Erika Putri seorang office girl dan pelayan kafe bekerja keras membiayai pengobatan ibunya yang sakit kanker usus.
kehilangan ibu, dan mendapat ayah...
menemukan cinta lalu kehilangan cinta...
memilih antara menjadi musuh atau seorang istri, kisah tentang mencintai orang yang tepat...
selalu ada kata terlambat untuk cinta, miliki sekarang atau kehilangan selamanya...
cintai lah orang yang mencintai kamu berjuang dan kembali ke sisi nya. selalu ada pilihan bertahan atau pergi...
lalu kembali di saat yang tepat,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anggrea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kopi di kafe
hari Minggu Erika masuk kerja dari jam 9 sampai jam 5 sore di kafe itu. Erika sedang mengelap meja meja lalu pintu kafe terbuka ternyata kakek masuk
" kakek sapa Erika dengan nada ceria
" kopi atau jus atau apa? tanya Erika lagi
" kopi aja nak
Erika kebelakang membuatkan kopi kakek lalu pemilik kafe mendekati Erika
" kamu kenal orang itu, sambil menunjuk kakek Arif
" iya, kakek Arif teman Erika, Erika antar dulu ya
" ini kek kopi nya, kakek mau makan? tanya Erika sambil duduk menemani kakek pas kafe lagi sepi Erika jadi bisa sedikit santai...
" kek, jam ini kakek beli untuk Erika kan?
" itu jam anak perempuan kakek, kakek kasih ke kamu..
" semalam pak Arjuna itu sampai narik tangan Erika kek, semalam Erika banyak ngobrol dengannya, malah pak Arjuna bantu Erika pas mau pingsan diruang nya, o ya pak Arjuna tanya Erika dapat jam ini dari mana Erika jawab aja dari teman Erika kan Kakek memang teman Erika...
" kamu banyak bicara dengannya?
" iya, ternyata orangnya tidak se galak penampilan nya, Erika kebelakang dulu ya kakek mau makan Erika buatin
" nggak kakek cukup ini aja kakek mau cepat
" oh iya .Erika kerja dulu hari ini Erika traktir lagi...
sudah hampir jam 5 Erika sudah mau pulang. kafe nya lagi ramai. Erika sedang membersihkan meja lalu pak Arjuna masuk dan langsung duduk di meja yang sedang Erika bersihkan
" eh maaf lagi dibersihkan.... eh pak Arjuna beneran kesini, sebentar ya saya buatin kopi
Erika langsung kebelakang dan buatkan kopi tak lama Erika mengantar kopi ke depan pak Juna
" ini silahkan... bapak beneran kesini, hari Minggu juga kerja?
" kamu banyak tanya
" ih saya cuma bersikap ramah pada orang yang saya kenal disini bapak bukan bos saya...
Erika sedikit mengejek pak Juna . tanpa mereka ketahui kakek Arif memperhatikan Erika dan Juna dari luar
" saya duduk sini dulu ya jam kerja saya udah abis ,ujar Erika sambil melihat jam yang diberi Kakek Arif. Juna melirik jam yang di tangan Erika
" bapak masih kira saya curi jam ini? ini hadiah dari teman saya
" siapa?
" teman baik saya ditaman depan gedung bapak itu
" sudah berapa lama kamu kerja di perusahaan saya
" 4 bulan, baru sebentar y
" kamu kerja di 2 tempat
" iya,
" gaji ditempat saya tidak cukup
" kenapa bapak mau naikin gaji saya? Erika tertawa dan pak Arjuna melirik tajam ke Erika
" jangan marah, saya harus cari uang untuk ibu saya yang sakit, saya ke kota ini untuk mengobati ibu saya.
" kamu terlihat tidak sedih...
" saya harus kuat dan bertahan, menangis saja tidak akan membantu ibu saya, dan fikirin hari ini aja besok masih misteri jadi saya berusaha hari ini kalau tidak kuat ya saya nangis jangan ditahan...
anehnya Arjuna yang dingin dan selalu sinis itu suka mendengar Erika yang cerewet itu.
" sok kuat
" biarin!! silahkan menikmati kopi nya saya mau pulang kali ini saya yang traktir.
Erika tersenyum manis pada pak Arjuna
Erika kebelakang mengambil tas nya dan mengganti pakaiannya . Erika keluar dari pintu belakang dan berjalan ke depan untuk menunggu bus. lalu sebuah mobil berhenti di depan Erika
" masuk saya antar kamu pulang
" waaahhh Erika naik mobil bagus, yakin?
" banyak ngomong saya pergi ni
" eh iya iya lumayan bisa naik mobil bagus
Erika pun membuka pintu belakangan
" eehh kamu kira saya supir.
" emang supir kan? kan bapak yang bawa mobil emangnya saya ..
" saya beneran pergi ni..
" eh iya iya...
Erika membuka pintu depan dan duduk disebelah pak Arjuna
Erika tidak terlihat canggung karena memang Erika gadis yang ceria.
" makasih ya pak, antar saya kerumah sakit aja
" ibu kamu sakit apa?
" HM... kanker usus
" ayah kamu?
" Erika nggak tau nggak pernah ketemu dari kecil saya cuma dengan ibu aja.makasih udah bertanya, itu pak didepan situ.
mobil berhenti didepan rumah sakit dan Erika langsung turun.
" terimakasih pak, sampai ketemu besok
Erika tersenyum pada pak Juna dan pak Juna juga tersenyum pada Erika
saat Erika pergi Juna sadar kenapa aq bisa tersenyum, apa pun yang gadis bodoh itu lakukan membuat ku senang...