18+ SESUAIKAN BACAAN DENGAN USIA!
Disaat tuntutan hidup terus mendesaknya, Alana memutuskan untuk menukar dirinya dengan harta. diatas pernikahan kontrak Alana berhasil merubah hidupnya dalam sekejap.
"Kau boleh melakukan apapun, selama aku menjadi istrimu dan kau terus memanjakanku dengan kekayaan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mys05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6
Alana mengerjap. ia sangat menikmati bagaimana kucuran air yang keluar dari shower menguyur seluruh tubuhnya. sejauh ini ia masih sedang menikmati fasilitas dirumah barunya, sambil menunggu seseorang yang bersedia menikahinya itu datang.
Setelah Alana menyelesaikan. aktifitasnya dikamar mandi, wanita itu keluar dengan tubuh yang ditutupi oleh kain bathrobe.
"Ahhh..." Alana menjerit, terkejut saat mendapati seorang pria yang sudah terduduk dengan bertelanjang dada dihadapannya.
"Kenapa kau berteriak?" tanya Nathan heran.
Alana menelan salivanya dengan mata yang membulat, "Kau... kenapa kau disini?" tanya Alana mencecar.
"Karna aku sekarang adalah suamimu."
Astaga, jantung Alana rasanya akan melompat dari tempat yang seharusnya. pria dihadapannya benar-benar menakjubkan. Alana meraih hidung mungilnya untuk memastikan jika hidung itu tidak mengeluarkan darah setelah Alana terpesona akan bentuk tubuh Nathan.
"Ba... baik," Alana melangkahkan kakinya perlahan meraih koper besar. didalamnya masih ada pakaian yang memang belum Alana pindahkan.
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Nathan.
"Mengenakan pakain."
"Untuk apa?"
Alana kembali membulatkan matanya. ia langsung melirik kearah Nathan dengan perasaan yang tidak karuan.
"Aku akan langsung menagih janjimu, dan kau harus ingat. jika ini bukan yang pertama kau harus pergi tanpa mengambil apapun dariku."
Alana berdecih, ia langsung mengerucutkan bibirnya dengan perasaan kesal. "Dasar pria yang tidak sabaran!"
Nathan beranjak, ia langsung menyentuh tangan Alana dan mengelusnya perlahan. "Kau siap?" tanya Nathan memastikan.
"Tidak!"
Nathan mengerutkan dahinya, ia semakin menajamkan tatapannya kearah Alana dengan raut wajah heran. "Kenapa?"
Alana tersenyum tipis. ia langsung meraih sesuatu didalam koper tersebut dan menunjukannya pada Nathan, "Ini."
"Apa itu?"
"Aku sedang datang bulan," sahut Alana santai.
Merasa dipermainkan oleh gadis tersebut, Nathan langsung mencengkram kuat tangan Alana dan mendorong tubuh wanita itu keatas ranjang. "Apa kau sedang mempermainkan aku?" tanya Nathan dengan rahang yang mengeras.
Alana ketakutan, tentu ia sangat terkejut. kali pertama menghadapi sisi temprament pria yang belum lama ini telah menjadi suaminya.
"Ja*lang si*alan. beraninya kau!"
"Ahhh..." Alana memberontak, ia menjerit dengan tubuh yang terkunci. "Sungguh aku tidak bohong! aku masih suci, tolong tunggu sampai seminggu ini. aku berjanji akan melayanimu dengan baik, tolong jangan bunuh aku." ucap Alana memekik.
Nathan menghela nafas kasar, ia langsung melepaskan Alana begitu saja dan beranjak menjauh.
"Aku janji, tolong jangan marah!" ucap Alana mencoba menarik perhatian pria tersebut.
Nathan tidak menggubrisnya, ia langsung berlalu keluar kamar dengan perasaan kesal. wajar dalam hal ini ia merasa di permainkan, sebab sedari awal Alana dan dirinya sudah sepakat. akan tetapi saat Nathan benar-benar sudah berharap Alana malah beralasan jika dirinya sedang berhalangan.
Nathan menjatuhkan dirinya diatas sofa, ia menyalakan pemantik rokok sambil menetralkan diri.
"Bodoh! dia pasti sengaja mempermainkanku!" gumam Nathan jengkel, pria itu bahkan langsung meraih sebotol anggur dihadapannya kemudian meneguknya dengan cepat. "Awas saja jika minggu depan dia masih saja beralasan! aku akan langsung menyeretnya keluar tanpa memberikannya sepeser pun uangku!"
Di tempat lain. Alana terus mengamati gerak-gerik yang dilakukan oleh suaminya. dari sini Alana mulai menyimupkan, sepertinya tidak mudah bagi seorang pria untuk menahan tubuh yang sudah berereksi. Alana jadi sedikit merasa bersalah, bawasannya ia sendiri tidak tahu jika tamu bulanannya akan datang pada hari ini. sedikit khawatir, bagaimana jika Nathan menganggap ini semua hanya akal-akalannya saja? Alana berharap, mudah-mudahan Nathan bisa sedikit bersabar dan mentoleransi masalah ini.
Alana memberanikan diri, ia menghampiri Nathan kemudian duduk disamping pria yang sedang memijat pelipisnya tersebut.
"Maaf, ini diluar rencanaku. bisakah kau sedikit bersabar?" Alana mencoba memulai obrolan agar keduanya bisa saling terbiasa.
Nathan melirik kearah Alana, "Lupakan saja!" ucap pria itu dingin.
Alana berpikir keras, tentu saja ia sedang mencari cara untuk menghibur Nathan. hal inj ia lakukan agar dirinya tidak diseret keluar tanpa mendapat sepeserpun.
"Kau sudah makan?" tanya Alana penuh perhatian.
Nathan menggelengkan kepalanya tanpa mengatakan satu patah katapun.
"Baiklah aku akan memasak untukmu. kau tunggu disini," ucap Alana bergegas.
"Tidak," Nathan langsung menahan Alana dengan menarik tangannya. "Aku tidak lapar, pergilah kekamarmu. jangan dekati aku sekarang."
Alana menbisu dengan raut wajah datar. sejenak ia menghembuskan nafas pelan kemudian melepaskan tangannya dari cengkraman Nathan. bukannya pergi kekamar gadis itu malah kembali terduduk disebelah Nathan dengan jarak yang lebih dekat.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Nathan mengerutkan dahi.
"Memanjakan suamiku," sahut Alana cepat.
Nathan menghembuskan nafas kasar, ia menajamkan tatapannya kearah Alana dengan ekspresi kesal. "Bagaimana aku bisa mempercayaimu? jika kau bertindak sangat berani seperti seseorang yang sudah berpengalaman seperti ini."
Alana terkekeh, ia langsung mendaratkan wajahnya diatas dada bidang milik Nathan dan mengelus dada tersebut penuh kelembutan. "Karna sekarang kau adalah suamiku," Alana mendongak dan Cup... wanita itu mengecup bibir Nathan singkat. "Anggap saja kepatuhanku ini adalah bonus dari perjanjiian kita."
Nathan memiringkan senyumnya, oke baiklah. kekesalannya sedikit meredam. meskipun tidak yakin, tetapi tidak ada salahnya untuk pria itu menunggu sampai tamu bulanan istrinya benar-benar sudah berakhir.
jangan lupa mampir di loser man ya semuanya. 🔥🔥🔥🔥 panas dan bikin merinding sih tapi ceritanya juga bagus. yuk cuss mampir di karya mak . makasih semua
kenapa eh kenapa berjud itu haram??
eh malah nyanyi lagu pak aji rhoma pulak wkwkkwk
satu pesan untuk kalian berdua...Nathan n Alana...kalau cinta jangan gengsi...perjanjian kontrak hanya antara klen berdua tohh???udindut alias udaaah langgar tabrak libas gelinding ajaaaaa.....ciyus dehh dengerin kaya uwekkkk