NovelToon NovelToon
Dendam Ratih Dan Cinta Sang Pangeran Ular

Dendam Ratih Dan Cinta Sang Pangeran Ular

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Hantu / Iblis / Misteri / Roh Supernatural
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Ratih gadis miskin yang lugu dari Desa Cempaka yang di cintai oleh sosok Siluman ular yang berusia ribuan tahun----Setelah cintanya dikhianati oleh Arya, anak kepala Desa dusun Cempaka. Ratih Dipaksa membuat Perjanjian pernikahan dengan Pangeran Naga Seta yang sudah terobsesi pada Ratih----demi keamanan desanya lewat pernikahan gaib.
Warga Desa yang kembali terikat dengan Siluman ular penghuni aliran Sungai Seta harus memberikan sayeba setiap sebulan sekali untuk Siluman ular penghuni sungai, akankah warga desa terlepas dari perjanjian gaib ini.
Mengisahkan Dendam, Sakit hati, dan Perjanjian gaib di jadikan satu dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Ratih berjalan kembali ke kamarnya, dirinya mendudukkan diri di dalam kamar. Dirinya tahu ini sudah masuk ke alam gaib---tapi bagaimana caranya dirinya keluar dari sini.

Seorang dayang dengan rambut sanggul dengan bunga di kepalanya, mendekati Ratih.

"Gusti Putri apa butuh sesuatu?" tanya seorang dayang pada Ratih.

Ratih hanya menggelengkan kepala nampak, kali ini hatinya amat tak mau memikirkan apapun saat ini.

Pikirannya terus mengarah ke sang ibu, bagaimana keadaannya? apa disana baik-baik saja? hatinya amat tak tega.

Dirinya ingin sekali melarikan diri.

Ratih amat putus asa lantaran tak bisa keluar dari alam gaib ini, sungguh malang nasibnya. Tak lama seorang dayang mendekatinya.

Tangan Ratih menyentuh bahu salah satu dayang yang mengenakan kemben sebawah dada warna coklat dan jarik batik.

"Gusti Putri?" ujarnya, saat menoleh Ratih nampak gemetar lantaran matanya berubah menjadi hijau selayaknya mata ular.

"Apa butuh sesuatu, kanjeng putri?" tanya dayang itu.

"Aku mau bertanya bagaimana caranya keluar dari sini? Aku mau kembali ke alam manusia," kata Ratih dengan ketakutan dan rasa putus asa.

Dayang itu langsung bersimpuh di bawah kaki Ratih, lalu gadis ini langsung menyuruhnya seolah membantunya berdiri.

"Apa yang kamu lakukan? Bangun," pintanya.

"Mohon ampun Gusti kalo hamba lancang, karena---Hamba tak berani mengatakannya takut jika Hamba di hukum oleh yang mulia Pangeran," bisiknya dengan nada lirih.

Ratih terduduk di atas kasur, gadis yang mengenakan  kemben putih sedada dengan mewah dan bawahan batik, rambutnya di gerai setengah dan atasnya dihiasi tusuk konde emas dan mahkota permata.

"Ibu gimana keadaannya sekarang," ujar Ratih.

Ranjang empat tiang yang berwarna kayu jati di ukir indah dengan motif ular dan teratai. Tirai tipis dari sutra bergoyang lembut, arus air terus bergoyang.

Arus air sungai terus mengalir membuat angin sepoi-sepoi menerbangkan tirai di atas ranjang dan juga rambut Ratih.

Arsitektur kamar ini menyerupai kerajaan masa silam, megah namun mengandung hal mistis, di tambah menyimpan kesepian yang mendalam.

Salah satu dayang yang iba melihat Ratih seperti itu mendekatinya, lalu duduk di bawah ranjang.

"Kanjeng?" panggil salah satu dayang di kakinya, yang tadi berwujud ular sungai berubah menjadi manusia.

Ratih yang melihat itu mengusap air matanya lalu tersenyum ke arah dayang itu, Ratih juga mau duduk di lantai tapi dayang itu melarangnya dan tetap duduk di atas ranjang.

"Kanjeng Putri kenapa sedih? Terimalah Cinta Gusti Pangeran, karena cintanya amat tulus," ujar dayang tersebut.

Ratih tersenyum menatap dayang itu, dengan tatapan mata yang sudah berkaca-kaca.

"Aku ini manusia," ujar Ratih dengan lirih.

"Kanjeng putri...Sebaiknya terimalah pangeran jadilah seperti kami yang menjadi mahkluk bisa hidup ratusan tahun," ucap dayang itu berusaha meyakinkan Ratih.

"Iya tapi aku sudah pernah di sakiti pria, aku masih belum bisa menerima pria lain di hatiku," jawab Ratih dengan mata yang sedih.

Dayang mendekati Ratih dan duduk di bawahnya menatap Ratih.

"Kanjeng tahu... jika Gusti Pangeran sudah kehilangan pendamping...," ucapan dayang itu membuat Ratih mengangkat sebelah alisnya.

"Memang siapa pendamping sebelumnya? Apa sebelumnya Naga Seta sudah memiliki istri?" tanya Ratih menanyakan hal ini pada dayangnya.

"Iya, istrinya namanya Gusti Putri Minanti. Dia sama seperti anda manusia juga...hidup di masa lalu sangat lampau...sebelum agama hindu masuk," jelas salah satu Dayang.

"Lalu apa yang terjadi padanya?" tanya Ratih dengan penuh selidik.

"Dia terbunuh saat bertarung dengan keturunan sunan saat itu dia tengah mengandung," jelasnya.

Mendengar itu Hati Ratih menjadi terenyuh, lantaran hidupnya yang tragis.

"Iya, padahal kami sudah menyuruh Pangeran menikah lagi dari salah satu utusan pantai selatan tapi Pangeran selalu menolaknya," ucap dayang itu.

"Menolaknya tapi kenapa?" tanya Ratih.

"Karena Pangeran mau menikahi gadis manusia seperti Kanjeng Putri, bukan sebangsa dengan kami," jawab sang dayang.

Ratih menghela napas lelah, dirinya merindukan cahaya matahari, merindukan aktivitas seperti manusia meski dunia itu sudah menyakitinya.

Keinginan Ratih sederhana dirinya tak ingin menjadi milik siapapun, bahkan yang menawarinya adalah mahkluk setampan dan seagung Pangeran Naga Seta.

Ratih yang tengah berbincang dengan Dayang tiba-tiba pintu di buka dengan keras, membuat para dayang dan ratih yang ada di kamar terperanjat kaget.

Duar!!

Pangeran Naga Seta berdiri di ambang pintu tatapannya nampak marah dan emosi, wujudnya setengah manusia dan setengah ular putih datang mendekati Ratih.

"Kalian semua keluar!" titah Naga Seta lantang membuat arus aliran sungai kian deras.

Para dayang yang semula sibuk berbincang dengan Ratih, ada yang sibuk menaruh dupa dan sibuk merapikan kamar langsung gemetar melihat sang pangeran yang marah.

Mereka semua yang mengenakan kemben halus yang menutupi sampai dada, rambut mereka di sanggul rapi dengan bunga teratai putih sebagai hiasan rambutnya----tanpa berani bertanya langsung menunduk.

Melangkah mundur, begitu juga dengan dua dayang yang di kaki Ratih, gerakannya anggun namun tergesa, dalam hitungan detik sosok para dayang berubah menjadi wujud ular sungai.

Kamar menjadi sunyi hanya pangeran Naga Seta dan Ratih di kamar.

"Pangeran...," bisik Ratih menatap sosok Naga Seta masuk ke kamarnya dalam wujud setengah manusia.

Naga Seta merayapkan ekornya menuju Ratih yang duduk di tepi ranjang empat tiang, lalu menutup pintu kamarnya.

"Pangeran anda mau apa?" tanya Ratih mundur ke pojok kasur sambil mendekap lututnya.

*

*

*

1
neni nuraeni
mungkin kah anaknya yg melindungi ibunya,,, kalau iya bkl tmbh seruuu ni
Putri Sabina: Yah itu udah insting anak laki-laki kak, kalo dimana² pasti akan melindungi ibunya
total 1 replies
kinoy
kyknya pemuda tu anak Ratih ma seta deh
Putri Sabina: itu kekuatan nya kak dari bangsa siluman🙏
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuuut
neni nuraeni: ok deh😉
total 2 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐁𝐞𝐫𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩 𝐱 𝐬𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐀𝐦𝐛𝐚𝐫𝐚𝐰𝐚𝐭𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐡 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐤𝐦𝐛𝐚𝐥𝐢 𝐤𝐞 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐚𝐣𝐚 𝐬𝐢𝐡.
𝐒𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐚𝐣𝐚 𝐑𝐚𝐭𝐢𝐡 𝐠𝐚𝐤 𝐝 𝐛𝐮𝐧𝐮𝐡. 😞
Putri Sabina: ikutin aja kak alurnya😄
total 1 replies
neni nuraeni
lnjuut
Putri Sabina: besok lanjut kakak
total 1 replies
neni nuraeni
wiih mantaaap.. lnjut
Putri Sabina: besok kak pasti lanjut kok😄
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
Ke desa Cempaka baru rencana, kpan ksitu nya Rania. 😂
Putri Sabina: sabar atuhh, kan lagi persiapan Dania juga masih sekolah jugaa kak😩
total 1 replies
neni nuraeni
semoga aja Ratih kuat...
neni nuraeni: iya ksian... 🙂
total 2 replies
kinoy
si Ambar cr mati..JD dia yg nambahin racun ke tubuh Ratih..SMG aj CPT ketauan trus dipateni
Putri Sabina: tunggu aja kak, karmanya buat kobra Ambarwati😄 dan orang jahat pasti akan ada karmanya🤭
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐉𝐝 𝐭𝐨𝐤𝐨𝐡 𝐛𝐚𝐫𝐮 𝐧𝐲𝐚 𝐡𝐚𝐧𝐭𝐮 toh😳😆, 𝐠𝐚𝐤 𝐧𝐲𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚 𝐭𝐩 𝐬𝐞𝐫𝐮 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐭𝐡𝐨𝐫. 😂
Putri Sabina: sesuai keinginan readers kak, nanti di bab selanjutnya akan ada banyak tokoh tambahan🙏
total 1 replies
🌹🌹Anggita Liani p.🌹🌹
𝐒𝐦𝐨𝐠𝐚 𝐝𝐞𝐡 𝐏𝐫𝐚𝐛𝐮 𝐍𝐚𝐠𝐚 𝐬𝐞𝐭𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐫𝐚𝐤𝐲𝐚𝐭 𝐱 𝐦𝐞𝐦𝐞𝐥𝐮𝐤 𝐚𝐠𝐚𝐦𝐚 𝐢𝐬𝐥𝐚𝐦 𝐲𝐚. 😃😃
Putri Sabina: aminn😉🙏
total 1 replies
neni nuraeni
jgn smpai dong Ratih meninggal kasian ibu ya,,,
neni nuraeni: ya dehhh
total 2 replies
kinoy
waduh..gmn nasib Ratih y
Putri Sabina: tunggu kelanjutannya kak, besok update koo😄
total 1 replies
Nur Bahagia
kamyuuu nanyaaa? 🤭
Nur Bahagia
ternyata pangerannya jahad 🤨
Putri Sabina: namanya juga siluman kak
total 1 replies
Nur Bahagia
oii pangeran.. pikirin juga dong calon ibu mertua mu
Putri Sabina: Yah begitulah kak, sifat alami siluman😉 egois🤭
total 1 replies
Nur Bahagia
seperti nya pangeran harus mengurangi ego nya 🤭
Nur Bahagia
kenapa pangeran tau2 ngamuk 🤔 jangan bilang kalau kamu masih labil pangeran 🤣🤭
Putri Sabina: bukan labil, dia nggak mau Ratih pergi kak🤐
total 1 replies
neni nuraeni
yaaa bersmbung
neni nuraeni: 👌 othor... dtunggu ya klnjutannya... 🥰
total 2 replies
Nur Bahagia
kalo kamu berhutang budi, harusnya dari dulu kamu bantu Ratih dan keluarga nya biar bisa hidup enak 😁🤭
Putri Sabina: Naga Seta maunya Ratih jadi istrinya kak🥲
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!