NovelToon NovelToon
Renjana Di Langit Dubai

Renjana Di Langit Dubai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:89.3k
Nilai: 5
Nama Author: farala

Bukankah menikah adalah sebuah ladang ibadah ? Lalu kenapa ibadah yang seharusnya mendapatkan pahala justru bak di neraka ? Semua berawal dari kesalah pahaman yang tidak berdasar hingga berubah menjadi sebuah tragedi yang hampir menenggelamkan rumah tangga yang bahkan pondasinya saja masih sangat rapuh.
Mampukah mereka bertahan ataukah malah karam di hantam ombak besar?
Kisah kembar Azzam dan Azima , di mana seharusnya cinta itu sudah berlabuh di dermaga tapi harus terlunta dan terapung di tengah lautan luas menunggu datangnya pertolongan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6 : Salah paham berujung luka

A muncul menyentuh daun pintu yang memang tidak tertutup. Ia menguping sesi akhir percakapan Vano dan Azima sesaat sebelum ia melangkah masuk.

A tersenyum tipis, Vano ternyata jago juga dalam hal membual. Pasalnya, Vano sama sekali tidak pernah melapor tentang niat terselubung Azima yang hanya bohong semata. Kedatangan Azima di Dubai bukan pertama kali , dan setiap ia datang, A akan memanjakan adik kesayangannya dengan cara nya sendiri.

Azima tidak pernah meminta, namun, uang jajan tidak pernah kurang dan tiap bulan A akan mentransfer ke rekeningnya. Sebagai keluarga yang banyak berkecimpung di dunia medis, A tau selelah apa Azima. Gaji tidak seberapa tapi harus bertarung dengan malaikat maut untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Karena nya, jika Azima liburan ke Dubai, A akan membuat adik semata wayang nya itu merasa nyaman dan bahagia, termasuk cara cara nyeleneh seperti yang dia lakukan saat ini.

" Apa yang kalian bicarakan?"

 Vano menoleh ke arah A. " Ooo..tidak ada , tuan."

" Kamu suka kamar nya?" Tanya A pada Azima sembari melepas jas yang ia kenakan.

Berangkat dari rumah sakit pagi tadi, A memang sudah mengganti pakaian ke setelan formal ciri khas nya.

" Mas.." Azima mendekati A yang duduk di sudut ranjang king size.

" Kenapa?"

Azima menempelkan punggung tangannya ke kening A. " Tidak panas."

" Apa sih." A menepis tangan Azima.

" Aku pikir, mas demam tinggi dan mengigau sampai tidak sadar memesan ruangan mengerikan ini."

" Hahaha.." A tertawa, hal yang tidak biasa dan jarang terlihat." Mengerikan kata mu?"

Azima mengangguk memburu. " Iya, harganya yang mengerikan."

" Ya Allah, Zi. Kamu pikir mas mu ini miskin apa?"

" Bukan, aku tau uang mu banyak, tapi tidak seperti ini juga, mas."

" Berisik. Mas akan ke kantor, malam baru balik. Kamu bisa menikmati pemandangan di sini. "

Azima tertunduk pasrah. " Tadi bilang nya hanya sebentar, kenapa mau ke kantor lagi? Mas istirahat saja dulu."

A mengusap kepala Azima. " Jangan khawatir. Aku hanya menandatangani beberapa berkas dan kembali lagi ke sini."

" Baiklah, tapi itu tidak lama , kan? Aku mau makan malam dengan mu."

" Insyaallah. "

" Daaah." Azima melambaikan tangan setelah A meraih jas dan Vano berjalan mengikuti langkah A.

Namun, sebelum menutup pintu, A berbalik dan berkata. " Ingat ! Jangan tertekan , lupakan soal budget, dan bersenang-senang lah."

*

*

Gedung Sagara.

Kata sakit tidak ada di dalam kamus A, setelah dari hotel dan mengadakan pertemuan dengan kolega, A meluncur ke Sagara. Tiga hari tak melihat atap gedung perusahaan membuat kepala A mumet.

Tiga hari saja, dan berkas di atas meja sudah menumpuk bak sampah menggunung.

A melepas jas , menggantung di kursi tempat ia duduk lalu menggulung lengan kemejanya hingga siku dan mulai berjibaku dengan waktu. Satu persatu berkas berkas itu ia bubuhi tanda tangan , hingga sedikit demi sedikit, tumpukan menggunung itu akhirnya habis.

Jam sudah menunjuk di angka lima, sudah enam jam ia berada di dalam ruang kubus mewah itu.

( Ini yang kamu bilang sebentar? Jam dinding mu sepertinya rusak, mas A !! )

A tersenyum simpul, mungkin itu hanya segelintir bayangan kecerewetan Azima andai ia melihat sesibuk apa dirinya .

Sesekali, ia memeriksa ponsel di atas meja. Takut jika Azima tiba tiba menghubungi. Namun sampai ia meninggalkan Sagara, tak ada satupun panggilan atau pesan yang masuk dari Azima.

A tersenyum , membuka pintu mobil setelah memasukkan benda segi empat itu ke dalam saku jas.

" Zizi menghubungi mu?" Tanya A pada Vano yang sedang menyetir.

" Tidak, tuan."

" Ku rasa di sedang menikmati liburannya." Kata A melepas kancing jas yang ia kenakan." Oiya, bagaimana kerja sama kita dengan Amary design?"

" Sejauh ini, semua berjalan sesuai rencana. Apa tuan ingin berkunjung dan melihat lihat?"

" Tidak usah, aku percayakan semua pada mu."

Vano tersenyum getir. Ajakan berkamuflase tidak di indahkan A.

Tiba di hotel, A menuju ke kamar Azima. Adiknya pasti sudah kelaparan.

A mengetuk pintu, meski ia datang sendiri tidak bersama Vano, A tetap harus menjaga privasi Azima. Entah Azima berpakaian lengkap atau melepas kerudung , A harus memastikan hingga ia mengetuk pintu itu terlebih dahulu.

Azima membuka pintu, mukena berwarna hitam di tambah senyum ceria menyambut kedatangan A.

"Sudah sholat?" A mengusap kepala Azima.

" Iya, baru juga selesai. Kalau mas?"

" Tadi sudah di bawah. "

A dan Vano memang menunaikan maghrib bersama di masjid hotel.

" Alhamdulillah, lalu kak Vano mana?" Azima celingak celinguk mencari keberadaan sahabat sekaligus asisten A.

" Kata nya ada urusan, sebentar juga dia datang."

Benar saja, beberapa menit berselang, suara ketukan terdengar renyah.

Azima berlari ke arah pintu, masih mengenakan mukena yang sama, Azima menyambut kedatangan Vano yang datang membawa buah tangan.

Paper bag besar di tangan Vano menjadi fokus Azima.

Tidak langsung masuk, Azima menanyai isi paper bag Vano tepat di depan pintu. Mengerjai Azima akan lucu, menurut Vano. Tawar menawar terjadi, pun tawa dan canda mewarnai perdebatan tentang isi kantongan itu.

" Isinya apa sih, kak?"

" Nanti juga tau. "

" Pelit amat. Biar aku tebak. " Azima nampak berpikir .

Mereka tidak sadar , jika keakraban itu menjadi sorotan sepasang netra tajam yang sedang dalam suasana hati terburuknya.

Wanita cantik itu, berjalan cepat meninggalkan kemesraan Azima dan Vano. Begitu yang ia pikirkan.

Setetes demi setetes cairan bening mengurai melewati kedua pipinya hingga basah.

Ia mengusap kasar wajahnya, menghalau sisa cairan bening yang tak kunjung berhenti mengalir.

( Sebenarnya, ada apa dengan ku? Kami tidak punya hubungan apa apa, tidak ada komitmen yang terjalin di antara aku dan Vano, tapi kenapa melihatnya berdua dengan seorang wanita membuat hatiku terasa begitu sakit ? ) Valira membatin, mengutuk dirinya sendiri yang menyimpan rasa terlalu dalam pada Vano.

Bisa di katakan, ini adalah cinta pertama Valira. Begitu banyak pria yang ia temui , mulai dari yang biasa biasa saja hingga yang tajir melintir, namun pilihannya jatuh pada Vano, asisten pribadi sang CEO Sagara.

Bukan tidak ingin mencari tau, atau pun mendatangi Vano dan menanyakan siapa wanita yang beberapa hari ini selalu bersamanya. Semua itu karena, tidak ada keterikatan di antara kedua nya. Andai sekali saja Vano pernah mengungkapkan isi hatinya, Valira pasti bertindak impulsif mempertahankan pria nya. Ya, walaupun sebenarnya, mereka sudah saling mengetahui perasaan masing masing, tapi begitulah wanita. Jika ucapan cinta itu tidak terucap langsung , maka si ras terkuat di dunia itu pun ogah meluapkan perasaan nya.

Karena tidak adanya saling terbuka di mana Vano menunggu hingga proyek selesai lalu mengungkap perasaannya dan Valira yang tidak berinisiatif mengatakan terlebih dulu, muncullah prasangka, salah paham, hingga berakhir menjadi prahara yang melibatkan kekisruhan untuk banyak orang.

...****************...

1
SasSya
iyaaaa begitu...
komunikasikan dengan baik
itu....bisaaaaaa 😘👍👍👍💪💪💪💪💪
🤣
SasSya
🤣🤣🤣🤣🤣
nahhhhh gitu dooong
Nur Hafsah Dwi Lestari
lanjut kaka🙏
happy
😍😍😍👍👍👍
Tysa Nuarista
udah baik" ya kalian berdua jgn pada ngambekan diem" an lagi... 😄
Fittar
uhuy... akhirnya ada kemajuan.
Shee_👚
nah kan mulai dah aku di bikin kesel sama kak fara🙈
kak fara kenapa sih seneng banget bikin kesel aku ini, dah tau kalau baca A bikin kesel mulu, eh sekarang di bikin senyam senyum malah pendek bener itu bab. duh berasa pengin datangin kerumah kak fara biar up lagi🤭🤭🤭
Novita Sari
A otw MP ditunggu zizi.ayyazh...
Shee_👚
lah kirain mau langsung belah duren🙈🙈🙈
Shee_👚
wah asya yang memulai🤭
habis lah kau asya🤣🤣🤣
Shee_👚
semoga setelah A bicara begini Asya mau membuka hati buat A, dan mencoba menjalani rumah tangga sebagai mana seharusnya
Shee_👚
yuk perbaiki segalanya A, berterus terang dan minta maaf. setelah itu mulai semuanya dari awal untuk membangun rumah tangga yang baik
Shee_👚
akhirnya ada ke majuan juga, gass A belah duren biar asya g ketus terus. habis belah duren terus bilang I LOPE U🤣🤣🤣
Shee_👚
jawab iya, tapi berkelahi di ranjang.😂
wida nur
bergoyang dubai, bukan hanya dengan rudal iran
Ari Anti
aaaaaaaaaaa Authorrrr ku sayaaang,... bisaa yaa kamuu bikin aku senyum2 tengah malam,.. ☺☺☺
dyah EkaPratiwi
asyeek2 A udah mulai bisa jalin komunitas semangat A
Shee_👚
kadang di bikin kesel sama kak fara karena setiap bab nya berasa baru assalam langsung wasalam.
pengin tuh tiap hari up dua bab aja, atau satu bab tapi panjangggggggggggggggg🤣🤣🤣🤣🤣🤣

hanya itu kekurangannya, kelebihan nya selalu bikin penasaran dan gemes dengan segala tingkah para lakon dalam cerita.
pokoknya bikin ke tagihan kalau udah baca.

semoga kak fara sehat dan sukses selalu dengan karyanya🥰🥰💪
Devi Novita
Oalah zi aku aja gilo takut sama Siti( sitikus) masak lu bilang lucu😱😴. babang Vano aku kasih tau pujaan hati mu terbujur koma di brangkar RS coba kamu selidiki dan jenguk mana tau yakan denger suaramu menjadi anugrah terindah yg membuat valira semangatt di bawah alam sadarnya
Adas Hermawan
padahal kan ada kakek nya yang waktu itu d rawat d RS bareng sama A.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!