Adriana Kirana Ramadhani tidak menyangka bahwa jodohnya adalah Arthur Arjuna Ramadhana. Padahal Akira(panggilan Adriana Kirana Ramadhani) sangat ilfil pada Juna yang tak lain adalah orang sekantornya.
Memang benar pepatah Jawa mengatakan witing tresno jalaran Soko kulina. Yang artinya karena sering bertemu akhirnya jadi cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arnie_bebe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah paham
Kemudian pak Joe kembali dari toilet, dari jauh pak Joe melihat temannya mukanya kusut. Pak Joe lalu kembali menghampiri pak Juna di meja makannya. Saat pak Joe baru duduk, pelayanan restoran datang membawa pesanan mereka.
"Permisi pesanannya"ucap pelayan sambil menata makanan di meja.
"Terimakasih mba"ucap pak Joe.
"Bro, kamu saja yang makan aku gak selera makan" ucap pak Juna.
"Eehh tadi di kos semangat banget mau kesini, kok malah gak nafsu makan .Trus kenapa mukamu kusut begitu?"tanya pak Joe.
"Coba lihat meja dipojok belakangmu"kata menunjukkan ke pak Joe.
"Bro, itu bukannya Akira sama cowok apa dia pacar barunya?"tanya pak Joe.
"Entahlah bro, kalau cowok itu pacarnya berarti dia bohongi aku bilang jomblo"lirih pak Juna dengan wajah ditekuk.
"Pantas kamu langsung gak mood makan jadi itu alasannya, tenang bro masih banyak cewek di kantor yang naksir kamu kenapa gak pacari saja si Sinta?"tanya pak Joe.
"Padahal hatiku sudah mulai jatuh cinta sama Akira , belum perang sudah gugur duluan"gumam pak Juna.
"Sama Sinta saja yang jelas suka sama lu bro!"kata pak Joe.
"Bro, kalau aku mau sudah dari dulu ku pacari si Sinta, masalahnya aku gak ada perasaan sama dia"ucap pak Juna.
"Kan Sinta cantik, baik kenapa kamu gak suka bro?"tanya pak Joe.
"Aku gak suka cewek agresif bro,apa lagi yang suka caper. Beda sama Akira meskipun dia tinggi,cantik tapi cuek sama cowok. Tapi lihat pemandangan di sana aku jadi meragukannya" ucap pak Juna.
"jangan berfikir negatif dulu ,siapa tau itu temannya atau keluarganya"kata pak Joe.
"Mereka kelihatan akrab banget, tuh lihat seperti pasangan kekasih bahagia" ucap pak Juna lirih.
"Astaga, sudah gak usah dipikirin bro toh belum juga ada bukti. Ayo makan dulu, dari pada ku habiskan semua nyahok lu" ancam pak Joe.
"Iya ini aku mau makan, bawel banget kaya emak-emak " ucap pak Juna.
Di meja lain, Akira dan Riko sedang bercanda gurau mengingat waktu zaman kuliah dulu.
"Rik, terimakasih ya atas semua bantuan mu dari zaman kuliah sampai sekarang pun masih merepotkan mu dan maaf tidak bisa menerima cintamu karena aku nyaman seperti ini tidak bisa putus hubungan dibandingkan jadi pacar" lirih Akira dengan wajah tak enak hati.
"Sudahlah Akira, jadi sahabatmu saja aku sudah bersyukur. Dan ingat kalau ada apa-apa hubungi aku misalnya mau curhat mungkin, tapi kalau bantuin ban bocor sepertinya tidak mungkin karena rumahku jauh"ucap Riko sambil terkekeh.
"Kok pas banget ya kamu datang, andai saja gak ada kamu pasti aku sudah diculik om-om genit hahahaha" ucap Akira dengan tertawa.
"Berarti kita sudah ditakdirkan bertemu, agar aku bisa bantuin kamu"jawab Riko.
"Sepertinya kamu harus membuka hati dengan wanita lain Rik, aku yakin banyak perempuan di luar sana yang menyukaimu" ucap Akira.
"Aminn, kalau bisa kayak kamu ya hehehehe" goda Riko.
"Diih dasar ada-ada saja kamu Rik," ucap Akira dengan memukul lengan Riko.
Dari jauh Juna yang melihat adegan yang romantis itu tiba-tiba hatinya sesak. Dan ingin segera meninggalkan restoran itu, sebelum Akira menyadari keberadaannya.
"Bro, balik yuk kita ngopi di langganan biasanya saja"ucap Juna.
"Tumben cepet amat bro , ya udah kuy.." ajak Joe sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Aku butuh penjelasan dan kejujuran mu Akira"batin Juna sambil menghela nafas.
Hingga akhirnya pak Juna dan pak Joe pergi dari situ dan melajukan motornya .
"Rik, pulang yuk besok kamu kan harus berangkat ke kotamu pagi takutnya besok malah telat bangun"ajak Akira.
"Oke, makasih ya Akira sudah di traktir"ucap Riko .
"Sama-sama Rik"ucap Akira dengan tulus.
"Aku anterin sampai kos mu ya, gak boleh nolak"ucap Riko memaksa.
"Baiklah, ayo kita pulang"ucap Akira sambil meninggalkan restoran.
Karena mereka bawa motor masing-masing jadi Riko membuntuti Akira dari belakang.
Dan ternyata Miko yang melihat Akira sedang beriringan dengan cowok dia diam-diam membuntuti Akira dan Riko sampai di gang kosan Akira. Miko segera menghadang Akira sebelum sempat masuk kosnya. Riko yang belum jauh dari kos Akira dan melihat ada cowok yang menghadangnya, Riko segera berbalik menemui Akira.
"Akira tunggu!"ucap Miko sambil memegang tangannya.
"Miko!!!ngapain kamu kesini?" tanya Akira dengan nada ketus.
"Aku mau kita memulai dari awal dan aku minta maaf dulu sudah menyakitimu"ucap Miko dengan wajah melasnya.
"Maaf mik, aku tidak bisa!"ucap Akira dengan tegas.
"kenapa?apa karena laki-laki yang bersamamu tadi" ucap Miko.
"Gak usah ngaco deh, dia temanku dan lagi pula terserah ku dong mau bergaul sama siapa saja itu hak ku"balas Akira.
"Akira ada apa ini, kamu baik-baik saja?"tanya Riko.
"Aku gak apa-apa kok".
"Miko!!!"ucap Riko dengan wajah kaget dan kemudian membuka helmnya.
"Riko!!" Miko gak kalah kaget ternyata Riko sahabatnya yang tadi beriringan dengan Akira.
"Sedang apa kamu disini?"tanya Riko.
"Harusnya pertanyaan itu ditujukan sama kamu, kenapa kamu bisa berduaan sama Akira?jangan bilang kalian pacaran?" cercah Miko .
"Mik, aku kebetulan ada urusan dikota ini dan tidak sengaja ketemu Akira jadi kita makan bareng jadi kamu jangan berfikir macam-macam"ucap Riko.
"Sudah jelas kan jadi mendingan kamu pergi dari sini dan jangan temui aku lagi, untuk menggangguku"ucap Akira sambil berlalu meninggalkan Miko dan Riko.
"Mik, bisa gak kita ngobrol di tempat lain"usul Riko.
"Baiklah" ucap Miko.
"Kita ke kedai kopi di Jl.Ajs" ajak Riko.
Sampai di kedai mereka duduk berdua sambil pesan kopi.
"Mik, sebenarnya apa yang kamu lakukan di sini jawab jujur?aku kenal kamu lama jadi jangan bohong!"ucap Riko.
"Oke, jujur aku kesini awalnya mengantar kakakku, tapi saat aku ketemu Akira kemarin di ATM aku ingin ngajak balikan sama dia" ucap Miko.
Secara tidak sengaja pak Juna dan pak Joe di kedai kopi yang Sama dengan Riko dan Miko, apalagi meja mereka sebelahan alhasil pembicaraan mereka terdengar oleh pak Juna. Dari Riko dan Miko datang di kedai kopi, pak Juna dan pak Joe melihat mereka jadi penasaran sampai mereka pindah ke meja yang Deket Riko supaya bisa mendengarkan percakapan mereka alias nguping. Sambil pura-pura mengobrol pak Juna dan Joe diam-diam mendengarkan obrolan Miko dan Riko yang tanpa mereka sadari.
"Kamu serius mik, sepertinya jangan memaksa jika Akira menolakmu" ucap Riko sambil menghela nafas.
Bersambung.
Jangan lupa like,coment and vote ya gaesss...
lm bngt next mu thooooooorrr
next dong
Aku mampir
Next yh
Feedback "sweet17" ditunggu