NovelToon NovelToon
My Bodyguard

My Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Identitas Tersembunyi / Kaya Raya / Bad Boy
Popularitas:369.3k
Nilai: 5
Nama Author: indahnya halu

Rose sangat tidak menyukai aturan serta larangan seorang pengawal pribadinya, tidak hanya itu Rose juga kerap kali keluar dari kesempurnaannya saat bersama sang pengawal.


Wiratama merupakan pria dewasa dengan sejuta pesona, memiliki rahasia juga identitas tersembunyi di balik profesinya sebagai seorang pengawal pribadi.

Siapa yang menyangka jika pengawal itu merupakan pangeran mahkota yang melarikan diri dari negri asalnya?

Setelah identitasnya di ketahui, Wiratama mengajukan sebuah lamaran kepada Tuannya, yang ia tunjukan untuk salah satu putri tuannya.

Siapakah yang di lamar sang pengawal? karna sang Tuan memiliki tiga orang putri. ikutii terus kisah mereka, jangan lupa like, rate bintang lima juga komentar baiknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indahnya halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadikan dirimu layak

Saat Rose kembali memasuki mobilnya Wiratama sudah tak ada, pria itu tengah ke toilet untuk membersihkan tubuhnya sekaligus berganti pakaian. Beruntung Wiratama selalu menyiapkan pakaian ganti di mobil nonanya.

"Kemana perginya Tama?" Rose celingukan mencari keberadaan pengawalnya, namun tak ada di sekitar sana.

"Ya Tuhan, mengapa banyak tissue bekas pakai begini?"

Beruntung karna pewangi mobilnya Rose tidak mencium aroma lain yang di tinggalkan Wiratama, sekalipun Rose menciumnya othor tak yakin jika Rose tau aroma tersebut berasal dari cairan tubuh pengawalnya.

"Iyuuhhh, Tamaaa. Jorok sekali." Rose memunguti satu persatu tissue yang tercecer di bawah mobil, Tama belum sempat membereskan kekacauan yang ia perbuat.

Rose memunguti langsung dengan tangannya yang lebih dulu ia balut dengan menggunakan kantong keresek berwarna bening.

Saat Tama tiba di sana dengan pakaian barunya, matanya seketika membola saat mendapati Rose tengah memunguti tissue bekas pakainya.

"Tama sopan sekali anda membiarkan nonamu memunguti calon pewarismu yang kau buang dengan percuma." Ringis Tama dalam hati secepat mungkin dirinya langsung mengambil alih pekerjaan nonanya.

"Biar aku yang mengambil alih pekerjaan Nona." Tama merebut semua tissue di tangan Nonanya. Beruntung Nonanya bukanlah wanita liar sehingga pikirannya sangat sederhana mungkin.

Rose memandang Wiratama dengan tatapan lasernya. Kelopak mata Rose bahkan menyipit serta menelisik Wiratama yang kini terlihat gugup, padahal sejauh ini Wiratama sering kali nenampilkan raut tak terbaca dengan wajah yampannya yang di buat datar.

"A-ada apa No-na memandangku seperti i-tu?" Jangan jangan nonanya tau apa saja yang baru kulakukan. Wiratama buru buru membuang tissue bekasnya ketempat sampah terdekat.

Wiratama kembali memasuki mobil yang sudah terdapat Nonanya di dalam, kegugupan itu belum sanggup Wiratama lenyapkan, apa lagi Rose masih menatap dirinya dengan tatapan mencibir.

"Kau sakit?" Rose kini menempelkan punggung jemarinya ke arah leher pengawalnya,

"Kumohon Nona, jangan lagi menyentuhku. Aku lelah jika harus senam jari lagi." Lirih Tama dalam hati, reaksi tubuhnya masih sama seperti sebelumnya saat bagian tubuh Rose menyentuh permukaan kulitnya.

"Kau sakit?" ulang Rose.

"Ti-tidak."

"Kau tengah patah hati?"

"Tidak juga." Wiratama bahkan kini menuduk dalam, ia tak berani membalas tatapan nonanya.

"Lalu bekas apa tissue-tisue tadi? Jika bukan bekas air mata atau ingus. Ku pikir kau terkena flu atau tengah patah hati hingga menangis dan membutuhkan banyak tissue sepeeti tadi."

Sudah Wiratama duga jika nonanya sangat bodoh dalam edukasi se ks sual.

"Tissue tadi bekas membersihkan cairan tubuhku." Sial mengapa bisa Wiratama keceplosan.

"Cairan tubuh?"

"I-ya tadi, aku keringetan itu sebabnya aku mandi barusan." Wiratama hanya mengenakan celana jeans berwarna biru, di padukan dengan kaos hitam polos, jika saja di luar sana para wanita akan melayangkan pujian terang terangan akan penampilan Wiratama. Rose terligat biasa saja, entah seperti apa pria idaman gadis itu.

Sangat wajar jika Arjuna dan Elis mencemaskan kenormalan putri sulung mereka.

"Oh."

Hanya itu, Rose bahkann mempercayai kebohongan Wiratama.

"Dimana blazerku?" tanya Rose sembari celingukan mencari keberadaa pakaian miliknya, yang sudah Wiratama tempati di sebuah kantong karna kotor oleh ulahnya.

"Baju Nona kotor tadi tak sengaja tertumpah minuman olehku. Aku minta maaf." mulus sekali Wiratama berbohong.

"Ya ampun kenapa tidak hati hati sih?"

"Maaf,"

Wiratama terus mengemudikan mobilnya menuju ke suatu tempat.

"Tamaa, berhenti di pom bensin depan sepertinya aku harus mengganti pembalut, rasanya sungguh tak nyaman sekali." Dengan santai Rose meraih tas jinjing miliknya dan memasangkan pembalut di pakaian dalam miliknya, ia seakan tak tau malu saat di sana ada pria dewasa.

Jika sebelumnya Wiratama sudah terbiasa akan hal ini, tapi sekarang ia sangat malu dengan kelakuan Nonanya. Bisa bisanya nonanya sesantai itu memasangkan pembalut di sampingnya.

Wajah Wiratama terasa panas, bahkan kini sudah memerah hingga ke telinganya.

 "Ada apa? Mengapa wajahmu memerah? Kau baik vaik saja?" sekali lagi Rose menyentuh wajahnya dengan jemari lentiknya, hingga Wiratama mengerem mobilnya seketika.

Bukan Rose peduli bertanya demikian, ia hanya tak ingin menggadaikan keselamatannya jika seandainya pengawalnya tengah sakit, ia bisa menyetir sen

"Dasar tidak sopan! Menjauh dariku! Aku tak suka di sentuh olehmu!" bukan hanya Rose yang terkejut akan bentakan Wiratama, pria itu sendiripun turut terkesiap akan tingginya suara yang ia keluarkan, hingga Rose terlonjak karnanya, kedua tangannya kini mendekap dadanya sendiri.

"Aku tidak tuli, tak usah kau membentak dengan suara menggelegar seperti itu." Rose memalingkan wajah ke arah jendela, ia tak saat Wiratama menggikan suaranya seperti itu.

"Dasar kaum pelangi! Jika kau sudah bosan bekerja katakan saja, di luar sana masih banyak orang yang memerlukan pekerjaan." Rose melipat kedua tangannya di atas perut dengan dalaman yang sudah ia pasangkan pembalut. Ingin rasanya Rose menyumpalkan benda itu kemulut Wiratama, yang tadi sempat berteriak kepadanya.

Wiratama hanya fokus pada pada kalimat awal Rose yang mengatakannya sebagai kaum pelangi, apa harus ia membuktikan pada gadis itu jika ia pria tulen dan tertarik kepada seorang wanita.

Tiba tiba saja sebuah ide tercetus di benak Rose, agar Wiratama mau sedikit melonggarkan pengawasan terhadapnya ia risih karna Wiratama selalu mengikutinya.

"Tama, aku memiliki kenalan seorang yang berjenis sama sepertimu. Tak usah malu kepadaku, sekarang seseorang dengan kelainan sudah sering di dapati di negara ini, bahkan beberapa negara pernikahan sesama jenis sudah di legalkan."

Wiratama tak bisa menahan kedongkolannya kepada Rose yang seenaknya menamainya kaum pelangi.

"Darimana kau dapat menyimpul aku memiliki kwlainan?" Tama membelokan mobilnya di satu rumah makan yang terdapat di sana.

"Pertama, kau tak pernah berkencan dengan seorang wanita atau gadis manapun. Dan yang kedua kau selalu tak terpengaruh olehku sepertinya sekalipun aku telanjang di hadapanmu kau tak akan bereaksi apapun. Dan yang ketiga kau tak menyukai sentuhan dari seorang wanita, kau pikir aku tak memperhatikan gerak gerikmu sedari dulu. Meski kau ramah kepada kedua adikku, kau sangat membatasi interaksimu dengan kaumku."

Untuk yang pertama Wiratama membenarkan jika ia memang belum pernah berkencan, tapi untuk nomor 2 dugaan Rose salah besar, seandainya Rose tau sepayah apa Wiratama tadi wanita itu akan meralat ucapannya. Dan untuk yang ke tiga Rose memang benar dirinya memang membatasi setiap interaksi maupun sentuhan dengan semua orang bukan hanya dengan para wanita saja, Wiratama juga membatasi diri dari Tuannya.

"Apa hanya karna ketiga hal itu kau menyimpulkan aku sebagai pecinta sesama jenis?"

"Ya, kurang lebih seperti itu."

Apa Rose tidak berkaca kepada dirinya sendiri yang juga memiliki sifat serupa dengan Wiratama, cuma bedanya Rose kerap kali melakukan kencan buta yang di atur oleh Mama maupun Papanya, berbeda dengan Wiratana yang tak melakukan atau memikirkan apapun, karna ia yakin jika segala sesuatu mengenai masa depannya sudah di siapkan oleh sang ayah yang merupakan sebagai seorang Raja di negrinya.

"Kau tau aku tak terlalu suka berbicara apa lagi menjelaskan hal yang tak penting, apa lagi menggelikan seperti ini. Tapi jika kau menginginkan bukti jika aku merupakan seorang pria normal, aku bisa saja menyumbangkan benihku pada rahimmu dengan suka rela. Bukankah kau sudah cukup umur untuk membahas hal hal berbau dewasa." Wiratama mengamati perubahan di raut nonanya.

Tuing ...

Rose menoyor kepala seorang pangeran mahkota.

"Jaga batasanmu Wiratama! Aku bukan seorang wanita yang tak mempunyai harga diri. Enak saja ingin menghamiliku tanpa ikatan pernikahan, kau pikir aku wanita apa?"

"Jadi maksudmu aku boleh menikahimu?"

"Boleh, dalam mimpimu saja."

Sebenarnya Rose ingin mengatakan jika Wiratama tak selevel, hanya saja ia mempeetimbangkan perasaan pria itu, astaga sejak kapan ia mulai memperdulikan perasaan orang lain?

"Jadikan dirimu layak jika ingin meminang salah satu putri Arjuna."

"Baik."

Satu kata itu yang lolos dari mulut Wiratama,

Kearoganan Nonanya memang sebanding atas apa yang Rose miliki, untuk itu setiap pria yang nenginginkan Rose harus memiliki apapun yang di inginkan wanita itu.

"Mau taruhan denganku?"

"Tentang?" tanya Wiratama serius.

"Calon jodohku."

"Memang sudah ada kisi kisinya."

"Aku pernah di ramal oleh seseorang jika jodohku seorang bangsawan." ujar Ros sembari mengambil jaket yang di sodorkan Wiratama.

"Dan kau percaya?"

"Sedikit."

"Apa itu menjadi alasan kau menolak setiap pria yang melamarmu?"

"Tidak juga. Aku hanya belum menemukan seseorang yang sepertimu."

"Maksudmu apa." Ayolah Nona jangan membuat Wiratama salah paham.

"Penurut. Aku menyukai pria penurut namun tegas. Gimana sih bingung ngejelasinnya." Rose lebih memilih mengakhiri pembahasannya tentang calon jodohnya.

"Jika statusku ssetara denganmu apa kau mau menikah denganku?"

"Usia kita terpaut cukup jauh."

"Itu bukan alasan. Berikan alasan yang lain."

"Kau bukan typeku."

Mampus! Wiratama di tolak meskipun dengan kata seandainya.

"Kau itu bagai mana? Kau bilang menyukai pria penurut dan tegas, aku ada di dalamnya."

"Kau tak cukup oke untuk kubanggakan." Rose mengedikkan bahu tak acuh.

Nyes, Rose pintar sekali menjungkir balikan keadaan, dari menerbangkannya hingga menghempaskan orang itu hingga ke dasar.

"Aku tampan."

"Tak ada yang mengataimu jelek." telak Rose.

"Lalu kenapa kau tak mau menikah denganku?"

"Aku tak bisa menjawab jujur, aku tak ingin kau tersinggung kembali."

1
lenny sukmasari
Luar biasa
Soraya
mampir thor
Adin Syarif
mana kelanjutannya lama amat
Julia Mega
kak ini ceritanya tidak dilanjut ya?
Datu Zahra
top
Datu Zahra
ini mana kelanjutannya, bagus padahal eh
Stinje Simpuru
Lanjutkan
💝F&N💝
ayo mana nih kelanjutannya. cerita nya bagus banget lo aku suka. tp gak ada lanjutnya
dan sampai skr g aku masih menunggunya.

ayolah si lanjut di sini.
di noveltoon
💓astika mei💓
kok g ada kelanjutannya ya thor
Muji Lestari Tari
ayolah Thor jangan bikin aku penasaran
Dea Abdullah
thor jgn lama² lanjuttttt😍
Kotimah
menunggu update nya
Pipik Yulfika
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
💝F&N💝
kak, kok ceritanya gak di lanjutkan. pafa hal cerita ini bagus looooo
dan aku suka banget dan masih menunggu up nya sampai sekarang. ayoooo thor, walaupun sudah hampir 3 tahun berhenti, gak pa pa deh.sekarang lanjut dong😅😅😅🙏🙏🙏🙏
Dian Tricia
lanjut dulu thor
Nie
Keren Rose,jd inget waktu Yudha menodongkan pistolnya ke Yudhistira..Rose langsung meletakkan obengnya di leher Rain...untung aja Rose yg dsukai Wiratama,ga kebayang kalo Mine atau Vale yg dipilih Wiratama
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
aslinya semua cerita dari kak author ini selalu seru... selalu diluar perkiraan cuaca,ga ketebak.... ceritanya ga ngebosenin juga ga bertele2...suka sekali sama kaka author yang satu ini.... aku bacanya bulak balik sama baca novel tentang yudistira juga disebelah, ceritanya juga ga kalah seru... tau cerita arjuna juga karena lagi baca cerita yudistira.... semangat teeus kak authorku....
Salma Suku
Mampir lgi thor...
Yuningsih Nining
tama over posesif
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
wah kok gntung, aq sgja baca dr awal juni 25 kok msh sgni aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!