Demi membalas orang-orang yang membuatnya terpaksa terpisah dengan orangtua, Nayyara telah merencanakan sebuah pembalasan.
Dia menyamarkan dirinya dengan sempurna, menyembunyikan wajah indahnya menjadi wajah buruk yang menggunakan kacamata tebal!
Namun dalam proses balas dendamnya, Nayyara berbuat salah yang fatal—— dia telah menarik perhatian CEO dingin.
""Semua wanita itu murahan"" Harry Balwis
""Kau hanya pria arogan yang haus akan cinta"" Nayyara.
Mampukah Naya mencapai tujuannya? atau dia malah jatuh cinta pada pria itu sebelum tujuannya tercapai?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom yara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 Aromanya
"Cih..Murahan" kata yang meluncur begitu saja dari mulut yang menyunggingkan senyum mengejek. Rangga melihat kearah pandangan bosnya memandang..
Oh Nona Naya. Dia disini, bersama om - om.
"Mereka seperti ayah dan anak" ucap Rangga sebelum mengunyah kembali makanannya.
"Sugar daddy tepatnya" ucapnya masih sinis, entah kenapa ia merasa muak dengan sikap sok polos Naya.
"Kau selalu berpikiran negatif bos pada semua wanita, jangan samakan mereka dengan wanitamu" sambung Rangga yang merasa jengah dengan sikap Harry yang membenci semua wanita hanya karena satu wanita yang membuatnya patah hati.
"Tutup mulutmu"
Mengedikkan kedua bahunya tanpa menjawab ucapan bosnya, ia melanjutkan memakan makanannya.
"Kau belum meminta maaf padanya" Rangga berucap lagi tanpa menghentikan kegiatan makannya, mungkin tenaganya sudah habis terkuras, sehingga begitu lahap menyantap makanannya untuk mengisi daya baru.
"Minta maaf? " melirik Rangga dengan mata elangnya. "Untuk apa?" tanyanya angkuh.
"Kau itu keterlaluan sekali, laki laki paling tidak peka seluruh dunia"
"Kau memuji ku" tersenyum sinis.
" Hah... Kau tidak sadar dengan apa yang telah kau lakukan, kau membuat nona Naya menangis histeris, bahkan kau hampir memenjarakannya"
Harry menghentikan gerakan tangannya yang hendak mengambil makanan di piringnya.
"Kenapa?" menjedda ucapannya. "Kau baru teringat bahwa kau sudah melakukan kesalahan" lanjut Rangga melihat sikap Harry yang tampak berpikir, mungkin dia sudah sadar pikirnya.
"Omong kosong"
Rangga mengunyah makanan di mulutnya dengan cepat. " Kau belum menyadarinya?" tanyanya lagi takutnya ia salah dengar, melihat sikap bosnya yang tak terpengaruh akan ucapannya, ia yakin bosnya itu belum sadar. "Baiklah, semoga dia tidak menyimpan dendam padamu dan juga menganggap itu semua berlalu seperti angin yang berhembus"
Harry tampak berpikir. Apa iya dirinya harus meminta maaf untuk hal itu, itu semua kan bukan murni kesalahannya, bukti yang mengarah padanya, jadi salahkan saja buktinya yang membuat dia seolah terlibat.
"Selesaikan makanmu, ayo kita kembali" perintah Harry langsung berdiri tanpa menunggu Rangga selesai makan.
"Heh,, dasar.. aku belum selesai makan" ucap Rangga kesal dengan sikap bosnya yang seperti wanita datang bulan. "Seharusnya kalau kau marah jangan jadikan makanan sebagai sasarannya, tidak baik membuang makanan, belum tentu orang lain bisa makan enak dengan mudah, mereka harus bekerja keras untuk mendapatkan makanan itupun hanya tahu tempe goreng" Rangga berucap bijak, maklum habis nonton dakwah jadi ilmunya langsung tersalurkan.
Sedangkan Harry sudah terbiasa mendengar ocehan asistennya ketika diluar jam kerja, malas untuk berdebat, kalau bukan sahabatnya mungkin Harry akan memecat asistennya itu.
"Ternyata sugar babby" mengalihkan tatapannya pada seorang wanita yang baru saja masuk kedalam mobil mewah. Rangga yang mendengar ucapan bosnya, juga menatap kerah bosnya kemudian ke arah yang ditatapnya.
"Kalau kau keberatan jadikan saja dia sugar babymu, aku yakin dibalik kaca mata tebalnya itu ia wanita yang cantik. Senyumnya manis" Sebelum mendapat tatapan tajam dari sang bos, Rangga langsung memasuki mobil yang sudah ada di depannya.
Harry mengeratkan rahangnya mendengar ucapan asal asistennya. Kemudian menyusul Rangga masuk ke dalam mobilnya. Hening. Di dalam perjalanan tidak ada yang membuka suara sampai mereka tiba di apartemen.
Setelah menurunkan bosnya, ia segera melajukan mobilnya kembali menuju jalanan yang masih ramai, menuju ke rumahnya karena ia juga ingin beristirahat setelah seharian bekerja.
*
*
Keesokan harinya di perusahaan.
"Hanya ini data yang kau dapatkan? Apa kemampuamu sudah melemah?" Harry memandang membolak balik dokumen yang ada diatas mejanya. Itu adalah informasi yang didapat asistennya. Sedikit sekali, tidak ada informasi yang penting. Malah bisa dibilang itu hanya data formalitas saja.
"Maaf bos, kami hanya menemukan itu. Sepertinya datanya memang sengaja untuk disembunyikan" jelas Rangga karena ia tidak bisa mencari data yang lebih spesifik lagi.
"Dia selama ini di Australia dan baru beberapa bulan ini di Jakarta" Harry membaca dokumen yang ia pegang.
"Ya bos, dan kami tidak bisa menemukan bagaimana kehidupannya selama di Australia" jawab Rangga meskipun bosnya itu tidak bertanya.
"Siapa dia sebenarnya, kenapa datanya harus disembunyikan, apa dia orang penting" ucapnya sembari berpikir apa kelebihan wanita itu sehingga harus disembunyikan, apa karena ia sugar babby.
"Kami akan berusaha untuk mendapatkan informasinya lagi bos"
"Hemm" Kemudian dengan gerakan tangannya menyuruh asistennya keluar. Rangga pun keluar setelah mendapatkan kode dari bosnya.
Siapa kau sebenarnya?Wanita misterius.
Kemudian ia teringat dengan wanita yang ia temui di arena bela diri beberapa waktu yang lalu.
Dia juga menyembunyikan identitasnya dengan memakai masker bahkan disaat bertarung ia pun tak pernah melepas masker. Apakah mereka....? Ah apa yang aku pikirkan, tidak mungkin mereka orang yang sama, yang satu tangguh dan kuat sedangkan yang disini, ceroboh dan cengeng sekali.
Bibirnya tertarik sedikit mengingat bagaimana Naya menangis, sebenarnya ia juga tak tega ia hanya ingin menggertaknya dengan mengatakan akan membawanya ke jalur hukum, hanya kejujuran yang ia harapkan.
Naya memutuskan untuk kembali ke apartemen, setelah ia menyelesaikan pekerjaannya, tubuhnya terasa lelah sekali, banyaknya pekerjaan yang diberikan oleh seniornya hari ini benar - benar menguras tenaga, seniornya masih senang mengganggunya. Pulang ke apartemen adalah pilihan yang paling tepat ia bisa berendam dengan air hangat. Tapi langkahnya terhenti ketika ingin menginjakkan kakinya ke dalam kotak ajaib.
Tuan Harry
Dengan gugup ia melangkahkan kakinya ke dalam kotak yang akan membawanya ke atas, tapi Tuan Harry tak kunjung keluar bukankah seharusnya ia turun karena ia sudah dari lantai atas, apa ia tidak jadi turun pikirnya.
Akhirnya ia tak punya pilihan lain selain menyapanya.
"Tuan" sambil menundukkan kepalanya.
Pov Harry
Karena bosan aku ingin mencari udara segar diluar , saat kotak ajaib yang membawaku sampai di loby, aku terkejut melihat Naya ada di apartemen yang sama denganku. Karena apartemen ini tidak semua orang bisa masuk apalagi tinggal disini, hanya karyawan biasa tidak akan mampu untuk memiliki apartemen disini.
Aku memutuskan untuk naik lagi ke atas, dia terlihat gugup dan sepertinya ia terpaksa masuk dan menyapaku karena aku atasannya, akan sangat tidak sopan jika tidak menyapaku, bukan begitu.
Pov End.
"Mau kemana?" tanya Harry kemudian setelah lama terdiam.
"Mengunjungi teman tuan" jawabnya pelan.
Alasan. Kau ingin bertemu sugar daddymu.
"Kau yakin ingin mengunjungi temanmu?" Menjeda sebentar sebelum Naya mengangguk ia melanjutkan ucapannya. " Bukannya sugar daddymu?" tuduhnya dengan senyum yang meremehkan.
"Apa maksud tuan?" tanyanya dengan melototkan kedua bola matanya. Apa bosnya itu baru saja merendahkannya batinnya.
"Wajah polosmu itu ternyata digunakan untuk menipu" Naya memiringkan kepalanya menatap bosnya yang mengeluarkan kata - kata pedas. "Kau tak lebih hanya seorang wanita murahan" bisiknya ke telinga Naya, membuat tubuhnya condong ke depan hampir bersentuhan dengan tubuh Naya, Tapi anehnya ada yang membuatnya terdiam, indra penciumannya menangkap aroma yang menenangkan yang berasal dari tubuh wanita yang baru saja ia hina.
Aromanya
Mendadak jantungnya seperti berhenti berdetak
terima kasih atas karya yg sangat menghibur ini thor.. semangat terus utk karya² baru yg lebih wow lagi.