdengar deru nafas dan detak jantung mereka. 

Lamunan sejenak itu pun buyar, ketika Abizar merengek, karena orang asing sedang memeluk dirinya. “Yayah,” rengek Abizar, mengembalikan Firza pada kesadarannya. 

Kali ini Resha bertekad tak akan lari apapun yang terjadi, keinginannya sudah bulat. Yaitu kembali untuk mendapatkan Firza secara utuh, jika istrinya tak berkenan memberikannya, maka jadi yang kedua pun tak masalah. 

“Eh—” 

“Hati-hati, Sayang.” Sebelum sempat Resha berucap, Firza terlebih dahulu meraih Abizar ke pelukannya. 

“Kamu tak apa-apa? Mana yang sakit? Ayo, bilang ke Ayah.” Firza seolah membombardir putranya dengan pertanyaan, padahal Abizar belum mengerti apa yang ia ucapkan. 

Melihat Firza yang begitu perhatian pada putranya, seketika menerbitkan rasa iri yang demikian hebat dalam diri Resha. Hingga otaknya mulai berandai-andai, andai bocah itu adalah anak yang ia lahirkan, alangkah bahagianya. Suami penyayang, anak yang lucu, dan rumah tangga yang tentram. Apalagi yang ia harapkan? 

Resha mengepalkan tangannya, menguatkan tekad agar keinginannya segera terwujud. 

“F-Fi-F-Fir— za.” 

Walau terbata, akhirnya nama itu terucap juga dari mulutnya. Tapi sayang, Firza terlalu fokus pada Abizar yang kembali merengek. 

Resha mempercepat langkahnya, hingga ia nekat menghadang langkah Firza. “Apa yang kamu inginkan?” tanya Firza dengan suara dan tatapan yang dingin. 

Mendengar ucapan dingin Firza, rasanya sungguh menyakitkan, sepertinya rasa rindu di dadanya hanya dirinya seorang yang merasakannya, tidak demikian dengan Firza yang tampak bahagia dengan keluarganya. 

“Menyingkirlah, aku harus membawa anakku pada mamanya. Karena dia tak suka orang asing,” kata Firza, kali ini sebuah penolakan yang menyakitkan. 

“Tidakkah kamu ingin tahu kenapa aku menghilang selama ini?” Resha mulai bertanya, berharap mendapatkan jawaban sesuai keinginannya. 

Tapi—

“Untuk apa?! Kamu yang pergi, kamu yang tak pernah mengabari! Jika sekarang aku sudah beristri apakah itu salahku?!” hardik Firza, ia melanjutkan langkahnya. 

Luruh air mata Resha, “Tapi aku punya alasan!” pekik Resha agar Firza mendengar suaranya. “Aku sakit parah, dan orang tuaku membawa ku berobat ke kampung halaman leluhur kami di China.” 

Firza berhenti sejenak, lalu kembali melangkah, “Alasan utamaku kembali adalah, karena aku belum bisa melupakanmu. Aku masih sangat mencintaimu!” 

Lengkingan suara Resha, tak mampu menghentikan langkah kaki Firza. 

 

1
Patrick Khan
semoga niat jahat resa keduluan end tamat modar😂😂😂ahh jahatnya q😂🔪
Inarrr Ulfah
jagn mati dulu ya sa,,pengen liat aja kamu kejang2 liat er dapt yg lebih dari si Firza,dan semoga Firza gila talak...
Anonim
balikan????? gak seru ah
Hasanah Purwokerto
Aku ketularan bang Ahtar,,senyum senyum sendiri...😄😄😄😄😄
Hasanah Purwokerto
Tuh bang Ahtar...ada jalan buat pe de ka te,,,manfaatkan...🤣🤣🤣🤣🤣
Hasanah Purwokerto
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Hasanah Purwokerto
Cieeeee..yg lagi modus...😄😄😄😄
Hasanah Purwokerto
Busuk hati bgt si Resha
Hasanah Purwokerto
Ersha bukan kamu ya,,yg hobinya merusak rumah tangga orang,,kamu tuh yg sukanya sm suami orang...😡👊👊👊
Hasanah Purwokerto
Maaf cuma dimulut saja
Hasanah Purwokerto
Ga akan bahagia kalian..
Hasanah Purwokerto
Setan berwujud manusia itu Er..
Hasanah Purwokerto
Cih....sundel bolong....pake pura pura
Hasanah Purwokerto
Maafmu ga ada guna Fir..
Hasanah Purwokerto
Biarin Firza sendirian..ga usah diajak ngobrol..
Hasanah Purwokerto
Preeeetttt laaaahhhj
Hasanah Purwokerto
Ersha ga melarang,,tp kamu yakin,,? Resha akan membiarkanmu pergi menemui Abizar..?
Hasanah Purwokerto
Tetap semamgat ya Rs...masa depanmu msh panjang,,semoga lebih cerah dr sblmnya...
Hasanah Purwokerto
Smg Ersha berjodoh dg Atar..
toh sama" single
Hasanah Purwokerto
Resha culas,,bermuka dua...😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!