NovelToon NovelToon
PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA

PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik / Cinta Seiring Waktu / Harem / Tamat
Popularitas:963.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: rcancer

Tidak ada manusia yang sempurna, Begitu juga pada diri seorang pemuda yang memiliki sejuta pesona serta menjadi idaman para wanita. Namun karena ketidak sempurnaan yang dia miliki, pemuda itu kerap mendapat pandangan buruk dari orang orang disekitarnya. Karena kekurangannya juga, Pemuda itu harus mengalami kejadian yang sangat tidak menyenangkan. Kekurangan apa yang dia miliki? Hal tidak menyenangkan apa yang terjadi pada pemuda itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rcancer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sikap Dingin Julian

Di saat pikiran Julian berkelana kemana mana, ponselny berdering tanda ada chat masuk. Julian langsung meraih ponselnya yang ada di sisi kanannya. Kening Julian berkerut saat membaca pesan masuk.

"Julian, Sayang, aku mencintaimu."

"Jul, ada salam dari cowok belok desa sebelah. Salam sayang katanya."

Julian langsung memblokir nomer tersebut dan menghapus isi chatnya. Entah itu nomer ponsel keberapa yang sudah Julian blokir. Kesal, sudah pasti. Dia sering mendapat pesan chat dari nomer asing baik yang menyatakan cinta maupun yang menghina. Bukan hanya dari wanita tapi juga dari orang orang tidak jelas yang mengira kalau Julian adalah cowok belok.

Sebagai laki laki, memang hidup Julian terlalu lurus. Tidak merokok, tidak suka pacaran, tidsak suka mabuk, tidak suka nonton film dewasa. Bahkan tidak pernah melakukan perbuatan yang diluar batas. Hal itu dia lakukan karena dia sadar, Julian hanya hidup dengan seorang ibu. Julian takut Ibunya akan dicap buruk kalau dia melakukan perbuatan yang bisa membuat malu keluarganya, terutama sang ibu.

Julian tidak pernah merasa keberatan jika dirinya yang dipandang buruk. Bagi Julian, ibunya adalah yang paling utama. Meski kadang dia juga menjadi anak bandel dan membuat kesal sang ibu. Tapi semua kenakalan Julian masih ada batas wajarnya. Rasa kantuk pun akhirnya datang dan Julian terlelap dengan tenang.

Hingga saat subuh menjelang.

"Jul! Bangun udah subuh!" teriak Bu sukma sambil mengetuk pintu kamar anaknya beberapa kali. "Jul!"

"Iya, Bu." sahut Julian dengan suara khas bangun tidurnya. Dengan malas Julian langsung bangkit dan duduk sembari melihat jam di layar ponselnya. Pukul empat lebih lima belas menit, tapi adzan subuh sudah terdengar berkumandang. Julian lantas bergegas keluar kamar.

Hingga waktu berlalu, setelah kegiatan subuh selesai, seperti biasa, Julian bersiap diri untuk ke pasar guna belanja keperluan dagangnya. Setiap subuh, hampir semua orang yang ada di rumah Julian memang sudah bangun kecuali si kembar Dana dan Dini. Maklum masih lima tahun jadi orang tua membiarkan mereka terlelap sampai saatnya mereka bangun nanti.

"Julian pergi ke pasar dulu, Bu," pamit Julian.

"Ya, hati hati," jawab sang ibu. "Jangan lupa titipan bibi."

"Ya!" seru Julian. Setelah mengucap salam, Julian pun melajukan motornya menuju ke pasar.

Pasar sudah sangat terlihat ramai meski langit masih agak gelap. Pasar itu memang sudah ramai sejak tengah malam. Banyak pedagang eceran atau pedagang lainnya memilih waktu sebelum subuh untuk berbelanja.

Setelah motor terparkir di tempat biasa. Julian langsung menenteng kantung yang biasa dia gunakan untuk membawa barang belanjaannya. Tempat pertama yang Julian tuju adalah tempat penjualan ikan tenggiri giling untuk campuran batagor dan siomay. Setelah itu dia beralih ke tempat lainnya membeli semua bahan yang dia butuhkan.

"Julian!" pekik seorang wanita saat Julian mendatangi lapak ayam potong. Pemuda itu hanya tersenyum tipis. Padahal wanita itu terlihat sangat antusias saat melihat kedatangan Julian di lapaknya.

"Tolong, aku beli sayap sama paha ayamnya satu kilo," ucap Julian dengan wajah datar tanpa mau menyapa balik wanita yang dia kenal itu.

Wanita itu hanya mengangguk. Dari wajahnya jelas sekali kalau dia terlihat kecewa dengan sikap Julian. Wanita itu melayani permintaan Julian dengan cekatan. Setelah sesuai dengan takaran, dia langsung menyerahkan pesanan Julian yang sudah dimasukkan ke dalam kantung plastik.

"Berapa?" tanya Julian dingin.

"Tiga puluh empat ribu," jawab wanita itu tak kalah dinginnya.

Julian menyerahkan sejumlah uang yang disebutkan penjual ayam. Setelah mengucapkan terimaksih tanpa memandang wajah si penjual, Julian langsung saja pergi. Wanita itu menatap nanar kepergian pria yang dia sukai itu.

"Sombong, ya, Nam. Mentang mentang ganteng."

Wanita pedagang ayam bernama Namira lantas menoleh ke arah temannya yang sesama pedagang juga mengenal Julian.

Namira tersenyum kecut. "Mungkin dia malu karena aku hanya anak penjual ayam potong. Jadi dia bersikap kayak gitu."

"Emangnya dia siapa? Anak presiden? Dia sendiri aja asal usulnya nggak jelas. Belagu amat."

Namira malah tersenyum melihat rekan sesama pedagangnya. "Biarin aja lah. Mungkin memang sudah sifat dia kayak gitu."

Teman Namira mencebikkan bibirnya lalu dia kembali duduk di lapaknya. "Jangan sampai kamu sama cowok modelan kayak gitu, Nam. Yang ada kamu makan hati terus nanti. "

Senyum Namira malah melebar. Dari kepala, dia hanya menggangguk, tapi dari dalam hati, Namira justru semakin penasaran karena sikap Julian yang terlalu dingin dan cuek.

"Apa benar, kalau Julian belok? Apa mungkin sikapnya seperti itu karena dia tidak menyukai lawan jenis?"

...@@@@@@...

1
Akta Fernanda S
Luar biasa
3RSEL
terima kasih atas karya mu Thor.Sukses selalu
Okto Mulya D.
kondangan Julian 100jt, Faiz langsung balik modal dehhh
Okto Mulya D.
mantab pak Alonso, memang harus begitu menghadapi orang yang tak tahu malu..
Okto Mulya D.
Bu Sukma kenapa diulur² tegas saja, kan Julian pernah bilang tak mau nikah lagi nambah istri.
Okto Mulya D.
hmm niat banget sihh Vita
Okto Mulya D.
lagian dikibuli anak saja mau, karena obsesi punya mantu orang kaya.
Okto Mulya D.
Ehhh Julian rugi kalau tak nyodok, itu bisa ilangin stress dan capek.
Okto Mulya D.
Hahaha..wajar kali cewek tertarik sama Julian yang keturunan Italia, apalagi kaya raya. tapi kan Julian sudah tidak mau menikah lagiii ya jangan maksa lahh
Okto Mulya D.
Siapa tuhhh
Okto Mulya D.
panas² hati ini ya Kamsul..
Okto Mulya D.
harusnya ini judulnya anak sultan jadi rebutan ya Thorrrr
Okto Mulya D.
Sudah pasti Julian tambah kereeeennnn
Okto Mulya D.
Hmm bisa dibayangkan di kampung ada bule dari Italia. sudah pasti hebohhh Se kampung
Okto Mulya D.
Hahaha dasar Kamsul sudah kena bius setannn kayaknya...fitnah saja di dalam otaknya.
Okto Mulya D.
si Kamsul masih aja usaha, kenapa tidak kamu aja kan baru satu istrimu Sul
Okto Mulya D.
Anaknya tukang ngibul masak tidak tahu sihh Pak Rastammmm
Okto Mulya D.
byurrrr...berisik kalian pergi dari sini, di rumahku ada anak di bawah umur, otak dipakai kata Om Seno!
Okto Mulya D.
Mampus tuhhh Rastam dan keluarga nya. dan Suryo siap² kehilangan pekerjaan jika tetap melawan..
Okto Mulya D.
libas pak Alonso..jangan dikasihi, kasih aja bogem mentah itu mulut nya supaya bener
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!