Om Itu ..., wajahnya sangat mirip dengan Ayah, tapi ... Nama ayah kan Bimo, Sementara Om ini Bima. Ahhh Aku jadi bingung, Tapi Aku yakin dia Ayah ku,...!!
Season dua..
Menceritakan Calista mantan pacar Bima, mendapatkan hati Reyhan, pria yang pernah menyukai Nayna istri Bima.
"Ayah, ayo pulang ke rumah bareng Cilla, sama Bunda!!'' Pinta seorang anak kecil pada paman nya sendiri.
Sontak hal ini mengejutkan Bima, selaku paman Cilla..
"Cilla, dia paman mu. Bukan Ayah nak." ungkap sang Nenek.
"Tidak dia kan Ayah ku, Nenek....!!"
"Cilla, ayah kita telah meninggal.!" sahut Cillo kakak Cilla kembarannya.
Apakah keinginan Cilla untuk memiliki dan hidup bersama dengan Bima bisa terlaksana,,?
Sedangkan Bima telah memiliki kekasih, dan juga tak mungkin mereka bersama sementara Bima tak mencintai Nayna. Bunda Cilla dan Cillo.
Misi Cilla mendapatkan hati paman Bimo yang dianggap Ayahnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aaswidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 6
Saat tadi dokter telah selesai memeriksa Cilla rupanya anak perempuan ini mengalami sakit tenggorokan di akibatkan radang.
Dan dokter sudah memberikan resep obat untuk Cilla .
''Anak manis, nanti di minum ya obatnya.'' ucap dokter pada Cilla dengan menyuruh Cilla meminum obatnya.
''Tidak mau dokter, obat kan pahit '' tolak Cilla lagi dirinya ini benar-benar takut dengan segala hal dan memang banyak juga anak-anak yang tak suka dengan obat begitu juga dengan Cilla si gadis cantik ini.
''Adek cantik tidak usah takut ya, ini obatnya gak pahit kok, malah sangat manis.'' ucap dokter
''Apa benar manis dokter ?'' Cilla memastikan lagi.
''Benar sayang, gak pahit manis obatnya.'' angguk dokter itu.
''Terima kasih dok.'' ucap Nayna.
''Iya sama-sama Bu.'' dokter mengangguk dan tersenyum ramah.
''Baik kami permisi Bu dokter.'' Nayna pun berpamitan.
''Iya hati-hati Bu..'' kata dokter tapi sesekali matanya itu seperti menengok ke arah Bima yang jadi diam saja.
Di perjalanan pulang..
''Eh Bim, tolong berhenti dulu di depan sana ya aku mendadak ingin ke toilet sebentar.'' pinta Nayna saat melihat ada papan tulis toilet umum.
''Iya Mbak.'' jawab Bima
''Gak apa-apa kan Bim.'' Nayna merasa tak enak, mobil sudah berhenti di depan toilet umum ini.
''Hm, pergilah.'' sahut Bima singkat.
Nayna pun dia langsung turun dari mobil dan segera berlaari kecil karena di rasa dia sudah tidak tahan.
Kembali pada Cilla bersama Bima di mobil menunggu Nayna yang ke toilet. Kemudian Cilla yang sebelumnya duduk di sisi Bima kini anak dua tahun mau ke tiga tahun ini beralih duduknya dia jadi ingin duduk di atas pangkuan Bima.
''Ayah Cilla haus.'' pinta nya dengan manja Cilla bersender di dada Bima dengan duduk di pangkuan Bima.
''Mau minum Cill?'' tanya Bima
''Iya mau Ayah.'' Cilla mengangguk.
Tapi di mobil kebetulan tidak ada air minum. ''Di mobil nya gak ada minum gimana Cill.'' kata Bima menatap Cilla.
''Ayah beli saja, kan biasanya Bunda suka beli kalau lagi keluar.'' beritahu Cilla.
''Iya sudah.'' Bima pun menatap sekitar sini di depan itu rupanya ada minimarket. ''Cill ayo kita beli minum di sana'' tunjuknya ke arah minimarket.
''Iya ayah ayo, Cilla sudah sangat haus ini.'' sambil memegang tenggorokan nya.
Maka Bima pun mengendong Cilla membawa keponakan nya ini ke sebuah minimarket.
Saat Bima akan mengambil air putih tapi segera tangan Cilla menolak itu. ''Gak Ayah, Cilla mau minum teh yang ini.'' ucapnya lebih memilih minuman yang manis.
''Katanya haus mau minum, sudah yang ini ya Cill, kan tenggorokan nya sedang sakit.'' bujuk Bima.
''Gak mau ayah ... Cilla mau ini.'' kekeh menunjuk pada minuman manis.
Bima pun bingung takutnya sakit Cilla malah bertambah parah, tapi Cilla malah semakin menangis kencang.
''Huaaaaaa, ayah jahat Cilla kan mau minum itu ayah. Kenapa tidak boleh'' Cilla menangis.
''Ok baiklah Cilla paman belikan ini, tapi jangan bilang-bilang pada Bunda mu ya, awas kalau kamu bilang sama Bunda mu, dia akan marah nanti ke Paman.'' Bima memperingati Cilla lebih dulu sampai akhirnya Bima pun menuruti keinginan Cilla ini toh hanya minuman saja pikirnya Bima.
Hingga Cilla sudah meminum air manis dingin itu sampai habis,.
Nayna sudah kembali dari toilet umum itu tapi saat wanita cantik itu akan mendekati mobil Bima mobil ini terkunci juga rupanya Bima dengan Cilla tak ada di dalam.
Nayna pun jadi panik dan cemaskan mereka berdua. ''Ya ampun kemana mereka ini, kenapa di mobil tidak ada? '' Nayna berbicara sendiri dan jelas dia sangat khawatir.
Nayna mengedarkan pandangannya ke kaki dan kanan tentu untuk mencari keberadaan Bima dengan Cilla.
''Cilla ... Kamu dimana Nak?'' Nayna berteriak
''Cil .. Di mana ka--mu'' Nayna kaget saat ia berbalik Bima sudah berada di hadapan nya dan juga Cilla berada di gendongan nya.
''Sayang dari mana?'' segera Nayna bertanya pada Cilla dan beralih menggendong Cilla.
''Itu Bun, Cilla haus dan juga Cilla tadi lapar akhirnya ayah membelikan Cilla minum.'' terang Cilla menjelaskan pada Nayna.
''Ohh tapi minum nya mana Cill?'' tanya Nayna bingung tak menemukan air minum.
''Minum nya sudah habis, ini tinggal makanan nya yang masih ada.'' Bima menyahut karena takutnya Cilla keceplosan.
Saat menggendong Cilla tak sengaja Nayna mencium aroma teh manis di baju nya Cilla , Nayna pun menatap curiga kepada Cilla lalu pada Bima.
''Ada apa Mbak?'' tanya Bima heran menatap reaksi wajah Nayna yang tiba-tiba berubah aneh.
''Tadi yang di minum Cilla air apa Bim?'' tanya balik Nayna .
''Ah itu ... Air putih biasa kok.'' jawab Bima
''Benar air putih, bukan teh manis kan Bim,? kamu tahu dia sedang radang tenggorokan, kok kamu kasih Cilla minuman manis sih..'' omel Nayna.
Glekkk
Bima kesusahan menelan ludahnya saat ucapan Nayna dengan tatapan memangsa itu membuat Bima mati kutu.
Lahh kok wanita ini bisa tahu sihh. bertanya-tanya batin Bima.