NovelToon NovelToon
System Pohon Ajaib Warisan Kakek

System Pohon Ajaib Warisan Kakek

Status: tamat
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:171.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Lelah dengan kehidupan keras sebagai budak korporat di kota besar dan duka setelah kehilangan kedua orang tuanya, Lin Ye memutuskan untuk pulang ke Desa Qingshui, tempat kakeknya dulu tinggal.

Di sana, ia menemukan ladang dan rumah kakeknya yang sudah terbengkalai, kecuali sebatang pohon raksasa misterius di belakang rumah yang anehnya tetap subur dan hijau.

Saat tangan Lin Ye yang terluka menyentuh pohon tersebut, Sistem Warisan Alam yang terkunci sejak kematian kakeknya mendadak aktif, mengenali garis keturunannya sebagai pewaris sah.

Kini, dengan bantuan sistem yang memudahkan pekerjaan bertani dan kehadiran roh-roh alam fantasi, Lin Ye memulai kehidupan barunya yang santai namun penuh keajaiban untuk membangun kembali kejayaan ladang kakeknya, melawan intrik tetangga yang rakus, dan perlahan menjadi kaya raya di tengah kedamaian pedesaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Paman Chen mengangguk patuh. Dia kembali ke mobil dan mengambil sebuah tas kerja berisi tumpukan uang tunai yang sangat banyak, lalu menyerahkannya kepada Lin Ye. Sementara itu, asisten supir mulai memindahkan barang panen ke dalam truk pendingin dengan sangat hati-hati.

"Kerja sama yang sangat efisien, Direktur Tang. Saya suka gaya berbisnis Anda," kata Lin Ye menerima tas berisi uang tersebut.

"Aku juga tidak suka membuang waktu. Berapa banyak lagi yang bisa kamu panen untuk hari Senin depan?" tanya Tang Wanjin, matanya melirik ke arah ladang yang luas.

"Akan ada lebih banyak lagi. Saya baru saja memperluas ladang. Pastikan Anda membawa lebih banyak uang tunai minggu depan," jawab Lin Ye penuh percaya diri.

"Aku akan menyiapkan berapapun yang kamu butuhkan, asalkan barangnya ada. Kami permisi dulu, Lin Ye. Aku harus segera membawa barang ini ke ruang pendingin hotel," pamit Tang Wanjin, memberikan anggukan singkat sebelum berbalik menuju mobilnya.

Saat konvoi kendaraan itu meninggalkan Desa Qingshui, Lin Ye masuk ke dalam rumah dan duduk di kursi barunya. Dia membuka tas kerja itu. Tumpukan uang tujuh puluh lima ribu yuan adalah jumlah yang sangat fantastis, setara dengan gaji tahunannya di kota dulu.

Sring.

Layar sistem muncul memberikan notifikasi yang paling ditunggu-tunggu.

"Transaksi Komoditas Fantasi Berhasil."

"Mengonversi nilai kualitas superior dan kepuasan absolut ke dalam Koin Alam."

"Anda mendapatkan tambahan 350 Koin Alam."

"Saldo Koin Alam saat ini: 353 Koin."

Lin Ye mengepalkan tangannya puas. Rencana selanjutnya bisa langsung dieksekusi.

"Dengan koin sebanyak ini, aku tidak perlu ragu untuk menjelajahi lapisan kedua tambang malam ini. Peralatanku sudah di tingkat kedua, dan staminaku sedang penuh," tekad Lin Ye.

Sisa hari itu dia habiskan untuk menanam kembali benih-benih biasa di ladang untuk dijual ke pasar lokal, agar warga desa tidak curiga jika ladangnya dibiarkan kosong terlalu lama. Xiao Lu membantu menyiramnya dari bawah tanah sehingga Lin Ye bisa menghemat tenaga.

Malam akhirnya tiba. Kabut tipis mulai turun menyelimuti pekarangan.

Lin Ye mengenakan jaket tebalnya, menyalakan senter kepala, dan mengikatkan sarung parang di pinggang. Di tangannya, dia menggenggam erat Cangkul Tembaga Hitam Level 2. Dia menuruni tali tambang ke dasar sumur yang kini penuh dengan air biru bercahaya dari Batu Inti Air.

Klak.

Pintu batu berukir itu kembali terbuka setelah dia menggunakan kuncinya. Lin Ye melangkah masuk ke Lapisan Pertama Tambang Warisan Keluarga Lin.

Dia berjalan melewati ruangan bundar tempat dia menemukan bijih tembaga tempo hari. Tidak ada lagi Kelelawar Batu yang muncul. Dia terus menyusuri lorong yang semakin menurun ke bawah. Hawa di dalam terowongan terasa semakin dingin, dan kelembaban udara meningkat.

Setelah berjalan sekitar lima ratus meter ke dalam perut bumi, lorong itu buntu. Di depannya berdiri sebuah dinding batu masif yang permukaannya tertutup es tipis. Dinding itu memiliki warna biru kehitaman yang sangat aneh.

Sring.

"Peringatan: Dinding Segel Lapisan Kedua terdeteksi."

"Dibutuhkan kekuatan benturan dari alat Level 2 atau lebih untuk menghancurkan segel pelindung alam ini."

Lin Ye mundur selangkah. Dia mengangkat Cangkul Tembaga Hitam Level 2-nya tinggi-tinggi ke atas kepala. Otot lengannya menegang. Dia memfokuskan tenaga pada mata cangkul tersebut.

"Hancurlah," teriak Lin Ye.

Trak.

Duaaaaaaaar.

Saat mata cangkul itu menghantam dinding es tersebut, ledakan energi yang cukup kuat terjadi. Dinding batu itu retak hebat dan hancur berkeping-keping, membuka sebuah terowongan baru yang jauh lebih luas dari sebelumnya.

Lin Ye melangkah masuk menembus kepulan debu es.

Pemandangan di Lapisan Kedua ini sangat menakjubkan. Dinding guanya tidak lagi berupa tanah dan batu kotor, melainkan dipenuhi oleh bongkahan-bongkahan kristal mentah yang memancarkan cahaya perak redup. Di langit-langit gua, stalaktit runcing menggantung seperti gigi monster raksasa.

"Tempat ini luar biasa. Jika semua kristal perak itu bisa ditambang, aku bisa menjadi orang terkaya di provinsi ini," gumam Lin Ye sambil mengarahkan senter kepalanya berkeliling.

Krrrrrrrr. Srek. Srek.

Suara gesekan benda keras yang sangat banyak terdengar bergema dari sudut gelap gua. Suaranya terdengar seperti puluhan kaki berbaju zirah yang sedang berjalan di atas bebatuan.

"Peringatan Darurat: Makhluk Mutasi Tingkat Menengah Terdeteksi."

"Lipan Gua Lapis Baja. Monster agresif dengan cangkang keras dan racun korosif."

Dari balik bayangan pilar kristal yang besar, muncul seekor makhluk mengerikan. Seekor lipan raksasa, panjangnya hampir mencapai tiga meter. Tubuhnya dilapisi oleh pelat-pelat karapas berwarna perak gelap yang terlihat sangat keras. Ratusan kakinya bergerak bergelombang, menghasilkan suara gesekan yang mengerikan. Rahang beracunnya terbuka lebar, meneteskan cairan hijau yang langsung membuat batu di lantai gua berasap dan meleleh.

Makhluk itu mendesis marah karena Lin Ye telah menghancurkan pintu masuk ke sarangnya.

"Bagus. Babi hutan di bukit, gagak di ladang, dan sekarang serangga raksasa di bawah tanah. Kehidupan macam apa yang aku jalani ini?" keluh Lin Ye sarkastis, namun matanya menatap tajam penuh fokus.

Lipan Gua Lapis Baja itu tidak membuang waktu. Makhluk itu meliuk dengan sangat cepat, melesat maju seperti kereta api kecil menuju Lin Ye.

Lin Ye segera mengubah Cangkul Tembaga Hitamnya menjadi mode Kapak. Mata kapak bermata ganda yang berat itu langsung terbentuk.

Srrttt.

Lipan itu menyemburkan cairan racun hijaunya ke arah Lin Ye.

Lin Ye berguling ke samping menghindari semburan tersebut. Cairan beracun itu mengenai dinding gua di belakangnya, mengeluarkan asap berbau busuk.

"Dia memiliki serangan jarak jauh. Aku harus mendekat dari sisi butanya," batin Lin Ye.

Dia berlari memutar, memanfaatkan pilar-pilar kristal sebagai tempat berlindung dari semburan racun berikutnya. Saat lipan itu merayap memutar untuk mengejarnya, Lin Ye melihat celah pada persendian antara lempengan karapas di punggung makhluk itu.

Lin Ye melompat dari atas sebuah gundukan batu kristal, mengangkat kapaknya tinggi-tinggi. Menggunakan Kemampuan Khusus Tebasan Ganda, dia menghantamkan kapaknya ke arah persendian karapas monster itu.

Trak. Crak.

Hantaman pertama meremukkan cangkang perak yang keras, dan tebasan kedua secara otomatis mengikuti momentum, membelah daging di bawahnya hingga tembus ke tanah.

Krieeeeek.

Lipan raksasa itu menjerit melengking, tubuhnya menggeliat hebat memukul-mukul tanah dengan liar sebelum akhirnya terdiam kaku.

Makhluk raksasa itu perlahan hancur menjadi debu perak, meninggalkan dua buah item di atas tanah. Sebuah kristal seukuran bola pingpong yang berwarna hijau beracun, dan sebuah bongkahan bijih logam yang memancarkan kilau perak murni.

Lin Ye turun dari gundukan batu, napasnya memburu. Dia memungut kedua item tersebut.

"Item Diperoleh: Kelenjar Racun Korosif (Dapat dijual seharga 30 Koin Alam) dan Bijih Perak Murni."

"Bijih Perak. Ini pasti bahan utama untuk modifikasi alat level tiga nantinya," kata Lin Ye dengan senyum lebar, memasukkan benda-benda itu ke dalam tas pinggangnya.

Malam itu, Lin Ye menghabiskan satu jam berikutnya menambang batu-batu kristal perak di dinding gua dengan cangkul barunya yang sangat efisien. Setelah mengumpulkan lima buah Bijih Perak, dia memutuskan untuk kembali ke permukaan. Menghadapi monster tingkat menengah sendirian sudah cukup menguras staminanya.

Sesampainya di kamarnya yang nyaman, Lin Ye merebahkan tubuhnya. Ladangnya di atas tanah sudah menghasilkan puluhan ribu yuan, dan tambang di bawah tanahnya kini menjanjikan material logam berharga. Hanya dalam beberapa minggu, Lin Ye telah meletakkan fondasi terkuat untuk mendominasi desa dan kota, siap menyambut tantangan apa pun yang akan dibawa oleh Festival Musim Semi minggu depan.

1
Jeffie Firmansyah
keren semangat suka cerita nya
Jeffie Firmansyah
terimakasih Thor saya sdh baca hingga selesai, ceritanya bagus , dengan genre yg berbeda, pada novel 2 , yg lain... sehat selalu Thor 💪💪💪💪
Yui: terimakasih banyak kak sudah membaca sampai selesai, maaf klo banyak kesalahan dalam penulisannya, dan mungkin bisa baca juga novel author yang lain😊😊😊
total 1 replies
Endro Budi Raharjo
tanamannya gak jelas.... cm panen sekali bubar ganti lg...
Memyr 67
𝗉𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗅𝗈𝗇 𝗓𝖺𝗆𝗋𝗎𝖽𝗇𝗒𝖺 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝗌𝖺𝗍𝗎 𝗂𝗍𝗎 𝖺𝗃𝖺. 𝗅𝗂𝗇 𝗒𝖾 𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗌𝗍𝖾𝗆 𝖻𝖾𝗋𝖼𝗈𝖼𝗈𝗄 𝗍𝖺𝗇𝖺𝗆𝗇𝗒𝖺, 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍, 𝖽𝗂𝖼𝗈𝖻𝖺 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺.
Memyr 67
𝖽𝗂 𝗍𝖾𝗇𝗀𝖺𝗁 𝖽𝖺𝗇𝖺𝗎 𝖺𝖽𝖺 𝗉𝗎𝗅𝖺𝗎? 𝗈𝗐 𝗂𝗍𝗎 𝖽𝖺𝗁 𝗇𝗒𝖺𝗆𝗉𝖾 𝖽𝖺𝗇𝖺𝗎 𝗍𝗈𝖻𝖺 𝖻𝖾𝗋𝖺𝗋𝗍𝗂 🤣🤣🤣
Memyr 67
𝖽𝗂 𝖼𝗁𝗂𝗇𝖺, 𝗌𝖺𝗒𝗎𝗋 𝖻𝖾𝗇𝗂𝗇𝗀 𝖽𝗂𝗇𝖺𝗆𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖽𝗎𝗉 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝗒𝖺? 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗂𝗇𝖽𝗈𝗇𝖾𝗌𝗂𝖺, 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝖽𝖺𝗀𝗂𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗍𝗎 𝗌𝖺𝗒𝗎𝗋 𝖻𝖾𝗇𝗂𝗇𝗀, 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗉.
Memyr 67
𝗌𝖺𝗐𝗂 𝖼𝖺𝗆𝗉𝗎𝗋 𝗆𝖾𝗅𝗈𝗇? 𝖺𝗉𝖺 𝗋𝖺𝗌𝖺 𝖽𝖺𝗎𝗇 𝗌𝖺𝗐𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗆𝖾𝗅𝗈𝗇?
Memyr 67
𝗌𝖾𝗎𝗉𝗎 𝗐𝖺𝗇 𝗃𝗂𝗇 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗉𝖺𝖽𝖺 𝗌𝖺𝖽𝖺𝗋 𝖽𝗂𝗋𝗂, 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗀𝗎𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗍𝗎𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗎𝗇𝗍𝗎𝗄 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗄𝖺𝗇 𝗐𝖺𝗇𝗃𝗂𝗇 𝖽𝖺𝗇 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺, 𝗉𝖺𝖽𝖺𝗁𝖺𝗅 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀𝗍𝗎𝖺 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝖽𝗂𝗍𝖾𝗄𝖺𝗇 𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄, 𝗀𝖾𝗅𝖺𝗀𝖺𝗉𝖺𝗇, 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝗌𝖾𝗄𝖾𝗅𝗂𝗆𝗉𝗈𝗄 𝗆𝖺𝗇𝗎𝗌𝗂𝖺 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝗂𝗄𝗂𝗋
Memyr 67
𝗍𝖾𝗋𝗇𝗒𝖺𝗍𝖺, 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗉𝖾𝗍𝗂𝗇𝗀𝗀𝗂 𝗁𝗈𝗍𝖾𝗅 𝗀𝗋𝖺𝗇𝖽 𝗒𝗎𝗌𝗁𝖺𝗇 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗒𝗀 𝖻𝖾𝗋𝗉𝗂𝗄𝗂𝗋𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗆𝗉𝗂𝗍. 𝗉𝖺𝗇𝗍𝖺𝗌 𝖺𝗃𝖺 𝖽𝗂𝗋𝖾𝗆𝖾𝗁𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗅𝖾𝗁 𝗀𝗋𝗎𝗉 𝗄𝗎𝗅𝗂𝗇𝖾𝗋 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗂𝗍
Memyr 67
𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗌𝖾𝗇𝖾𝗇𝗀 𝗌𝖾𝗇𝖾𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝖽𝗎𝗂𝗍 𝗋𝖺𝗍𝗎𝗌𝖺𝗇 𝗋𝗂𝖻𝗎 𝗒𝗎𝖺𝗇, 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀 𝗅𝖺𝗀𝗂.
Memyr 67
𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗌𝖾𝗉𝗎𝗉𝗎 𝗐𝖺𝗇𝗃𝗂𝗇 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗀𝗋𝗎𝗉 𝗄𝗎𝗅𝗂𝗇𝖾𝗋 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗂𝗍, 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝖺𝗉𝖺 𝖺𝗉𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖽𝗂𝖻𝖺𝗇𝖽𝗂𝗇𝗀𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖽𝗂𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝗀𝗋𝗎𝗉 𝗄𝗎𝗅𝗂𝗇𝖾𝗋 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗂𝗍. 𝗄𝖾𝗁𝖺𝗇𝖼𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗀𝗋𝖺𝗇𝖽 𝗒𝗎𝗌𝗁𝖺𝗇, 𝗒𝗀 𝖻𝖾𝗋𝖺𝗋𝗍𝗂 𝗄𝖾𝗁𝖺𝗇𝖼𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗋𝖾𝗄𝖺 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺. 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝖺𝗇𝗀𝗀𝗈𝗍𝖺 𝖽𝖾𝗐𝖺𝗇 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗍𝖾𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗅𝖾𝗁 𝗉𝖺𝗋𝖺 𝗌𝖾𝗉𝗎𝗉𝗎 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗐𝖺𝗇𝗃𝗂𝗇.
Memyr 67
𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀 𝗅𝖺𝗀𝗂
Memyr 67
𝗉𝖾𝗍𝖺𝗇𝗂 𝗎𝖽𝗂𝗄 𝗒𝖺? 𝗅𝗈𝗇𝗀 𝗐𝖾𝗂 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝖼𝖾𝗋𝗈𝖻𝗈𝗁 𝗀𝗂𝗍𝗎, 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗉𝖾𝗆𝗂𝗆𝗉𝗂𝗇 𝖽𝗎𝗇𝗂𝖺 𝖻𝖺𝗐𝖺𝗁. 𝗅𝗈𝗅
Memyr 67
𝗉𝖾𝗍𝖺𝗇𝗂 𝗎𝖽𝗂𝗄? 𝗍𝗎𝗇𝗀𝗀𝗎 𝗌𝖺𝗃𝖺, 𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗎𝖽𝗂𝗄. 𝗅𝗈𝗇𝗀 𝗐𝖾𝗂 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖻𝗎𝖺𝗁, 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇𝖽𝖺𝗅𝗄𝖺𝗇 𝗈𝗍𝗈𝗍, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝗈𝗍𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺.
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝖻𝖺𝖼𝖺 𝖺𝗃𝖺, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗂𝗄𝗎𝗍 𝗌𝖾𝗌𝖾𝗄 𝗇𝖺𝗉𝖺𝗌
Memyr 67
𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀𝗄𝖺𝗇
Memyr 67
𝖻𝗎𝖺𝗒𝖺 𝖻𝗎𝗇𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖽𝖾𝗄𝖺𝗍𝗂 𝗍𝖺𝗋𝗀𝖾𝗍
Memyr 67
𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀
Memyr 67
𝗆𝖺𝗍𝖺 𝖺𝗂𝗋 𝗄𝗈𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂 𝖽𝖺𝗅𝖺𝗆 𝖻𝗈𝗍𝗈𝗅?
black swan
...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!