NovelToon NovelToon
Perfect Love

Perfect Love

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:156.2k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

"Seandainya Tuhan memberiku kesempatan untuk bisa melihat, aku ingin melihat wajahmu walau itu hanya satu hari saja," ucap Safira.

Demir yang dari kecil hidup tanpa cinta, membuatnya menjadi sosok yang dingin dan tidak percaya akan adanya cinta, tapi kehadiran seorang wanita bernama Safira bisa membuat Demir merasakan cinta yang selama ini dia rindukan.

Akankah Demir bisa menemukan cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengagumi

🌻

🌻

🌻

🌻

🌻

Pagi ini seperti biasa, Demir bangun lebih awal dan langsung menuju meja makan. Demir tidak pernah memperdulikan keberadaan Kakek dan Neneknya, dia langsung mengambil nasi goreng yang sudah disiapkan di sana.

Demir tidak tahu kalau Katty sudah berada di tengah-tengah mereka.

"Demir, kamu tidak lihat kalau di sini ada siapa?" seru Nenek Demir.

Demir mengangkat kepalanya dan melihat Katty sudah duduk dengan manis dengan menyunggingkan senyumannya.

"Ngapain kamu ada di sini?" ketus Demir.

"Demir, bisa tidak kamu bicara lebih sopan kepada Katty? Katty akan berangkat bareng kamu ke sekolah," seru Nenek Demir.

"Bukanya kamu punya banyak mobil, dan pastinya punya sopir pribadi juga, ngapain pengen bareng sama aku?" Demir kembali bicara ketus.

"Demir, kenapa cara bicara kamu seperti itu?" sentak Kakek Demir.

"Kakek, Nenek, gak apa-apa Katty biar berangkat sendiri saja," seru Katty dengan bangkit dari duduknya.

"Tunggu sayang, kamu kan baru datang dari luar negeri pasti kamu belum tahu jalannya, sudah kamu berangkatnya bareng Demir saja," seru Nenek Demir.

"Tapi Nek---"

Belum juga Katty melanjutkan ucapannya, Demir pun selesai sarapan dan segera meninggalkan rumah itu termasuk Katty.

"Sudah Katty, sana kejar Demir tidak apa-apa kok."

"Baik Nek, kalau begitu Katty berangkat sekolah dulu."

Katty pun mencium punggung tangan Kakek dan Nenek Demir membuat mereka tersenyum.

"Si Demir bodoh kalau sampai menolak Katty, sudah cantik, pintar, sopan pula," seru Kakek Demir.

Katty berlari dan segera masuk ke dalam mobil Demir.

"Aku mau ke suatu tempat dulu, yakin kamu masih mau ikut denganku?" tanya Demir dingin.

"Gak apa-apa, aku ikut aja."

Demir pun mulai melajukan mobilnya, Katty terus saja menatap Demir.

"Demir tampan sekali, tapi sayang sikapnya sangat dingin dan juga galak. Tapi aku akan membuat Demir luluh kepadaku," batin Katty.

Seperti biasa, Demir menghentikan mobilnya tidak jauh dari rumah Safira. Demir terus memperhatikan rumah Safira, dia yakin kalau Safira belum berangkat sekolah.

"Demir, kenapa kita diam di sini?" tanya Katty.

Demir terdiam, dia sama sekali tidak mendengarkan ucapan Katty membuat Katty merasa kesal.

Tidak lama kemudian, Safira pun keluar dengan menggandeng Mamanya. Tiba-tiba senyumannya mengembang di bibirnya membuat Katty terkejut melihat senyuman Demir.

Demir terus saja memperhatikan Safira, hingga Mama Safira pun meninggalkan Safira dan Demir pun dengan cepat keluar dari dalam mobilnya. Demir berjalan perlahan tanpa suara sedikit pun, lalu Demir ikut berjalan di samping Safira.

"Demir."

Demir tersentak saat Safira tiba-tiba memanggil namanya. "Kenapa kamu tahu aku ada di sini?" tanya Demir bingung.

"Aku kenal parfum kamu, dan tidak ada yang memakai parfum seperti ini kecuali kamu," sahut Safira.

"Wow, hebat banget kamu bisa mengenal orang hanya dari parfum."

"Parfum kamu wangi, aku suka."

Demir tersenyum, keduanya berjalan beriringan menuju sekolah Safira. Bahkan Demir membicarakan hal-hal yang membuat Safira tertawa lepas membuat Demir terpana melihat tawa Safira yang begitu cantik itu.

"Demir, apa kamu tidak ada kerjaan? Setiap hari selalu mengantar dan menjemput aku sekolah? Memangnya kamu tidak sekolah?" tanya Safira.

"Aku sekolah kok, aku suka saja antar jemput kamu dan memastikan kamu berangkat dan pulang dengan selamat."

"Terima kasih ya, Demir."

"Sama-sama, mulai sekarang kita berteman, kan?" seru Demir.

"Boleh."

Keduanya pun terus saja mengobrol sepanjang perjalanan, bahkan Demir pun banyak tertawa dan tersenyum. Sementara itu di dalam mobil Demir, Katty memperhatikan keduanya dengan tatapan kesal.

"Siapa gadis itu? Kenapa Demir dengan mudahnya bisa tersenyum kepadanya, sedangkan sama aku, dia begitu dingin dan juga galak," gumam Katty.

Tidak terasa, Demir dan Safira pun sudah sampai di depan sekolah.

"Sekarang kamu sudah sampai, sampai bertemu nanti siang," seru Demir.

Safira tersenyum ke arah Demir membuat darah Demir berdesir dan hati Demir menghangat, sungguh Safira satu-satu orang yang bisa membuat Demir tersenyum dan bahagia dalam waktu yang bersamaan.

Setelah Demir melihat Safira masuk ke dalam sekolahnya, Demir pun akhirnya segera kembali ke mobilnya dan dengan cepat masuk ke dalam mobilnya itu.

"Siapa gadis itu? Apa dia pacar kamu?" tanya Katty.

"Bukan urusanmu."

Demir mulai melajukan mobilnya menuju sekolah, sesampainya di sekolah, Demir langsung turun dari dalam mobilnya dan pergi meninggalkan Katty.

"Ih, kenapa dia begitu menyebalkan sih?" kesal Katty.

Katty pun akhirnya masuk ke sekolah sendirian, bahkan dia tidak tahu di mana letak kelasnya. Semua siswa melihat ke arah Katty, siswa laki-laki sampai melongo tidak berkedip melihat Katty yang cantik dan wajahnya yang kebule-bulean.

Katty merasa risih diperhatikan seperti itu, Katty pun mempercepat langkahnya dan Katty bertanya kepada seorang siswi di mana letak kelasnya dan setelah tahu di mana kelasnya, Katty pun segera berjalan menuju kelasnya.

Katty masuk kelas dan terlihat Demir sudah duduk dengan santainya dengan earphone menempel di telinganya.

"Demir memang sangat menyebalkan," batin Katty.

Katty pun celingukan mencari tempat duduk kosong, hingga seorang gadis menghampiri Katty.

"Kamu anak baru, ya?"

"Iya."

"Ayo, duduk sama aku aja."

"Ah iya."

Akhirnya Katty pun duduk, Katty masih saja memperhatikan Demir.

"Kenalkan nama aku Rindi."

"Katty."

Perhatian Katty tidak bisa teralihkan, walaupun Demir dingin dan galak, tetap saja Katty menyukai Demir.

1
Patrick Khan
.nah sopo seng salah ngne iki jal😌
Patrick Khan
tenang demir..ada q di sini😄
Patrick Khan
.nenek tua gila😡
Patrick Khan
.dulu pengen cucu..eh dapet cucu di jahatin..hadehhh 😌
Patrick Khan
.loncat kesini😄
Jenong Jenong
gak enak banget denger nama panjangan demir haduh 😔😔😔😔
Lovely
Mulai nano" kehdpan 🥰
Lovely
Pria Sejati kepicut Gadis Buta 😍😘
Lovely
Mata, blh buta. Tapi, tdk buta hati 😘
Nova Marya ningrum: prekituiwwwww......😊😊😊😊
total 1 replies
Lovely
Mampir ya Thor
☠☀💦Adnda🌽💫
nggak punya pendirian bngt kanu baru jd cowok yg tegas dong
☠☀💦Adnda🌽💫
ko bara jd kasar gitu y... ketauan sifat aslinya
☠☀💦Adnda🌽💫
nenek durhak 😜😜
☠☀💦Adnda🌽💫
yg kuat y demir kasian bngt nggak. dianggep sama kakek neneknya 😢😢😢
🌸so0bin🌸
mak cocok ya klo gilsya dan demir jadi besanan 😊😊 @Valerie Whitney
🌸so0bin🌸: 😜😜😜😜😜😜😜😜
total 4 replies
🌸so0bin🌸
aduh hawa.... ngapain juga disitu urusin aja tuh babang fatur kamu 😅😅😅😅
🌸so0bin🌸
sii demir dari mulai lamaran sampe malam pertama pun gak ada romantis"nya kasian dikintilin terus sahabat yg pada jail minta ampun 😆😆😆
🌸so0bin🌸
apes banget sii kamu demir punya sahabat yg gak pada tau diri 😂😂😂
🌸so0bin🌸
aduh babang arka sudah mulai ketularan virus gilsya ini mah 😂😂😂
🌸so0bin🌸
aduh gilsya.... kayaknya dia punya dendam pribadi dah sama demir 😆😆😆😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!