NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Reinkarnasi Putri Terbuang: Pelayan Itu Ternyata Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Putri asli/palsu / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Buang mayatnya! Jangan sampai bau busuk anak angkat ini merusak pesta putri kandungku."
​Sepuluh tahun menjadi "boneka" sempurna keluarga Lynn, Nerina Aralynn justru mati dikhianati di gudang lembap demi memberi tempat bagi si putri asli, Elysia. Namun, maut memberinya kesempatan kedua. Nerina terbangun di masa lalu, kali ini dengan duri mawar hitam yang mematikan.
​Satu per satu kekayaan keluarga Lynn ia preteli. Namun di balik balas dendamnya, Nerina menemukan satu rahasia: Satu-satunya pria yang menangisi kematiannya adalah Ergino Aldrich Leif—kepala pelayan misterius yang aslinya adalah penguasa dunia bawah.
​"Aku adalah pedangmu, Nerina. Katakan, siapa yang ingin kau hancurkan lebih dulu?"
​Saat sang putri terbuang mulai berkuasa, mampukah ia menuntaskan dendamnya, atau justru terjerat obsesi gelap sang pelayan yang melindunginya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: CIUMAN DI AMBANG BADAI

​Lampu-lampu di balkon mansion Lynn telah diredupkan, hanya menyisakan pendar keemasan yang memantul pada butiran embun di kelopak mawar hitam yang tertanam di pot porselen. Angin malam berembus lembut, membawa aroma tanah basah dan parfum cendana yang melekat pada tubuh Ergino.

​Nerina masih berdiri terpaku, keningnya bersentuhan dengan kening pria itu. Napas mereka memburu, menciptakan uap tipis yang menghilang di udara dingin. Untuk pertama kalinya dalam dua kehidupan, Nerina merasa tidak perlu lagi menjadi "Mawar Hitam" yang berduri tajam. Di depan pria ini, ia hanyalah wanita yang ingin dicintai.

​"Gino..." bisik Nerina, suaranya parau. "Kenapa kamu melakukan semua ini? Kekayaan, tentara bayaran, memutar waktu... apakah aku sepadan dengan semua penderitaanmu?"

​Ergino menjauhkan wajahnya sedikit, hanya untuk menatap mata Nerina dengan intensitas yang sanggup meluluhkan es di kutub sekalipun. Tangannya yang kasar namun hangat membingkai wajah Nerina, ibu jarinya mengusap bibir bawah wanita itu dengan posesif.

​"Kamu adalah satu-satunya hal yang nyata di dunia yang palsu ini, Nerina," suara Ergino rendah, bergetar oleh emosi yang tertahan selama bertahun-tahun. "Duniaku hancur saat kamu pergi di masa lalu. Bagiku, tidak ada harga yang terlalu mahal untuk melihatmu bernapas seperti ini."

​Nerina merasakan getaran di dadanya. Ia berjinjit, tangannya merayap naik ke bahu kokoh Ergino, meremas kain kemeja sutra hitam pria itu. "Jangan tinggalkan aku lagi. Jangan pernah menjadi bayangan yang hanya melihat dari jauh."

​"Aku tidak akan pernah pergi," janji Ergino.

​Dan kemudian, jarak di antara mereka lenyap.

​Ergino menundukkan kepala, menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang dalam dan menuntut. Itu bukan ciuman yang lembut; itu adalah ciuman seorang pria yang telah haus selama berabad-abad. Ada rasa keputusasaan, kerinduan, dan proteksi yang meluap di sana. Nerina membalasnya dengan intensitas yang sama, melepaskan semua beban yang ia pikul sejak hari ia terbangun dari kematiannya.

​Di bawah langit malam yang menjadi saksi, sang penguasa Leif Capital dan ratu baru keluarga Lynn itu seolah menciptakan dunia mereka sendiri—dunia di mana tidak ada Elysia, tidak ada Nero, dan tidak ada pengkhianatan.

​Namun, di tengah suasana yang kian memanas, getaran tajam berasal dari saku kemeja Ergino.

​Bzzz... Bzzz...

​Ergino tidak melepaskan ciumannya, ia justru memperdalamnya, mengabaikan gangguan tersebut. Namun, ponsel itu bergetar kembali, kali ini dengan nada dering khusus—sebuah sinyal darurat yang hanya digunakan oleh tim intinya.

​Nerina sedikit menjauh, napasnya tersengal. "Gino... ponselmu."

​Ergino menggeram rendah, merasa terganggu karena momen indahnya dirusak. Ia menarik napas panjang untuk menetralkan emosinya, lalu meraba sakunya dan mengeluarkan ponsel hitam dengan enkripsi militer.

​Matanya yang tadi hangat dan penuh cinta, seketika berubah menjadi sedingin es saat membaca pesan singkat yang muncul di layar.

​Delta One: "Viper telah bergerak. Rumah kontrakan di Sektor 7 terkepung. Nero mencoba melarikan diri lewat jendela belakang. Eksekusi dimulai."

​"Ada apa?" tanya Nerina, melihat perubahan drastis pada ekspresi Ergino.

​Ergino memasukkan kembali ponselnya. Ia merapikan rambut Nerina yang sedikit berantakan karena ulahnya tadi, lalu mengecup kening wanita itu dengan lembut namun tegas.

​"Ular-ular itu sudah mencium mangsanya, Nerina," ucap Ergino. "Viper baru saja melakukan penyerbuan ke rumah kontrakan Nero."

​Nerina tertegun. "Sekarang? Tengah malam begini?"

​"Mereka tidak mengenal jam kerja," sahut Ergino. Ia melangkah menuju meja di balkon dan mengambil jaket kulitnya. "Anak buahku melaporkan bahwa Nero mencoba melarikan diri, tapi dia terjebak di gang sempit. Sindikat itu tidak hanya menagih uang, mereka membawa senjata."

​Nerina merasa sedikit mual. Meskipun ia membenci Nero, membayangkan kakaknya itu dibantai oleh sindikat kriminal tetap memberikan sensasi aneh di perutnya. "Apa kita akan membiarkannya, Gino? Jika Nero mati sekarang, dia akan membawa banyak rahasia Lynn ke liang lahat."

​"Dia tidak akan mati secepat itu jika aku tidak mengizinkannya," jawab Ergino dengan seringai yang mematikan. "Viper butuh pelajaran bahwa di kota ini, ada predator yang lebih besar dari mereka. Aku harus pergi sekarang untuk memastikan Nero menandatangani dokumen pemutusan hubungan keluarga itu sebelum dia benar-benar hancur."

​Ergino menarik Nerina ke dalam pelukan singkat yang sangat erat. "Tetaplah di dalam mansion. Jangan keluar dari gerbang utama. Tim keamanan pribadiku akan menjagamu 24 jam. Jangan matikan ponselmu."

​"Gino, berhati-hatilah," bisik Nerina. "Viper itu berbahaya."

​Ergino berhenti di ambang pintu, menoleh ke belakang dengan tatapan penguasa yang sesungguhnya. "Bahaya adalah nama tengahku, Nerina. Dan Viper hanyalah cacing tanah dibandingkan dengan apa yang akan aku lakukan pada mereka jika mereka mengganggu ketenanganku malam ini."

......................

​Suasana di gang sempit itu dipenuhi bau sampah dan kecemasan. Lampu jalan yang remang berkedip-kedip seolah akan mati. Nero Lynn berlari dengan langkah terhuyung, napasnya tersengal, wajahnya yang dulu selalu bersih kini dipenuhi peluh dan debu.

​"Elysia! Lari!" teriak Nero tanpa menoleh ke belakang.

​Namun di belakangnya, Elysia justru jatuh tersungkur setelah tersandung tumpukan kayu bekas. "Kak! Tolong aku! Kak Nero!"

​Nero sempat berhenti, namun saat ia melihat tiga pria bersetelan gelap dengan tato ular di leher mereka muncul dari kegelapan, rasa takut mengalahkan persaudaraan di dalam dirinya. "Maafkan aku, El! Aku harus selamat!"

​Nero kembali berlari, meninggalkan adiknya yang menjerit ketakutan.

​"Mau lari ke mana, Tuan Muda Lynn?" sebuah suara berat menghentikan langkah Nero.

​Dari ujung gang yang lain, muncul seorang pria besar dengan bekas luka di pipinya—pemimpin lapangan Viper. Ia memutar-mutar sebuah pisau lipat di tangannya. "Hutang dua puluh juta dollar tidak bisa dibayar dengan lari maraton. Kami butuh ginjalmu, atau mungkin seluruh organ tubuhmu sebagai cicilan pertama."

​Nero jatuh berlutut, tangannya gemetar. "Tolong... beri aku waktu! Ayahku... ayahku masih punya aset tersembunyi! Aku akan memberikannya pada kalian!"

​"Ayahmu sudah bangkrut, Nero. Dan adik angkatmu yang cantik itu sudah mengusir kalian," pria itu tertawa sinis. "Sekarang, mari kita mulai eksekusinya."

​Tepat saat pria itu mengangkat pisaunya, sebuah cahaya lampu depan yang sangat terang menyilaukan gang sempit itu. Suara deru mesin mobil SUV yang sangat kuat memecah kesunyian malam.

​Citttt!

​Mobil itu berhenti dengan manuver tajam, menutupi jalan keluar. Pintu pengemudi terbuka, dan Ergino melangkah keluar. Ia tidak lagi terlihat seperti pelayan. Dengan jaket kulit hitam, sarung tangan taktis, dan tatapan mata yang sanggup merobek jiwa, ia tampak seperti malaikat maut yang nyata.

​"Siapa kau?!" bentak pemimpin Viper. "Jangan ikut campur urusan kami jika ingin hidup!"

​Ergino tidak menjawab. Ia hanya berjalan dengan tenang, langkah kakinya berirama dengan detak jantung Nero yang semakin cepat. Ia berhenti tepat di depan Nero yang sedang menangis ketakutan.

​"Tuan Nero," panggil Ergino dengan nada yang sangat sopan namun mengerikan. "Nona Nerina mengirim saya untuk memberikan Anda satu kesempatan terakhir. Anda ingin hidup, atau Anda ingin diselesaikan oleh teman-teman Anda di sini?"

​Nero mendongak, melihat Ergino seperti melihat Tuhan. "Gino! Selamatkan aku! Aku akan melakukan apa saja! Apa saja!"

​Ergino mengeluarkan selembar kertas dari balik jaketnya. "Tanda tangani ini. Pemutusan hubungan keluarga secara permanen dari Lynn Group dan pernyataan bahwa semua tindakan kriminal Anda adalah tanggung jawab pribadi Anda sendiri."

​Nero tidak berpikir dua kali. Ia menyambar pena yang diberikan Ergino dan menandatanganinya dengan tangan gemetar di atas aspal kotor.

​"Bagus," ucap Ergino. Ia mengambil kembali kertas itu, memeriksanya sebentar, lalu menyimpannya di saku.

​"Hei! Kau mengabaikanku?!" pemimpin Viper itu menerjang ke arah Ergino dengan pisau terhunus.

​Tanpa menoleh sepenuhnya, Ergino menangkap pergelangan tangan pria itu, memutarnya hingga terdengar suara tulang yang patah—Krak!—dan dalam satu gerakan mengalir, ia menendang dada pria besar itu hingga ia terpental menabrak dinding bata.

​Dua anak buah Viper lainnya tertegun. Mereka baru menyadari bahwa pria di depan mereka bukan sekadar orang asing.

​"Katakan pada bos kalian," suara Ergino rendah, bergaung di gang sempit itu. "Nero Lynn sekarang berada di bawah pengawasanku sebagai aset yang akan dieksekusi hukum. Jika Viper menyentuhnya sebelum aku selesai, Leif Capital akan meratakan seluruh bisnis kalian di Macau dalam satu malam."

​Mendengar nama Leif Capital, para preman itu seketika mematung. Nama itu adalah legenda hitam di dunia bawah internasional. Tanpa berkata apa-apa lagi, mereka mengangkat pemimpin mereka yang pingsan dan melarikan diri ke dalam kegelapan.

​Ergino menatap Nero yang masih gemetar di lantai. "Bawa adikmu masuk ke dalam rumah. Tetaplah di sana. Jika kalian keluar dari zona ini tanpa izinku, aku sendiri yang akan membiarkan Viper menyelesaikan tugasnya."

​Ergino berbalik, kembali ke mobilnya. Ia mengambil ponselnya dan mengetik sebuah pesan untuk Nerina.

​Ergino: "Dokumen sudah ditandatangani. Ular-ular itu sudah mundur. Tidurlah, Nona. Mawar hitammu kini benar-benar aman."

​Di dalam mobil, Ergino menatap tangannya yang tadi digunakan untuk menghajar pemimpin Viper. Ia tersenyum tipis. Malam ini, ia tidak hanya menyelamatkan Nero untuk kepentingan hukum, tapi ia juga baru saja memastikan bahwa tidak ada satu pun orang dari masa lalu yang bisa menyentuh dunianya yang baru bersama Nerina.

1
Ariska Kamisa
/Shhh//Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/
aditya rian
burulah dinikahin nerina nya gino
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
anak angkat seakan sengaja dibuang agar bisa hidup
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
wow/Scare/
Ariska Kamisa: 🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
aditya rian
mulai babak drak romance
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
rahasia terbaru👍
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
gino tidak mati dulunya? apakah time traveler?
Ariska Kamisa: ikuti terus ya🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
ergino keren amat
Ariska Kamisa: terimakasih🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
cettaass
aditya rian
wow tentara bayaran
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
💪💪💪💪💪💪
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
sepertinya ergino terobsesi 🤭
Ariska Kamisa: yes👍👍👍👍
total 1 replies
aditya rian
ini mulai babak baru , misteri ibu kandung nerina.
Ariska Kamisa: betul
total 1 replies
aditya rian
gob**k elysia 🤣
aditya rian
ibu kandung nya hidup???
aditya rian
dibutakan oleh rasa bersalah karena telah terpisah lama ini orang tuanya jadi anak salah geh kaya ga mau salah🤭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
aditya rian
rame👍
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
siapa gino sebenarnya, begitu kuat kah sehingga di takuti
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!