Menceritakan kisah gadis desa bernama Aida Saputri yang merantau ke Ibukota dan pada akhirnya menjadi seorang bodyguard dari Raisa Aditama putri pengusaha terkenal Wira Aditama dan Lisa Aditama. Saat dirasa telah mampu memegang perusahaan, Raisa diangkat menjadi CEO di perusahaan orangtuanya. Yang akhirnya mempertemukannya dengan CEO perusahaan lain bernama Arman Raharja.
Kisah cinta di mulai, terjadilah cinta segitiga. Raisa mencintai Arman, sedangkan Arman malah mencintai Aida. Sementara Aida sudah memiliki calon suami yang ia cintai. Lantas apa Arman akan berpindah ke Raisa yang jelas-jelas mencintainya. Atau bertahan dengan cintanya yang tak terbalas.
Selain Arman sang CEO ada sosok Aji yang berprofesi sebagai Bodyguard yang juga mencintai Aida. Di saat menanti hari H pernikahan calon suami Aida kecelakaan dan akhirnya meninggal dunia. Di akhir kisahnya siapa yang akan menjadi pendamping hidup Aida?
* Arman sang CEO yang angkuh,dingin, serta melakukan segala hal demi merebut hati Aida
Ataukah
*Aji sang bodyguard yang tulus mencintai tanpa pamrih justru rela mengorbankan nyawanya demi orang tercinta
Ikuti kisah Aida hingga berakhir indah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurjanah Sity, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. Bertemu Dia 2
"Edo ke ruangan saya sekarang", panggilan seseorang melalui ponsel.
Belum sempat ia menjawab ponsel telah dimatikan. Begitulah kebiasaan atasannya, tak memberikan kesempatan seseorang menjawab ucapannya. Meski demikian Edo tak berani mempermasahkan. Prinsip atasannya itu tak mau di bantah dan tak mau disalahkan, sedangkan sebagai bawahan mau tak mau ia mematuhinya. Sang atasan pun tak suka kata terlambat, kalau menyuruh sekarang ia harus segera bergegas datang. Ia pun sudah paham maksud sang atasannya kali ini menyuruh ke ruangannya. Ia segera ke ruangan atasannya, tak lupa membawa sebuah amplop coklat.
Tok....tok...
"masuk", terdengar suara dari dalam.
Ceklek.... pintu terbuka.
Edo segera masuk kedalam ruangan, ia pun segera mendekati Pria berjas tersebut. Dengan hati-hati ia meletakkan amplop coklat tersebut keatas meja, tepat dihadapan sang atasan. Amplop tersebut mulai dibuka, Edo pun bersiap-siap menjelaskan seluruh detail isi laporan dalam map tersebut. Atasannya seorang yang teliti setiap membaca laporan ia juga menyuruh si pembawa laporan untuk menjelaskan. Sehingga ia melihat laporan sambil mencocokkan dengan yang diucapkan anak buahnya. Ia tak mau ada perbedaan sedikitpun. Setelah kertas dalam amplop dikeluarkan Edo mulai menjelaskan.
"Gadis yang anda maksud bernama Aida Saputri ia berasal dari sebuah desa di daerah Yogyakarta. Ia disini mengontrak di jalan xx, dan sekarang bekerja sebagai OB di perusahaan Aditama Group", ucap Edo menjelaskan.
"Buat kerjasama dengan Aditama Group", perintah si Boss.
"Untuk apa Tuan?", tanya Edo ragu.
"Ya untuk balas dendam ke gadis itu", tegasnya.
"Tapi Tuan, sesuai hasil cctv yang saya periksa, gadis itu tidak bersalah Tuan. Justru dia berusaha menolong anda agar terhindar dari motor yang melaju kencang. Harusnya.....",kata Edo dipotong si Boss.
"Aku tidak peduli itu. Karena ia telah berani mendorongku. Ia berani menyentuh seorang Arman Raharja, itu artinya dia harus berurusan denganku", ucap Arman berapi-api penuh emosi.
"Tapi Tuan...",
"Aku tidak suka dibantah. Kerjakan tugasmu atau berhenti kerja.
"Baik Tuan, saya permisi", Edo segera pamit tanpa bisa membantah lagi.
Setelah Edo pergi Arman kembali memegang laporan tentang Aida. Matanya berhenti di sebuah foto Aida, nampak gadis tersebut tengah tersenyum manis. Ingatannya kembali saat ia bertemu dengan gadis itu. Gadis biasa saja, ia tak begitu cantik, kulitnya kuning langsat dan ia berjilbab. Bayangan wajah Aida tersenyum kembali terngiang-ngiang dipikirannya.
Aish.... kenapa senyumnya manis banget. Gimana sih Edo, kenapa ambil foto pas gadis ini senyum. Bisa gila liat senyumnya itu....Argh
Arman kembali menyelesaikan pekerjaannya, ia tak mau pikirannya dikacaukan oleh bayangan gadis itu. Tiba-tiba ponselnya berdering, nampak nama Mama muncul dilayar ponselnya, segera ia geser tombol hijau disana.
"Halo Ma", ucapku.
"Assalamu alaikum", jawab Mama di seberang.
"Eh... maaf ma lupa. Wa alaikumsalam. Ada apa Ma",
"Jemput Mama sekarang di dekat kafe star disampingnya ada apotik. Mama pusing", pinta Mamanya.
"Maaf Tante ini minum dulu biar enakkan", terdengar suara tak asing disamping Mamanya.
"Siapa yang lagi sama Mama?", tanya Arman penasaran.
"Ini ada gadis yang tadi nolongin Mama dan sekarang nemenin mama nunggu kamu",
"Ya udah aku kesana sekarang, Assalamu alaikum",
"wa alaikum salam", panggilan pun terhenti.
Ia kembali menghubungi seseorang.
"Edo kamu handle semua kerjaan di kantor, saya ada keperluan mendesak",
Arman segera meninggalkan ruangan dan menuju lift yang membawanya menuju lantai basement dimana terdapat parkiran tempatnya menyimpan mobil. Ia buru-buru melajukan kendaraannya dengan kecepatan maksimal. Ia tak mau Mamanya terlalu lama menunggu. Wanita yang telah melahirkannya itu ia anggap sebagai prioritas, sesibuk apapun dia tak kan mengabaikan panggilan sang Mama. Harta yang paling berharga baginya adalah Mama. Wanita itu harus dijaga dan diperlakukan terhormat. Hal ini pula yang membuatnya enggan menjalin hubungan dengan wanita, ia tak ingin menyakiti hati mereka. Karena selama ini belum ada gadis yang membuatnya jatuh hati.
***
Mobilnya pun telah tiba di sebuah kafe. Setelah memarkirkannya, Ia bergegas mencari keberadaan sang Mama. Matanya mengarah kesana kemari, ia terus berjalan sambil mencari-cari nomor ponsel Mamanya untuk dihubungi. Setelah didapat ia tekan tombol memanggil, sebelum tersambung tiba-tiba....
Bruggghhh.....
Arman menabrak seseorang hingga terjatuh, namun ia tak memperdulikannya sambil terus melangkah.
"Bapak kalo jalan hati-hati dong", suara seseorang menggerutu.
Suara itu seperti suara....
Mendengar suara seseorang membuatnya menghentikan langkahnya dan menoleh. Ternyata itu adalah Aida. Gadis yang membuatnya terbayang-bayang senyuman manis itu.
"Makanya kalo jalan pake mata", ucap Arman dengan nada tinggi.
"Hah...Bapak lagi. Udah nabrak bukannya minta maaf malah marah-marah. Emang harus ya orang kaya itu jalan sambil telfonan. Mau pamer ponsel Pak. Bapak yang salah kok marah", ucap Aida sambil bangun dari jatuhnya.
"Kamu...",ucapnya dipotong Aida.
"Sssttt.... udah ya Bapak gak usah marah-marah lagi. Saya lagi sibuk gak ada waktu buat ngeladenin omelan Bapak. Saya permisi ya Assalamu alaikum", ucap Aida.
Ia berlalu sambil menyunggingkan senyumnya lagi daan sayangnya tak kalah Manis dengan pertemuan sebelumnya. Senyum yang membuat Arman terpaku.
Deegghh..... kenapa dia kasih senyum lagi. Jantung gue jadi kayak abis lari marathon.
"Wa alaikum salam", meski cukup lama namun ia tak lupa menjawab.
Aida semakin menjauh.
Kenapa harus bertemu dia lagi. Pertanda apa ini ya Allah.
kasihan aida gara-gara metode PDKT Arman yg wow!!
\(°o°)/
bersikap galak dan sering ngebentak......😂😂😂
OB KERUDUNG BIRU