NovelToon NovelToon
Mahligai Cinta Yang Terbagi

Mahligai Cinta Yang Terbagi

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Pelakor / Angst / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ayu Andila

Dilarang boom like dan plagiat !!!

Silvia Maharani, seorang wanita yang sudah menyandang status seorang istri, bahkan juga ibu harus menelan pil pahit pengkhianatan dari suami yang sangat dia cintai.

kebahagiaan dan cinta yang setiap hari dia rasakan, ternyata hanya bualan semata. Suaminya ternyata sedang bermain api dengan wanita lain.

Hancur, itu sudah pasti. Kecewa, jangan ditanya lagi. Setelah dia menata hati dan menemukan arah hidup, Silvia memilih untuk melepaskan sang suami.

Tapi, lagi-lagi takdir tidak berpihak padanya. Masalah demi masalah terus membelitnya hingga tidak bisa melepaskan diri.

Bagaimana kisah Silvia selanjutnya?

Bisakah dia melepaskan diri dari sang suami?

Yuk, ikuti kisah mereka yang penuh dengan air mata!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Andila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 6. Menyelidiki Ke Apartemen.

Hati wanita mana yang tidak terluka, saat mendengar bahwa ada yang mengatakan kalau suaminya adalah kekasih wanita itu.

Itu juga lah yang sedang dirasakan oleh Via saat ini, dadanya terasa sangat sesak hingga tidak mampu untuk mengucapkan kata-kata.

Bola matanya bergetar dan terus mengeluarkan air mata, bahkan seluruh tubuhnya terasa kaku seolah-olah nyawanya sedang dicabut secara paksa dari raganya.

"Apa yang harus kita lakukan, Jar?"

Riani sangat panik melihat keadaan Via, berulang kali dia memanggil wanita itu tetapi Via tetap diam dengan tatapan kosong.

Fajar pun demikian, dia berusaha untuk menyadarkan Via tetapi hasilnya tetap nihil.

"Kenapa? Kenapa Mas Fajar tega melakukan semua ini?"

Riani dan Fajar langsung menunduk untuk melihat Via saat mendengar suaranya, sontak Via langsung memeluk tubuh Riani dengan erat.

"ya Allah Vi, sabar! Kita belum tau itu benar atau tidak!"

"Kenapa, Rin? Hiks huhuhu ... Kenapa?"

Via menangis tersedu-sedu untuk menumpahkan semua rasa sakit dihatinya, bagaimana mungkin suaminya bisa menjadi kekasih orang lain?

"Via, lihat aku!" Riani segera memegang kedua bahu Via untuk menatapnya. "Lihat aku! Sudah berapa tahun kau menikah dengan suamimu, hah?"

Via menggigit bibir bawahnya mendengar pertanyaan Riani, dia tidak sanggup menjawab pertanyaan wanita itu dan terus saja menangis.

"Kau sudah bertahun-tahun menikah, Vi! Kau yang paling tau bagaimana suamimu, kenapa kau seperti ini?" Riani mengguncang tubuh Via agar berhenti menangis. "Kita belum tau apa yang Fajar katakan itu benar atau tidak, seharusnya kau tidak menangis seperti ini!"

Via hanya bisa menundukkan kepalanya, sekuat tenaga dia mencoba untuk mengendalikan diri agar bisa tenang.

"Sekarang hentikan tangisanmu ini, kita harus membuktikan apa yang Fajar katakan itu benar atau tidak!" Riani memaksa Via agar menatapnya. "Vi, aku mohon jangan seperti ini! Aku tau kalau kau terluka, tapi kita juga harus mencari tau keberannya!"

Via menganggukkan kepalanya. "Ka-kau benar, Rin! Seharusnya aku mencari tau kebenarannya dulu, dan bukan seperti ini!"

"Tidak apa-apa, aku tau bagaimana perasaanmu! Jadi sekarang, lebih baik kau telpon suamimu, dan tanyakan di mana dia saat ini!"

Via kembali menganggukkan kepalanya, dia mengambil minuman yang ada di atas meja dan meminumnya. Untuk beberapa saat Via diam, dia ingin menenangkan hatinya dulu sebelum bicara dengan suaminya.

Setelah tenang, Via segera mengambil ponselnya untuk menelpon Mahen. Beberapa kali dia menelpon, barulah Mahen menjawabnya.

"Ada apa, Sayang? Tumben nelpon jam segini, kangen ya?"

Via meremmas ujung hijabnya saat mendengar suara sang suami, dia lalu melirik ke arah jam yang tergantung di depannya. "Enggak papa Mas, cuma mau nanya nanti Mas pulang jam berapa?"

Mahen yang ada disebrang telpon mengernyitkan keningnya. "Ya seperti biasa, Sayang! Kenapa? Kau mau mengajak kesuatu tempat?"

"Aku sedang dirumah Ibu, mungkin akan pulang malam! Jadi, aku memberitahu Mas!" Via terpaksa berbohong, dia ingin lihat apa jawaban suaminya.

"Ooh ... yaudah enggak papa, kalau gitu Mas nanti ngerjain kerjaan lagi aja sambil nunggu kau pulang. Enggak enak lah, di rumah sendirian!"

Via tersenyum tipis mendengar ucapan suaminya. "Baiklah Mas, sekitar jam 9 aku baru pulang! Kalau gitu aku tutup, assalamu'alaikum!"

"Wa'alaikum salam!"

Tut. Via langsung mematikan panggilannya saat sudah mendengar jawaban dari Mahen, tangannya mencengkram erat ponsel yang ada dalam genggamannya.

"apa yang kau lakukan, Vi? Kenapa tidak menanyakan hal itu pada suamimu?" tanya Riani dengan bingung.

Via kembali tersenyum mendengar pertanyaan temannya itu. "Kalau aku menanyakannya, sudah pasti dia akan mengelak, Rin! Apalagi lewat telpon, sedangkan langsung saja dia bisa mencari seribu alasan!" Dia lalu menyandarkan tubuhnya yang terasa lemas.

"aku rasa yang Via lakukan itu sudah tepat! Biasanya aku memang bertemu dengan suaminya saat sore hari, atau malam sesudah maghrib!" seru Fajar, dia tidak menyangka kalau Via adalah wanita yang cerdas.

"Jadi gitu? Dasar, kenapa aku tidak kepikiran!" Riani memukul kepalanya sendiri yang tidak bisa berpikir dengan benar, membuat Via dan Fajar hanya geleng-geleng kepala saja.

"Oh ya, boleh aku minta alamat apartemenmu, Fajar? Aku dan Riani nanti akan melihat langsung ke sana!"

Fajar langsung menganggukkan kepalanya dan menulis alamat lengkap apartemennya, sekaligus unit apartemen Clara. "Ini unit apartemen Clara, tapi maaf karna aku tidak bisa menemani kalian!"

"Tidak apa-apa, Fajar! Apa yang kau lakukan ini sudah sangat membantu sekali, aku sangat berterima kasih padamu!"

Fajar tersenyum dengan lebar. "Sama-sama, Vi! Aku harap kau bisa menyelesaikan masalah rumah tanggamu, dan semoga semuanya baik-baik saja!"

Via mengaminkan ucapan Fajar, walau bagaimanapun dia tidak mau terjadi hal buruk pada rumah tangganya.

Selesai berbincang, Fajar mengajak dua wanita itu untuk makan siang yang sudah sangat terlambat, karna memang sekarang sudah pukul 3 sore.

Selesai makan, Via dan Riani segera pergi ke alamat yang diberi Fajar tadi. Walaupun Mahen masih lama pulang kantor, tetapi Via ingin menunggunya di sana.

"apapun yang terjadi, tolong kuatkan hatimu, Vi! Setiap masalah pasti bisa diselesaikam secara baik-baik," ucap Riani setelah mobil mereka terparkir di depan sebuah toko yang ada di depan kawasan apartemen itu.

"Aku mengerti, Rin! Dan tugasmu untuk mengingatkanku saat aku tidak bisa mengendalikan diri!"

Kedua wanita itu saling berpegangan tangan, bukan karna mau menyebrang, tetapi karna sedang saling menguatkan.

Waktu berlalu dengan sangat cepat, tidak terasa saat ini sudah pukul setengah 6 sore. Via dan Riani terus memperhatikan jalanan, berharap kalau Mahen tidak akan datang ke tempat itu.

Namun, harapan tinggal harapan. Sebuah mobil berwarna putih melintas tepat di depan mereka dan masuk ke dalam kawasan apartemen. Tentu Via sangat mengenali mobil itu, karna mobil itu adalah milik suaminya.

Tbc.

1
Siti Maulidah
ceritanya sangat menarik sekaliii /Good//Good//Heart//Heart/
Sulfia Nuriawati
zaman skrg g ckup dg percy jg cinta tp bukti, cinta blh bego jgn, kalo udah 1xberbohong akan nyusul kebohongan² selanjunya,bapa lg sll d maafkan makin merajalelabihong nya, hrs waspada jd g terpukul dg telak, msh bs ngelak jg berjelit biar g terlalu fatal efeknya, cr bukti jgn oercy gt aja
Sri Puryani
jadilah salah paham
Sri Puryani
rasain maher ...
Sri Puryani
menyesal kan kamu maher .....kau buang berlian utk mendapatkan batu viasa
Surati
bagus
Sri Puryani
jgn temui vano dl via....
vano kenapa kamu gk wa sj via utk jgn telp dl krn msh rapat klo sdh selesai di hub.lg....klo spt itu pasti via tdk mikir kemana- mana
Sri Puryani
ya krn putramu bodoh mengutamakan kesenangan sementara sj
Sri Puryani
vano blm menyelidiki latar belakang clara ya ..
Sri Puryani
hak asuhnya hrsnya diputus kan jg
Sri Puryani
kok tamat nya ngantung gini thor?
Sri Puryani
hrsnya wkt nyamperin di apartemen di foto & video utk bukti ....biasa nya gt sih klo orang pinter
Sri Puryani
gk usah membela pengacaramy ...dia lbh mahir , bs berkelahi via
Sri Puryani
memangnya via tdk kb? sdh lama gk hamil hub.sekali msk lgsg mau dibuat hamil thor?
Sri Puryani
memangnya kakimu gk bs nendang aset mahen via , klo tangan gk bs gerak kaki nya dong dipake nendang .....pasrah aja sih...gigit nahen ...atau apa kek
Sri Puryani
Luar biasa
Sri Puryani
Lumayan
Yuli Sadira
Luar biasa
Siti Maskanah
mahen pahlawan ku wkwk
Siti Maskanah
riani jodohin aza sm bang mahen ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!