NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Jodoh Pilihan Mama (Single Mommy).

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: selvi serman

Di usianya yang sudah genap dua puluh tujuh tahun Sandi Atmojo belum sedikitpun memikirkan tentang pernikahan sehingga kedua orang tuanya jadi khawatir putranya tersebut akan memilih hidup Single seumur hidup. Untuk mencegah hal itu sampai terjadi, sang mamah terus memaksanya untuk mencari calon istri, namun jawaban Sandi tetap sama, yaitu belum berniat menikah sebab belum memiliki calon. "Jika kamu tidak sanggup mencari calon istri, biar mama yang akan mencarikan calon istri untuk kamu." Pada akhirnya sandi tak dapat menolak lagi, dan membiarkan mamah mencarikan calon istri untuknya. Akan tetapi, Sandi tak menyangka jika pilihan mamahnya adalah seorang wanita yang berstatus single Mommy.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6.

"Pastikan tidak ada pegawai hotel yang menyalahgunakan wewenang, apalagi sampai mencampur adukkan antara urusan pekerjaan dengan urusan pribadi! " Ujar Sandi saat ia dan asisten pribadinya berada di dalam lift khusus petinggi hotel. Hendak kembali ke ruangannya.

"Baik, tuan."

Dalam hati, Sandi tidak habis pikir dengan perasaan cinta manager hotel terhadap Vania, mengingat pria itu sudah berusia setengah abad dan malah kepincut pada wanita yang usianya jauh dibawah usianya. Rupanya manager hotel tipikal pria tua-tua keladi, semakin tua semakin jadi. Sebenarnya tak ada salahnya jika memang masih ingin merasakan indahnya cinta, mengingat pak manager bersatus duda, tapi setidaknya pada wanita sepantaran dengannya bukannya malah wanita yang lebih pantas menjadi putrinya. Sandi jadi kepikiran, point apa yang mendukung hingga pemilik hotel sebelumnya memberikan posisi manager pada seorang pedofil. Namun kembali lagi, Sandi tidak ingin terlalu ikut campur dalam urusan pribadi para pegawainya, kalau memang Vania menerima ungkapan cinta pak manager itu mutlak urusan serta hak pribadi Vania, asalkan tidak ada unsur penyalahgunaan kekuasaan dalam lingkungan kerja yang dilakukan oleh manager hotel untuk menekan Vania, itu saja.

Jika Sandi sedang disibukkan dengan pekerjaannya, ibunya justru sedang sibuk memikirkan bagaimana Vania merawat anaknya yang sedang sakit sedangkan wanita itu pun harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ya, ibunya Sandi tahu itu dari cerita mbak Atun siang tadi.

Malam harinya.

"Mamah mau pergi ke mana?." Tanya Sandi melihat ibunya sudah terlihat rapi.

"Mau ketemu teman."

Sandi hanya menanggapinya dengan anggukan, karena ibu memang memiliki beberapa orang teman dekat sehingga Sandi berpikir mungkin ibunya hendak menemui teman-temannya tersebut.

Tidak ingin sampai terlalu malam tiba di rumah sakit, ibu pun segera berangkat menuju rumah sakit. Ditengah perjalanan, mampir dulu ke supermarket untuk membeli buah tangan.

Setibanya di rumah sakit, Ibunya Sandi langsung menuju ruang IGD. Tapi rupanya Sesil telah dipindahkan ke kamar perawatan. Setelah mendapat informasi dari perawat yang bertugas di IGD, ibunya Sandi pun beranjak menuju kamar perawatan yang dimaksud.

"Sepertinya ini kamar perawatannya?." Ibunya sandi lantas mengetuk pintu kamar perawatan nomor 4, sesuai informasi dari perawat. Setelah mendapat sahutan dari dalam wanita itu pun memutar handle pintu kamar perawatan tersebut.

"Assalamualaikum...."

"Walaikumsalam....Bu Dinda. Silahkan masuk, Bu...!."

Bu Dinda lantas mengayunkan langkah memasuki kamar perawatan Sesil.

"Bagaimana keadaan Sesil sekarang, Vania?." Bukan sekedar basa-basi, tapi ibunya Sandi tulus ingin tahu bagaimana kondisi terkini bocah perempuan tersebut. Ibunya Sandi berdiri tepat di samping tempat tidur pasien, di mana saat ini nampak Sesil sedang di suapi potongan buah pir oleh ibunya.

"Halo, Oma." Ibunya Sandi terkejut saat bocah itu tiba-tiba menyapanya dengan sebutan Oma. Bocah yang sopan dan juga ramah, itu kesan yang dilihat oleh ibunya Sandi ketika pertama kali berinteraksi dengan Sesil

"Halo juga anak cantik." Ibunya Sandi menyentuh lembut dagu mungil Sesil, merasa gemas melihat senyuman manis bocah perempuan tersebut.

"Sesil mau nggak digendong sama Oma?." Kata-kata itu terucap begitu saja dari mulut ibunya Sandi hingga Vania pun sampai tak menyangka.

"Tentu saja mau Oma, tapi Sesil berat loh Oma." Di usianya yang sudah empat tahun lebih, Sesil sudah fasih dalam berbicara.

"Iya Bu, tubuh Sesil berat, pasti akan membebani ibu saat menggendongnya." Kata Vania merasa sungkan.

"Nggak papa, gini-gini ibu masih kuat, Vania." ibunya Sandi memperlihatkan otot yang tidak seberapa pada lengannya dan itu berhasil memancing senyum semuanya, termasuk dirinya sendiri.

"Bu Dinda bisa aja."

Kini tubuh mungil Sesil sudah berada di gendongan ibunya Sandi. Bocah perempuan tersebut terlihat menyandarkan kepalanya pada bahu milik ibunya Sandi.

"Selain mamah dan mbak Atun, sekarang Sesil punya Oma."

Deg.

Kata-kata bocah itu mampu mendebarkan jantung ibunya Sandi. Wanita itu sempat terpaku untuk beberapa saat.

"Sesil...." Vania menegur putrinya, Khawatir wanita paruh baya tersebut merasa keberatan.

"Nggak papa, Vania. Ibu justru senang kalau Sesil sudah menganggap ibu seperti omanya." Balas ibunya Sandi tulus dari lubuk hati terdalam.

"Coba saja kalau papahnya Sesil masih hidup, kebahagian keluarga kita pasti akan lengkap, iya kan, mah?."

Deg.

Kali ini giliran Vania yang terenyuh mendengar kata-kata putrinya. Kata-kata yang hampir setiap hari terucap dari mulut bocah itu.

"Sayang...."Suara Vania terdengar lebih berat dari sebelumnya. Ada perasaan bersalah di dalam hatinya kepada sang putri.

"Sesil mungkin tidak bisa bertemu dengan papah kandung Sesil mengingat beliau sudah bahagia di sisi Tuhan, tapi bukan berarti Sesil tidak bisa punya seorang papah lagi, sayang."

"Maksud Oma?." Bukan hanya Vania yang dibuat bingung dengan perkataan wanita itu tetapi Sesil pun demikian, sehingga membuat bocah itu langsung bertanya.

"Maksud Oma, kalau mamahnya Sesil menikah lagi, itu artinya Sesil bisa punya papah baru, iya kan."

Kedua bola mata jernih Sesil langsung berbinar.

"Benarkah begitu, Oma? Jika mamah menikah lagi, Sesil bisa dapat papah baru?."

"Tentu saja, sayang." Jawab Ibunya Sandi sambil melirik pada Vania.

*

Di kantin rumah sakit, di sinilah ibunya Sandi berada sekarang, menemani Vania untuk sekedar mengisi perutnya yang kosong. Ya, sejak siang tadi Vania belum memasukkan apapun ke dalam perutnya selain air putih. Kalau bukan karena paksaan dari ibunya Sandi, mungkin Vania tidak akan peduli pada kondisi perutnya yang kosong.

"Bukannya ibu mau ikut campur dalam urusan pribadi kamu Vania, Ibu hanya sekedar memberi saran. Kamu masih muda dan juga cantik, lalu apa salahnya berpikir untuk menikah lagi. Terlebih, Sesil sangat membutuhkan sosok ayah."

"Kalaupun berniat menikah lagi, menikah dengan siapa, Bu? Jangankan pacar, teman lelaki pun Vania tidak punya." Balas Vania sekenanya, karena berpikir ibunya Sandi hanya sekedar basa-basi saja.

"Jika kamu bersedia, menikahlah dengan putra ibu, Vania!." Saking terkejutnya, Makanan yang saat ini ada di dalam mulut Vania seperti ingin tersembur keluar saat mendengar perkataan ibunya Sandi.

Vania berusaha bersikap biasa saja.

"Bu Dinda bisa saja bercandanya." Vania mengulas senyum tipis dibibirnya.

Ibunya Sandi menggenggam tangan Vania yang berada di atas meja.

"Ibu serius, Vania." Dari raut wajah wanita paruh baya yang kini duduk di seberangnya tersebut, Vania akhirnya paham jika perkataan wanita itu bukanlah sebuah candaan semata, melainkan sebuah tawaran serius.

Vania terdiam. Jujur, setiap kali putrinya menginginkan sosok seorang ayah, Vania sempat berpikir untuk menikah.

Vania merasa dilema, apa sebaiknya ia gunakan saja kesempatan ini untuk memberikan sosok seorang ayah bagi putrinya, atau justru melewatkan nya begitu saja?

1
Nurminah
lanjut thor
Lia siti marlia
makasih doang nih vania😄 gak ada tambaha lain mungkin buat nyenengin pak bos 🤭🤭🤭
secret
sekaliann gopub ajaa gaa sii, biar mingkemm semua tu mulut2 tukang gosipp🤭
Felycia R. Fernandez
yang lebih parah itu mulut Atika...
bisa gak dia aja yang di pecat 😏
Ariany Sudjana
kok cuma disuruh minta maaf saja? kenapa ga dipecat dan diblacklist dari semua jaringan hotel? terlalu ringan kalau hanya disuruh minta maaf
❥␠⃝ ͭ🍁MI💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: padahal udah melakukan kecurangan juga ya diperusahaan
total 1 replies
Ariany Sudjana
cuma segini updatenya?
secret
thorr kok blm up sii😭
Syarifah
🤭🤭🤭
Lusi Hariyani
nah gitu dong sandi cr th ttg istrimu
secret
ga habis2 si manajer tuaa bikin ulah, liat aja bntr lg kena depakk
Lia siti marlia
cie cie yang di kasih dukungan sama pak bos plus suami ayo vania robek tuh mulut c wanita lemes 🤭🤭🤭
Felycia R. Fernandez
Naah lho...
Sandi pasti akan dukung Vania.
lagian apa urusannya sama Atika kalau pun ada kejadian jebak menjebak antara Vania dan Harto.
Atika melabrak seolah dia istri sah Harto 😆😆😆😆
Felycia R. Fernandez
naaah kan...
Nurminah
double up thor
Felycia R. Fernandez
Pasti bingung ini tentang data2 diri Sesil...mana akte kelahiran nya??
Lusi Hariyani
kpn terungkap y kakak klo sesil mmg ank kandung sesil
Nurminah
lanjutkan
secret
ehh ehh pmksdd ayo mandii😂😂 lanjuuttt thorrr, semangaaattt
Lia siti marlia
eh eh jangan mau di ajak mandi bareng vania entar kelar mandinya sampe zduhur lagi 🤭🤭keburu sesil ngamuk deh😄
Lusi Hariyani
jujur vania sm sandi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!