Di usia dua puluh lima tahun, Gurkha pergi meninggalkan keluarganya dan habitatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MEMBUNUH ULAR
"Gurkha, kau adalah keturunan Naga, yang tidak terkalahkan. Jika suatu hari nanti kau mendapat masalah, aku akan datang. Bawa benda ini, supaya aku tahu dimana kau berada." ucap ayahnya memberi Gurkha sebuah Tahuri.
Dengan berat hati Gurkha pergi dari bukit Tunder, mematuhi hukuman yang di berikan oleh Kakek ketua. Dia akan turun ke Negeri Nusa Dewata, berbaur dengan manusia sejati.
Malam itu juga Gurkha Gamayo melesat ke udara, memekik pilu meninggalkan habitatnya yang telah membesarkannya dua puluh lima tahun lamanya. Tanpa terasa air matanya mengurai jatuh ke Bumi. Tidak terlintas di otaknya, kakek dan ayahnya tega mengusir dirinya.
Kemana sayap mengepak, kesana tubuh melayang. Dia harus merubah dirinya menjadi manusia sempurna. Untuk itu Gurkha mencari goa atau tempat sepi yang belum di jamah manusia. Dia juga harus menghindari daging dan segala bentuk makanan yang mengandung daging, susu, telor. Dia hanya boleh makan sayur dan buah, untuk meredam sifatnya yang buas. Tentu sangat berat!.
Setelah beberapa hari menjelajahi Pulau Nusa Dewata, Gurkha akhirnya menemukan tempat yang bagus untuk merencanakan kehidupannya ke depan. Hidup sebagai manusia tentu perlu uang, untuk itu dia harus mencari uang. Bagaimana caranya mendapatkan kerja, sedangkan dia tidak mempunyai pengalaman sama sekali di bidang itu.
Sebulan telah berlalu, semenjak dia menjadi penghuni pohon, di sebuah hutan lindung, tidak begitu jauh dari Kabupaten Karangsuwung. Tubuh Naganya sudah mulai berubah dan terlihat sempurna sebagai seorang laki-laki. Wajahnya ganteng, dengan rahang keras, postur tubuh tinggi dan kuat, perfect!.
Gurkha menggeliat malas, hari yang memuakkan saat dia membuka mata di pagi hari, dimana pemandangan yang di lihat pertama adalah pohon besar yang sunyi. Cahaya matahari tembus melewati celah-celah daun merbau, membuatnya malas pergi atau beranjak dari salah satu pohon besar yang menjadi tempat berteduh
sebulan ini. Dia melihat ke bawah, sekitar satu kilo meter dari tempat dia bersembunyi terletak air terjun dan permandian umum, yang sering di kunjungi oleh Masyarakat.
Perlahan dia turun dari atas pohon, bergabung dengan para pengunjung yang akan mandi di sungai. Dia berharap bertemu dengan gadis yang dia tolong waktu itu. Wajah gadis itu sangat jelas terbayang di pelupuk matanya, dia tidak pernah melupakan barang sekejap.
"Maaf bang, tidak sengaja." kata salah seorang gadis yang sengaja menyenggol tubuh Gurkha. Pria itu tidak menjawab, atau tersenyum, dia menoleh sesaat, lalu melanjutkan
jalannya dengan wajah datar. Rina nama gadis itu, dan temannya Susi.
"Sombong amat." ucap wanita tadi kepada temannya. Mereka saling mengangguk dan penasaran melihat Gurkha. Gadis itu memilih mengekor di belakang Gurkha yang berjalan cepat.
"Bang, mau mandi?" tanya Rina lagi, ketika Gurkha menyisiri sungai.
Gurkha menoleh dan lanjut berjalan, dia tidak peduli, tujuannya mandi dan mencari gadis yang telah dia tolong tempo hari. Banyak mata usil melihat Gurkha, tatapan beraneka ragam. Dia bertelanjang dada, terlihat dadanya yang sixpack, sangat sexy. Bawahnya memakai cangcut, menonjolkan ke jantanannya. Para wanita menggila, menatap malu-malu.
Sungguh tidak tahu malu, kata para gadis-gadis sambil tersipu. Tapi Gurkha tidak mengerti, cangcut itu pun dia curi dari orang yang sedang berenang tempo hari.
"Dia bisu kali, aku mau berenang dan pura-pura tenggelam." kata Rina penasaran.
"Hahaha..penasaran banget." sahut Susi. Akhirnya kedua gadis itu turun ke sungai setelah memakai pakaian renang, mereka bergabung dengan orang lain.
"Aku akan berenang mendekati pemuda itu." bisik Rina.
"Bahaya Rin.... di dekat cowok itu sangat terjal, bisa-bisa kamu tenggelam beneran."
"Tenang, positif thinking aja." kilah Rina mulai berenang menyusuri pinggiran sungai.
Gurkha sangat menikmati mandi di bawah air terjun, hal itu sering dia lakukan semenjak tinggal dekat sini. Dia berdiri tepat di bawah air terjun, kakinya kuat berpijak mencengkram batu. Udara dingin dan hempasan air membuat badannya segar dan lebih sempurna. Sisik badannya sudah bersih habis terkelupas, tatto naga di punggungnya menyembul indah. Kini warna coklat kemerahan dari kulitnya membias rata, sangat eksotik.
Tapi pengunjung takut mandi tepat di bawah air terjun, karena curam dan airnya terlalu banyak tumpah serta bergulung, takut terseret. Mereka memilih mandi jauh di belakang, di sungai yang tenang.
Gurkha duduk di sebuah batu yang menonjol di bawah air terjun ketika ada teriakan minta tolong. Dia berdiri matanya menyorot enam ratus meter ke belakang, dia kaget ada seorang gadis terbelit ular python. Semua pengunjung berebut naik dari sungai, mereka histris melihat Rina di belit ular, tanpa ada yang berani menolongnya.
Rasa empaty Gurkha tersentuh, dia cepat meluncur seperti peluru. Kuku jarinya memanjang, matanya merah menyala seperti saga, menyorot tajam ke tubuh ular itu. Cengkraman Gurkha sangat kuat, kukunya yang panjang mencekik tajam kepala ular sampai putus. Perlahan tubuh ular itu melemah dan terkulai.
"Ayo bang...bunuh..bunuh..." teriak pengunjung dari atas sungai.
Pengunjung bersorak sorai, mereka serempak turun menggotong Rina naik dari sungai. Tangis gadis itu melengking saking takutnya. Suara lengkingan itu membuat dada Gurkha melonjak dan berdebar. Dia cepat konsentrasi memulihkan indranya sambil menutup matanya.
Tapi tiba-tiba dia kaget, seseorang memeluknya. Tanpa sadar Gurkha berteriak nyaring, membuat semua orang yang mendengar tertegun.
"Aaoookkkkk......"
"Maaf aku ketakutan membayangkan ular tadi." kilah Gurkha seraya tangan kuatnya, memeluk balik gadis itu.
Dia di perhatikan oleh semua orang. Saat itu dia tidak mengerti harus berbuat apa kepada Rina, wajah Rina menempel di dadanya. Rina kembali menangis, dia sengaja berbuat begitu berharap Gurkha melindungi nya.
Ternyata pria ini bisa bicara. bathin Rina senang.
"Berhenti menangis, aku jadi sedih ingat ayahku." gumam Gurkha. Dia berusaha melepaskan diri dari pelukan gadis itu.
"Hiks ..hiks...hiks...aku takut." bau badan Gurkha yang musk, membuat Rina semakin mempererat pelukan nya. Dia merasa telah jatuh cinta kepada pria ini dalam hitungan menit Ohh!!. Sungguh di luar nalar.
"Mbak jangan lebay dech, kita juga ingin di peluk. Gantian donk." suara pengunjung menggoda Gurkha.
"Bang, kenalin donk...." beberapa gadis mendekat berusaha mencolek lengan atau badan Gurkha yang lain.
"Maaf, aku mau pergi...." kata Gurkha menjauhi diri dari Rina, tapi Rina cepat memegang tangan Gurka.
"Jangan pergi, orang tuaku mau datang. Mereka akan marah melihat kamu tidak ada disini."
Suara riuh dari pengunjung membuat suasana ramai. Ada juga pengunjung yang sibuk menaikkan ular yang sudah mati itu dari sungai. Mereka membuat statement, membuat vidio pendek dan di pajang di Instagram, Facebook. Sebentar lagi pasti viral, wajah Gurkha akan terkenal.
Para gadis ingin tahu nama pria penyelamat itu, mereka merangsek maju. Trutama para gadisnya, rata-rata mereka kagum dengan ketampanan Gurkha, tapi mereka bergidik melihat sorot mata Gurkha yang tajam, cenderung merah. Kuku yang panjang dan tajam seperti cakar burung Elang.
"Kamu siapa namanya?" tanya mereka berbarengan.
"Aku Gurkha!" suara yang keras dan berat. Tidak ada senyuman dari bibir Gurkha. Tangannya sibuk mengelus rambut Rina yang sebahu, dia nervous menghadapi banyak orang.
"Kamu dari mana?"
"Aku tidak tahu, terdampar dan tidak ingat dari mana asalku, dan tujuanku kemana."
"Gurkha, kau harus ikut aku. Kamu telah menyelamatkan jiwaku. Kamu berhak mendapat hadiah." rengek Rina manja.
Tidak berapa lama datang beberapa pengawal, orang tua Rina dan Ketua Lingkungan setempat.
"Mama....." teriak Rina menghambur ke pelukan mamanya. Nyonya Surya menangis terharu melihat anaknya selamat.
"Mama, dia ini penolongku. Kalau tidak ada dia, aku pasti sudah mati di telan ular python."
"Kita akan memberinya hadiah...." sahut Nyonya Surya memperhatikan Gurkha. Pemuda yang sangat tanpan dan bergelora. bathin Nyonya Rina terpesona. Semenjak suaminya sibuk dengan urusan kantor, nyonya Surya aktif mencari berondong. Berondong itu ada kini berada di depan mata.
******
penasaran sama lanjutannya
KARYA NYA BAGUS SAYA SUKA😍👌👌👌
SEMOGA MAKIN SUKSES KARYA NYA
GOOD JOB👍👍👍
aku merasa blm puas thooooor ceritanya gantung bgm si gukha
ktnya mau menikahi Devi
terus Devi kerja apa dan pd akhirnya mereka bs bersatu apa gk