NovelToon NovelToon
Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Anaknya Disusui, Daddy-nya Yang Terpikat

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Janda / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Ibu susu
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Ita Yulfiana

Firdha diusir dengan kejam oleh Ibu mertuanya 2 hari setelah dia melahirkan bayinya. Dirasa tidak berguna lagi, Firdha diperlakukan seperti sampah.

Di sisi lain, ada Arman yang pusing mencari Ibu Susu untuk bayinya, tak disangka takdir malah mempertemukannya dengan Firdha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 : Menghindar

"Setelah ini jangan keras padanya, Bos. Aku rasa dia tidak tahu apa-apa. Bersikaplah seperti biasanya." Pras menepuk pelan bahu Arman setelah memberi saran, sekaligus pertanda bahwa dia pamit undur diri untuk kembali ke kantor.

Arman menjatuhkan diri di kursi. Tatapannya lurus dan kosong. Saat pikirannya kembali ke kejadian beberapa tahun silam, rahangnya langsung mengetat. Napasnya memburu. Dan tanpa sadar lembaran kertas putih bertuliskan informasi tentang Firda sudah koyak dalam genggaman tangan besarnya.

...****************...

"Tuan." Sapaan lembut dari Bi Mina berhasil membuyarkan lamunan Arman yang tanpa sadar telah duduk selama 2 jam di kursi meja kerjanya.

Pria itu mendongak. "Ya, Bi."

"Di luar ada seorang perempuan mencari Anda. Katanya babysitter yang akan Anda pekerjakan untuk merawat non Akira." Wanita paruh baya yang merupakan pelayan setia di keluarga Valmara tersebut mendekat. "Tuan, ada apa? Apa terjadi sesuatu?"

Arman terdiam. Dia tahu Bi Mina memang selalu peka jika ada sesuatu yang tidak beres terjadi pada dirinya. Bagaimana tidak, wanita paruh baya itu sudah bekerja di keluarganya bahkan sebelum dia dilahirkan hingga detik ini.

Daripada menjawab pertanyaan Bi Mina, Arman lebih memilih untuk mengalihkan topik pembicaraan. "Bi, sebentar lagi aku akan keluar, tidak tahu kapan tepatnya aku kembali. Tolong awasi semua orang yang ada di sekitar Akira. Termasuk ... ibu susu dan babysitter yang baru datang itu." Arman lantas bangkit dari duduknya, memasang jas hitam yang tadinya dia sampirkan pada sandaran kursi yang dia duduki.

Bi Mina menatap Arman dengan tatapan menyelidik, mencari celah dari ekspresi Arman yang sepertinya mencoba menghindar untuk tidak menatap matanya. Tangan Bi Mina yang sudah sedikit keriput dan berurat itu menyentuh lengan majikannya dengan lembut. "Apakah ada masalah yang tidak bisa diceritakan?"

Arman menundukkan kepala, lalu memejamkan mata sambil menghela napas berat. "Aku memang sedang ada masalah, Bi, tapi aku belum bisa menceritakannya ke siapa pun."

Bi Mina menarik tangannya kembali. Kepalanya mengangguk pelan—makhfum. "Baik, Bibi mengerti," ucapnya dengan memaksakan kedua sudut bibirnya terangkat.

"Tapi, Tuan, saya harus menjawab apa kalau non Fir—"

"BI!" Nada suara Arman yang seketika meningi membuat wanita paruh baya itu terkejut, hingga tidak bisa meneruskan ucapannya. Untuk saat ini Arman tidak bisa mendengar nama Firda disebut, apalagi menyebut dengan bibirnya sendiri.

"Ya, Tuan. Ada apa?"

"Aku ... aku berangkat dulu. Tolong awasi dan jaga Baby Akira." Kaki Arman mengambil langkah lebar keluar dari ruangan. Tangannya menenteng tas kerjanya yang terbuat dari bahan kulit berwarna hitam.

Sang pemilik ruangan sudah meninggalkan ruangan, tapi Bi Mina masih berdiri di tempat, menatap punggung lebar Arman hingga menghilang dari balik tembok berwarna putih tulang. Dia mencoba mengambil kesimpulan berdasarkan pengamatannya tadi. "Apa telah terjadi sesuatu antara Tuan Arman dan non Firda?" gumamnya lirih.

...****************...

"Non Firda, kenalkan, ini Rahmi, babysitter yang akan membantu Anda merawat dan menjaga non Akira mulai hari ini," kata Bi Mina. "Rahmi, ini non Firda."

Kedua wanita muda yang sebaya itu saling bersalaman. Rahmi memasang senyum ramah dan menunduk sopan saat berjabat tangan dengan Firda. "Salam kenal, Non."

Setelah Bi Mina menjelaskan apa-apa saja yang menjadi tugas Rahmi, dia pun mengarahkan babysitter itu untuk menyimpan barang-barangnya ke dalam kamar Baby Akira.

"Bi, kenapa ada babysitter?" Firda bertanya dengan raut kebingungan. Pasalnya, Arman tidak pernah mengatakan apa pun mengenai hal itu, ditambah lagi dia pernah meminta pada pria itu untuk dia sendiri yang merawat Baby Akira tanpa bantuan babysitter. Seandainya bukan karena kondisi psikologis yang dideritanya, Firda pasti mampu menghandle Baby Akira seorang diri tanpa bantuan orang lain.

"Sepertinya tuan Arman sedang sibuk dengan urusan kantornya, jadi tidak bisa membantu Anda merawat Non Akira untuk sementara waktu," jelas Bi Mina. Firda mengangguk mengerti. Masalah kesibukan seorang pimpinan perusahaan dia bisa memaklumi. "Non, Bibi mau tanya sesuatu."

"Tanya apa, Bi?"

Bi Mina duduk di samping Firda terlebih dahulu sebelum kembali membuka suara. "Non, Bibi minta, tolong jawab dengan jujur. Apa terjadi sesuatu antara Non Firda dengan tuan Arman baru-baru ini? Lebih tepatnya beberapa jam lalu, karena seingat Bibi kalian berdua baik-baik saja tadi pagi."

Alis Firda mengkerut, diiringi gelengan kepala. "Tidak ada masalah sama sekali, Bi. Kenapa Bi Mina bertanya seperti itu?"

Bi Mina tersenyum lega. "Syukurlah. Bibi pikir tuan Arman pergi tiba-tiba karena ada masalah dengan Non Firda."

...****************...

Belum cukup 6 jam Arman tidak melihat putrinya dia sudah merasa sangat rindu. Untuk mengobati perasaan tersebut dia membuka rekaman CCTV yang tersambung di ponselnya. Senyuman lega mengembang ketika melihat Baby Akira tertidur lelap di dalam box. Tidak jauh dari sana ada Firda sedang duduk membaca buku sambil bersandar di atas tempat tidur. Sebenarnya pemandangan seperti itu sudah biasa bagi Arman, tapi entah mengapa kali ini dia merasa tidak nyaman melihatnya. Seolah-olah keberadaan Firda di sana hanya merusak pemandangan dan suasana hatinya.

Tok tok tok. Suara ketukan pintu dari luar membuat Arman refleks mengunci layar ponsel dan meletakkannya di atas meja.

"Masuk!" teriaknya. Tak berselang lama Pras muncul dengan tas kertas berisi makanan pesanan sang Bos.

"Ini, Bos. Saya membeli sesuai pesanan Anda." Pria berkaca mata itu mengeluarkan beberapa kotak makan sekali pakai dengan menu berbeda lalu menatanya di atas meja.

"Hem."

"Bos, Anda yakin ingin bermalam di kantor mulai malam ini?" tanya Pras berbasa-basi.

"Hem." Untuk kedua kalinya ucapan Pras hanya ditanggapi dengan gumaman, disertai wajah kusut yang masih setia menghiasi wajah tampan seorang Arman Zayn Valmara sejak tadi siang.

"Yakin tidak mau ditemani, Bos?" Kali ini pertanyaan Pras mendapatkan tanggapan yang sama, tapi diiringi dengan tatapan melotot, nada suara yang lebih tinggi, dan gumaman yang lebih panjang dari sebelumnya. Itu artinya Arman tidak mau diajak bicara lagi.

Tanpa berpikir dua kali, Pras langsung menyingkir dari sana sebelum Arman berubah wujud menyerupai gozilla yang menyemburkan api dari mulut. Ya, begitulah Pras melihat Arman ketika sedang marah-marah.

...****************...

Malam sudah hampir larut. Arman menutup laptopnya, lalu beranjak menuju kamar tidur yang tersembunyi di balik dinding ruangannya. Dia melepas dasinya, lalu berbaring di tempat tidur yang empuk, mencoba untuk melepas beban pikiran yang memenuhi kepalanya hari ini.

Sebelum memejamkan mata, Arman memutuskan untuk memantau Baby Akira terlebih dahulu. Namun, matanya langsung terbuka lebar, rasa kantuknya seketika lenyap ketika melihat pemandangan di layar ponselnya—Firda sedang bersiap menyusui Akira.

"Astaga, kenapa dia mengeluarkan semuanya?" gumamnya, matanya terpaku pada layar. "Ternyata itunya besar sekali. Bahkan lebih besar dari kepala Akira," lanjutnya, suaranya hampir tidak terdengar.

Tiba-tiba Arman tersadar. "Astaga ... apa yang aku pikirkan?" Dia menggelengkan kepala, memejamkan mata, berusaha menghilangkan bayangan itu dari pikirannya. Tanpa sadar, Arman langsung melemparkan ponselnya menjauh, seperti ingin menghilangkan bukti visual yang tak diinginkan.

1
Cindy
lanjut
Lisa
Good morning Kak Ita..makasih y utk updatenya..
Lisa: Sama² Kak Ita..Amin..terimakasih juga y Kak..🙏💪
total 2 replies
Cindy
lanjutt
Cindy
lanjut
Indry Saleh
bagus karya..
Ita Yulfiana: ulala Kak Indry... thanks sudah jadi orang pertama yang kasih penilaian😍🫰🥰
total 1 replies
Indry Saleh
dek firza ohhhhhh di firza🤣🤣🤣🤣
Cindy
lanjut
💕Rose🌷Tine_N@💋
lanjut dong.. aku dah kasih vote ku yg satu satu nya nih😂
Ita Yulfiana: makasih banyak loh Kak sudah jadi orang pertama yang ngasih vote🫰😘🤭
total 1 replies
💕Rose🌷Tine_N@💋
apakah org tua Firda penghianat di perusahaan Arman ya?
tp kan Firda gk tau....jd gk bisa jg melampiaskan amarah ke dia nya dong..
💕Rose🌷Tine_N@💋
jd penasaran...ada informasi apa ttg Firda ya?
💕Rose🌷Tine_N@💋
aku mampir😍
Ita Yulfiana: makasih banyak Kak Rose🙏🏼🥰 semoga suka yah😊😊
total 1 replies
Indry Saleh
sippppp ceritanya, masih dipantau bab selanjutnya
Ita Yulfiana: makasih banyak Kak Indry🙏🏼🥰 semoga suka yah😊😊
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
emng lu tau firda masuk jajaran penghianat?😏
Lisa
Padahal Arman suka sama Firda 😊🤭
Cindy
lanjut
Lisa
Nah mulai terungkap tuh kejahatannya Ibu Risma..ayo Arman bereskan masalah itu..lindungi Firda..
Sastri Dalila
😂😂😂
Lisa
😊😊😊 ya tuh 2 pria mulai memperebutkan 1 wanita 🤭
Lisa
Wah Pras mulai berani menggoda Firda y 😊🤭
Sastri Dalila
😅😅😅😅😅kocak 2 org ne
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!