NovelToon NovelToon
Istri Kedua

Istri Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:891.7k
Nilai: 5
Nama Author: triy

Rezza pria tampan dan mempunyai kehidupan cukup mapan sejak lahir dengan terpaksa harus menerima perjodohan dari ibunya dengan seorang wanita yang bernama Artiya sepupu dari kekasihnya sendiri,yang menurut Rezza wanita itu sama sekali tidak menarik dilihat dari segi manapun juga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon triy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTAMA KALI KE APARTEMEN REZZA

Sudah jam sepuluh malam Rezza belum juga pulang.

Tiya dan bu Sanusi sangat kebingungan dan cemas,sudah berkali kali bu Sanusi menghubungi Rezza tapi Rezza tak mengangkat telponnya,Tiyapun mengirim pesan kepada Rezza namun tak dibacanya.

Bu Sanusi sudah menghubungi kantor Rezza namun sekertarisnya bilang kalau Rezza belum kekantor karena masih mengambil cuti menika.

Bu Sanusipun sudah menghubungi teman teman Rezza termasuk Roni, namun mereka tak satupun yang tau keberadaan Rezza.

"apa dia pulang keapartemenya ya?" gumam bu Sanusi.

"mungkin saja bu"

"ibu mau mencarinya disana Tiya"

"Tiya ikut ya bu"

"kamukan baru sembuh Tiya",

"kamu dirumah saja ya sama mbok Sugi",

"biar ibu pergi sama pak Jono".

"tapi Tiya nggak tega ibu pergi sendirian sama pak Jono",

"Tiya udah sehat kok bu", "buktinya tadi Tiya sudah bisa bantu bantu mbok Sugi dan sekarang Tiya baik baik saja nggak pusing lagi kok bu" ucap Tiya meyakinkan mertuanya.

"Tiya ikut ya bu" Tiyapun merayu ibu mertuanya lagi.

" ya sudah ayo "

"kamu pakai baju hangat dulu diluar dingin Tiya".

"iya bu" jawab Tiya patuh.

Sesampainya diapartemen Rezza, bu Sanusi menekan kode pintunya,merekapun masuk kedalam apartemen itu.

Alangkah terkejutnya Tiya dan bu Sanusi melihat Rezza tidur terkapar disofa ruang tamu.

Bau alkohol menyengat kepenjuru ruangan,botol botol minuman keras berserakan dimana mana.

Bu Sanusi berusaha membangunkan anak laki lakinya, namun Rezza hanya merancau tak karuan,bu Sanusi dan Tiyapun bersusah payah memapah Rezza kekamar,sebab badan Rezza lebih besar dan lebih berat dibandingkan berat badan mereka berdua.

"Tiya tolong kamu bersihkan badan suamimu dulu ya",

"baunya nggak karuan gitu,ibu nggak betah" ucap bu Sanusi sambil mengibas ngibaskan tangannya didepan hidungnya.

gantikan bajunya dengan yang bersih yo nduk" perintah bu Sanusi lembut.

iya bu"

Handpone bu Sanusipun berbunyi "ibu keluar terima telpon dulu"

Tiya mulai membuka kancing kemeja suaminya,dia merasa canggung sebab baru pertama kalinya Tiya melakukan itu.

Dengan susah payah dan sabar Tiya membuka baju suaminya, kemudian mengelap badan suaminya dengan air hangat

Saat mengelap wajah suaminya ,Tiya merasa sedih,

"kamu memang suamiku mas,tapi sayang hati dan cintamu sudah kau berikan pada perempuan lain".

Tiya merasa sedih mengingat jika suaminya yang sudah membuat surat perjanjian kontrak pernikahan untuknya,suaminya hanya memberikan Tiya waktu selama enam bulan untuk menjadi istrinya.

"andai kamu tau,sudah sejak dulu aku menyimpan rasa padamu mas",

"dalam diam akupun mencintaimu",

"tapi dulu aku tak pernah berani mengharapkan apapun darimu mas",

"sebab aku sadar,siapalah aku dimatamu"

" namun,setelah kamu menerima perjodohan kita", " awalnya aku tak percaya sama sekali mas"

"aku kira semua itu hanyalah mimpi indahku saja mas",

"kemudian aku yakinkan diriku sendiri jika kamupun menyambut rasa cintaku padamu mas",

"aku pikir kamu juga memiliki rasa yang sama terhadapku"

"apa kamu tau mas",

"betapa bahagianya aku saat itu,aku merasa menjadi gadis yang paling beruntung didunia ini,karena cintaku dibalas olehmu".

"namun dimalam kedua pernikahan kita,setelah kamu mengatakan semua perasaanmu padaku"

"aku baru sadar,ternyata kamu sangat membenciku mas"

"aku baru sadar", "ternyata kamu sangat tidak ingin menikah denganku"

"apa kamu tau", " hatiku sangat hancur,ternyata sedikitpun aku tak pernah terlintas dipikuranmu mas"

"jangankan dihatimu,melihatku saja kamu tak sudi mas"

" jujur", "aku sangat iri dengan wanita yang kamu berikan hati dan cintamu mas"

"aku sangat ingi mempertahankamu sebagai suamiku",

"aku ingin meraih hati dan cintamu hanya untukku mas"

"egoiskah aku mas?"

Tiyapun meluahkan semua perasaanya pada Rezza yang tentu saja tak bisa mendengarkan luahan isi hati Tiya.

Dalam diam air mata Tiya mengalir tak terbendungkan lagi,ia mencoba menahannya namun Tiya tak mampu.

Terdengar suara pintu kamar terbuka

"Tiya ibu harus pulang sekarang",

"kakakmu Ana dari belanda baru sampai dirumah", "kamu disini merawat suamimu ya nduk"

"besuk ibu kesini lagi dengan mbakyumu Ana", "sudah dulu ya nduk"pamit bu Sanusi".

" i...iya bu",

"ibu hati hati dijalan ya,salam buat mb Ana ya bu,maaf Tiya belum bisa menemuinya".

Diam diam Tiya mengusap airmatanya,agar tak terlihat oleh ibu mertuanya.

Tiya mengantar ibu mertuanya sampai didepan pintu dan bu Sanusi memeluknya penuh kasih sayang.

Setelah selesai mengurusi suaminya, Tiya mulai membereskan ruang tamu yang berantakan seperti kapal pecah.

Karena merasa lelah Tiya kemudian membaringkan tubuhnya disofa hingga terlelap.

Alaram ponsel Tiya berdering,sudah waktunya subuh Tiya bangun dan mengambil air wudu dia lupa tadi malam hanya membawa ponsel saja.

Tiya masuk kekamar Rezza guna mencari mukena dilemari pakaian Rezza.

Tiya kaget dan hatinya bergetar,tak menyangka didalam almari suaminya ada beberapa baju wanita yang lumayan seksi,

"ini tak mungkin miliknya ibu","ini pasti milik kekasih mas Rezza" batin Tiya,

Tiya termenung sejenak,membayangkan suaminya bermesraan dengan wanita lain.

Lalu Tiyapun cepat cepat beristiqfar,sebab sudah bersu'udzon pada suaminya.

Tiyapun kembali mencari mukena yang ternyata berada didalam tas kecil, dibawah gantungan baju Rezza.

Tiya segera menggelar sajadahnya dan menunaikan kewajibanya, tak lupa dipenghujung ibadahnya dia berzikir dan berdo'a memohon diberikan yang terbaik untuknya dan semua keluarganya tak terkecuali suaminya.

Setelah selesai dan mengembalikan mukena ketempat asalnya Tiya melangkah kedapur dia membuka kulkas disana hanya ada beberapa butir telur dan buah buahan yang sudah layu.

Kemudian dia mencari beras,dan bumbu untuk memasak tapi kosong semua,yang ada hanya mie instan rebus, terpaksa Tiya memasak dengan bahan seadanya.

Selesai memasak Tiya kembali kekamar untuk membangunkan suaminya , ternyata suaminya sudah bangun,

sebab diatas tempat tidur sudah tidak ada orangnya.

Tiyapun merapikan tempat tidur suaminya.

Rezzapun keluar dari kamar mandi sudah terlihat segsr dan gagah,

"Kapan kamu kesini?" ketus Rezza,

" siapa yang ngasih tau kalau aku ada disini?" lanjut Rezza masih ketus.

Rezza berjalan dengan santainya, masih memakai handuk sepinggang dan bertelanjang dada.

"tadi malem kesini sama ibu",

"kami mencemaskanmu mas, sampai malem kamu nggak ngasih kabar mas" Tiya berkata sambil merapikan selimut tanpa berani melihat suaminya.

Rezzapun terdiam sebentar,sambil memilih baju yang mau dia kenakan kemudian bertanya pada Tiya,

"ibu nggak nginep disini?"

"nggak mas"

"ngapain kamu nggak ikut ibu pulang?" tanya Rezza dingin,

tanpa menunggu jawaban dari Tiya Rezzapun kembali bertanya " ibu yang nyuruh kamu disinikan".

"iya"

"aku sudah masak mi rebus mas", "adanya cuman itu buat sarapan",

"aku siapin dulu dimeja makan"

Sebelum Rezza mengusirnya, Tiyapun tau diri untuk keluar kamar dan menuju meja makan.

Setelah rapi Rezzapun keluar kamar menuju meja makan.

"tehnya mas"

Tiya meletakkannya dimeja makan deket Rezza.

"heemm"

Selesai makan Tiya membereskan meja makan dan kmencuci peralatan makan mereka.

Rezza keluar rumah tanpa berpamitan pada Tiya,

Tiyapun tak mengambil hati hal tersebut.

Selesai mencuci piring didapur Tiyapun mengambil alat pel untuk membersihkan lantai yang kotor.

Setelah selesai mengepel ruang tamu dan dapur Tiya mulai mengepel kamar Rezza diluar terdengar suara

"gubrakkkk...."

"aduhhh punggungku "suara Rezza berteriak.

Buru buru Tiya keluar kamar dan melihat suaminya sudah jatuh terduduk didepan pintu masuk sambil memegang amplop besar berwarna coklat.

Rezzapun merasa kesal, matanya melotot tajam kearah Tiya.

Tiyapun berniat membantau suaminya untuk berdiri, namun Rezza menolaknya dan menepis tangan Tiya,hingga tubuh Tiya terpelanting ketepi untung ada sofa yang menahan tubuh Tiya, kalau tidak pasti Tiya terjatuh juga.

"maaf mas aku baru ngepel lantai", "belum kering" ucap Tiya merasa bersalah pada suaminya.

"kalau mau ngebersihin lantai itu pake robot bulat ini ****" marah Rezza pada Tiya

"maaf mas aku nggak tau" ucap Tiya pelan.

"dasar kampungan kamu",

"gitu aja nggak tau", "yang kamu tau itu apa?" bentak Rezza pada Tiya.

Tiya hanya berlalu terdiam dalam kesedihan sebab perlakuan kasar suaminya.

Kemudian Tiyapun mengembalikan alat pel yang ia gunakan tadi ketempat semula.

Tiya masuk kekamar mandi yang ada didapur untuk membersihkan,Tiya memakai bajunya kembali karena tadi malam dia tak membawa baju ganti dan dia tak berani meminjam baju milik suaminya.

Diluar ternyata sudah ada pak Jono yang mengantar bahan bahan makanan, beras, sayur, buah, daging dan sebagainya untuk mengisi kulkas.

Tak lupa pak Jono juga menyerahkan koper kecil berisi pakaian dan barang barang keperluan Tiya yang sudah disiapkan oleh bu Sanusi tadi.

Rezza duduk santai disofa sambil memencet mencet remot tv.

Dia merasa kesal sebab ibunya mengatur Tiya untuk tinggal diapartemennya.

Walaupun Rezza merasa kesal dengan ulah ibunya ,namun dia hanya pasrah tak bisa berbuat apa apa.

Apartemen Rezza tak besar hanya terdapat satu kamar tidur dan kamar mandi didalam, ruang tamu sekaligus ruang bersantai, ruang makan yang berdekatan dengan dapur, serta satu kamar mandi didekat dapur untuk tamu.

Setelah pak Jono menyerahkan barang barang bawaanya pada Tiya diapun segera pamit pada Rezza dan Tiya.

Tiya memasukkan semua bahan bahan masakan kedalam kulkas dan menyimpan sisanya didapur.

Kemudian Tiya membereskan koper kecilnya yang berisi baju dan perlengkapan lainnya dialmari Rezza bagian yang masih kosong,setelah selesai Tiyapun mengganti bajunya dengan baju yang bersih.

Rezza membuka pintu kamar lalu berkata,

"kamu masak yang banyak dan yang enak,ibu sama kak Ana mau kesini setelah zuhur" perintah Rezza pada Tiya.

"iya mas" ,

"makanan yang disukai mbak oleh Ana apa mas?"

"opor ayam dimakan dengan lontong sama sambel terasi,"

"Selera mbak Ana indonesia banget","padahal sudah lama hidup diluar negeri" gumam Tiya

"aku keluar sebentar"

" mau kemana mas?"tanya Tiya lembut.

"bukan urusan kamu" jawab Rezza ketus,

Tiyapun terdiam tak berani bertanya lagi,dan diapun memilih melanjutkan memasaknya.

1
Safa Almira
singkat dan berkualitas
Anih Suryani
ayah sontoloyo
Anih Suryani
s rezza punya bini terllu bego polos polos oon
Anih Suryani
hilang satu tumbuh seribu pelkor
Anih Suryani
diih rumah tngga masih ngurusin mantan knpa g d masukin aja s surya ke bui
Anih Suryani
s rezza oon s tiya terllu dungu baik hati g gitu juga x
Anih Suryani
bpk s amel terllu bego y
Anih Suryani
orang tua s amel goblog atau bego masih aja ketipu dgn akl licik y orang tua bodoh
Anih Suryani
s tiya jgn jd orang bego lh tegas ke ke s amel walpun sodra
Anih Suryani
bego aja s rezza orang mantan ko d kasih tunjangan
Anih Suryani
itu nmnya istrinya bego lemah lma lama dia bisa d kancungi sma cewe laun s tiya itu oon
Alanna Th
tq bnyk", othor 👍😘😍🤣😂🙏👋👋👋
Alanna Th
amel sdh dcerai, bkn kwjbn rezza tuk mngurusny, kan msh ada ortuny; kabarin aja k ortuny agar mrk tau klakuan anakny 🤔😠😜
Alanna Th
beu, pelakor satu blm beres, udeh muncul pelakor baru! 😱😠😜
Alanna Th
thor, aq ngebut baca novelmu, penasaran bgmn akhirnya stlh bu sanusi tau kronologisnya n bgmn nasib s amel stlh 'dberi pljrn' oleh rezza? 😱😫😰😥😭💔💔💔
Anisa 977
kok gk enak yah bacanya. besok lan bukan besuk
Anisa 977
emang gk pake leging
Alanna Th
rezza mulai trgoda 😱😜
Sur yani
semangat rezza ..
Nur Ain
hahaha sayang tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!