NovelToon NovelToon
Elvan 2

Elvan 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen
Popularitas:95.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fira Anjelita

"Lo jahat!"

Elvan menatap Aleta bingung. Gadis yang tiga tahun ini dia rindukan itu sangat berbeda. Kini rambut Aleta menjadi sebahu dengan wajah lebih dewasa dan semakin cantik. Dia menangis.

"Why? Gue balik karena pengen jadi yang terbaik buat lo."

"Lo tinggalin gue saat gue butuh!" teriak Aleta kemudian meninggalkan Elvan begitu saja.

"Dan sekarang gue kembali buat perjuangin lo," teriak Elvan menatap punggung Aleta yang semakin menjauh.

"Semoga saja belum terlambat."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Anjelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Elvan 2- 006

006

Mulai Turnamen Lagi

Gak ada yang bisa kalian tebak tentang semesta. Bahkan orang terpandaipun akan selalu bertanya-tanya apa rahasia semesta yang sebenarnya?

......

Kelas telah sekitar 15 menit yang lalu, tapi Elvan tidak berniat beranjak sedikit pun. Dia lebih memilih duduk menatap satu-satunya orang yang sibuk menulis, sedangkan kelas telah berakhir. Senyum tipis terpatri di bibirnya. Memandang Aleta yang sedang fokus seperti sekarang adalah kesenangan. Kesenangan yang mulai sekarang akan dia jadikan hobi harian.

"Serius banget?" tanya Elvan berhasil membuat Aleta mendengus untuk kesekian kalinya pada hari ini.

"Punya mata 'kan?"

Elvan terkekeh geli menatap Aleta yang bertanya tanpa menatapnya. "Tiga tahun gak ketemu bikin lo tambah galak."

"Terus apa masalahnya? Gak ada juga."

"Masalahnya makin manis kalau jutek begitu."

Aleta berdecak menatap Elvan tajam. "Gombal mulu, semua aja digombalin!"

Kini giliran Elvan yang mendengus sebal. Jelas saja sebal, karena Aleta tidak percaya dia berubah. "Gue berubah tauk, percaya deh!"

"Jadi apa? Batman?"

Elvan tertawa ngakak sedangkan Aleta kembali mendengus sebal. Memangnya ada yang lucu tentang apa yang dia katakan? Bukannya fakta ya, Elvan tidak bisa berubah jadi siapapun?

"Serius lo bercanda, tapi muka datar begitu?"

Menyebalkan. Itu pikir Aleta tentang hari ini. Gadis itu bahkan lebih memilih diganggu Aksa ataupun Marco. Sayangnya kedua orang itu ada urusan saat ini.

"Bisa gak sih gak usah ganggu?!"

"Oh ... tidak bisa, gue baru mau pe-de-ka-te."

"Sama siapa? Tuh banyak yang nunggu di luar," kata Aleta berhasil membuat Elvan memutar kepala.

Benar saja, di depan sana banyak gadis yang berkumpul sambil sesekali berbisik juga menengok ke arahnya.

Elvan kembali menatap Aleta, mencoba sedikit peruntungan dengan mencari wajah cemburu di sana. Belum juga mendapatkannya, Aleta lebih dulu beranjak dari kursi.

"Eh, mau ke mana?" tanya Elvan ikut berdiri.

Aleta menatapnya sebentar kemudian berjalan meninggalkannya. Dengan tergesa Elvan mengambil tas punggungnya dan mengikuti Aleta. Dia tidak mau kalau Aleta sampai bertemu Aksa dan Marco. Tidak akan dia biarkan, kalau sampai itu terjadi patahlah tangan keduanya!

"Elvan, minta nomor lo dong!"

"Van, gue Sarah!"

"Gue Adis!"

"Elvan, kita belum kenalan!"

"Sial," maki Elvan saat sampai di depan pintu. Dia tertahan di sana padahal Aleta sudah berjalan cukup jauh meninggalkannya.

"Van-"

"Boleh minggir gak? Gue ada urusan." 

"*Minta nomor lo dulu!"

"Iya, nomor lo dulu*!"

Suara riuh itu terus berganti membuat Elvan pusing minta ampun. Dengan terpaksa dia meladeni satu-persatu gadis itu dengan sopan. Tentunya bukan dengan nomor ponsel, dia tidak akan memberikan itu kepada mereka.

.......

"Lo di mana?" Suara dari seberang sana berhasil menciptakan kernyitan di dahi Aksa.

Laki-laki berwajah khas Indonesianya itu baru saja selesai dengan urusan organisasinya. Masih dengan beberapa lembar kertas di pelukannya dan tas bertengger di salah satu bahunya. Dia berjalan tergesa keluar ruangan, tangannya yang satu lagi memegang ponsel demi merespon panggilan Aleta.

"Baru selesai," katanya singkat dengan tekstur seperti sedikit kesusahan.

"Gue bete, sini!"

"Bete kenapa lagi?" tanyanya dengan heran. Tak lama berselang Marco menghampirinya, membantu laki-laki itu membawa kertas-kertas di pelukannya.

"Ya gimana, Elvan ngintil mulu!"

Mau tak mau Aksa terkekeh dan menciptakan tatapan tanya dari Marco.

"Dia masih sayang lo itu!"

Mendengar respon Aksa, Marco langsung paham dan melotot tajam.

"Ya ... tapi gue tuh risih!"

"Risih, tapi tiga tahun gak move on-move on?"

"Ih Aksa! Gue 'kan-"

"Apa? Lagian ya kalau sayang jangan gitulah. Gue ini walaupun patah hati kalau lo balikan, tapi tetep mendukung lo bahagia."

"Enak aja! Aleta, jangan biarin Aksa ngehasut lo!" sahut Marco kesal.

Di seberang sana Aleta tertawa renyah. "Gue masih mikir-mikir."

"Eh, cepet ke sini kalian! Di kantin biasa."

Tut. Panggilan berakhir secara sepihak. Aksa dan Marco saling berpandangan lalu mengangguk paham. Keduanya menuju tempat yang Aletakatakan.

........

"Bos, bete lagi ya?"

Elvan melirik Gavin di sebelahnya dengan kesal. Sudah kesal karena gadis-gadis tadi, kini bertambah kesal karena Gavin. Ah ... rasanya hari-hari Elvan sungguh sial.

"Bisa gak sih kalau panggil gue El-van aja?"

Bukan takut bukan juga minta maaf. Pemuda imut di sebelah Elvan justru tertawa tanpa dosa. Dia merasa bahagia sepertinya.

"Kan udah sepakat kalau lo jadi ketua tunggal, Van!"

Elvan kembali mendengus kesal. Iya memang apa yang dikatakan Gavin ada benarnya. Kemarin malam The Charmer memang ada rapat karena kembalinya Elvan. Dan kemarin malam pula, Elvan berhasil bertatap muka dengan Marco, laki-laki yang dengan berani mendekati Aleta, Aleta-nya.

"Itu keputusan kalian."

"Tapi lo gak nolak," kata Gavin girang bukan main.

"Ya gimana, gue gak tega," sahut Elvan sok baik hati.

Gavin tertawa renyah menatap Elvan. Elvan yang memang sangat berbeda dengan Elvan yang dulu. Elvan ini lebih berwarna dalam artian dapat bercanda, lebih peduli, dan yang penting adalah setia pada satu wanita saja.

"Ada turnamen ya besok," ucap Gavin mengingatkan.

Elvan bergumam malas dan melempar pandangan ke luar jendela.

"Sama anak Bintang."

"Anak Bintang? Sejak kapan The Charmer punya urusan sama anak Bintang?"

"Ah kaya gak tau anak muda aja lo, bos. Ini juga karena cewek."

Elvan menatap Gavin tajam. "Karena cewek jadi begini? Lo-"

"Mereka yang mulai, bos." Gavin memotong ucapan Elvan yang hampir saja meledak-ledak penuh emosi.

"Mereka sangka anak kita ada yang celakain anggota Bintang, kebetulan mereka itu geng campuran. Ya lo paham pasti, yang luka cewek."

"Gimana bisa kita kena tuduh?" tanya Elvan sedikit melunak.

"Karena malam itu turnamen senjata antara The Charmer sama alumni Cempaka. Gak sengaja anak Cempaka itu senggol anak Bintang. Cuma ya, anak Bintang ngira itu anggota kita."

"Terus? Turnamen senjata lagi?"

"Ya enggaklah. Gue sebagai ketua kemarin ajuin kalah turnamennya balap liar aja," kata Gavin dengan cengiran khasnya.

Elvan mengernyit. "Mereka setuju?"

Gavin pun mengangguk. "Setuju. Malah biasa aja."

"Aneh."

"Iya, aneh."

Elvan tampak berpikir, dua menit setelahnya dia kembali menatap Gavin penuh cemas.

"Lo ajuin siapa?"

"Apaan sih, bos? Sampe khawatir gitu."

"Gue serius, lo ajuin siapa?"

"Gue."

"Sialan!"

Gavin menatap Elvan cukup terkejut. Bosnya yang baru saja kembali itu tiba-tiba memaki.

"Kenapa, bos?"

"Gak seharusnya lo ajuin ini."

"Bos lo-"

"Gue tahu anak Bintang. Meski tiga tahun gue gak di sini, tapi gue awasin mereka udah lama, sejak kita awal banget jadi satu."

"Bos, mungkin aja-"

"Mereka semua juaranya balapan liar di kawasan Timur."

"Maksudnya, kita bakalan-"

"Kalah."

Gavin memukul stir dengan keras. Dia merasa cukup bodoh karena lengah dengan semua ini. Bagaimana mungkin dia lupa fakta bahwa anak Bintang penguasa daerah Timur? Harusnya bukan balap liar yang dia ajukan. Harusnya turnamen senjata saja!

"Terus gimana?"

"Gue yang maju."

.....

1
Nurmalasari
gk ada kemajuan

aajahajaha
Nurmalasari
kook aku berassa muter2 terus yah ceritanya
m4510man
hallo Thor👋🏻
masih ada nggak kelanjutannya Thor
pembacamu masih menunggu nih 😊🤗
_Nabilaaa Permata
yok bisa Aksa-leta
Eka Maulidia
waduuuh Iki komentar tahun lalu e !!!! wes g ada lanjuttanne Iki 😭😭😭💔💔💔
Yanti Nur Anggraini
lama bgt ya thor
Miawww
lnjut
Agus Purnama
lanjuut jgn kelamaaan para kabur ni
Miawww
lnjt kk.... aq kwal sampai tamat critamu
kolorijo
kok aku ngerasa dalang dari semua ini aksa ya🤨 atau mungkin cuma perasaanku aja
Agus Purnama
up upup up up up up up
Anis Haura Dzakki
othorQ trsayaaaaaang..kmna dikau?! knp mpe brbulan2 g update..pnsaranny dah diubun2 nech pliiiiiiiiisss jgn gantung kamiiiiiiiii



up lg thor..up lg
Nafisyah
Next dongg thorr suka banget sama alur ceritanya, kalo nggk dilanjutin sayang banget nanggung ceritanya thorr😭🥺
Deli Momoidea Pelangiran
gavin, dekat, atau Aksa ya pelakunya
Deli Momoidea Pelangiran
seperti nya Hendra
Elfina
lanjut lagi Thor🙏
Dessy Komalasari
lg seru ni thor,cepetan dong up ny
Sintyawidianti 30
lanjut dong kak, cerita nya bagus banget 😍
Alvi Sri Yulianti
bka lgi gk ini greget nih
Ririn Savetalyana
mantullll deka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!