NovelToon NovelToon
My Baby Mafia

My Baby Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Hamil dengan pria asing yang ternyata, Mafia???!

Aria hamil dari pria tak dikenal setelah malam yang menghancurkan hidupnya. Ia memilih mempertahankan anak itu, meski pikirannya nyaris runtuh.

Hingga pria itu kembali.

Lorenzo de Santis—datang, mengaku bertanggung jawab, dan masuk ke hidupnya tanpa izin. Namun Aria tidak tahu…
Bahwa kehamilan tersebut bukanlah kebetulan.

Melainkan rencana.

Dan pria yang berdiri di hadapannya bukan sekadar masa lalu yang kelam—
melainkan seorang bos mafia yang sejak awal telah mengendalikan segalanya.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBM — BAB 06

RENCANA ARIA

Keheningan di ruang makan itu terasa lebih berat dari sebelumnya. Semua mata masih tertuju pada Aria.

Bukan karena ia mencoba menarik perhatian—justru sebaliknya. Ia berdiri tegak tanpa senyum, tanpa basa-basi, seolah tidak peduli pada tatapan tajam yang menilainya dari ujung kepala hingga kaki.

Gaun putih yang ia kenakan… jelas bukan gaun pengantin pada umumnya.

Bagian bawahnya terpotong tidak rata, seperti digunting tanpa ragu. Kainnya tetap indah, namun rusak—seperti pernyataan diam yang sengaja diperlihatkan.

Dan itu cukup untuk membuat suasana semakin tidak nyaman.

Monica akhirnya berdiri. Langkahnya pelan, anggun, penuh kendali. Sepasang matanya mengamati Aria dari dekat, tanpa melewatkan satu detail pun.

Aria tidak mundur. Tidak juga menunduk.

Ia menatap balik, tipis dan dingin.

“Gaun yang… menarik,” ucap Monica akhirnya, senyumnya lembut namun jelas meremehkan. “Sangat bagus.”

Sunyi. Semua orang tahu itu bukan pujian, namun Aria justru tersenyum.

Bukan senyum sopan.Lebih seperti… tantangan.

“Terima kasih,” jawabnya ringan. “Aku yang merancangnya sendiri.” ucapnya sedikit mencondongkan tubuhnya lebih ke arah Monica.

Monica sedikit terdiam, alisnya terangkat tipis lalu berkernyit. “Begitu?” tanyanya pelan.

Aria mengangguk santai. “Awalnya gaun ini tidak cocok untukku. Jadi aku memperbaikinya… dengan caraku sendiri.”

Nada suaranya tidak tinggi. Tidak kasar. Namun setiap katanya terasa seperti sengaja diarahkan.

Sebuah sindiran yang halus, tapi jelas.

Seolah berkata— aku tidak akan menyesuaikan diri dengan dunia kalian.

Tatapan Monica berubah, meski hanya sepersekian detik. Tidak lagi sekadar menilai, tapi… mengukur.

Sementara Lorenzo hanya diam memperhatikan saja dan rahangnya sedikit mengeras, karena dia yakin, istrinya akan berbuat sesuka hatinya. Dia harus menahan sesuatu yang sudah direncakan olehnya sendiri. Termasuk sikap Aria yang akan disengaja dan bermain-main.

“Berani sekali,” gumamnya pelan, nyaris tak terdengar.

Di sisi lain meja, Bianca menyilangkan tangan, bibirnya mencibir. “Tidak berkelas,” bisiknya tanpa berusaha menahan suara.

Adriana menoleh sekilas, namun memilih diam.

Sementara Matteo hanya memperhatikan, ekspresinya sulit dibaca. Dan dia mencoba mengingat wajah Aria yang benar-benar asing diingatannya.

“Aku harap kau tidak keberatan jika kamu duduk,” ucap Lorenzo akhirnya, suaranya rendah menatap ke Monica yang masih menyilangkan kedua tangannya.

“Tentu. Terutama istrimu. Biarkan semua orang bisa mengenalnya, dia sangat menarik.” ucap Monica tersenyum pada Loren sebelum akhirnya mereka bertiga mendekat ke meja makan.

“Duduklah.” pinta Lorenzo yang menarikan kursi untuk Aria.

Aria menoleh padanya, lalu berjalan santai menuju kursi di sampingnya tanpa menunggu ataupun tak begitu peduli dengan keadaan sekitar, ya meski jujur saja itu semua menentang dirinya yang tadinya wanita lemah lembut.

Ia duduk tenang. Seolah tempat itu memang miliknya.

Monica kembali ke kursinya, namun matanya tidak lepas dari Aria.

“Lorenzo,” ujarnya kemudian, nada suaranya kembali halus. “Kau selalu punya selera yang unik, benar sayang?!” kata Monica menatap sekilas ke Emilio.

Emilio sendiri seolah ingin tanya jawab dengan Lorenzo.

Sedangkan Lorenzo seolah tak mempedulikan mereka semua dan hanya fokus menuang wine lalu meneguknya tanpa menyentuh hidangan lainnya.

Ia menatap ke depan, lalu berkata singkat— “Aku tidak perlu menjelaskan detail kenapa aku harus menikah.” kata Loren yang akhirnya menatap ke Monica. Terlihat bagaimana wanita paruh baya itu terdiam penuh tanya.

“Jangan membuatku mengatakan detail kesalahan putramu.” lanjut Matteo yang langsung membungkam semuanya.

Aria sendiri masih bingung dan mencoba mencerna ucapan suaminya itu. Lalu ia tersenyum tipis di sampingnya.

“Tepat sekali,” balasnya cepat. “Aku yang memilih.”

Sunyi.

Sendok di tangan Bianca terhenti di udara, ada sesuatu yang ingin dia ketahui.

Sedangkan Matteo mengangkat alis, rahangnya mengeras dan kedua tangannya mengepal erat garpu dan pisau di sana tanpa berani menatap ke lurus apalagi ke Lorenzo.

Bahkan Emilio menoleh sedikit begitu juga Vitorio. Dan untuk pertama kalinya—

tatapan Lorenzo beralih pada Aria dengan jelas.

Dingin.

Peringatan.

Namun Aria tidak gentar. Ia justru menoleh, menatap mata perak itu dengan berani dan tersenyum santai dengan sengaja.

“Bukankah begitu, Tuan de Santis?” tambahnya pelan.

Lorenzo tidak menjawab. Namun tatapannya berkata cukup banyak. <>

“Lorenzo memilih wanita yang tepat untuknya. Sudah kubilang, menikah akan membawa perubahan!” kata Vitorio terkekeh kecil seraya melahap makanannya.

Aria mengerti, dan justru itu yang ia inginkan.

Ia menarik napas pelan, lalu bersandar santai di kursinya. “Ngomong-ngomong,” lanjutnya, suaranya kembali ringan, “aku belum mengenal keluarga ini dengan baik.”

Tatapannya menyapu satu per satu wajah di meja dengan tenang, bahkan terlalu tenang.

“Akan menyenangkan jika kita semua bisa saling jujur sejak awal.”

Monica menyipitkan mata. “Jujur tentang apa?” tanyanya.

Aria tersenyum kecil. Namun kali ini— senyum itu tidak hangat. “Mungkin segalanya.”

Hening kembali menyelimuti ruangan.

Dan Lorenzo tahu— wanita di sampingnya bukan hanya masalah. Dia adalah kekacauan yang sengaja ia bawa masuk ke dalam rumahnya sendiri dan membuat emosinya memuncak.

“Aku bercanda!” ucap Aria. “Tapi aku bisa melihat dari tatapan kalian, karakter yang unik!”

“Benarkah? Jadi bagaimana tentang tatapanku, nak?” tanya Emilio yang iseng, dan kini menatap Aria.

Tentu wanita cantik itu menatap balik Emilio dan menelitinya. “Jika aku boleh jujur, kau berperan menjadi ayah dan kakek yang baik.” jelas Aria yang hanya membuat Monica dan Bianca berdecak malas. “Tapi kekhawatiran sangat jelas terlihat. Apa yang Anda khawatirkan?” tanya Aria polos yang membuat keadaan di sana menegang.

Namun saat itulah, Emilio tersenyum kecil. “Ucapanmu sangat benar! Kau seperti seorang peramal. Mungkin kau juga bisa meramal suamimu yang angkuh.” canda Emilio yang membuat Adriana dan Aria tersenyum.

“Kau dan istrimu sangat berbanding terbalik ya Lorenzo!” ucap Bianca yang tersenyum manis menatap pria tampan bermata perak dan kulit Tan itu.

Namun Lorenzo hanya menatapnya sekilas sebelum akhirnya menoleh ke Aria. “Kau berkata terlalu banyak, aku harap kau tidak lapar ataupun haus.” sindir pria itu yang membuat Aria menahan kesalnya dan tersenyum manis.

“Tentu saja, terima kasih!” balas Aria yang mulai mencoba satu persatu hidangan di meja panjang tanpa malu, namun cara makannya masih berkelas dan sopan.

“Kau terlihat seperti tidak pernah makan. Oh astaga, aku lupa, itu memang wajar untuk wanita seperti mu.” ucap Bianca pelan di akhir kalimatnya.

Lorenzo hanya menarik nafas dalam-dalam saat amarahnya mulai memuncak akibat sikap Aria yang sangat-sangat berbeda dari apa yang sudah dia cari informasi nya.

“Apa salahnya mencicipi? Ini salah satu bentuk menghargai makanan dan orang membuatnya. Aku benar kan?” kata Aria santai. “Apa aku benar, Paman?” tanya nya pada Vitorio yang seketika menatapnya lalu mengangguk singkat dan sedikit tak tertarik.

Lorenzo masih meneguk minumannya hingga Aria menawarkan sepiring hidangan untuk Loren makan.

“Makan saja, ini juga rumahmu, jangan sungkan!” ucapnya yang hanya ditatap oleh Loren.

Sementara yang lain, mungkin mereka berpikir bahwa Aria benar-benar berani berkata seperti itu pada Lorenzo de Santis yang tidak mudah diajak bercanda. Serta pemarah.

-‚Tenang saja, ini masih permulaan tuan Loren.. Kau akan marah dan menghabisi ku dengan sikap ku yang luar biasa ini!’ batin Aria yang tersenyum kecil sembari menikmati hidangan di sana.

Sementara Matteo yang sejak tadi diam, dia mulai menatap ke Aria dan memperhatikan lekat hingga ke berhenti ke pundak polos Aria.

1
Tiara Bella
akhirnya ngobrol dr hati ke hati ini Aria sm Lorenzo... curhat soal ibu mereka berdua
Four.: iya juga 😁
total 1 replies
Kinara Widya
sebenarnya yg membunuh ibunya Loren... Emilio apa lorenzo,..atau jgn2 Monica...
Kinara Widya: lanjut kak...
total 2 replies
vnablu
sabarrr Lorenzo semuanya akan baik-baik saja seiring berjalannya waktu 😌😌
Four.: ho, oh
total 1 replies
vnablu
udah bener kata Lorenzo di rumah aja duduk maniss😄
Four.: membosankan tau
total 1 replies
Tiara Bella
aku suka ceritanya bagus....Dar der dor....
Four.: tancuuuu 😘
total 1 replies
Tiara Bella
makanya Aria km gk ush keluar dr rmh ya itu diincer orang untuk dibunuh.....
Four.: enggak kok, GK sengaja
total 1 replies
Kinara Widya
habis tegang....eee lapar mereka.
Four.: biar GK tegang Mulu 😁
total 1 replies
Tiara Bella
vittorio ember bocor bngt ya.....
Four.: sangat berhati-hati harusnya
total 1 replies
vnablu
kamu salah tuan kan itu memang anak nya Lorenzo sebelum kalian semua punya rencana tersembunyi tapi Lorenzo sudah beberapa langkah di depan kalian semua 😌😌
Kinara Widya: selalu bikin penasaran ni kak four...❤️
total 4 replies
sleepyhead
Baru mendengar Namannya saja kalian sdh begitu khawatir, bagaimana jika dia ada dihadapan kalian 😁
Four.: auto 😱😱😱
total 1 replies
sleepyhead
Karena kau akan selalu aman jika pergi dengannya
sleepyhead: Teh celup lagi 😂
total 2 replies
sleepyhead
🤣🤣🤣🤣 kucing nakal
Four.: nakal banget 🤭
total 1 replies
sleepyhead
Terlalu lama dia dimanfaatkan oleh Papa nya dan Ibu gundiknya
Four.: ho,oh cuman menunggu 20 aja kurang 5 tahun lagi kok😁
total 1 replies
vnablu
semangat terus up nya thorr...aduh Lorenzo bilang aja kamu mau Deket" Aria 🤭🤭
Tiara Bella
Aria percaya deh sm suami km🤭
Four.: ho,oh
total 1 replies
Kinara Widya
makin seru ceritanya...lanjut kak
Four.: wokehhhh
total 1 replies
sleepyhead
wakakakakkk...
Four.: wahhh bahaya nihh orang😌
total 5 replies
sleepyhead
Pintar, gass...
Four.: harus donggg uyyy 😁
total 1 replies
vnablu
yang ada kamu tambah nyaman tidurnya karena ada Lorenzo di sebelah kamu 🤭🤭
Four.: iye juga 😁
total 1 replies
Tiara Bella
apakah Meraka berdua Aria sm Lorenzo akan bucin pd waktunya....
Four.: semoga aja 😌
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!