NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Istri Idiot

Transmigrasi Ke Tubuh Istri Idiot

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Fantasi Wanita
Popularitas:49.4k
Nilai: 5
Nama Author: Shizi

Warning⚠️ dilarang boom like, jika tidak suka dengan karya ini, ... kalian boleh skip.



Bangun dari koma, Calista Nandini menatap aneh sekelilingnya. Asing, terlihat sangat asing. Lalu, siapa lelaki itu? Kenapa dia mengaku sebagai suaminya? Semua itu terus menari-nari di dalam otaknya, dan berusaha mencari sebuah jawaban atas dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shizi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

"Sepertinya kamu cocok dengan panggilan 'Paman' lalu ketika beberapa bulan kamu akan kupanggil 'Kakek'."

"Apa 'paman' bisa-bisanya wanita sepertinya menghinaku. Memangnya aku setua itu," batin Leo dengan mata melotot.

Sebelum keluar, Calista kembali memperingatkan Leo. Jika besok sampai lupa, maka keributan menjadi jalan utama. "Ingat Paman, besok kamu harus menemaniku."

............................

Keesokan harinya bertepatan dengan hari sabtu. Sesuai rencana kalau Calista ingin pergi dan meminta Leo menemaninya. Namun, bukannya bersiap-siap justru Leo masih tertidur sangat pulas.

Dengan kesal dan beberapa kali menghentakkan kaki, Calista pun memilih untuk membangunkannya. “Dasar pemalas, ini sudah pukul sembilan, tapi dia belum bangun juga.”

Kebetulan Calista yang kini sudah masuk untuk mengecek apakah sudah bangun atau belum, ternyata benar. Jika suaminya belum bangun juga.

Kedua tangannya masuk ke saku. Netranya mengelilingi luas kamar itu hingga pikiran jahat muncul dibenaknya. "Memangnya aku tidak tahu jika kamu sengaja ... Hahaha, lihat saja apa yang akan terjadi."

Tidak lupa menjentikkan tangan, lalu sudut bibirnya terangkat dan ....

"Argh ... wanita sialan! Apa kamu ingin menjadi janda muda, huh?"

Pernyataan keluar secara spontan membuat Calista tertawa lepas. Bahkan di kehidupan sebelumnya ia tak pernah sesenang seperti sekarang.

"Tuan tampan, kakimu cukup membuatku terkesima."

Seketika Leo menutupi kedua kakinya dengan selimut. Sungguh, itu bukan Calista. Mungkinkah ... dia sedang kesurupan? Memangnya masih jaman di era digital seseorang kerasukan? Argh sudahlah.

Belum sempat Leo memarahi Calista habis-habisan. Tiba-tiba saja ada dua orang masuk tanpa izin. Siapa lagi kalau bukan bibi dan termasuk asisten Genta. Memastikan jika majikannya tidak terluka.

Melihat mereka masuk, semakin membuat Leo frustrasi dan berbicara pada dirinya sendiri. “Kenapa dengan mereka semua?"

“Kenapa dengan ekspresi kalian?” tanya Leo pada akhirnya.

"Waktu yang tepat untuk bertanya," batin Genta.

Meski agak canggung, tapi ia tetap harus mempertanyakannya. “Tuan, apa kamu tidak merasa aneh.” Kata Genta sedikit hati-hati.

Leo pun mengernyitkan dahinya. “Apa maksud kamu,”

“Tuan, sepertinya kamu perlu ke kamar mandi. Lalu, kita akan pergi untuk bicara.”

Berpikir sejenak, jika pergi. Yang ada Calista akan berulah dan isi hatinya harus bisa memberi pilihan. "Tidak, aku tidak akan membuat Calista berulah lagi."

Melirik sesaat, ternyata Calista sedang tertawa dan membuat kedua alisnya naik turun. “Ca, kamu menertawakan apa?”

Lalu, tawa itu berhenti dan memberi jawaban atas pertanyaan Leo. “Seperti yang dikatakan asisten Genta, kenapa kamu tidak pergi ke kamar mandi dan bercermin supaya mengetahuinya.”

Tawa itu kembali terdengar. Kepala yang tidak gatal. Namun, seperti banyak kutu yang berjalan-jalan di atas sana. Menjadikan Leo tampak terlihat lelaki bodoh. Dua orang sudah mengatakan dengan kalimat sama, hingga Leo memutuskan untuk ke kamar mandi.

Beberapa detik kemudian.

Di cermin, Leo menatap wajahnya dalam pantulan cermin, hingga suara nyaring dengan emosi terkuras habis Leo berteriak. “Idiot! Dasar bedebah kecil. Awas kamu ya!”

Bukannya takut, justru Calista tertawa terbahak-bahak karena berhasil mengerjai Leo. "Tahu rasa, kan sekarang. Siapa suruh sengaja mengerjaiku."

Di dalam kamar mandi di mana Leo berada. Ia mengepalkan tangannya dan meninju tembok karena sudah terlanjur dibuat kesal. “Idiot, awas saja kamu, ya.”

Usai berhasil membersihkan wajahnya yang digambar berbentuk singa. Leo pun menuruni anak tangga satu persatu dan di bawah sana! Calista sudan menunggu dengan pakaian santainya.

Keduanya bersiap untuk pergi. Kali pertama bagi Leo juga karena selama ini yang menemaninya adalah bibi. Namun, hari ini Leo harus ikut serta. Lalu disinilah mereka berada—Mall tujuan utama Calista untuk membeli kebutuhannya.

Bukan hanya Leo, tapi asisten Genta juga ikut serta. Namun, ketika mereka hendak memasuki lantai satu. Tiba-tiba ponsel Leo berdering. “Aku akan menerima telepon. Kamu pilihlah yang bagus,”

"Baik."

Calista mengangguk dan mengajak Genta memilah barang-barang yang ingin ia beli. Namun, ketika berjalan dan bercanda dengan asisten suaminya. Tiba-tiba seseorang memakinya.

“Apa kamu buta sampai tidak melihat,”

Calista pun menunduk seraya meminta maaf karena ini semua memang salahnya. "Maaf,"

Dengan suara angkuh, hinaan demi hinaan terucap di bibirnya yang tak punya tata krama. Pada saat Genta ingin menghentikannya, justru tangannya ditahan oleh Calista dan menggeleng. Memintanya untuk tidak termakan oleh ucapan dari wanita tersebut.

Wanita itu pun mengitari Calista. Memasang wajah jijik dan berkata. "Kamu pasti dari kampung, itu kenapa tampang udikmu terlalu kentara."

Calista yang mendengar tidaklah marah. Ia hanya tersenyum ketika mendapat penghinaan. “Lantas apa ada yang salah jika wanita udik sepertiku berada di sini?”

Wanita itu semakin dibuat marah. Penampilannya yang lebih mirip seorang tukang bersih-bersih dan masuk ke toko bermerk. Sungguh tidak masuk akal. "Memangnya dengan kesombongan yang kamu pamerkan, memangnya sanggup membeli dengan harga puluhan juta? Mimpimu terlalu tinggi Nona!" Lagi dan lagi, wanita itu tertawa lepas dan dengan terang-terangan menghina Calista.

"Kita lihat saja," batin Calista dengan seulas senyum mengejek.

Tidak memperdulikan siapa dan status apa yang dimiliki oleh wanita itu. Calista pun mulai memilah barang yang ingin dia beli hingga mendapatkan lima baju di tangannya. Namun, sesuatu terjadi karena kelalaiannya.

"Argh ... dasar sial," umpat Calista beberapa kali.

1
falea sezi
di rekam lah bego🤣🤣 ceo oon
Memyr 67
𝗍𝖺𝖽𝗂 𝖽𝗂 𝗄𝗈𝗍𝖺 𝖠, 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖽𝗂 𝗄𝗈𝗍𝖺 𝖡, 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂 𝖽𝗂𝗍𝗎𝗅𝗎𝗌 𝖽𝗂 𝗄𝗈𝗍𝖺 𝖼? 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝖽? 𝖾? 𝖿 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝗓? 🤣🤣🤣
Murni Dewita
👣
YuWie
piye tho ini situasinya..membingungkan pemirsa..
YuWie
sdh sadar blm tuh calista ak freya klo dirinya bertransmigrasi
Uthie
Bangun lagi gak 😁
Uthie
Waowww... diungkap dari Kematian orang tua Ana juga tohhh 😍👍👍
Shizi🦁🦁: iya akak, karena semuanya berawal dari bapaknya🤭🤭🤭 eh si anak ketagihan jadilah nge bunbun😄 setelah Ana reankarnasi. isi otaknya udah beda.
total 1 replies
Uthie
Lanjjjjjuuuuttttt 👍👍👍👍🤩
Uthie
Semakin menegang kan 😍👍
Uthie
Hajjjjaarrrr 👍👍👍😆😆
Uthie
Good Choice Rara 👍👍😡
Uthie
segera ungkap 😁👍
Uthie
Lanjuuttttt 😍
Yuni Anto
🙄/Cry/kenapa selalu bikin penasaran/Cry/n ga sabar nunggu up
Ina Jumi
bagus tp tak tau cara membaca kelanjutan nya
Shizi🦁🦁: tunggu eps selanjutnya ya akak.
total 1 replies
Ina Jumi
bagus bikin penasaran tp gmn caranya membaca kelanjutan nya
Uthie
Siapaa sihhh.... 😂😂😂😂
Uthie
Ana masih blm juga bilang sebenarnya 😁
Shizi🦁🦁: 🤭🤭🤭sabar ya, baru juga masuk ke makam🤣 biar syok tuh si Leo.
total 1 replies
Uthie
Duhhh...pas moment mau terungkap kebenaran nya malah harus nunggu lagiii 😂😂😂
Uthie
nexxxttt 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!