Rachel selalu bermimpi buruk yaitu mimpi ia sedang di penggal dihadapan ratusan orang gaunnya penuh bercak darah. Rasa kekecewaan, rasa kesedihan, dan rasa kebencian menjadi satu.
Tetapi Rachel merupakan seorang gadis mahasiswa. Rachel selalu keheranan kenapa dia selalu bermimpi seperti itu apalagi tempat itu seperti jaman dahulu bukan jama sekarang yang terdapat mobil, pesawat dan gedung pencakar langit.
Suatu hari dia terbangun tetapi terlihat tampak nyata bangunan dengan penuh artefak pada jaman Eropa dulu. Rachel tiba-tiba teringat semua dia tidak bermimpi buruk tetapi itu merupakan hal yang benar-benar nyata dikehidupannya duhulu. Nama ia yang asli adalah Daisy yaitu seorang ratu di kerajaan Trayvon tetapi digulingkan dengan cara keji, licik dan difitnah. Seluruh keluarganya satu-persatu di penggal oleh raja yang bodoh dan seorang perempuan yang ingin menjadi ratu.
Dia memutuskan untuk membalas dendam, tidak akan membiarkan dia perempuan licik menjadi ratu dan melindungi keluarga yang dia cintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana Flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tata Krama
"nona banguun sudah pagi", ucap pelayan lilith.
"huaaap ini hari apa?", ucap Daisy bangun dari kasur masih setengah sadar.
"hari Selasa nona", ucap pelayan lilith.
"ya ampun aku kesiangan lagih.. tidak hari ada kelas dosen killer.. tidaaaak", ucap Daisy bangun tergesa-gesa dan menuju kamar mandi.
"kenapa kamar mandi nya jauh sekalii.. tunggu dulu aku lupaa, aku Daisy bukan rachel lagih", ucap Daisy.
"nona.. Nona kenapa? apa yang nona ucapkan?", ucap pelayan lilith kebingungan.
"hah.. sudah lupakan sajah tadi yang saya ucapkan tolong siapkan baju.. hari ini Countess Rowena datang", ucap Daisy.
"baik nona", ucap pelayan lilith.
Daisy pun masuk ke kamar mandi.
"lilith akhir-akhir ini nona agak aneh.. kata-kata nona yang ucapkan saya tidak paham", ucap pelayan amber.
"mungkin waktu nona keluar, nona terjatuh dan merubah sikap nona jadi lebih baik..", ucap Daisy. Berpikir positif memang sangatlah baik.
Para pelayan membantu Daisy bersiap-siap dan menyiapkan sarapan pagi. Daisy pun turun tanggal hari ini Daisy mengganti gaun sedikit mengembang berwarna baby pink dengan rambut terurai.
"Countess Rowena terimakasih sudah datang dan mengajar untuk anak saya", ucap ibu.
"terimakasih lady Laura karena sudah mempercayakan saya untuk menjadi guru", ucap Countess Rowena sambil menyeruput teh.
"ah.. itu Daisy anak saya Countess, beri salam Daisy", ucap ibu.
"selamat pagi nyonya Countess Rowena.. saya Daisy Bradley.. mohon bimbingannya..", ucap Daisy tersenyum sambil membungkuk sedikit dan mengangkat gaunnya.
"ya ampun anak lady sangat cantik sekali dan sopan.. sebuah permulaan yang bagus", ucap Countess sambil tersenyum.
"terimakasih atas pujiannya nyonya Countess", ucap Daisy.
"mari duduk nona Daisy", ucap Countess Rowena.
"kalau begitu ibu tinggal dulu masih ada urusan mohon Countess untuk membimbing Daisy", ucap ibu.
"baik lady Laura", ucap Countess Rowena.
Mereka pun duduk bersama di ruang tamu sambil berhadapan.
"nona Daisy anda sangat cantik sekali.. karena didepan ada teh mari kita mulai belajar cara meminum teh dengan baik agar dilihat lebih cantik", ucap Countess daisy.
"baik Countess", ucap Daisy tersenyum.
saya sama sekali tidak diberi napas, langsung belajar, dalam hati Daisy.
"saat mengaduk teh arah putaran sendok harus dari arah jarum jam angka enam sampai jarum jam angka 12. Usai mengaduk teh, tidak boleh meninggalkan sendok di dalam cangkir bagian depan. meminum teh juga harus anggun dan postur tubuh harus tegak dan tidak membungkuk, paham nona?", ucap Countess Rowena.
"iya paham Countess", ucap Daisy.
"silahkan langsung dipraktekkan, nona", ucap Countess Rowena.
Daisy pun langsung menusukkan apa yang di katakan oleh Countess. Daisy menganduk teh dengan pelan dari jam 6 ke jam 12 dan melatakkan sendok teh samping kanan gelas dan meminumnya sedikit dengan posisi badan tegak.
Countess Rowena pun merasa puas dengan apa yang dilakukan oleh Daisy. Mereka pun langsung menuju ke pelajaran tata krama cara menyapa kepada para bangsawan, makan, tersenyum, cara berbicara, berpakaian, sampai pada sore hari yaitu tata krama berjalan. Daisy benar-benar bosan dengan belajar mengenai tata Krama.
sepertinya aku akan menjadi orang gila saking bosennya. Countess menjelaskannya sangat bosa n lebih baik masuk ke kelas dosen killer dari pada tata krama. aku ingin menangisss, dalam hati Daisy.
"nah nona mari kita ke taman kita selanjutnya yaitu cara berjalan dengan anggun", ucap Countess Rowena.
mereka pun menuju ke taman. Daisy hanya menuruti sambil tersenyum canggung.
"ketika berjalan badan anda harus tegak, dagu sedikit naik ke atas, pandangan lurus kedepan, pelan-pelan, nona harus tersenyum, tangan kedua nona kedepan, nona harus berjalan di garis lurus yang saya sudah garis. silahkan nona berjalan", ucap Countess Rowena.
Daisy pun berjalan lurus mengikuti garis yang dibuat oleh Countess. Badan Daisy saat berjalan tidak setabil dan bergerak ke kanan dan ke kiri membuat Countess menghela napas panjang.
"nona jangan seperti itu badan nona harus tegak", ucap Countess Rowena.
aku akan gila disini ada rumah sakit jiwa tidak? mending aku jadi pasien sakit jiwa saja. dalam hati Daisy.
Tetapi Daisy terus berusaha tidak mudah menyerah. Daisy terus berjalan akhirnya dia bisa berjalan dengan anggun. Hari pun sudah mulai malam.
"Nona cukup disini saja pelajaran nya, nona sangat pintar dan mudah memahami tidak seperti putri bangsanya yang lainnya. nona tidak mudah mengeluh", ucap Countess Rowena.
"terimakasih nyonya atas bimbingan nya", ucap Daisy tersenyum dan membungkuk sedikit.
Countess Rowena pun pamit pulang. Daisy buru-buru masuk kekamanya.
"badan ku remuk semua.. padahal kegiatannya tidak terlalu berat mungkin cape mental karena membosankan", ucap daisy.
"nona harus semangat karena sebentar lagi nona debut masa kedewasaan", ucap pelayanan.
"Iyah benar apalagi itu cara membosankan. Apa aku harus belajar tersenyum palsu dan berbicara basa basi", ucap daisy.
"nona tidak senang? bahkan para putra dan putri bangsawan lain mereka sangat menantikan hari debut kedewasaan mereka", ucap pelayan.
Daisy menghela napas panjang.
Tidak kerasa sudah 3 bulan Daisy belajar tata Krama dengan Countess Rowena. Besok akan di adakan pesat Debut kedewasaan Daisy para pelayan sangat sibuk untuk mempersiapkan pesta.
buat otor semangat jg ya😘
mantap Thor
semangat up dan jaga kesehatan kakak
mari kita saling mendung kak
Mantap Thor.
Lanjutkan
Semangat