Reno Sebastian seorang Mafia yang kejam di dunia bawah tanah, sifat kejamnya tidak luput dari kejadian masa lalu yang menyakiti dirinya, hingga dia memulai membalas dendam dengan seorang wanita yang diduga anak dari dalang penyebab kematian orang tuanya yaitu Dara Pratiwi.
"Mas, sakit mas tolong jangan siksa aku lagi, sudah cukup mas aku mohon ada anak kita di dalam tubuh ku ini" ucap Dara dengan pasrah.
"Aku tidak peduli dengan anak sialan itu, yang penting orang tuamu harus mengalami kesakitan yang sama denganku!"
Bagaimana jadinya, jika ternyata selama ini Reno salah paham sehingga dengan tega dia menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri yang bahkan belum lahir, apakah Dara akan memaafkan kesalahan Reno atau Dara kembali berbalik membalas dendam dengan Reno.
Semua itu dapat terungkap di dalam cerita "Penyesalan Balas Dendam"
Note, baca terlebih dahulu season 1 yang berjudul "Istri Kejam Milik Devan" agar teman-teman paham dengan alurnya nanti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mimicoco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesabaran Roy
"Kamu lagi tidak bercanda kan!" ucap Dara mencoba menyakinkan atas jawaban pria yang ada di sampingnya ini.
"Tentu saja tidak, sekarang coba kamu lihat pakai mata kepala mu sendiri, ini ada di mana."
"Lihat, peralatan ini dan juga lihat infus yang ada di samping kamu, masak kamu tidak bisa mengenali tempat tinggal sendiri sih, ini coba lihat tempat tidur mu juga," sambung Roy yang mencoba mendeskripsikan semua benda-benda yang ada disekitarnya, agar wanita ini paham kalau dirinya tidak sedang berbohong.
"Oh, berarti memang benar ya kalau aku di rumah sakit."
"Iya di rumah sakit, bukan di rumah mu atau di liang lahat!" ujar Roy kembali yang saat ini kesabarannya sedang di uji oleh wanita milik Reno. Sebenarnya di antara anggota Mafia Naga Merah, hanya dirinya lah yang memiliki kesabaran setipis tisu. Maka dari itu, kerap kali para anggota naga merah, sebisa mungkin menjauhinya. Bahkan Reno sang ketua Mafia Naga Merah juga hanya sesekali berkomunikasi dengan Roy, itu pun kalau sedang meminta bantuan saja.
"Kalau begitu, bisa kah kamu mengantarkan aku pulang, soalnya aku tidak berani lama-lama di sini, takutnya nanti tidak terbayar biaya rumah sakit ini."
"Baiklah kalau begitu, tapi kenapa harus khawatir juga sih, kan Reno sudah membayar biaya rumah sakit mu sampai tiga bulan ke depan."
"Ha, maksudnya suamiku membayar biaya rumah sakit ini sampai tiga bulan, memangnya dia mau kalau istrinya sakit terus, sampai-sampai membayar biaya rumah sakit ini hingga tiga bulan ke depan," ujar Dara kesal, sebab secara tidak langsung suaminya itu mendoakan dirinya siuman dalam jangka waktu yang lama.
Sementara itu, di Bandara
"Sayang, sudah lama ya kamu menunggu ku di sini?" tanya Reno.
"Apa, kamu nanyak aku sudah menunggu berapa lama di sini, kamu bertanya-tanya, biar aku kasih tau ya, aku menunggu kamu di sini itu sudah lebih dari dua jam," ucap Amanda.
"Ya maaf sayang, soalnya tau sendiri kan pacar kamu ini lagi sibuk, jadi sebagai ganti permintaan maaf dari aku, kamu boleh sepuasnya mau apa saja hari ini," jawab Reno.
"Benarkah, kalau begitu aku tidak akan sungkan," jawab Amanda, setelah itu langsung saja masuk ke dalam mobil Reno tanpa memperdulikan barang bawaannya.
Reno yang melihat tingkah Amanda hanya menggelengkan kepala saja, sembari memasukkan barang-barang milik Amanda ke dalam mobilnya.
Kembali lagi dengan Dara yang sekarang sudah sampai di rumahnya.
"Terima kasih ya Roy, kamu sudah mengantarkan aku pulang ke rumah."
"Hmm, oh iya tadi kamu bilang istri dari Reno bukan?"
"Iya aku istrinya, memang kenapa rupanya."
"Enggak apa-apa, hanya saja aku kurang percaya dengan ucapan kamu, soalnya tidak mungkin istri Reno tinggal di rumah yang tampak terlihat gubuk seperti ini, sebenarnya yang aku tahu, bos Reno memiliki beberapa mansion pribadi," ujar Roy yang sesekali melihat keadaan rumah istri dari Bosnya itu.
"Ah tidak mungkin, kamu pasti salah sih, mana mungkin suamiku memiliki banyak mansion, pasti kalau benar dia memiliki beberapa mansion sudah dari awal kami nikah, pasti aku tinggal di sana bersama suamiku, tidak mungkin kan suamiku Reno capek-capek tinggal di rumah sederhana ini, kalau memang dirinya memiliki mansion," balas Michella.
"Kalau tidak percaya ya sudah, aku kan hanya memberitahukan saja kalau Bos Reno memang memiliki beberapa mansion, orang dia termasuk salah satu orang terkaya di wilayah ini," ucap Roy yang di sambut tawa oleh Dara, sebab menurut Dara ucapan Roy terlihat seperti dongeng belaka.
"Iya sudah aku percaya, sekarang kamu mau masuk atau tidak, untuk meminum sejenak mungkin," tawar Dara.
"Tidak lah, aku tidak sudi minum di tempat seperti ini, kalau begitu aku pulang saja," ucap Roy dengan pandangan mengejek setelah melihat rumah Dara.
"Iya sudah sana pulang, huh sombong sudah baik-baik aku menawarkan dia minum," batin Dara.
Setelah Roy pergi, barulah Dara masuk ke dalam rumahnya.
"Aduh, kenapa bisa sih aku masuk ke dalam rumah sakit itu, seingat ku kan aku sedang," berhenti berkata dan langsung teringat dengan kejadian dirinya yang sedang melakukan hubungan suami istri dengan Reno.
"Jangan-jangan karena Reno yang bermain kasar, sehingga aku tidak sadar lalu dibawa ke rumah sakit, ah mengerikan sekali memiliki suami buas sepertinya," ucap Dara dengan bergidik ngeri. Kemudian Dara bergegas istirahat sejenak untuk melupakan ingatan tadi malam saat dirinya berhubungan suami istri dengan Reno.
Tanpa terasa, waktu kembali bergulir lagi menuju malam. Sekarang yang dilakukan Dara adalah menyiapkan makan malam untuk dirinya dan juga Reno.
Sedari tadi, saat Dara telah bangun dari istirahatnya, Dara mencoba mencari Reno ke sekeliling sudut ruangan. Namun tampaknya Reno belum ada tanda-tanda sudah kembali pulang ke rumah. Sehingga sekarang yang dapat dilakukan oleh Dara adalah memasak makanan untuknya dan Reno.
Selesai dengan masakannya, Dara masih juga menunggu Reno pulang untuk makan bersama-sama, walaupun cacing-cacing diperutnya sudah bunyi, tapi Dara terus menahannya karena dirinya harus mendahulukan sang suami makan.
Dara melakukan semua itu, sebab sedari kecil Dara melihat sang Mama melakukan hal yang sama seperti dirinya yaitu makan setelah suaminya sudah makan terlebih dahulu.
Satu jam.
Dua jam.
Bahkan sampai tiga jam, namun belum ada tanda-tanda kepulangan dari suaminya.
Tanpa sadar, Dara kembali memejamkan matanya di ruang makan, sebab dirinya lelah menunggu Reno sehingga tanpa sadar tahu-tahu matanya terpejam begitu saja.
Keesokan paginya, Dara tampak bangun dari tidurnya. Namun anehnya saat ini Dara masih saja di ruang makan, bahkan masakan Dara yang sudah tersaji di atas meja pun masih sama tata letaknya.
"Huh, berarti Reno kemarin malam belum pulang juga sampai saat ini, aduh sayang sekali makanan ini sudah dingin, lebih baik aku coba panaskan saja untuk sarapan pagi ini," ucap Dara yang kemudian membawa makanan yang tersaji di atas meja itu menuju dapur.
Di sisi lain, Reno yang baru bangun dari tidurnya setelah menemani sang pacar tidur, langsung saja bergegas buru-buru pergi. Sebab dirinya baru saja melewatkan sang istri yang sekarang entah bagaimana keadaannya, apakah masih berada di rumah sakit atau sudah pulang.
Bukan Reno khawatir tentang keadaan sang istri, namun dirinya khawatir akan nasib kelanjutan balas dendamnya itu. Jika sampai Dara mati, maka dia sangat menyesal sebab baru saja memulai melakukan penyiksaan terhadap wanita yang menjadi sasaran balas dendamnya. Sehingga Reno merasa belum puas untuk menyakiti wanita dari anak Yuda, laki-laki yang amat sangat dia benci.
hajat Reno untuk bersatu kembali dengan Dara tak kesampaian....