NO BOOM LIKE YA MAN TEMAN 🙏🙏🙏
Sekuel 'Dendam istri yang tak dianggap'
Jika berkenan Baca seasons 2 Dendam istri yang tak dianggap terlebih dulu ya agar paham dengan cerita ini. Terima kasih😘💕
Kejadian satu malam yang menyebabkan dirinya hamil diluar nikah, hingga ia dihadapkan diantara dua pilihan. Memilih ayah kandung anaknya, atau laki-laki yang telah menjadi suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENIKAHLAH DENGANKU
Sudah satu minggu semenjak Nayla mengetahui kehamilannya, dan selama itu pula ia menunggu sang kekasih yang katanya akan datang bersama kedua orangtuanya. Namun, hingga satu minggu mendatang ayah dari bayi yang ia kandung itu tak juga menampakkan keberadaanya. Ponselnya pun tidak pernah aktif lagi sejak seminggu terakhir, bahkan rumahnya pun kosong tak berpenghuni.
Nayla semakin cemas, takut, khawatir jika Adit benar-benar tidak akan pernah datang lagi. Meninggalkan dirinya bersama buah cinta mereka.
Namun, beruntung disaat seperti ini ada Reyhan yang selalu menemaninya. Sosok laki-laki yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri, selalu berada disampingnya, menguatkannya dirinya.
Nayla menarik nafasnya sejenak, kemudian ia menoleh menatap Reyhan yang duduk disampingnya. Ia ingin mengatakan sesuatu, namun suaranya tercekat, ia tidak mampu mengatakannya, namun ia juga tidak sanggup menahan bebannya sendirian. Terlebih sosok laki-laki yang sangat dibutuhkan keberadaanya entah menghilang kemana.
"Kak, apa sebaiknya aku gugurkan saja." ucap Nayla dengan lirih. Ia tak kuasa mengatakannya, namun ia juga merasa tidak mungkin mempertahankan janin yang ayahnya entah kemana.
Dan ucapannya itu sontak membuat Reyhan terkejut. Reyhan pun seketika berdiri dari tempat duduknya, menghempaskan tangannya diudara kemudian berbalik menatap Nayla dengan tajam.
"Kamu sudah gila, Nay!" tukas Reyhan merasa geram dengan apa yang dikatakan Nayla.
"Bayi itu gak berdosa. Kalian lah yang bersalah, dan sekarang kamu ingin menambah kesalahanmu dengan menggugurkan bayi itu, huh!?"
"Kak, aku harus bagaimana? Aku gak punya pilihan lain, ayah bayi ini sendiri menghilang entah kemana. Dia seolah sengaja." mata Nayla sudah berkaca-kaca menatap Reyhan yang kini tampak marah.
"Aku takut, Kak, aku takut," Nayla menurunkan pandangannya, dan kini iapun terisak. "Bagaimana kalau Papa dan Mama tahu tentang kehamilanku, mereka pasti akan sangat kecewa." ucapannya dengan tersedu-sedu.
Reyhan yang sedang emosi pun luluh, ia merasa iba melihat keadaan Nayla. Namun, ia tak bisa berbuat banyak selain selalu ada disamping Nayla menemaninya.
Beberap saat terdiam dengan emosinya masing-masing. Reyhan yang masih dengan posisinya berdiri, kini perlahan merendahkan tubuhnya kemudian bersimpuh dihadapan Nayla.
Ia menatap Nayla dengan sendu, wajah yang selalu terlihat ceria kini benar-benar terpuruk. Ia merindukan kecerian diwajah gadis yang selalu memanggilnya dengan sebutan kakak, ia merindukan sosok Nayla yang selalu bermanja dengannya.
"Nay," panggilnya dengan lirih, ia meraih kedua tangan Nayla kedalam genggamannya. Ia menatap kedua mata Nayla yang sudah berlinang air mata.
Ada rasa sakit melihat wanita yang dicintainya itu menangis, terlebih yang membuat Nayla menangis adalah laki-laki yang ditunggu pertanggung jawabannya.
"Aku ingin mengatakan sesuatu, tapi aku mohon tolong dengarkan apapun yang akan aku katakan. Ini semua demi kebaikanmu, demi nama baik keluargamu dan juga demi bayimu."
Mendengar ucapannya sontak membuat Nayla menatapnya lekat, kemudian Nayla menatap tangannya yang Ia genggam seolah Nayla baru menyadarinya.
"Nay, menikahlah denganku." ucap Reyhan yang membuat Nayla menganga dan membulatkan matanya.
"Seperti kataku tadi, demi kebaikanmu juga nama baik keluargamu dan juga demi bayimu. " ucap Reyhan bersungguh-sungguh.
Nayla terhenyak, matanya tak berkedip menatap Reyhan, mulutnya terbuka namun tak mampu berkata-kata. Lidahnya terasa keluh, suaranya tercekat, ia tidak tahu harus menanggapi bagaimana ucapan Reyhan.
"Kau jangan khawatir. Meski status kita suami istri, tapi kau tetaplah adikku dan aku tetap kakakmu. Adik kakak tentu memiliki batasan dalam hubungannya. Kau mengerti maksudku kan, Nay?"
Lagi lagi Nayla terhenyak masih tidak tahu bagaimana menanggapi ucapan Reyhan.
"Kak, aku mohon jangan kasihani aku. Aku bahkan tidak pantas untuk dikasihani." ucap Nayla tergugu.
"Aku tidak merasa mengasihanimu, Nay. Aku tulus...
"Aku tulus karena aku mencintaimu, Nayla. Andai saja kau tau itu, namun sayang, cinta itu hanya akan aku simpan sendiri entah sampai kapan." sambungnya dalam hati.
"Aku sama sekali tak mengasihanimu Nay, tapi aku hanya ingin menolongmu. Menikahlah denganku, dan setelah bayimu lahir kau bisa mengambil keputusan setelah itu. Aku hanya ingin memberikan status untuk anakmu."
Sekali lagi Nayla terhenyak. Ia tahu Reyhan bersungguh-sungguh dengan ucapannya, namun Ia hanya tak ingin membuat waktu Reyhan sia-sia hanya demi dirinya.
...*******...
David memegangi dadanya yang tiba-tiba saja terasa nyeri setelah mendengarkan apa yang diucapkan oleh Reyhan.
Alya pun dengan cepat menahan tubuhnya suaminya yang hampir saja tumbang. Ia sama terkejutnya dengan sang suami setelah mendengar bahwa putri semata wayangnya itu saat ini sedang hamil.
Dan begitupun dengan Nayla yang tak menyangka jika Reyhan akan mengakui dirinya sebagai ayah dari bayi yang dikandungnya.
"Om pikir kamu itu anak baik-baik yang akan menjaga Nayla seperti adikmu sendiri. Tapi ternyata kamu telah menodai kepercayaan kami, Reyhan." ucap David dengan nada geram sembari menahan rasa nyeri di dadanya.
"Maaf Om," ucap Reyhan kemudian menundukkan kepalanya. Entah sudah berapa kali ia meminta maaf atas kesalahan yang tidak pernah ia lakukan.
Sementara Nayla, ia pun menundukkan kepalanya. Tak sanggup menatap mata mamanya yang menatap dirinya penuh kekecewaan.
"Panggil Kevin dan Keyla sekarang." titah David pada istrinya, sembari memegangi dadanya semakin terasa nyeri.
Alya pun beranjak dari sisi suaminya, kemudian pergi kekamar mengambil ponselnya.
Setelah itu ia kembali keruangan yang kini terasa tegang disana. Dan setelah mendudukkan kembali tubuhnya disamping suaminya, Alya mulai mencari nomor Kevin lalu menelponnya.
Alya tidak memberitahu tentang kejadian sebenarnya pada Kevin, ia hanya memintanya datang bersama Keyla untuk membahas sesuatu yang berkaitan dengan Reyhan dan Nayla. Dan tentunya Kevin dan Keyla bergegas berangkat kerumah David.
...*******...
Dan kini diruangan itu semakin terasa menegangkan setelah kedatangan Kevin dan Keyla. Mereka menatap David dan Alya, kemudian Reyhan dan Nayla dengan tatapan bingung.
"David, ini sebenarnya ada apa?" tanya Kevin.
"Reyhan, ada apa ini, kenapa kamu ada disini?" tanyanya kemudian pada putra sambungnya itu.
ni lihat nayla berkali melakukan kesalahan pada reyhan, coba buat nayla mengaku salah, minta maaf, dan berjuang dapat kesempatan dari reyhan
ini apa kalian buat drama lagi untuk menutupi kesalahan nayla, kalian buat nayla salah paham yang ujung reyhan lagi seakan melakukan kesalahan, mengejar maaf, dan malah reyhan yang berjuang, jadi nayla bebas begitu saja
sekali saja kalian jadi wanita itu adil
jika pemeran utama salah, buat dia menyesal, mengaku salah, minta maaf, berjuang dan menenus kesalahan, jangan lagi buat drama2 pengalihan isu menutupi kesalahan pemeran utama wanita
sampai disini pahamkan
dan menjahui larangan NYA...cara y saja sudah salah mabook... kecuali d perkosa.. di jebak beda cerita.... menurutku loh yaaaa🙏🙏🙏🙏🙏