Alesha Hanania, gadis kampung yang terpaksa berhenti kuliah karena ayahnya meninggal dunia dan ibunya sakit-sakitan.
Esha mulai mencari pekerjaan untuk bertahan hidup. Sampai pada suatu hari dia bertemu dengan Rosi, teman sekolahnya. Rosi menawarinya pekerjaan di Jakarta.
Setibanya di Jakarta, ternyata Rosi menipunya. Rosi membawa Esha ke sebuah klub malam untuk dijual kepada pemilik klub.
Malam itu menjadi malam yang bersejarah dalam hidup Esha. Malam yang merenggut kesucian yang selama ini ia jaga. Malam yang mempertemukannya dengan pria brengsek bernama Raffi Bastian Anggara ....
WARNING!!
Banyak mengandung bawang. Siapkan tisyu dulu yah sblm membaca... 😂
Budayakan untuk LIKE di setiap eps sbg bentuk dukunganmu terhadap penulis dan novel ini... TQ 🙏
Ig Author @_anita.rai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Bersejarah
Hari sudah pagi, mobil sport Raffi melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan Starlight Club. Sesekali mata Raffi melirik ke arah gadis yang tertidur pulas di sampingnya. Wajah dan bibir gadis itu terlihat pucat, matanya sembab karena terlalu lama menangis. Raffi tau gadis itu tidak tidur semalaman. Raffi pun mengingat kejadian tadi malam.
( Flashback on )
"Siapa kamu? Mau apa kamu?" tanya Esha ketakutan.
Raffi hanya terdiam memandang Esha dari ujung kaki hingga ujung rambut.
"Cantik." Hanya kata itu yang keluar dari mulut Raffi.
Minuman beralkohol membuat Raffi hilang kesadaran. Raffi pun mulai berjalan mendekati Esha. Tatapannya tajam, seolah singa yang hendak menerkam mangsanya. Sontak Esha mundur satu langkah, dua langkah, tiga langkah sampai akhirnya Esha terjatuh duduk di tepi ranjang. Esha ketakutan. Tubuh Esha gemetar. Tanpa basa-basi lagi, Raffi segera mendorong tubuh Esha hingga terbaring di ranjang kemudian menindihnya.
"Pergi! Jangan sentuh aku!"
Esha menjerit dan meronta-ronta namun dia kalah tenaga dari Raffi. Esha hanya bisa menangis sejadinya. Raffi mencengkeram kedua tangan Esha hingga Esha tak berdaya melawan. Dengan penuh nafsu, Raffi ******* bibir Esha, menggigitnya perlahan hingga Esha kesulitan bernafas.
Kemudian Raffi menciumi leher Esha, dan menggigitnya hingga meninggalkan bekas kemerahan. Tangan Raffi tidak tinggal diam. Tangan kanannya mulai bergerilya masuk ke dalam baju Esha, meraba setiap inci tubuh Esha. Setelah itu Raffi melucuti pakaian Esha satu per satu dengan kasar.
"Jangaaannn! Aku mohon jangaaaaaannnnnnn!" teriak Esha lagi sambil menangis sesenggukan.
Namun Raffi tidak menghentikan aksinya. Nafsunya makin bertambah setelah melihat tubuh Esha tanpa sehelai kain yang menutupi. Raffi pun secepat kilat membuka pakaiannya.
"You look so beautiful, let's enjoy tonight!" ucap Raffi kemudian mulai menerjang Esha lagi.
Esha hanya bisa menangis dan merintih menahan sakit ketika Raffi berhasil menembus pertahanannya. Raffi terkejut ketika melihat ada darah di atas sprei.
"Ternyata benar kata Jordan, perempuan ini masih perawan," batin Raffi.
Esha adalah perempuan pertama yang Raffi perawanin. Karena biasanya Raffi selalu bercinta dengan perempuan ****** yang sudah pernah dinikmati oleh banyak lelaki hidung belang. Setelah menuntaskan nafsunya, Raffi pun tertidur pulas di atas ranjang.
Malam itu menjadi malam yang paling bersejarah dalam hidup Esha. Lelaki brengsek yang sama sekali tidak dikenalnya telah merenggut kesuciannya. Kesucian yang selama ini ia jaga. Kesucian yang kelak ingin ia persembahkan hanya untuk suaminya. Tapi kini semuanya hancur.
"Ya Allah kenapa ini semua terjadi padaku? Kenapa harus aku? Ujian apa ini? Ayah, ibu ...." Esha hanya bisa menangis meratapi nasibnya, ia terbayang wajah kedua orang tuanya.
Perlahan Esha bangkit mengambil pakaiannya dan berjalan menuju kamar mandi. *********** terasa perih. Esha mengunci pintu kamar mandi kemudian menyalakan shower dan mengguyur seluruh tubuhnya.
'Rosi, tante Erna, kalian tega menjebakku. Apa salahku pada kalian? Semoga Allah mengampuni dosa kalian,' batin Esha.
Ia pun menangis lagi selama berjam-jam di kamar mandi.
Raffi terjaga dari tidurnya, kepalanya terasa pusing. Ia mencoba mengingat kejadian tadi malam. Raffi ingat semalam dia menghabiskan malam dengan seorang perempuan. Tapi Raffi terkejut karena tidak melihat perempuan itu di sampingnya. Raffi meliarkan matanya mencari sosok perempuan itu di seluruh penjuru ruangan.
'Kemana perempuan itu?' batin Raffi.
Ia pun bangun dan berpakaian. Samar-samar Raffi mendengar suara tangisan dari dalam kamar mandi.
Tok ... Tok ... Tok ....
Raffi mengetok pintu kamar mandi beberapa kali.
"Hey perempuan, apa kau ada di dalam?" tanya Raffi namun tidak ada jawaban.
Esha yang mendengar pintu kamar mandi diketok, sontak menghentikan tangisnya. Perasaan takut menyelimuti hatinya. Ia takut membuka pintu itu. Ia takut kalau lelaki itu akan menyerangnya lagi.
"Buka pintunya!" teriak Raffi dengan meninggikan suaranya.
Dengan ragu-ragu Esha perlahan membuka pintu kamar mandi.
"Jangan sentuh aku! Aku mohon jangan sakiti aku!" ucap Esha sesenggukan.
"Kau tidak apa-apa? Kenapa kau menangis di kamar mandi? Apa kau di sini semalaman?" tanya Raffi kepada Esha. Esha pun menganggukkan kepalanya.
"Maaf semalam aku lepas kendali," ucap Raffi lirih.
Kemudian Raffi mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya dan memberikannya kepada Esha.
"Ini buat kamu, aku pergi dulu."
Ketika Raffi hendak melangkah pergi, tiba-tiba Esha memanggilnya.
"Kamu mau kemana? Aku tidak mau uangmu, aku bukan *******!"
"Tolong bawa aku pergi dari sini! Jangan tinggalkan aku di tempat ini! Aku mohon!" seru Esha sambil memohon kepada Raffi. Air matanya kembali menetes.
"Mereka telah menjebakku. Aku bukan *******," rintih Esha lagi. Esha pun menceritakan kepada Raffi kenapa dia bisa ada di tempat itu.
Ada rasa iba di hati Raffi setelah mendengar cerita Esha. Tanpa berfikir panjang Raffi pun memutuskan untuk membawa Esha pergi dari tempat itu.
"Okey kamu tunggu di sini dulu, aku akan segera kembali!" titah Raffi kepada Esha.
Kemudian Raffi keluar dari kamar menemui Jordan.
"Hey brother, gimana oke nggak perempuan itu?" tanya Jordan kepada Raffi ketika Raffi menemuinya.
"Boleh tahan," jawab Raffi singkat.
"Jo, berapa yang harus gue bayar? Gue mau bawa perempuan itu pergi," tanya Raffi kemudian.
"Oh my God! Apa elu sangat menyukainya sampai sampai elu mau bawa dia ha?" tanya Jordan heran.
"Emm... I like her so much," jawab Raffi tanpa berfikir panjang.
"Okey sekarang dia milikmu, anythink for you brother," seru Jordan sambil menepuk pundak Raffi.
Setelah membayar harga yang telah mereka sepakati dan mengambil kembali tas Esha, Raffi pun kembali ke kamar menemui Esha.
"Ayo kita pergi sekarang! Ini tas kamu," ajak Raffi kemudian mengembalikan tas Esha.
"Tolong tunggu sebentar, aku mau ganti pakaian dulu!" pinta Esha.
"Okey jangan lama-lama," seru Raffi.
Esha pun segera masuk ke kamar mandi mengganti pakaiannya dan memakai hijab. Karena jam sudah menunjukkan waktu sholat Subuh, Esha pun minta ijin kepada Raffi untuk sholat Subuh sebentar. Raffi hanya menganggukkan kepalanya. Ia duduk di tepi ranjang sambil memperhatikan Esha.
Setelah Esha selesai sholat Subuh, mereka pun keluar meninggalkan Starlight Club. Esha berjalan di belakang mengikuti Raffi.
Sampai di parkiran, Raffi membukakan pintu mobilnya untuk Esha.
"Masuklah!" perintah Raffi.
Esha pun menurut lalu masuk ke dalam mobil Raffi.
Sepanjang perjalanan tiada sepatah kata pun keluar dari mulut Esha. Esha memandang ke luar jendela. Pikirannya melayang-layang. Dia teringat pada ibunya. Apa yang harus dia katakan pada ibunya? Dia tidak bisa menceritakan apa yang telah dialaminya kepada ibunya. Kepala Esha terasa berat, Esha pun memejamkan matanya hingga ia pun terlelap.
( Flashback off )
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG .............
Notes :
Jangan lupa tekan LIKE, LOVE, dan komentarnya setelah membaca!
Terima kasih 😊
Penulisnya cukup faham dalam Agama, sehingga tidak los kontrol.
Judul Kesucian Alesha dlm cerita ini ibu meligat tentang keiklasan hati dari Alesha, Amar ya sejak awal, disusul Raffi seyelah menikah siri dgn Aulia yg sederhana tp bisa mengetuk hati Raffi sbg suami untuk melakukan kebaikan dalam hidup termasuk Sholat n adab pd orang2 yang sdh berjasa mengurus dirinya, juga Aulia keiklasannya muncul saat tahu Raffi sangat mencintai Alesha apalagi tahu bgw mereka sdh menikah...
Semangat thor, sehat selalu, memang benar menulis tuh tidak mudah, mood nya harus bagus/Heart//Heart//Heart/