Garvesya seorang gadis nakal yang mendadak transmigrasi ke dalam sebuah novel di mana kisah pemeran utama wanita sangat tragis.
Sejak pemilik tubuh asli mengalami luka bakar di kulitnya hampir 70% karena insiden kebakaran di acara pertunangannya itu, pemeran utama wanita diabaikan keluarganya, dicampakkan tunangannya, di pecat dari pekerjaannya dan dijauhkan para sahabat dan akhirnya kesadaran pemeran utama wanita di nonaktifkan.
Garvesa mengambil alih tubuhnya dan dibekali sebuah kecerdasan buatan, sistem super canggih. Misi balas dendam ini harus berhasil, jika tidak ia mendapatkan hukuman, jika ia berhasil menyelesaikan misi balas. dendam pemilk tubuh asli itu, maka ia akan di kembalikan ke dunia nyata, jika tidak selamanya terperangkap di dunia novel.
Mampukah Garvesa menyelesaikan misi atau malah sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6 Misi Baru
...⛈️❤🩹⛈️❤🩹⛈️❤🩹⛈️❤🩹⛈️❤🩹❤🩹⛈️⛈️❤🩹...
...Happy Reading...
...⛈️☘️⛈️☘️⛈️☘️⛈️☘️⛈️☘️⛈️☘️⛈️☘️...
Garvila menikmati malam ini, ia melihat ke kiri dan kanan, dan melihat dua wanita yang sedang duduk di cafe.
Di dalam ingatannya, dua wanita itu adalah temannya dan mereka berdua punya hutang padanya.
Garvila tersenyum licik. "Saatnya aku tagih hutang mereka."
Garvila pun berjalan menuju cafe tersebut. "Ah dengan wajah ku seperti ini, pasti akan menakuti orang-orang di dalam cafe, sepertinya aku harus menunggu mereka keluar," gumam Garvila melihat banyak sekolah orang-orang di cafe itu sedang menikmati makanan dan minuman mereka.
Ting!
[Misi baru]
[Menagih hutang hingga dapat uang itu kembali]
[Status misi sedang berlangsung]
Tak lama kemudian, kedua wanita itu keluar dari cafe sambil tertawa puas, entah apa yng mereka bicarakan hingga terbuat bahagia.
Garvila berjalan di belakang mereka. "Wah, serius sekali ya, kenapa tidak mengajak ku?"
Kedua wanita itu membalikkan badannya dan terkejut setengah mati karena ketakutan melihat wajah Garvila.
Saa mereka ingin melarikan diri, secepatnya Garvila memegang tangan mereka berdua. "Kalian ingin melarikan diri kemana? ini aku lho, Garvila," ucap Garvila tersenyum di balik wajahnya bekas luka bakar itu.
"Astaga! Kamu menakutkan kami tahu," ucap salah satu wanita biru bernama Rena, dan satunya bernama Dara.
"Lepaskan tangan kami!" ucap Dara terlihat tidak senang.
"Lho, bukannya kita dekat dulu ya, kenapa sekarang kalian ingin menjauhi ku?" tanya Garvila yang tidak ingin melepaskan tangan mereka berdua.
"Lepaskan! sakit tahu," ucap Rena dengan wajah kesal.
"Oke, aku lepaskan tangan kalian, tapi bayar dulu hutang kalian," kata Garvila.
Rena dsn Dara saling berpandangan. "Hutang apa nih? Mana ada kmi hutang pada mu," celetuk Dara memasang wajah cemberut. mereka berdua sangat ingin melepaskan diri dari Garvila.
"Jangan pura-pura amnesia, yang harusnya amnesia itu aku setelah mengalami luka bakar yang cukup para, lah sementara kalian yang baik-baik saja malah amnesia, apa kalian mengalami luka ingatan sementara saat meminjam uang pada ku?" tanya Garvila menatap kedua temannya itu yang saling berpandangan.
Kedua wanita itu menelan ludahnya, mereka sedikit gugup karena mereka tak punya niat untuk membayar hutang.
"Kamu ngomong apa sih, kan... kan hutangnya udah di bayar," ucap Dara dengan nada gugup.
"Sebutkan hari apa, tanggal berapa dan jam berapa dan di mana kamu membayar hutangnya?" tanya Garvila membuat kedua orang itu semakin gugup.
"Anu... di... hari... hari Kamis, tanggal 20 November, jam... jam tiga sore di rumah kamu," jawab Dara ngasal.
"Wah, jawaban yang benar sekali, ternyata kamu tidak hilang ingatan jika kamu punya hutang pada ku," kata Garvila yang berhasil menjebaknya.
"Apa?" Dara dan Rena terkejut, karena pertanyaan itu menjebak mereka, karena dara sengaja menyebut hari asal-asalan, agar tidak di tagih lagi, tapi dengn jawaban itu malah menandakan jika ia memang punya hutang, karena ucapannya yang pertama jika mereka tidak punya hutang.
"Ayo sini bayar, aku akan catat hari ini, jam ini, tanggal ini dan di sini kalian membayar hutang!" kata Garvila dengan tatapan tajam tak ingin membiarkan sedikit pun kedua orang itu melepaskan diri dari hutangnya.
...❤🩹❤🩹❤🩹❤🩹❤🩹❤🩹❤🩹❤🩹❤🩹❤🩹❤🩹❤🩹❤🩹❤🩹...
mending ketiban durian 😅
itu ayah gadungan juga, malah belain 2 jelmaan medusa itu ketimbang anak kandung sendiri.