Kisah rumah tangga pasangan baru. Mereka berpindah ke Ibukota karena sang suami Davin putra Adiguna akan memimpin perusahaan disana. Serta dipicu dengan alasan utama untuk pindah yaitu mengindari adik Davin yang masih menaruh hati pada istrinya yang cantik Abelia Amvan Wijaya.
Bagaimana lika-liku perjalanan kehidupan rumah tangga pasangan ini di tempat yang baru? Davin seorang mantan playboy yang diragukan keinsafannya, sedangkan sang istri Abelia, sangat pencemburu tingkat tinggi?
Sekedar saran! Untuk tahu kisah mereka sebelum menikah, bisa baca ISTRI UNTUK PAPA SEASON 2 ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Einaz Ajjah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pecat
Hari semakin larut. Abel mulai sedikit letih menemani suaminya kesana-kemari menyapa tamu. Abel memutuskan istirahat sejenak untuk menikmati makanan.
"Boleh aku temani Bu?" tanya seorang yang paling tak ingin di lihat Abel.
"Ya duduklah." Abel terpaksa mengiyakan.
Tidak ada obrolan sama sekali hanya ada suara sendok yang menyentuh piring. Terciptalah keheningan diantara keduanya.
"Bu, boleh saya bertanya?" tanya Floris. Abel mengangguk mengiyakan.
"Apa benar Pak Davin dulu mantan Playboy."
Abel tersedak mendengar pertanyaan Floris. Floris dengan cepat memberikan air minum kepada Abel. Abel melihat ke arah Floris, siapa tahu saja ia memberikan minuman yang beracun. Tapi tidak! itu minuman dari depan piringnya. Abel meraih gelas dan meminumnya dengan cepat agar menurunkan sesuatu yang tersangkut di tenggorokannya.
"Maaf Bu, kalau Anda kaget. Saya hanya ingin tahu kebenaran rumor tentang Bapak," terang Floris.
"Floris! pertanyaan seperti itu tidak pantas ditanyakan seorang sekretaris kepada istri Bosnya." Abel berkata dengan nada keras.
"Tidak ada yang salah Bu. Saya hanya ingin tahu kebenaran saja," bantah Floris.
"Masa lalu atasanmu bukan urusan kamu. Yang perlu kamu lakukan hanyalah berkerja dengan baik sesuai aturan dan jangan bertindak berlebihan!" kata Abel lagi dengan nada keras lagi.
"Bu, tenanglah anda tidak perlu emosi. Hanya sekedar mengingatkan saja di kota ini tidak seperti kota Anda. Petinggi perusahaan di kota ini suka sekali bermain-main dengan wanita lain." Floris berkata dengan nada sedikit berbisik pada kalimat terakhir.
Sumpah! apa maksud si tanaman duri. Boleh nggak nih orang di buang pada tempatnya. Udah mulai ngelunjak dia.
"Terima kasih atas sarannya Nona Floris. Saya sangat percaya dengan suami saya," jelas Abel dengan nada kesal.
Ketika Abel hendak bicara lagi. Tangan Kekar menyentuh pundaknya.
"Sayang, kamu disini ternyata. Ayo kita pulang, ini sudah terlalu larut," ujar Davin dari belakang Abel.
"Ya Bang, Abel lelah," ucap Abel langsung beranjak dari kursinya.
"Floris terima kasih kamu sudah temani istriku," kata Davin pada Floris.
"Sama-sama Pak, istri Anda sangat menyenangkan dan ramah," jawab Floris dengan tak lupa senyuman termanis.
Abel langsung mengeryitkan dahinya, bahkan ia sangat ingat tidak ada kata ramah pun yang keluar dari mulutnya. Sangatlah mencari perhatian, itulah pikir Abel.
Keduanya berpamitan keluar meninggalkan ballroom dan pergi meninggalkan hotel.
Diperjalanan Abel menyandarkan kepalanya di pundak suaminya yang nyaman. Davin mengelus kepala Abel, sesekali di ciumannya pipi istrinya.
"Bang Davin ...," panggil Abel di tengah perjalanan.
"Ya Sayang," jawab Davin.
Abel mengangkat kepalanya dari pundak nyaman suaminya, ia memandang lekat suaminya. "Bang Davin, Abel boleh minta satu permintaan."
"Apa itu Sayang? Abang akan berikan apapun semampu Abang." Davin mengecup bibir Abel.
"Bang Davin. Apa Bang Davin bisa ganti sekertaris. Siapapun nggak apa-apa asal jangan Floris. Abel nggak suka dengan sikap Floris yang genit sama Abang."
Davin memandang aneh ke arah Abel, tak lama tawa kecil pecah menghiasi bibirnya.
"Sayang, kenapa kamu cemburu sama Floris. Kamu kan tahu sendiri, kita hanya rekan kerja atasan dan bawahan. Lagipula Floris bekerja baik dan cekatan, jadi apa salahnya Sayang." Davin memberikan penuturan pada Davin sambil mengelus kepala Abel.
"Tadi Abang bilang Apapun yang Abel mau?" Abel mulai cemberut.
"Ya apapun tapi yang bukan merugikan orang lain. Menganti seseorang nggak semudah itu Sayang, apalagi dia berkerja dengan baik dan tak melakukan kesalahan Apapun."
"Bang Davin bela Floris, senang dia jadi sekertaris Abang." Abel mengerutkan dahinya sambil melipat tangannya. Ia kecewa mendengar jawaban suaminya yang tak sesuai keinginannya.
Davin jadi serba salah sekarang. Kenapa istrinya selalu curigaan dan cemburu berlebihan. Tapi ia harus bersabar menghadapi istrinya. Jangan membuat Abel marah, Ia tidak mau melewatkan jatah ronda di ranjang malam ini.
"Sayang, kita bahas masalah ini nanti ya." Davin meraih tubuh Abel untuk dia dekap dalam pelukannya.
.
.
.
.
.
.
NEXT.....
rupanya ngayal, sampe suudzon 🙋duluan
"kau, aku dan kenangan kita" dan "sebening kasih"
kesel deh gue ..😠
mnding sm tipe cowo yg dingin,Krn biasanya cowo yg dingin pasti bakalan lgsg marah klo d deketin cewe selain istrinya