NovelToon NovelToon
Seruni

Seruni

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:104.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Devi21

Seruni memilih bertugas di daerah tapal batas---beranda negeri yang berhadapan langsung dengan negara lain. Bukan sekadar ingin melepaskan diri dari sakit hati akibat dikhianati sang kekasih hati, melainkan benar-benar karena ingin mengabdikan diri pada bumi pertiwi.

Siapa sangka, hati Seruni malah tertambat pada putra asli daerah dengan status sosial dan pendidikan yang jauh sekali darinya.

Akankah ada pertentangan yang menghalangi hubungan mereka? Ataukah hubungan itu malah akan mulus-mulus saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devi21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seruni Bab 6

Pak Camat dan Bu Camat yang sebelumnya keluar rumah ingin menyambut kedatangan Seruni dan Shaka seketika mengalihkan perhatian pada sosok warga yang datang dengan wajah penuh kepanikan.

"Rumah siapa yang kebakaran?" tanya Pak Camat.

"Rumahnya pak Said, pak. Istri dan anaknya terkena luka bakar," jawab warga tersebut dengan napas tersengal.

"Aku ke sana dulu, Ser," pamit Shaka dengan sigap.

Pak camat dan juga Shaka segera berjalan dengan warga menuju rumah pak Said. Sepertinya kobaran api belum terlalu besar, karena langit sekitar tidak menyala kemerahan, hanya asap abu-abu yang mengepul.

Seruni mengambil tas perlengkapan dokternya yang ada di dalam koper. Lalu setengah berlari menyusul mereka. Meninggalkan kopernya begitu saja di halaman rumah pak camat.

Sampai di lokasi kejadian, Seruni langsung menyibak kerumunan ibu-ibu yang mengerubungi dua orang yang tergeletak agak jauh dari rumah yang sedang sibuk dipadamkan. Rumah yang terbuat dari papan kayu menjadikan api menjalar dengan cepat.

"Permisi ... Permisi ...." Seruni setengah berteriak menerobos kerumunan ibu-ibu.

Hanya dengan sekali melihat, Seruni dapat menyimpulkan luka bakar si ibu lebih berat daripada si anak. Dilihatnya si ibu mengalami sedikit kesulitan bernafas. Seruni melihat keadaan sekeliling.

"Ibu-ibu tolong agak mundur ya biar ibunya bisa bernafas lega," ucap Seruni seraya berdiri mengambil dua balok bata ringan yang menumpuk di depan salah satu rumah. Seruni mengangkat kaki si ibu, lalu meletakkan balok itu di bawahnya.

"Ada yang punya handuk bersih?" tanya Seruni setengah berteriak agar suaranya terdengar, suaranya hampir tertutup suara warga yang saling bekerja sama memadamkan api.

Seorang perempuan seusia dengan Seruni, langsung masuk ke dalam rumah yang paling dekat dengan dua korban berada.

"Masih di ambilkan kak," sahut salah satu warga.

Sebenarnya warga juga bingung dan bertanya-tanya akan kehadiran sosok Seruni di tengah-tengah mereka. Tapi kondisi yang darurat membuat mereka mengenyampingkan rasa penasaran itu.

Seruni mengalihkan perhatian pada si anak. "Adek masih bisa berjalan kan? yuk kakak bantu biar lukanya cepat sembuh," tanya Seruni. Anak itu mengangguk canggung.

"Tunjukkan pada kakak, di mana ada air mengalir," ucap Seruni seraya membantu memapah anak itu.

Tidak jauh hanya lima meter ke belakang. Anak itu menunjukkan kran air, tapi sayangnya air itu masih digunakan untuk saluran memadamkan api. Seruni menengadahkan kepala. Api sudah berhasil dipadamkan. Mereka sedang melakukan pendinginan agar tidak tercipta amukan api kembali.

Setelah memastikan keran yang dekat dengannya bukanlah sumber yang utama, Seruni melepas selang penyambung, lalu mengatur kran agar lebih mengalir kecil. Lalu dia menyuruh si anak mendekatkan kakinya di bawah kucuran air. Seruni berdiri dengan lututnya. "Pegang pundak kakak, ini tidak akan sakit. Lukamu akan cepat pulih," ucapnya dengan sabar.

Kaki anak yang terkena luka bakar itu dialiri dengan air tepat pada lukanya. Sesekali kaki anak itu berjingkat kaget, karena rasa nyeri yang dirasakan.

"Sudah ... sekarang kembali ke samping ibumu. Jangan tiduran ya, duduk berselonjor. Kakak akan segera mengobati lukamu. Pelan-pelan jalannya." Seorang warga membentu anak tersebut berjalan.

Seruni menerima uluran handuk dari perempuan sebayanya tadi. "Terimakasih kak," ucapnya. Kemudian dia membasahi handuk itu dengan air kran lalu memerasnya tidak terlalu kering.

"Ibu, ini tidak akan sakit. ini untuk mengompres sekaligus membuat luka ibu bersih. Semoga di puskesmas sini ada perban dingin. Karena punya saya sepertinya hanya cukup buat anak ibu saja." Dengan hati-hati namun tetap gesit tangan Seruni melingkarkan handuk di paha si Ibu yang terbakar.

Seruni dengan telaten memberi salep penolong pertama luka bakar yang selalu siap sedia dibawanya untuk si ibu. Untuk si anak, Seruni hanya memberikan perban dingin saja. Keduanya diberikan obat antibiotik minum dan obat pereda nyeri. Kini Ibu dan anak itu sudah terlihat baik-baik saja dengan duduk di kursi plastik milik salah satu warga.

Setelah selesai, Seruni yang sedari tadi tidak sempat memakai sarung tangan medis, segera mencuci tangannya di sebuah rumah warga dengan sabun cair yang ada di tas ranselnya. Rasa penasaran ibu-ibu terlihat jelas terpancar. Melihat barang-barang yang dikenakan Seruni, mereka jelas bisa menduga, kalau Seruni berasal dari kota.

"Owh ya, perkenalkan nama saya Seruni. Saya dokter yang akan bertugas di puskesmas sini. Semoga ibu-Ibu berkenan menerima saya. Jangan sungkan dan jangan ragu bertanya jika ada keluhan tentang kesehatan," sapa Seruni dengan lembut, sopan dan ramah.

Rasa penasaran ibu-ibu terjawab sudah, berganti dengan penilaian dan pemikiran masing-masing tentang kesan pertama mereka melihat Seruni.

"Oh ... ternyata bu dokter," bisik seorang warga.

"Cantik!" tambah warga yang lain.

"Nggak kalah sama datuk siti nurhaliza," sahut ibu- ibu yang lain. Artis negeri JRN lebih familiar bagi mereka, karena chanel tv yang bisa mereka tonton dengan jelas justru memang chanel dari tetangga sebelah.

"Shanum ... belum juga kau berhasil memikat Sayaka, Sudah datang aja wanita elok rupa ini," ucap seorang ibu pada perempuan pemberi handuk tadi.

Pendinginan pun usai. Seruni melihat Shaka berjalan berdampingan dengan pak camat, diikuti di belakangnya ada beberapa anggota TNI yang ditugaskan berjaga diperbatasan. Tidak heran kebakaran cepat sekali dipadamkan, rupanya anggota TNI sigap membantu. Seruni pun berpamitan pada ibu-ibu untuk kembali ke rumah pak Camat.

"Bang Shaka" panggil Seruni.

Shaka dan beberapa orang termasuk pak camat menoleh ke arah suara Seruni. Seperti menemukan sumber air di tengah gurun. Melihat Seruni setelah berjuang memadamkan api yang berkobar. Semua mendadak sejuk.

"Ternyata kamu tidak pulang duluan," tanya Shaka setengah kaget.

"Enggak bang, sekalian kenalan sama ibu-ibu di sini," jawab Seruni.

"Bapak-bapak, pukul delapan nanti kita berkumpul di rumah saya ya, kita akan berkenalan dengan bu dokter cantik. Sementara namanya begitu karena saya juga belum tahu namanya." Pak camat memberikan pengumuman pada warga.

Seruni melemparkan senyum manisnya. Shaka melirik beberapa prajurit yang ada di belakangnya, seperti yang dia duga. Mulut sedikit menganga, ada yang jakunnya naik turun dan ada yang pura-pura tidak melihat tapi ekor mata melirik sempurna.

Sampai di rumah pak camat, Seruni harus menunggu untuk mandi. Karena kamar mandinya masih digunakan oleh anak pak camat. Di sana sudah lumrah kalau dalam satu rumah hanya terdapat satu kamar mandi.

Sambil menunggu, Seruni berbincang-bincang sejenak dengan pak camat, bu camat dan Shaka. Tentu saja Shaka sudah kenal akrab dengan pak camat, karena beberapa kali Shaka bertemu pak camat saat melakukan kunjungan.

"Jangan manggil pak camat, bu, panggil saja Pak Sajad, manggil bu camatnya juga bu Sajad saja," pinta pak camat dengan sopan.

"Gitu ya pak, baik! Tapi bapak sama ibu manggil saya Seruni saja. Biar saya kelihatan muda pak," timpal Seruni.

Bu camat atau bu Sajad melihat kamar mandinya sudah kosong. "Seruni silahkan mandi duluan, tadi kopernya ibu letakkan di kamar sementara milik Seruni, rumah dinas Seruni masih diperbaiki mungkin dua hari lagi selesai. Kamarnya dari kamar mandi utaranya sedikit. Kamar nomor dua," jelas bu Sajad.

Seruni mengangguk mengerti. Lalu dengan semangat langsung menuju kamar yang bu Sajad maksud. Tanpa berfikir barat utara timur di mana, Seruni langsung membuka pintu kamar.

"Awwwwwwww!" Seruni reflek berteriak sambil menutup mata dengan telapak tangannya.

1
𝕴𝖇𝖚𝖓𝖞𝖆 𝖆𝖓𝖆𝖐-𝖆𝖓𝖆𝖐
yg ini d lanjut kak Dev😊, rindu sangat 🤗
Diiah Iryaa
lahh ini gkda lanjutannya thor? gantung begini amat critanya
nano suwarman
ini kpn dilanjut Thor
nano suwarman
👍👍👍
nano suwarman
kasian Sayaka..
momnaz
Novel kerreennn beda dari yang lain setelah sangat bosan dengan CEO CEO an dan drama nikah paksa
momnaz
Novel yang keren beda sama yg lain..😍😍😍😍
Sari Hanifbae
kata2nya rapi,mudah di pahami. gaya bahasanya jg bagus.. ceritanya apa lagi,bgs bgt.. good jic thor.. lanjutkan!!!
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Terimakasih, kak. Sebelumnya saya minta maaf, sebaiknya jangan kakak lanjutkan dulu membacanya. Karena cerita ini belum selesai ditulis. Mohon maaf karena mengecewakan kakak.
total 1 replies
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐
pak sajad pengertian 😍
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐
wah pak broto mau jalan2 sama bang say
A Creapa
mana lanjutannya thor? q dah kasih 👍💗🌹 masak dicuekin sih...
tak enteni tekanmu yo nduk 😘
semangat 💪🔥
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: nanti ya kak.. Insya Allah habis lebaran
total 1 replies
Ati Nurhayati
saya suka pandangan Bapaknya seruni tentang goresan pengalaman hidup yang hrs disimpan dan dibagi dgn keturunannya 💗
Ati Nurhayati
kata² yang sangat bijak 👍
Ati Nurhayati
😂
Ati Nurhayati
he he ada aja ni sayaka
Ati Nurhayati
😄😄
Ati Nurhayati
Tingkah Sayaka sangat lucu dan menggemaskan 😄
N⃟ʲᵃᵃ࿐𝕴𝖘𝖒𝖎ⁱˢˢ༄༅⃟𝐐
isi nyawang ora ISO nyanding,,opo ngono kuwi akhire🤔🤔,,ROSO tresno ora iso dipaksake,namung bibit,bebet lan bobot dadi penentune 🥺🥺🥺
atiku keloro-loro dadine🥺🥺

sing sabar Kabeh wis Ono dalane dewe-dewe jodoh karo rejeki wis duwe pangone😁😁
Jenk Retno Hany
endingnya piye thor,di tunggu kelanjutanya💪💪💪
Jenk Retno Hany: katanya maret up ini dah oktober gak up²,ceritanya jd gantung dech🤦‍♀️
total 3 replies
💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌
bener Sayaka, hati itu tak bisa di paksakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!