NovelToon NovelToon
Pengelana: Batas Negeri

Pengelana: Batas Negeri

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Action
Popularitas:154
Nilai: 5
Nama Author: Ashp

Semoga kalian suka ya.

Di dunia ini dihuni lima ras: manusia, elf, dark elf, beast, dan demon, lalu ada kekuatan "Aliran Alam" yang mengatur api, air, tanah, dan angin mulai terganggu drastis. seorang pemuda dari desa kecil yang bisa melihat jejak kekuatan tersembunyi ini terpaksa keluar dari rumahnya menuju Hutan Awan Gelap, tempat yang dilarang masuk oleh semua ras, menyebarkan kekuatan gelap yang merusak alam sekitar dan memicu konflik antar ras.

Bersama seorang elf yang melarikan diri dari tugasnya, seorang beast muda yang hilang ingatan, serta ditemani oleh seorang dark elf penyelidik dan seorang demon yang mencari kebenaran tentang masa lalunya, ia menjadi pengelana dalam perjalanan panjang menuju hutan terlarang.

Mereka harus bekerja sama melewati berbagai rintangan dari berbagai pihak yang punya kepentingan sendiri, untuk menghentikan bahaya yang mengancam seluruh dunia dan mengungkap rahasia lama tentang hubungan kelima ras yang selama ini disembunyikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perpustakaan Kuno

Pada hari ketiga, mereka memutuskan untuk melakukan latihan bersama di sebuah lapangan terbuka di tengah hutan.

Naomi melatih teknik bertarung dengan sarung tinjunya, sementara Stella berlatih menggunakan dual belatinya dengan gerakan yang cepat dan presisi.

Lyra: "Saya akan menunjukkan kamu cara menggunakan panah yang bisa terhubung dengan energi alam," ucap Lyra sambil mengambil busurnya dan beberapa anak panah.

Lyra melanjutkan. "Setiap anak panah yang kami gunakan dibuat dari kayu yang sudah disucikan terlebih dahulu."

Liam: "Bisakah aku mencoba?"

Lyra: "Tentu saja. Tapi ingat – bukan kekuatan lengan yang penting, tapi bagaimana kamu menghubungkan diri dengan anak panah dan targetmu."

Saat Liam mencoba menembak anak panah, dia merasa sulit untuk menembak tepat sasaran.

Namun setelah dia mencoba merasakan energi alam di sekitarnya dan menghubungkannya dengan anak panah, anak panahnya akhirnya menembus tepat di tengah target.

Naomi: "Bagus sekali, Liam!"

Stella: "Kamu belajar dengan cepat. Sekarang coba gabungkan dengan energi elemen yang kamu kuasai."

Mereka melanjutkan latihan hingga sore hari. Pada malam hari, mereka berkumpul di sekitar unggun api kecil yang dibuat di halaman belakang penginapan.

Naomi: "Ini rasanya seperti keluarga ya – kita semua berlatih bersama dan saling membantu."

Stella: "Sudah lama sekali aku tidak merasakan seperti ini. Di komunitasku, kita biasanya berlatih sendiri."

Lyra: "Aku juga merasa lebih baik memiliki teman-teman yang bisa dipercaya. Mungkin aku terlalu cuek dan curiga pada orang lain sebelum ini."

Liam: "Kalian semua sudah banyak membantu aku. Aku jadi menyadari bahwa untuk menghentikan Awan Gelap, aku tidak bisa melakukannya sendirian. Kita perlu bekerja sama dan belajar dari satu sama lain."

Lyra: "Saat kamu merasa sudah siap, kita bisa melanjutkan perjalanan. Tapi untuk sekarang, nikmatilah waktu kamu di sini. Pelajari sebanyak mungkin tentang alam dan dirimu sendiri."

Pada hari keempat, mereka memutuskan untuk tidak melakukan latihan dan hanya menikmati keindahan hutan.

Lyra membawa mereka berjalan-jalan ke sebuah danau kecil yang sangat jernih di dalam hutan. Airnya begitu bening hingga bisa melihat ikan-ikan kecil yang berenang di dasar danau.

Naomi: "Wah, danau ini sangat indah! Bolehkah aku berenang sebentar?"

Stella: "Aku juga mau ikut. Berenang adalah salah satu cara terbaik untuk melatih kontrol energi air."

Sementara Naomi dan Stella berenang di danau, Liam duduk di tepian dan melihat pemandangan indah di sekitarnya – sesuai dengan hobi nya yang suka melihat pemandangan indah untuk membersihkan pikiran.

Lyra duduk di sebelahnya sambil merawat beberapa tanaman kecil yang tumbuh di tepi danau.

Lyra: "Bagaimana perasaanmu sekarang, Liam?"

Liam: "Lebih tenang. Aku merasa seperti aku akhirnya bisa bernapas dengan lega setelah sekian lama berlari tanpa arah yang jelas."

Lyra: "Itu bagus. Kadang-kadang kita perlu berhenti untuk melihat ke mana kita sedang pergi. Alam selalu punya cara untuk mengingatkan kita tentang hal itu."

Liam: "Kapan kamu pikir kita harus melanjutkan perjalanan?"

Lyra: "Kamu akan merasa sendiri kapan kamu siap. Tapi aku rasa kita bisa tinggal beberapa hari lagi. Ada banyak hal lain yang bisa aku tunjukkan padamu tentang hutan ini."

Malam itu, mereka makan malam bersama dengan makanan yang dibuat dari bahan-bahan segar yang mereka beli di pasar.

Mereka bercerita tentang pengalaman masing-masing, tertawa bersama, dan merencanakan langkah selanjutnya dalam perjalanan mereka.

–Pagi Harinya–

Liam baru saja membuka mata ketika dia melihat wajah Lyra yang sangat dekat dengan dirinya.

Matanya yang hijau cerah sedang menatapnya dengan penuh rasa ingin tahu. Sontak dia terkejut dan mundur sedikit ke belakang, membuat bantalnya terjatuh ke lantai.

Liam: "Wah! Lyra! Kamu apa-apa saja? Kenapa kamu berdiri begitu dekat?"

Lyra: "Maaf kalau kamu terkejut..." dia sedikit tersipu dan mundur satu langkah

Ia melanjutkan. "...aku cuma penasaran dengan manusia. Di komunitasku, kita jarang bertemu orang luar, apalagi manusia yang bisa melihat dan mengendalikan Aliran Alam seperti kamu."

Naomi yang baru bangun melihat mereka dan langsung tertawa

Naomi: "Hahaha! Kamu benar-benar kaget ya, Liam? Wajahmu kayak mau terbang!"

Stella yang sudah duduk di sudut kamar sambil mengasah belatinya hanya mengangkat bahu dengan tatapan cuek tapi sedikit tersenyum.

Stella: "Pernahkah kamu berpikir untuk mengetuk dulu sebelum mendekati orang yang sedang tidur, Lyra?"

Lyra: "Aku tidak berpikir begitu jauh... maaf ya, Liam. Aku cuma terlalu penasaran."

Liam: "Itu tidak apa-apa... cuma sedikit kaget saja. Dan kalian berdua juga sama TIDAK MENGETUK PINTU!"

Setelah kejadian itu, mereka pergi ke ruang makan penginapan untuk sarapan.

Di sana sudah disiapkan roti bakar hangat, selai buah hutan, dan teh herbal segar. Mereka makan sambil bercanda dan bercerita tentang hal-hal sepele.

Naomi: "Eh, kemarin aku melihat ada kelompok anak-anak Elf yang sedang belajar memanah. Mereka sangat lincah lho! Salah satu anaknya bahkan bisa menembak sasaran dari jarak yang cukup jauh."

Stella: "Di komunitasku juga ada anak-anak yang belajar menggunakan senjata sejak dini. Tapi mereka lebih suka menggunakan tombak atau pisau kecil."

Lyra: "Kalau kalian semua mau, besok aku bisa menunjukkan kalian bagaimana kami berburu dengan cara yang tidak menyakiti hewan secara berlebihan. Kami hanya mengambil yang kami butuhkan dan selalu memberikan rasa terima kasih pada alam."

Liam: "Itu menarik sekali. Aku ingin melihatnya."

Lyra: "Oh ya! Sebelum itu, aku punya ide. Di tengah komunitas ada sebuah perpustakaan kuno yang menyimpan banyak buku tentang sejarah benua dan alam. Siapa tahu kamu bisa menemukan jawaban tentang Awan Gelap di sana?"

Liam: "Perpustakaan kuno? Tentu saja aku mau pergi! Aku sudah lama mencari informasi tentang asal-usul Awan Gelap tapi tidak pernah menemukan apa-apa."

Setelah sarapan, Lyra membawa mereka menuju pusat komunitas.

Perpustakaan kuno itu terletak di balik sebuah halaman besar dengan kolam kecil di tengahnya. Bangunannya terbuat dari kayu tua yang sudah sangat tua, tapi tetap kokoh berdiri dengan ukiran pohon beringin yang indah di setiap sudutnya.

Lyra: "Perpustakaan ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hanya beberapa orang yang diperbolehkan masuk karena banyak buku di sini yang sangat berharga."

Petugas perpustakaan yang bernama Elder Faelan menyambut mereka dengan senyum hangat

Elder Faelan: "Ah, Lyra. Siapa teman-temanmu ini?"

Lyra: "Ini Liam, Naomi, dan Stella. Mereka sedang mencari informasi tentang Awan Gelap. Bolehkah mereka melihat buku-buku sejarah di sini?"

Elder Faelan: "Awan Gelap... ya, kita juga khawatir dengan masalah itu. Silakan masuk saja. Tapi ingat – buku-buku di sini adalah warisan leluhur kita. Jaga dengan baik ya."

Mereka memasuki perpustakaan dan langsung terkesima. Ruangannya sangat luas dengan rak-rak buku yang menjulang tinggi ke langit-langit.

Cahaya matahari masuk melalui jendela-jendela kaca yang indah, menerangi ruangan dengan cahaya yang lembut.

Naomi: "Wah, banyak sekali buku ya! Aku bahkan tidak tahu harus mulai dari mana."

Stella: "Kita harus mencari buku tentang sejarah benua dan asal-usul elemen alam. Mungkin ada catatan tentang fenomena seperti Awan Gelap di masa lalu."

Mereka mulai mencari buku di rak-rak yang berbeda. Liam menemukan sebuah rak yang penuh dengan buku kulit tua yang terlihat sangat kuno.

Dia menarik salah satu buku dengan judul "Catatan tentang Keseimbangan Benua" dan mulai membacanya.

Saat Liam membaca buku itu, Naomi dan Stella duduk di sebuah meja besar di tengah ruangan.

Naomi sedang melihat buku tentang berbagai jenis hewan di benua, sementara Stella mencari informasi tentang ilmu hitam yang tidak berbahaya dan hubungannya dengan elemen alam.

Naomi: "Wah, ternyata ada banyak jenis naga di benua ini lho! Ada naga tanah, naga air, bahkan naga yang bisa mengendalikan angin."

Stella: "Di komunitasku juga ada cerita tentang naga. Mereka bilang naga adalah penjaga kekuatan alam yang paling kuat."

Lyra datang membawa secangkir teh hangat untuk masing-masing orang

Lyra: "Sudah menemukan sesuatu yang menarik belum?"

Liam: "Lyra, coba kamu lihat ini," dia menunjukkan bagian tertentu dari buku yang dia baca .

Lyra mendekat ke arah Liam sambil membawa dua cangkir teh.

Liam: "Di sini tertulis bahwa ribuan tahun yang lalu, benua pernah mengalami kekacauan karena elemen alam yang tidak seimbang. Lima pemimpin dari berbagai ras bekerja sama untuk menyatukan kekuatan mereka dan menstabilkan alam."

Lyra: "Ya, itu cerita yang sudah kita dengar dari leluhur kita. Tapi apa hubungannya dengan Awan Gelap?"

Liam: "Di sini tertulis bahwa ketika elemen alam tidak seimbang, energi negatif akan terkonsentrasi di satu titik dan membentuk apa yang mereka sebut 'Bayangan Alam'. Sepertinya itu adalah asal-usul Hutan Awan Gelap yang kita kenal sekarang."

Stella: "Jadi Awan Gelap bukanlah sesuatu yang dibuat oleh seseorang, tapi hasil dari ketidakseimbangan alam yang parah?"

Liam: "Sepertinya begitu. Dan di sini juga tertulis bahwa untuk mengatasinya, kita perlu menyatukan kekuatan dari semua ras seperti yang dilakukan oleh pemimpin leluhur kita."

Naomi: "Jadi kita benar-benar perlu bekerja sama dengan semua ras ya! Baiklah, itu berarti kita harus segera pergi ke Kerajaan dan kemudian ke wilayah Demon juga."

Lyra: "Sebelum itu, mungkin kita perlu mencari lebih banyak informasi tentang bagaimana cara menyatukan kekuatan elemen dari berbagai ras. Mungkin ada buku lain yang bisa membantu kita."

Mereka menghabiskan sebagian hari di perpustakaan, membaca berbagai buku dan mencatat informasi penting yang bisa membantu mereka dalam perjalanan.

Pada sore hari, mereka keluar dari perpustakaan dengan hati yang lebih tenang karena akhirnya menemukan beberapa jawaban tentang masalah yang mereka hadapi.

Elder Faelan: "Semoga informasi yang kalian dapatkan bisa membantu kalian, anak-anak. Dunia membutuhkan orang-orang yang berani seperti kalian."

Liam: "Terima kasih banyak, Elder Faelan. Kami akan menggunakan informasi ini dengan bijak."

Mereka berjalan kembali ke penginapan dengan langkah yang lebih ringan. Di jalan pulang, mereka menemukan anak-anak Elf yang sedang bermain dengan bola dari anyaman bambu.

Naomi langsung bergabung bermain dengan mereka, membuat semua orang tertawa dengan kegembiraannya.

Stella: "Melihat anak-anak bermain seperti itu membuatku ingat kenangan dengan teman masa kecilku. Semoga kita bisa menghentikan Awan Gelap sebelum mereka harus merasakan penderitaan yang sama seperti kita."

Lyra: "Kita akan melakukannya. Sekarang kita sudah tahu lebih banyak tentang musuh yang kita hadapi, kita bisa membuat rencana yang lebih baik."

Liam: "Kamu benar. Dan aku tidak lagi merasa sendirian atau tergesa-gesa. Karena aku punya kalian semua."

Malam itu, mereka berkumpul lagi di halaman belakang penginapan – mereka merencanakan perjalanan selanjutnya ke Kerajaan Besar Alderaan, membicarakan rute yang akan mereka tempuh dan hal-hal yang perlu mereka siapkan.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!