NovelToon NovelToon
Pedang Cahaya Naga

Pedang Cahaya Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Kelahiran kembali menjadi kuat / Budidaya dan Peningkatan / Perperangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Ilmu Kanuragan
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: dwi97

Lian shen ,seorang pemuda yatim yang mendapat kn sebuah pedang naga kuno

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dwi97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayangan Roh Kabut

Hutan Kabut berguncang oleh raungan makhluk bayangan. Liang Shen dan Lin Feng berdiri berdampingan, pedang mereka menyala seperti dua bintang di tengah malam pekat. Roh kabut yang menyerang bukan hanya satu—dari balik kabut, puluhan bayangan lain bermunculan, mata merah menyala, tubuh mereka bergoyang seperti asap namun mencakar dengan kekuatan nyata.

Liang Shen menelan ludah. Tangannya masih gemetar karena luka, tapi sumpahnya membuat ia tak bisa mundur. “Begitu banyak…” gumamnya.

Lin Feng mengerutkan alis, pedangnya terangkat. “Jangan biarkan mereka menyentuhmu. Sekali roh kabut merasuki tubuh, kau tidak akan pernah kembali menjadi manusia.”

Sebelum Liang Shen sempat bertanya lebih lanjut, salah satu roh kabut melesat secepat kilat, cakarnya menebas. Refleks, Shen mengayunkan pedang naga. Cahaya perak meledak, membelah kabut itu menjadi dua. Teriakan roh terdengar melengking sebelum tubuhnya lenyap.

Tapi untuk setiap roh yang hancur, dua lagi muncul dari balik kabut. Liang Shen semakin kewalahan. “Tidak ada habisnya!”

Lin Feng bergerak cepat, pedang putihnya menari di udara, meninggalkan jejak cahaya berbentuk lingkaran. “Kabut ini adalah sarang mereka. Selama kabut tetap ada, roh-roh itu tidak akan berhenti lahir!”

Liang Shen teringat suara roh naga dalam hatinya. “Shen… pedang ini bisa menembus akar kabut. Gunakan darahmu.”

Shen menggertakkan gigi. Ia menggores telapak tangannya di bilah pedang. Darahnya menetes ke logam, bercampur dengan cahaya perak. Pedang naga segera meraung, cahaya naga raksasa menyembur, menerangi seluruh hutan.

Para roh kabut melengking, tubuh mereka terbakar oleh cahaya itu. Tapi kabut justru semakin menggila, berputar liar, hingga membentuk sosok raksasa setinggi pohon.

Liang Shen membeku. Itu bukan roh kabut biasa—sosok raksasa itu memiliki wajah menyerupai manusia, dengan mulut besar berisi taring, dan mata merah darah yang menatap penuh kebencian.

Lin Feng terperanjat. “Itu… Raja Roh Kabut! Bagaimana bisa ada makhluk seperti ini di sini?!”

Raja Roh Kabut mengaum, suaranya seperti ribuan jiwa yang menjerit sekaligus. Tanah bergetar, pepohonan tumbang. Liang Shen hampir terjatuh, tapi Lin Feng menarik lengannya.

“Kita tidak bisa melawannya secara langsung!” teriak Lin Feng.

Namun roh naga dalam pedang Shen bersuara: “Tidak, Shen. Inilah ujianmu. Jika kau lari, kabut akan terus mengejarmu. Hanya dengan mengalahkan Raja Roh Kabut, jalanmu ke utara akan terbuka.”

Liang Shen menatap pedang naga, lalu ke arah Lin Feng. “Kalau begitu, kita harus melawannya bersama!”

Lin Feng menatapnya ragu, tapi melihat cahaya perak di sekitar Shen, ia mengangguk. “Baik. Aku akan membantumu.”

Raja Roh Kabut mengangkat lengannya yang seperti kabut pekat, lalu menebas ke arah mereka. Liang Shen melompat ke depan, mengayunkan pedang naga. Cahaya perak bertabrakan dengan kabut hitam, ledakan besar menghantam hutan.

Lin Feng melompat ke udara, pedangnya menebas membentuk tanda lingkaran. Dari tebasannya, puluhan bilah cahaya putih menghujani tubuh raksasa kabut, memotong-motong sebagian kabutnya. Tapi Raja Roh Kabut hanya meraung lebih keras, menyerap kembali kabut di sekitarnya untuk memulihkan diri.

“Dia menyerap kabut sebagai kekuatan!” seru Lin Feng.

Roh naga bersuara lagi. “Shen, tusukkan pedangmu ke jantungnya. Itu satu-satunya cara menghentikannya!”

Liang Shen mengangguk. Dengan sekuat tenaga, ia berlari menembus kabut. Tubuhnya diterpa angin tajam seperti ribuan pisau, darah mengalir dari kulitnya. Tapi matanya tetap fokus ke inti merah menyala di dada Raja Roh Kabut.

“AAAHHHH!” Dengan teriakan penuh tekad, Shen melompat dan menusukkan pedang naga tepat ke inti itu.

Cahaya perak meledak, naga raksasa muncul dari pedang, melilit tubuh Raja Roh Kabut. Makhluk itu menjerit, tubuhnya terurai menjadi kabut tipis yang kemudian menghilang.

Kabut yang menyelimuti hutan pun perlahan terangkat, menyisakan udara dingin tapi jernih. Liang Shen jatuh berlutut, napasnya berat, tubuhnya penuh luka.

Lin Feng menghampiri, menahan bahunya. “Kau benar-benar gila… tapi juga luar biasa.”

Liang Shen menatap pedangnya yang masih bersinar samar. “Aku tidak punya pilihan. Aku harus terus maju, meski harus melawan monster seperti itu.”

Lin Feng terdiam sejenak, lalu tersenyum tipis. “Kalau begitu, mulai hari ini… kau tidak berjalan sendirian. Aku akan ikut bersamamu.”

Shen menoleh, sedikit terkejut. Tapi melihat kesungguhan di mata Lin Feng, ia hanya mengangguk lemah.

Langkah pertama persahabatan mereka pun dimulai, di bawah langit Hutan Kabut yang kini perlahan kembali tenang.

1
Nanik S
Apakah mereka akan menjadi teman
dwi97: trimakasih kk.
total 1 replies
Nanik S
Mantap 👍👍
Nanik S
Apakah Liang akan menyelamatkan Adiknya
Nanik S
Hadir... awal yang bagus
dwi97
yuk simak terus
dwi97
yuk tinggalin jejaknya. di like dan komenya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!