[Sebelum Membaca mohon di Subscribe dan star 5🙏 Terima kasih]
Cerita ini hanya fiktif belaka, khayalan pengarang semata, banyak mendeskripsikan hal-hal yang tidak nyata karena Novel ini ber-genre Fantasi Romantis, hanya dijadikan sebagai hiburan pembaca saja🙏
Gadis bernama Bella Arunika sedang terjerat masalah dengan seorang pria bernama Jay Kavindra. Pria yang dipercaya berasal dari Putra Mahkota keturunan Kavindra. Jauh sebelum abad Masehi, Kavindra adalah seorang Raja yang menerima kutukan karena telah melanggar aturan kehidupan yaitu mencintai dan menikahi wanita yang ternyata adalah adik kandungnya sendiri yang hilang dalam sebuah peperangan.
Kejadian itu disebut dengan kutukan cinta pertama, setiap keturunan Kavindra yang nekat mencintai cinta pertamanya, menganggap kutukan itu hanya sebuah dongeng, maka ia akan segera bertemu dengan kematiannya.
Apa yang terjadi ketika Jay Kavindra bertemu dengan Bella Arunika?
Seperti apa kisah uniknya, yuks langsung dibaca guys
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
Suasana di dalam mobil Neo begitu hening dan sejuk. Bella menatap Tantenya yang sudah tertidur pulas.
"Yaaaaah, si Tante! Kalau sudah mendapatkan lapak Bobonya yang nikmat, ia pasti langsung terlelap," celetuk kesal Bella yang sudah sangat memahami Rodiah. Namun berbeda dengan dirinya yang tidak bisa tidur karena merasa cukup tegang memikirkan hasil negosiasi nanti bersama Jay Kavindra.
Di sepanjang jalan, Bella hanya melamun merenungi nasibnya yang selalu menuai hambatan. Mulai dari sejak kecil, ia sudah kehilangan orang tua, sampai dengan berjuang sendiri bersama Tantenya. Meskipun terlihat pasrah, Bella tidak pernah mengeluh. Ia selalu percaya ada jalan keluar dari setiap kesulitannya.
"Kira-kira Negoisasi apa yah yang akan diberikan keluarga Kavindra, Aku harus minta maaf terlebih dahulu, karena itu salah satu trik menurunkan hukuman?" gumam Bella dalam hati, namun ia tidak berani bertanya kepada Haruba Neo yang hanya fokus menatap jalan, begitu juga dengan supirnya.
Tidak terasa mobil telah berhenti di pelataran rumah besar Kavindra.
*
"Tante-tante, kita sudah sampai!" Histeris kecil Bella membangunkan Rodiah yang sudah tenggelam dalam lautan mimpi.
"Su...sudah sampai?" Wanita itu tersentak bangun, gelagapan dari tidurnya, ia tampak kebingungan, masih dalam setengah sadar.
"Beneran sudah sampai? Rodiah masih belum percaya, ia merasa baru terlelap satu menit saja.
"Hem!" Angguk Bella.
"Mari silahkan Nona!" Ucap Neo membukakan pintu mobil untuk mereka.
Saat turun, ekspresi dua wanita itu terkesima dengan istana megah rumah Kavindra.
"Ini rumah atau convention hall yah Pak?" tanya serius Rodiah kepada Neo.
"Ini rumah kediaman Kavindra!" Jawab senyuman Neo.
"Wah, lumayan besar yah!" Gumam Rodiah.
"Em, saya mohon maaf, jika yang diperkenankan masuk ke dalam rumah, hanyalah Nona Bella Arunika saja, pendamping cukup menunggu di luar."
"Kok! mirip seperti Playground sih, apa pendamping harus bayar dulu baru bisa masuk?" gumam kocak Rodiah.
"Tapi wanita ini adalah Tante kandung saya, pengganti orang tua saya Pak!" ucap Bella.
"Sekali lagi, saya mohon maaf Nona, saya hanya mengikuti perintah dari Tuan saya saja!" Jawab Neo.
"Saya tidak berani jika tidak didampingi Pak!" Rengek Bella.
"Tidak ada yang perlu ditakuti Nona, kami memiliki perusahaan yang jauh lebih penting daripada nyawa seseorang artinya menjaga nama baik kami menjadi hal yang paling utama. Kami mengedepankan keselamatan dan kesejahteraan siapa saja yang bekerja maupun sekedar bertamu di rumah Kavindra. Jika nona Bella merasa takut atau keberatan, kami akan menyerahkan kembali kasus ini ke kantor polisi!" Jawab tegas Neo.
Mendengar ucapan tegas Neo, Rodiah dan Bella ketakutan.
"Eih, Jangan-jangan, baiklah kalau begitu, saya akan menunggu di luar saja!' Jawab patuh Rodiah tak ingin mempersulit keadaan.
"Tapi Tante!"
"Masuklah, jika terjadi apa-apa, kamu tinggal lari kencang, bukankah kamu juara lomba lari antar kecamatan dan amu tinggal menjerit-jerit saja, Tante siap menunggumu disini."
"Baiklah" angguk polos Bella dalam senyumannya.
"Pelayan akan membawakan minuman untuk anda!" ucap Neo kepada Rodiah.
"Terima kasih!"
*
Rodiah terpaksa menunggu di plataran teras yang tersedia. Ia duduk termenung sambil menatap keindahan taman dengan sorotan lampu, dihiasi bintang-bintang malam. Rodiah berharap negosiasi Bella berjalan sesuai dengan apa yang mereka harapkan.
*
Bella pun mulai memasuki rumah megah Kavindra. Kepala dan dua bola mata gadis itu tidak berhenti menatap keindahan juga mengagumi bangunan arsitektur dan kemewahannya. Rumah megah bak istana raja dalam dekorasi klasik dan estetik.
Rumah Jay Kavindra cukup seram bagi Bella, karena ada beberapa patung seni yang terpanjang di ruangan tamu, patung itu merupakan peninggalan kebudayaan Kavindra.
Terdapat juga beberapa galeri foto dan lukisan yang terpajang rapi nan mewah, hal itu menjadi pemandangan yang mengagumkan bagi Bella hingga ia berhenti mengikuti langkah Neo menuju tujuan yang sebenarnya.
Bella serasa berada di sebuah pameran foto dan lukisan.
"Waaaah, indah sekali, ini pasti hasil karya seni dari tangan-tangan yang luar biasa!" Puji gadis itu terpaku menatap lukisan-lukisan Kavindra.
"Nona mari ikut dengan saya!" Neo kembali mengingatkan Bella akan tujuannya.
"Ouh, baiklah?"
Lift terbuka, akhirnya Bella dan Neo sampai di ruangan kerja milik Jay Kavindra.
Terlihat Jay sudah duduk di kursi besarnya dengan posisi membelakangi Bella dan Neo.
Jantung Bella semakin berdetak kencang, ia terlihat cukup tegang dan takut saat akan bertemu dengan Jay Kavindra.
"Selamat malam Tuan, saya telah menyelesaikan tugas hari ini dengan baik," hormat Neo menundukkan kepalanya kepada sang Majikan.
Jay pun berbalik dengan kursi Kerajaannya membuat Bella cukup terpukau dengan karisma yang dimiliki oleh Jay Kavindra, Bella sempat memandangi pria itu dengan mata tanpa kedip.
"Ini yang namanya Jay Kavindra!" Gumam Bella.
(Jay adalah Reinkarnasi Raja Kavindra ke IX. Ia Dipercaya sebagai generasi Reinkarnasi Raja Kavindra yang tersisa atau sanggup menopang kekuatan Raja)
"Terima kasih!" ucap cepat Jay. langsung melangkah menuju meja negosiasi.
"Mari Nona!" Ajak Neo.
"Iyah!"
Jay dan Bella duduk saling berhadapan, mereka dipisahkan oleh meja panjang, sedangkan Neo berdiri di samping Jay Kavindra.
"Kalau diperhatikan, sepertinya, dia baik-baik saja dan sama sekali tidak seperti mengalami tragedi kecelakaan, apa dia ini seorang penipu," gumam kesal Bella.
Jay pun menatap Bella dengan sangat fokus dan sudah menunjukkan kemarahannya. Pria itu seperti mengetahui apa isi kepala Bella.
"Maafkan saya Tuan, saya benar-benar minta maaf!" ucap Bella menundukkan kepalanya, ia cukup takut melihat dua bola mata Jay yang seram. Gadis itu sangat gugup dan grogi, tingkah spontanitasnya membuatnya berlari menunduk mendapati kaki Jay.
Sesampai di kaki pemuda itu. Bella langsung memasang akting tangisnya.
"Tolong maafkan saya Tuan, Tuan yang tampan, kaya raya, baik hati, rajin bekerja, rajin menabung, tolong bebaskan saya.. hiks...saya tidak punya uang untuk membayar tebusan kesalahan saya," rengek Bella
Bella dengan gaya kocaknya berjalan cepat dengan setengah merangkak mendekati sepatu Jay.
Dahi Jay terlihat berkerut.
"Aku merasa ragu jika wanita ini adalah manusia tulen yang datang dari generasi milenial atau jangan-jangan ia jelmaan orang hutan purbakala, sangat lebay" bisik Jay kepada Neo.
Neo hanya tersenyum tipis.
"Saya bisa pastikan dia manusia tulen Tuan dan datang dari zaman generasi era milenial!"
Neo dengan cepat menghampiri Bella yang masih menyentuh sepatu Jay.
"Nona Bella, bangkit lah!" ucap Neo mendapati gadis itu.
Jay justru terus menatap Bella mencari tau tentang wanita itu melalui kesaktiannya.
Terpampang nyata dibenak Jay, semua kisah pilu dari masa lalu seorang Bella Arunika.
alhamdulillah Jay bisa berkumpul lagi bersama keluarga kecilnya
ayok semangat bikin adek buat gannesh 😱
Pengikut setia memang keren mereka berkorban demi kesayangan nya Jaynuddin biar kembali lagi,jd manusia seutuhnya
sehat2 sllu ditunggu karya trbarunyaa😉
Smoga kehadiran bayi gemoy ini hadir brsama kedatangan sang ayah Jay Kavindra...
terimakasih kak mai,extra chapnya🥰🥰
Happy Ending akhir ceritanya seneng dan bahagia buat Jay dan keluarga