NovelToon NovelToon
Mencinta Suami Cacat

Mencinta Suami Cacat

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Ibu Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Triyani

Karena kelalaian nya dalam berkendara. Mobil yang dikendarai oleh Alina pun akhirnya mengalami kecelakaan hingga membuat sang kakak yang saat itu akan melahirkan meninggal dunia.

Dan suami dari sang kakak, yang merupakan kakak ipar Alina mengalami kelumpuhan. Beruntung, bayi yang tengah dikandung oleh Alisa masih bisa diselamatkan.

Karena hal itulah, Alina pun akhirnya terpaksa menikah dengan Pras, kakak iparnya sendiri demi mempertanggung jawabkan perbuatan nya. Meski itu tidaklah disengaja.

Lalu, akankah pernikahan mereka berjalan dengan baik ditengah kebencian Pras pada Alina karena sudah menghilangkan nyawa sang istri dan membuatnya lumpuh??

Akankah Pras lulus dan mau memaafkan Alin setelah melihat ketulusan Alina dalam menjaga dan merawat Alesya, putrinya.

yukk simak kisah mereka...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe.
Biar Othor lebih semangat saat menulis,terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part.06

***

"Begini Ma, Pa, Mama Tari dan juga Papa Suryo. Saya mengumpulkan kalian semua untuk membicarakan hal penting yang menyangkut kelangsungan hidup Alesya ke depan nya." ucap Pras membuka pembicaraan keluarga yang dia adakan secara mendadak.

"Memang nya, apa yang ingin Nak Pras bicarakan?" tanya Papa Suryo yang baru saha tiba dari luar kota itu langsung menuju ke rumah mantan besan nya saat mendapati kabar jika Pras ingin bicara dengan nya dan juga sang istri.

"IJinkan saya mempersunting Alina untuk menjadi istri dan ibu untuk Alesya, Ma, Pa."

Deg...

Seketika tubuh Alina membeku ditempat dengan mata yang membulat sempurna setelah mendengar apa yang dikatakan pria dingin yang begitu membencinya itu.

"Menikah? Kenapa harus menikah Pras?" tanya mama Widia yang tidak kalah shock nya dengan kedua orang tua Alina saat Pras mengutarakan ingin menikahi ALina.

"Aku tidak mau berpisah lagi dengan Alesya Ma, tapi Alesya begitu bergantung pada Alina. Dan jalan satu satunya agar kami bisa tetap bersama adalah dengan Alina yang tinggal menetap disini dengan status yang jelas, yaitu istriku,"

Tubuh Alina semakin meremang saat Pras menjelaskan niatnya. Semua tampak masuk akal, namun entah mengapa. Alina merasakan hal yang lain dari maksud Pras menikahinya.

"Lagi pula, saya juga butuh banyak bantuan dan tentu saja hal itu akan lebih leluasa jika dilakukan oleh seorang istri bukan? Anggap saja, hal ini sebagai penebus rasa bersalah yang selalu menghantui Alina. Membantu merawat Alesya hingga dia tumbuh menjadi anak yang sukses dan juga membantu merawat saya hingga mungkin saya diberi kesempatan untuk berjalan lagi,bukan kah ini yang seharusnya Alina lakukan meski tanpa saya minta,"

Perkataan menohok itu cukup membuat semua orang bungkam. Benar, jika Alina meras bersalah seharusnya hal itu yang Alina lakukan bahkan tanpa Pras minta.

Namun sejak kejadian di rumah sakit dulu, membuat nyali Alina benar benar hilang saat berhadapan dengan pria bernama Prasetyo Hadi Wiratama itu.

Jangankan mengutarakan niatnya untuk membantu, menatap mata Pras saja Alina tidak mampu saking menakutkan nya pria itu saat tengah marah dan diselimuti oleh emosi.

"Apa tidak ada cara lain selain menikah?" tanya Papa Suryo mencoba bernegosiasi dengan mantan menantunya itu.

"Maaf ta___"

"Saya bersedia," potong Alina dengan cepat.

"Alina?"

"Iya Ma, Pa. Saya bersedia menikah dengan Kak Pras," ucap Alina memotong ucapan Pras yang akan menjawab permintaan dari Papa Suryo.

Dengan nada yang bergetar, Alina pun menyetujui permintaan dari Pras. Mungkin dengan cara inilah, Alina bisa menebus dosa nya karena telah membuat Pras kehilangan istri dan kemampuannya untuk berjalan.

"Tapi Alina, apa kamu yakin?" tanya mama Widia meyakinkan Alina akan keputusan nya.

"Alina yakin tante. Jika ini yang terbaik untuk Alesya, maka akan Alina lakukan. Alina akan melakukan semua yang terbaik untuk Alesya dan juga Kak Pras," tegas Alina meyakinkan semua orang yang tengah berkumpul di sana.

*

*

"Saya terima, nikah dan kawin nya Alina Dwi Putri Hartono. Dengan Mas kawin seperangkat alat sholat serta satu set perhiasan dengan berat 500gram, tunai."

"Bagaimana saksi? Sah"

"Sah,"

"Sah,"

Alina memejamkan matanya saat kata 'Sah' menggema di seluruh ruangan rumah utama keluarga Hartono.

Tidak pernah terpikirkan sebelum nya oleh Alina, jika dia akan menikah dengan pria yang dulu adalah kakak iparnya sendiri.

Pria yang selalu dikagumi dan di agung agungkan oleh mendiang kakaknya kala sang kakak masih ada di dunia ini.

Usai prosesi penanda tanganan dokumen pernikahan dan juga sungkem pada kedua orang tua. Acara pun berlanjut dengan jamuan untuk para tamu yang sengaja di undang untuk dijadikan saksi pernikahan.

Tidak banyak yang Pak Suryo undang ke pernikahan putri bungsunya itu. Selain keluarga besar dari kedua belah pihak keluarga.

Tamu yang hadir juga hanya pengurus setempat yang tentu nya akan bertugas mendata setiap warga nya.

Dan tentu saja pernikahan Alina harus diketahui oleh pengurus setempat agar kelak tidak menjadi bahan gunjingan dan juga menimbulkan fitnah baik untuk Pras mau pun Alina sendiri.

"Kemasi barang mu. Malam ini juga kamu ikut pulang bersama denganku," titah Pras dingin dan datar pada Alina setelah keduanya berada didalam kamar tamu yang ada dilantai bawah rumah itu, untuk beristirahat sejenak sebelum mereka pulang ke rumah keluarga Wiratama.

"Iya baik, Ma_Mas tunggu disini saja dulu. Aku ke atas dulu untuk mengemasi brang barang ku," jawab Alina tanpa berani menatap ke arah pria yang sudah sah menjadi suaminya itu.

Alina pun segera keluar dari kamar itu untuk menuju ke kamar nya. Dengan perasaan yang bercampur aduk, Alina mulai mengeluarkan pakaian nya untuk dia masukkan kedalam koper yang akan dia bawa pindah ke rumah barunya.

"Kamu akan langsung ikut pulang bersama suami mu Nak?"

Suara lembut mama Tari membangunkan lamunan Alina yang tengah menyusun baju baju miliknya ke dalam koper.

"Mama, iya Ma. Mas Pras tidak bisa menginap disini Ma, jadi kami akan pulang nanti,"

"Baiklah, itu sudah kewajiban kamu sekarang. Apapun yang diminta suamimu, kamu wajib malaksanakan nya. Semoga pernikahan ini selalu membawa bahagia untukmu Nak," lirih Mama Tari mencoba menahan tangisnya.

"Iya Ma, terima kasih. Doa kan Alina selalu ya, semoga Alina bisa jadi istri dan ibu yang baik untuk Mas Pras dan juga untuk Alesya."

Mama Tari pun langsung memeluk putri bungsunya itu. Dia tahu jika pernikahan ini hanya sebatas rasa tanggung jawab Alina akan apa yang sudah terjadi.

Namun mama Tari berharap, semoga kelak Pras bisa mencintai Alina seperti Pras mencintai almarhumah Alisa dulu.

*

***

1
Yulia
bagus👍👍
jen
pasti sedih Alina. duhhh gag kebayang pasti Pras bakal dendam
Nining Chili
👍
min hana
bagus
febry Asd
kata nya kamar nya tembus sama kamar anak nya
z u l a i k h a 🌹
memalukan sekali sikap si mala
fiza
Lumayan
Ryan Jacob
semangat Thor nulisnya
Hazelnutlatteice🪷
Ya ampun kedua besan ini heboh banget liat mantu y tekdung😅😁. Baby Alesya bakal punya dedek “ bayi punya dedek bayi ceritanya kan kak author “ ihiiil😊
Safa Almira
bagus
Healer
jgn2 Aina dan dodo punya suara misteri itu...bkn mama laras tapi mama Alina thor
guntur 1609
rasain kau orlakor
guntur 1609
kapok kau Pras. besarkan saja rasa gengsi mu tu
apajalah
🍁🍂🍂
Deni Supriadi
Luar biasa
Evy
Ada ya anak pembantu yang sungguh tak tau diri banget... ngelunjak...
Wida Ningsih: ada, malah banyak aku temui .
total 1 replies
Fajar Alfiyanshah
Luar biasa
Nani Te'ne
Saya suka ceritanya, lanjut
Oktavia Ratuliu
ooo Alina kau membawa pelakor dalam rumahmu
Oktavia Ratuliu
Dennis kau yang terbaik 🥰🥰 ku suka jawabanmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!