NovelToon NovelToon
Cantiknya selir MAFIA

Cantiknya selir MAFIA

Status: tamat
Genre:Mata-mata/Agen / Tamat
Popularitas:139.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayumi

Alexandria Rigest tidak menyangka akan terjebak di antara baku tembak pendemo Sebagai jurnalis dia ingin mengupas tuntas sisi gelap prilaku oknum-oknum yang duduk di parlemen. Ketika terjadi demo serta baku tembak di salah satu gedung pemerintah, Alexa ikut terjaring. Dia sendiri diculik oleh beberapa orang yang berpakaian hitam- hitam dan disekap di ruangan bawah tanah. Alvaro Ady Mema, itu nama bos gangster yang menculiknya. Kehidupan Alexa di manipulasi dan Alexa menjadi budak nafsu Alvaro yang terkenal kejam tidak punya prikemanusiaan. Bisakah Alexa lepas dari cengkraman Alvaro? atau dia malah jatuh cinta kepada bos mafia itu?

****

Hallo readers yang selama ini sudah support aku, mampir ya...
jangan lupa kasi like, gift, vote dan favorit. Trimakasih....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NASIB PELAYAN

Sebagai sesama wanita, Alexa prihatin melihat pelayan-pelayan Alvaro yang terlihat seperti patung hidup, mereka menunggu dibunuh setelah tidak lagi dibutuhkan. Mereka bukan orang biasa seperti dirinya, semua pelayan berasal dari segala penjuru dunia, anak mafia yang kalah dan di tawan disini. Mereka menjadi budak belian, mentaati perintah Alvaro dan Marchel yang tak terbantahkan. Sungguh miris....

"Mari sarapan, selesai sarapan aku akan mengumumkan, bahwa aku akan keluar negeri sampai waktu yang tidak di tentukan." kata Alvaro melirik Alexa. Dia mengharap Alexa bertanya.

"Lebih baik kita mengirim seseorang untuk menghabisinya, tidak usah Tuan turun tangan." usul Marchel berdiri. Dia mengambil piring dan sepotong sandwich untuk Alexa.

"Sarapan yang banyak." kata Marchel sambil tersenyum.

"Timakasih Marchel, kamu sangat mengerti tentang persahabatan." ucap Alexa sambil mengerling ke Alvaro.

Mata Alvaro langsung melotot melihat pemandangan di depannya. Sungguh berani Marchel bertingkah di depan Alvaro. Dokter Yani dan Mika sampai ketakutan. Biasanya akan terdengar tembakan.

"Marchel, biarkan dia mengambil sendiri. Kakinya yang sakit, bukan tangannya."

"Kasihan Alexa, supaya dia cepat sembuh." kata Marchel menuangkan minum ke gelas Alexa.

"Marchel ada pelayan, kau tidak usah sibuk melayaninya." kesel Alvaro.

"Maaf tuan, sesekali."

Sarapan pagi ini menjadi kaku. Tapi tidak dengan Alexa, dia makan dengan santai. Peduli setan dengan Alvaro dan Marchel. Dia harus sehat supaya bisa melawan Alvaro. Melihat Alexa yang sarapan dengan tenang Alvaro heran juga.

"Sepertinya kau sangat menikmati sarapan pagi ini, aku yakin ditempat mu tidak pernah makan seenak ini." kata Alvaro menatap gadis cantik itu.

"Kau salah menilai aku, pertama, aku menghargai juru masaknya, kedua aku bersyukur kepada Tuhan, karena aku bisa menikmati makanan ini tanpa mulut bengkak. Dan ketiga, makanan ini walaupun tidak semewah di rumah pacarku, tapi cukup mengenyangkan." sahut Alexa sekenanya.

"Huks..huks...aku hampir tersedak." Marchel tidak bisa menahan tawa.

"Prankkk...." Alvaro membanting piring dia sangat marah. Biasanya Alvaro akan mengambil pistol dan menembak langsung, tapi kali ini Alvaro hanya membanting piring dan berdiri.

"Marchel gendong aku, disini banyak beling....." jerit Alexa konyol.

"Semua keluar!!" bentak Alvaro kembali menggebrak meja.

Marchel, dokter Yani dan Mika bergegas keluar, mereka yakin Alvaro akan memberi hukuman kepada Alexa.

"Kau semakin ngelunjak, semakin berani. Kau tidak tahu siapa aku?" teriak Alvaro berdiri di samping Alexa. Gadis itu pasrah seandainya Alvaro menghukumnya.

"Aku lebih tahu siapa kau, daripada kau sendiri. Karakter yang sangat menonjol adalah memperkosa setiap pelayan disini. Kau adalah penjahat kelamin yang doyan dengan pelayan." ketus suara Alexa.

Alvaro terdiam sesaat. Tiba-tiba dia menggendong Alexa dan melempar ke ranjang. Alexa kaget, belum sempat melawan Alvaro menindihnya.

"Kaki ku sakit." teriak Alexa. Saat ini Alvaro tidak mau peduli dengan teriakan Alexa, dia tetap menindih Alexa tanpa bergerak. Alvaro sangat hati-hati bertindak, dia takut kena tendang Alexa yang membabi buta.

"Alvaro apa maksudmu menindih aku. Apa kau sudah jatub cinta padaku?"

Reflek Alvaro bangun dan berdiri. Dia langsung tertawa sinis, sambil mengusap wajahnya.

"Berkacalah, jangankan untuk jatuh cinta padamu, menidurimu saja aku sungguh jijik. Dikasi gratis aku ogah. Kau tidak ubahnya seperti sampah, becek, bau..."

"Aku senang jika kau membenciku dan tidak doyan padaku, tapi boleh dong aku pedekate dengan Marchel?"

"Berani kau dekat dengan Marchel aku bunuh kau." geram Alvaro.

"Gembong mafia beraninya sama cewek, coba kau hadapi Nickolas Gazal, berani?"

"Darimana kau tahu Nickol, apa kau bekas gundiknya?"

"Untuk sementara aku belum jadi gundiknya, kalau bayarannya sesuai, aku akan kesana." jawab Alexa enteng.

"Apa kau bilang, Nickol lebih sadis dari aku. Dia bisa membunuhmu tanpa mempertimbangkan benar atau salah."

"Bukankah semua mafia sama, kau juga begitu. Aku ingin tahu apa perbedaan bisnisnya Nickolas dengan bisnismu."

"Aku bergerak di alat-alat perang dan senjata biologis tanpa mau menyentuh narkotika. Tapi kalau Nickol, dia lebih condong ke narkotika."

"Tapi kamu "memakai" juga kan? mana ada gangster tanpa narkotika."

"Kita tidak mau hantam kromo, kita membatasi diri di dunia hitam. Tapi kalau wanita, aku tidak munafik, aku sama seperti gangster lain, doyan wanita."

"Apa yang kau dapat selama ini setelah menjadi gangster? Prestise, uang, wanita atau darah?"

"Aku lebih karena popularitas, orang takut denganku."

"Ratusan wanita yang pernah kau tiduri, apa tidak pernah membuat kamu takut HIV atau penyakit semacamnya?"

"Hahaha, masa bodo. Disini kau pelayan seperti wanita lainnya, jangan menganggap kau bisa seenaknya. Setelah kakimu sembuh, tugasmu di dapur dan di kebon."

"Hidiih..jawabanmu tidak nyambung. Aku tidak peduli mau jadi apa disini, yang penting bisa dekat dengan Marchel. Bagaimana kalau aku menjadi pengawalnya Marchel."

"Apa kau jatuh cinta kepada Marchel."

"Hanya Marchel yang baik padaku, dia sahabat yang baik. Tidak memperkosa saat aku tidak berdaya."

"Aku juga baik, tidak membunuhmu. Terlalu riskan kalau kau jadi pengawal Marchel, kecuali menjadi bodyguardku baru boleh, sekaligus selir ku." kata Alvaro tertawa. Dia cepat keluar kamar ketika ada telepon masuk.

Di luar masih ada Marchel, dr. Yani, Mika dan pelayan, serta pengawal. Setelah Alvaro keluar, Marchel dan pengawal mengikuti Alvaro ke ruang kerja. Sedangkan Dr. Yani, Mika dan pelayan lain masuk ke kamar Alexa.

"Kita akan menjual senjata ke Nickol, hubungi mereka." kata Alvaro setelah mereka berada di ruang kerja.

"Ada apa ini Tuan, hubungan kita kurang baik dengan Nickolas dan alur kita berbeda. Jangan membuat masalah, kita tidak pernah di senggol oleh gangster itu." pungkas Marchel tidak mengerti.

"Bunuh Nickolas, dengan cara apapun. Aku akan memberi uang satu miliar kepada orang yang berhasil membunuhnya."

"Tuan, pekerjaan ini tidak segampang itu. Pengawalnya banyak."

"Aku tidak mau mendengar protesmu!!" bentak Alvaro.

"Maaf Tuan, aku akan mulai mencari informasi tentang Nickolas. Aku dengar bulan depan anaknya mau menikah, nanti aku selidiki."

"Aku minta secepatnya dilaksanakan. Menunggu anaknya menikah terlalu lama. Cari siasat yang jitu."

"Aku juga ingatkan padamu untuk menjaga jarak dengan gadis jurnalis itu. Bisa saja dia mata-mata musuh."

"Apa Tuan ada hati dengan Alexa?" tanya Marchel hati-hati dan berharap supaya Alvaro mengatakan "TIDAK".

"Tidak, dia bukan seleraku. Lagi pula aku mau married."

"Syukurlah Tuan tidak tertarik dengan Alexa....."

"Aku tidak tertarik bukan berarti aku akan melepaskannya begitu saja. Kita akan membunuhnya, dia berbahaya."

"Jangan Tuan. Kehilangannya sudah mulai di pertanyakan oleh temannya- temannya dan tempat dia bekerja."

"Ambil pelayan satu, suruh pulang kampung. Isi bom TNT di kopernya yang sudah di stel alarmnya. Kerjakan malam hari supaya korban tidak banyak berjatuhan. Pilih jarak tempuh yang tidak begitu ramai. Setelah bom meledak kalian cepat datang, lempar kartu pengenal Alexa secara acak, juga dompetnya."

"Siapa yang mengantar pelayan pulang kampung?"

"Ojek online."

*****

1
Nah
kok udh tamat aja sii thorrr lanjutin dong
Nah
Baguuusss bngttt
Muftia Arisanti Muftia Arisanti
damt..autur sengaja ora coment amergo saking tegang menghayati..lakon yg kau buat lakok..wayahe ketemuan alvaro alexa TAMAT..oh...kau kau..uuhhh..💓💓💓😔✌🙏🙏🙏
ayumi: tq kak udah mampir
total 1 replies
Uchi Hafiz
lanjut
💞🍀ᴮᵁᴺᴰᴬRiyura🌾🏘⃝Aⁿᵘ
katanya mau membunuh tapi malah nyosor aja kayak soang lo alvaro
💞🍀ᴮᵁᴺᴰᴬRiyura🌾🏘⃝Aⁿᵘ
betul alexa....lawan terus sialvaro
💞🍀ᴮᵁᴺᴰᴬRiyura🌾🏘⃝Aⁿᵘ
memang kamu kira semua wanita akan selalu bertekuk lutut dan pasrah dibawah kungkunganmu alavaro omes
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Idha
marcel cari2 kesempatan dalam kesempitan nih
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Idha
alhamdulilah alexa bisa kabur
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Idha
ternyata berat juga masa lalu nya alexa.makanya sekarang dia jd lebih berhati2
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Idha
si margareta suka ganti2 cowok nih kaya ga puas sama 1 cowok aja.baek tar kena penyakit baru tau rasa
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺Idha
boss mafia koq galau gara2 cinta 🤪🤪🤪
ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟ🤎ˢ⍣⃟ₛ🦁
semoga Alexa baik baik saja
ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟ🤎ˢ⍣⃟ₛ🦁
mirisnya bila kehidupan seperti itu beneran ada di depan kita 🙄
ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟ🤎ˢ⍣⃟ₛ🦁
astaga kejam amat 🙄 meskipun pelayan mereka juga manusia
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
jangan suka meremehkan wanita ketika dia bertindak habislah sudah.. Robertus pun mati
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
Alexa manecintai Alvaro pasti tidak tegak membunuhnya
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
bengek pake raba2 daerah sekwilda ya?? takut ditaruh sana itu senjata
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
kenapa ga terus terang kalo sama2 mencintai ya.. digenjot mulu perasaan 🤣
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
siapa laki2 itu, semoga Alexa baik2 aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!