NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Putri asli/palsu / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Buang mayatnya! Jangan sampai bau busuk anak angkat ini merusak pesta putri kandungku."
​Sepuluh tahun menjadi "boneka" sempurna keluarga Lynn, Nerina Aralynn justru mati dikhianati di gudang lembap demi memberi tempat bagi si putri asli, Elysia. Namun, maut memberinya kesempatan kedua. Nerina terbangun di masa lalu, kali ini dengan duri mawar hitam yang mematikan.
​Satu per satu kekayaan keluarga Lynn ia preteli. Namun di balik balas dendamnya, Nerina menemukan satu rahasia: Satu-satunya pria yang menangisi kematiannya adalah Ergino Aldrich Leif—kepala pelayan misterius yang aslinya adalah penguasa dunia bawah.
​"Aku adalah pedangmu, Nerina. Katakan, siapa yang ingin kau hancurkan lebih dulu?"
​Saat sang putri terbuang mulai berkuasa, mampukah ia menuntaskan dendamnya, atau justru terjerat obsesi gelap sang pelayan yang melindunginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: RUNTUHNYA TAKHTA SANG RAJA

​Pagi itu, kediaman Lynn tidak lagi terasa seperti istana, melainkan sebuah makam besar yang dipenuhi gema kemarahan. Di ruang kerja utama, suara barang-barang pecah terdengar hingga ke lobi. Elyas Lynn, sang "Raja" yang selama puluhan tahun membangun kekaisaran bisnisnya, kini terduduk lesu dengan wajah yang seolah menua dua puluh tahun dalam semalam.

​Saham Lynn Group terjun bebas. Investor menarik diri secara massal, dan bank-bank mulai mengirimkan surat peringatan likuidasi.

​"Ini semua karena kamu, Nerina!"

​Nero Savero Lynn berdiri dengan mata merah, menunjuk tepat ke wajah Nerina yang sedang duduk tenang di sofa beludru merah. Di sampingnya, Ergino berdiri seperti biasa, tenang dan waspada, meski suasana di ruangan itu sangat panas.

​"Seharusnya Ayah tidak pernah membawamu dari panti asuhan itu!" Nero berteriak, suaranya pecah oleh keputusasaan. "Kamu adalah pembawa sial! Sejak kamu mulai memberontak dan memojokkan Elysia, keluarga ini hancur. Kamu menghancurkan reputasi kami demi kepuasan pribadimu!"

​Nerina meletakkan cangkir tehnya perlahan. Bunyi denting porselen itu terasa sangat kontras dengan teriakan Nero. "Aku menghancurkan reputasi kalian? Bukan, Kak Nero. Kalian sendiri yang membangun panggung untuk kehancuran ini. Aku hanya menarik tirainya agar dunia bisa melihat kenyataan."

​"Kamu anak tidak tahu diuntung!" Nero melangkah maju, namun ia segera berhenti saat melihat tatapan Ergino yang mendingin. "Ayah sudah memberimu nama, kemewahan, dan posisi. Tapi apa balasannya? Kamu mengadu domba kami dengan putri kandung kami sendiri!"

​"Putri kandung yang kalian puja itu adalah orang yang baru saja mencoba merampok delapan miliar dari kas perusahaan dengan vendor palsu, Kak," sahut Nerina datar. "Apakah itu yang kalian sebut pembawa keberuntungan?"

​Elyas Lynn mendongak, matanya yang kuyu menatap Nerina dengan kebencian yang mendalam. "Nerina... jika kamu memang masih memiliki sisa rasa hormat padaku sebagai ayahmu, kembalikan otoritas keuangan yang kamu kunci. Kita butuh dana itu untuk menstabilkan harga saham."

​"Dana itu sudah tidak ada di sana, Tuan Lynn," suara Ergino memotong, rendah namun penuh otoritas. "Nona Nerina telah mengalihkannya ke aset yang lebih aman sejak minggu lalu. Dana itu kini sah secara hukum berada di bawah manajemen private equity yang tidak bisa Anda sentuh."

​Elyas terpaku. "Apa? Kamu... kamu merampokku, Nerina?"

​"Aku menyelamatkan uang itu agar tidak habis dibakar oleh kecerobohan Elysia dan keserakahan Andrew," jawab Nerina.

​Tiba-tiba, pintu ruang kerja terbuka dengan kasar. Elysia masuk dengan rambut yang sedikit acak-acak, namun matanya memancarkan kegilaan yang berbeda. Ia tidak menangis kali ini. Ia justru tersenyum sinis, sambil menggenggam ponselnya erat-erat.

​"Kalian masih membela dia?" Elysia tertawa hambar, berjalan menuju tengah ruangan. "Kalian pikir Nerina melakukan ini demi perusahaan? Tidak. Dia melakukan ini karena dia sedang dimabuk cinta dengan pelayannya!"

​Nero mengernyit. "Elysia, apa yang kamu bicarakan?"

​"Lihat ini!" Elysia melempar ponselnya ke atas meja, tepat di depan Elyas dan Nero. "Aku diam-diam mengikuti mereka semalam ke apartemen rahasia itu. Dan lihat apa yang kutemukan."

​Di layar ponsel itu, tampak sebuah foto yang diambil dari sudut tersembunyi. Foto itu memperlihatkan Ergino yang sedang membungkuk sangat dekat dengan wajah Nerina di dalam apartemen semalam. Dari sudut pandang kamera, posisi mereka tampak sangat intim, seolah Ergino sedang mencium bibir Nerina dengan sangat dalam.

​Kenyataannya, saat itu Ergino hanya sedang membisikkan peringatan tentang Andrew, namun foto itu berkata lain.

​"Menjijikkan!" Elysia berteriak, wajahnya dipenuhi kebencian. "Seorang anak angkat Lynn, menjalin hubungan gelap—hubungan terlarang—dengan seorang pelayan rendahan! Pantas saja Gino selalu membelamu, Nerina. Pantas saja dia rela melakukan apa saja untukmu. Ternyata kamu sudah menyerahkan tubuhmu padanya demi kekuasaan ini!"

​Anora Lynn yang baru saja masuk ke ruangan nyaris pingsan melihat foto itu. "Nerina... benarkah ini? Dengan seorang pelayan?"

​Nero tertawa sinis, merasa mendapatkan senjata untuk menyerang balik. "Wah, wah... ternyata sang Mawar Hitam yang suci ini hanyalah wanita murahan yang bermain api di belakang kita. Ayah, ini skandal yang lebih besar! Jika publik tahu, Nerina akan habis!"

​Nerina berdiri perlahan. Ia tidak tampak panik atau malu. Ia menoleh ke arah Ergino, yang wajahnya kini tampak sangat berbahaya. Aura membunuh terpancar dari pria itu, namun ia tetap menahan diri atas isyarat mata Nerina.

​"Hubungan terlarang?" Nerina berjalan mendekati Elysia. "Hanya itu yang bisa kamu temukan untuk menjatuhkanku? Sebuah foto yang diambil di luar konteks?"

​"Konteks apa lagi?!" bentak Elysia. "Wajah kalian hampir menempel! Kamu menggunakan uang keluarga Lynn untuk membiayai pria simpananmu ini, kan? Kamu membangunkan dia apartemen mewah agar kalian bisa melakukan hal menjijikkan itu setiap malam!"

​"Elysia," suara Nerina merendah, sangat dingin. "Apartemen itu milik Gino. Dan mobil SUV yang kalian curigai juga miliknya. Kamu ingin tahu kenapa? Karena pria yang kamu sebut pelayan rendahan ini memiliki kekayaan yang bisa membeli seluruh rumah ini beserta isinya tanpa perlu berkedip."

​Ruangan itu mendadak sunyi. Elyas Lynn tertawa meremehkan. "Kekayaan? Dia hanya seorang pelayan yang kupilih karena rekomendasi panti asuhan!"

​"Rekomendasi yang aku atur sendiri, Tuan Lynn," sela Ergino. Ia melangkah maju, berdiri di samping Nerina. Ia mengeluarkan sebuah kartu nama hitam dengan ukiran emas—simbol yang sangat dikenal di dunia perbankan internasional. "Saya adalah pemilik utama dari Leif Capital Group. Perusahaan yang pagi ini baru saja membeli empat puluh persen saham Lynn Group yang dilepas oleh para investor."

​Elyas Lynn terbelalak. Tangannya gemetar saat mengambil kartu nama itu. "Leif Capital... Perusahaan raksasa yang berbasis di Swiss itu? Kamu... itu milikmu?"

​"Dan empat puluh persen saham itu," sambung Ergino dengan tatapan yang sangat tajam, "Telah saya serahkan sepenuhnya kepada Nerina Aralynn sebagai hadiah. Jadi, mulai detik ini, Nerina bukan lagi anak angkat yang Anda pelihara. Dia adalah pemegang saham mayoritas di perusahaan ini."

​Elysia mundur beberapa langkah, ponselnya jatuh ke lantai. "Tidak... itu tidak mungkin! Kamu hanya pelayan! Kamu pelayan rendahan!"

​"Pelayan ini yang akan memastikan kamu tidak akan pernah melihat uang satu sen pun lagi dari nama besar Lynn, Elysia," bisik Nerina tepat di telinga adiknya.

​Nero mencoba menyerang Ergino karena marah, namun dengan satu gerakan cepat, Ergino mencengkeram pergelangan tangan Nero dan memelintirnya hingga pria itu berlutut di lantai dengan erangan kesakitan.

​"Jangan pernah mencoba menyentuh Nona Nerina atau saya," desis Ergino. "Atau saya pastikan Anda akan menghabiskan sisa hidup Anda di penjara karena keterlibatan Anda dalam pemalsuan dokumen Andrew."

​Nero membelalak. "Bagaimana kamu..."

​"Saya tahu segalanya," sahut Ergino dingin. Ia melepaskan Nero dengan sentakan kasar.

​Nerina menatap "keluarganya" untuk terakhir kali sebagai bawahan mereka. "Ayah, Ibu... takhtamu sudah runtuh. Besok pagi, aku akan memimpin rapat umum pemegang saham. Dan aku sarankan kalian mulai mengemasi barang-barang kalian. Karena mansion ini... juga masuk dalam daftar aset yang aku ambil alih."

​"Nerina! Kamu tidak bisa melakukan ini!" jerit Anora.

​"Aku bisa, Ibu. Karena di dunia ini, hanya kekuatan yang dihormati, bukan?" Nerina berbalik, memberikan isyarat pada Ergino.

​Saat mereka berjalan keluar dari ruang kerja yang kini dipenuhi suara tangisan dan teriakan itu, Nerina berhenti sejenak di koridor. Ia menatap Ergino yang sedang merapikan lengan kemejanya.

​"Gino... foto itu," bisik Nerina. "Elysia benar-benar licik."

​Ergino menatap Nerina, matanya melunak hanya untuk wanita itu. "Biarkan saja mereka berpikir begitu, Nerina. Karena pada kenyataannya, foto itu memang kekurangan satu hal."

​"Apa?"

​Ergino mencondongkan tubuhnya, persis seperti posisi di foto itu, namun kali ini ia tidak berhenti. Ia mengecup kening Nerina dengan sangat lembut dan lama. "Kenyataannya adalah, aku memang milikmu seutuhnya. Dan tidak ada satu pun orang di dunia ini yang bisa mengubah itu."

​Nerina tersenyum, merasakan kedamaian di tengah reruntuhan yang ia ciptakan. Sang mawar hitam akhirnya benar-benar berkuasa, dan ia memiliki bayangannya yang paling setia untuk menemaninya di singgasana yang baru.

1
Ariska Kamisa
/Shhh//Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/
aditya rian
burulah dinikahin nerina nya gino
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
anak angkat seakan sengaja dibuang agar bisa hidup
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
wow/Scare/
Ariska Kamisa: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
aditya rian
mulai babak drak romance
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
rahasia terbaru👍
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
gino tidak mati dulunya? apakah time traveler?
Ariska Kamisa: ikuti terus ya🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
ergino keren amat
Ariska Kamisa: terimakasih🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
cettaass
aditya rian
wow tentara bayaran
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
💪💪💪💪💪💪
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
sepertinya ergino terobsesi 🤭
Ariska Kamisa: yes👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
ini mulai babak baru , misteri ibu kandung nerina.
Ariska Kamisa: betul
total 1 replies
aditya rian
gob**k elysia 🤣
aditya rian
ibu kandung nya hidup???
aditya rian
dibutakan oleh rasa bersalah karena telah terpisah lama ini orang tuanya jadi anak salah geh kaya ga mau salah🤭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
rame👍
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
siapa gino sebenarnya, begitu kuat kah sehingga di takuti
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!