NovelToon NovelToon
Membawa Benih Suami Kontrakku

Membawa Benih Suami Kontrakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Pernikahan Kilat / One Night Stand / Anak Genius / Nikah Kontrak
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sagitarius28

"Tinggalkan putraku dan ambil ini! Ingat jangan kau injakkan kaki kotor mu itu di mansion keluarga Xie." Xie Lihua

"Baik Nyonya, saya akan pergi dari sini. Dan ini amplop dari anda, saya bukan seperti apa yang anda pikirkan." Lin Wu

"Shit! Beraninya dia pergi meninggalkanku, lihat saja aku akan menghukumnya dan membawanya kembali ke sisiku." Xie Yanshen

Dua insan yang terpaksa menikah karena sebuah scandal dan juga tuntutan dari Tuan Jin Hao, Ayah Yanshen. Pernikahan yang tak diinginkan itu membawa Lin Wu ke dalam neraka kehidupan. Lihua, Ibu Yanshen begitu membencinya hingga suatu hari dia sukses menyingkirkan Lin Wu.

Tanpa ada seorang pun tahu, bahwa Lin Wu pergi membawa rahasia besar. Dan kepergiannya membuat Yanshen murka.

Akankah Yanshen tahu rahasia besar Lin Wu? Dan berhasilkah Yanshen membawa kembali wanita yang masih sah menjadi istrinya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagitarius28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBSK 6

"Lin Wu, apa kamu tidak ingin memberitahu Yanshen mengenai mereka?" tanya Jiao menatap lekat putrinya yang kemudian beralih menatap kedua cucu kembarnya yang sedang bermain di ruang keluarga.

Ya, saat ini Lin Wu sedang duduk bersantai di ruang keluarga bersama sang Ibu usai makan malam beberapa menit yang lalu. Sementara rumah makan di handle oleh Zeze yang merupakan asisten sekaligus sahabat Lin Wu. Pertemuan mereka berawal di sebuah rumah makan, hingga akhirnya keduanya pun bersahabat sampai sekarang.

Sebuah rumah yang berukuran cukup luas juga merasa nyaman untuk mereka tempati selama kurang lebih empat tahun. Meskipun ukurannya masih jauh dari kata mewah, namun setidaknya Lin Wu telah berhasil membeli rumah itu dari hasil kerja kerasnya.

Sebelumnya Lin Wu dan Ibunya tinggal bersama di sebuah kontrakan kecil yang cukup hanya untuk mereka berdua. Namun lambat laun usai dia melahirkan, Lin Wu bertekad untuk membuka usaha rumah makan kecil-kecilan hingga dewa Fortuna pun berpihak pada dirinya. Rumah makan nya pun berkembang pesat, sering mendapatkan orderan banyak juga dari beberapa perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan rumah makan miliknya.

Memiliki dua anak kembar yang hadir dalam hidupnya merupakan anugrah terindah bagi Lin Wu. Dia tidak menyangka bila malam itu Yanshen kembali menggaulinya dalam keadaan mabuk. Justru saat itu, Yanshen berulang kali menyemaikan benih di rahimnya. Bahkan Lin Wu sendiri tak menyadari bila ada kehidupan lain dalam rahimnya. Mengingat dirinya yang sama sekali tidak mengalami perubahan apapun pada tubuhnya.

Lin Wu menggelengkan kepalanya pelan.

"Tidak, Bu. Aku tidak ingin keberadaan mereka diketahui oleh Yanshen ataupun keluarga konglomerat itu. Aku sudah berjanji untuk tidak berhubungan lagi dengan mereka." Lama terdiam, perempuan cantik itu bersua juga. Mengungkapkan segala unek-uneknya yang bersarang dalam benaknya.

"Aku tidak ingin mengulang cerita yang sama pada anak-anakku. Cukup aku yang merasakan pahit manisnya hidup dalam lingkaran keluarga yang hanya menjunjung tinggi martabat dan status. Aku yakin Yanshen telah hidup bahagia bersama keluarga kecilnya," lanjut Lin Wu sambil tersenyum getir membayangkan sosok lelaki yang pernah dicintainya.

Ya, semenjak Lin Wu pergi dari rumah keluarga Xie, perempuan cantik itu telah bertekad untuk menjauh dari keluarga suaminya. Dia tidak ingin kembali terluka seperti sebelumnya, terutama Ibu mertuanya yang begitu membencinya.

Terlebih saat ini sudah tujuh tahun, sudah pasti Yanshen telah menikah dengan perempuan pilihan keluarganya yang sangat menginginkan perempuan sepadan dengan keluarganya yang memiliki aset, properti, dan juga kekuasaan yang diidamkan oleh keluarga konglomerat itu, terutama Ibu mertuanya. Tentu saja Lin Wu sangat yakin bila Yanshen telah memiliki keluarga kecil yang begitu bahagia sesuai dengan keinginannya.

Hal itu membuat Lin Wu tidak ingin menampakkan diri ataupun kembali pada lelaki yang mungkin telah menjadi mantan suaminya. Begitulah yang diyakini oleh Lin Wu, dia berpikir bahwa Yanshen telah menceraikannya. Namun faktanya tidaklah seperti itu, justru yang ada Yanshen menolak kerap kali sang Mommy menyuruhnya menggugat cerai Lin Wu.

"Nak, apa itu tidak berlebihan? Ibu tahu betul bagaimana perasaanmu, tapi kamu juga tidak boleh egois seperti itu. Bagaimana pun juga Yanshen adalah Ayah dari kedua anak kembar mu. Jadi, ibu rasa dia berhak tahu mengenai anak-anaknya." Jiao menasihati putrinya, berharap Lin Wu dapat luluh dan mau mempertemukan kedua cucunya dengan Ayah biologisnya.

Bukan tanpa alasan Jiao berkata seperti itu, kedua cucu kembarnya pernah bertanya langsung pada dirinya mengenai keberadaan sang Ayah. Jiao yang tidak tega pun, berusaha mengalihkan pertanyaan cucunya dengan mengajak mereka bermain. Jiao teringat bahwa Lin Wu selalu mengatakan Ayah mereka telah meninggal, tapi Jiao tidak sampai hati mengatakan itu.

Semenjak itu, si kembar pun tidak pernah bertanya mengenai keberadaan Ayah mereka pada siapapun. Dia cukup tahu dengan gelagat neneknya yang seperti menyembunyikan rahasia besar. Mereka pun tidak berani bertanya pada Lin Wu karena tidak ingin membuat sang Mommy sedih. Tanpa Lin Wu tahu, sebenarnya mereka pun pernah melihat sang Mommy yang menangis hampir tiap malam. Hal itulah membuat mereka enggan untuk bertanya mengenai sosok Ayah yang mereka rindukan. Baginya, cukup ada sang Mommy juga nenek yang sangat menyayangi mereka.

Lin Wu menghela napas beratnya sebelum kemudian bersua.

"Maafkan aku, Bu. Jujur aku masih belum siap untuk bertemu dengan Yanshen, apalagi dulu aku pergi tanpa sepengetahuannya. Aku yakin pasti dia sangat marah padaku, dan aku takut kalau dia mengetahui keberadaan mereka bukan tidak mungkin untuk Yanshen membawa anak-anak dan memisahkan mereka denganku." Tanpa sadar air mata pun jatuh membasahi pipi mulus Lin Wu kala membayangkan hal buruk itu yang begitu dia takutkan.

Greb ....

"Baiklah Nak, Ibu hargai keputusan kamu. Maafkan Ibu telah mengungkit hal ini dan membuka luka lamamu." Dengan cepat Jiao memeluk erat tubuh Lin Wu sambil mengelus lembut punggung putrinya.

🥕🥕🥕

Sementara di tempat yang berbeda, tampak seorang lelaki bertubuh tinggi tegap berdiri di depan kaca besar yang ada di kamarnya, siapa lagi kalau bukan Yanshen. Lelaki itu menatap pantulan dirinya yang ada di cermin, merapikan penampilannya yang hendak pergi ke kantor.

Pagi ini lelaki itu terlihat fresh dari sebelumnya, tidak ada drama mual ataupun mogok makan. Karena akhir-akhir ini nafsu makannya pun kembali seperti biasanya. Selain itu, penampilannya pun kembali ke setelan awal. Terlihat tampan dan berkarisma, sungguh pahatan Tuhan yang begitu sempurna. Setelah selesai, Yanshen segera turun menuju ke meja makan. Disana semua keluarganya sudah siap untuk sarapan.

"Yanshen, kemari Nak. Ayo sarapan dulu, Mommy sudah masak makanan kesukaan kamu," panggil Mommy Lihua antusias sambil menunjukkan berbagai makanan kesukaan putranya.

"Gak perlu," sahut Yanshen dengan nada dingin.

"Aku pergi." Lanjutnya yang langsung pergi begitu saja meninggalkan sepasang paruh baya di ruangan mewah itu.

"Astaga tuh anak kenapa dingin sekali sih? Jujur Dad, aku capek lihat mukanya yang ditekuk terus. Sebenarnya dia tuh maunya apa sih?" sahut Mommy Lihua sambil mengelus dadanya yang masih belum peka dengan keinginan putranya.

"Daddy juga muak lihat sikap Mommy yang sama sekali gak pernah berubah. Lebih mementingkan diri sendiri daripada perasaan putra kita." Daddy Jinhao melirik sekilas dengan tatapan elangnya, sebelum kemudian beranjak dari tempatnya.

"Dan satu lagi, Yanshen hanya ingin istrinya kembali. Bukan malah Mommy menjodohkan dia dengan perempuan lain." Secepat kilat Daddy Jinhao pun melenggang pergi meninggalkan Mommy Lihua seorang diri.

"Daddy! Kamu mau kemana? Sarapan dulu, Dad." Panggilnya tanpa ada respon dari Daddy Jinhao.

"Aaakkh sial! Kenapa sih semua orang disini pada peduli dengan perempuan j*lang itu."

"Haah, pasti perempuan itu menggunakan pelet untuk menjerat anak dan suamiku. Mana mungkin Yanshen tertarik dengan perempuan rendahan seperti dia, kampungan lagi."

.

.

.

🥕Bersambung🥕

1
Kaizy celine
Katakaaan yesssss plisssss😭😍
Kaizy celine
Heemm co cweet nya pasti kyk papanya ini🤣
Oma Gavin
selamat kak tetap semangat up
Jia Li: makasih Oma 😊🙏
total 1 replies
Kaizy celine
Syukurlah tdk tejadi apa2😍😮‍💨
Rara Kayla
haseeeek....
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Jia Li: udah update ya kak 😊
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor akhirnya bisa ketemu dan bersatu kembali
Jia Li: tunggu kelanjutannya ya kak 😊
total 1 replies
Rara Kayla
kira² si Lin Wu diajak pulang mau pa g nih?
Jia Li: terus pantengin aja ya kak 😊
total 1 replies
ResThy55
cerita nya seru, alur nya menarik
Rara Kayla
nabrakkah?
Kaizy celine
Ceritanya seru, bikin pembaca ikut terombang ambing dengan alur ceritanya...pemula wajib nonton sih soalnya ceritanya ga ngebosenin dan banyak kejutannya😍
Kaizy celine
Aduhhhh kenapa lagii ini😮‍💨 baru aja happy🥺
Kaizy celine
Lanjuttt mulaiii seruu nihh aroma2 happy ending mulai kebaca .. hehe
Reni Anjarwani
waduh baru ketemu masak kecelakan kaaihan bgt
Rara Kayla
aq mau ikut, bisa ajak aq aja g? 🤣
Rara Kayla
anaknya matre🤣
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Kaizy celine
Anak pinter🤣🤣🤣🤣, pdahal itu bapaknya kaya raya🤣
Kaizy celine
Aduhhh🤣🤣🤣🤣
Anto D Cotto
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!