NovelToon NovelToon
Menikahi Duda Kaya Raya

Menikahi Duda Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yayalifeupdate

Dinzy Aurora, gadis berusia 21tahun yang hidup sebatang kara di Ibukota, mengadukan nasibnya berharap memiliki kehidupan yang layak. Saat ini Dinzy baru saja lulus dari kampus terbaik di kota tersebut, mendapatkan gelar cumlaude bukan berarti Dinzy bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Setalah 2 bulan menerima Ijazahnya, Dinzy belum juga mendapat panggilan wawancara kerja. Dan selama 2 bulan tersebut sambil tetap mencari pekerjaan baru, Dinzy masih bekerja di sebuah coffee shop. Selama Dinzy tinggal di Ibukota, Dinzy memang melakukan pekerjaan paruh waktu untuk menyambung hidupnya, meskipun Dinzy mendapatan beasiswa dan juga biaya hidup, namun itu tidak menghalangi Dinzy untuk tetap bekerja. Dinzy tumbuh di sebuah panti asuhan di pesisir Ibukota. Ia tidak mengenal siapa Ayah dan Ibunya. Meskipun ia sangat penasaran, tapi pihak panti juga tidak bisa membantu Dinzy karena saat itu, Ibunya Dinzy hanya menyerahkan Dinzy begitu saja dan meninggalkan Dinzy di panti asuhan tersebut. Hanya nama yang Dinzy terima dari Ibunya, nama pemberian dari sang Ibu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

Setelah menikmati makan malamnya, Dinzy menuju ke dapur untuk mengambil buah yang sudah ia potong, lalu memberikannya kepada Luca.

 

Luca begitu menikmati makan malamnya, karena ini sangat jarang terjadi mereka bisa makan dengan tenang dan leluasa.

 

Dinzy ke dapur untuk mencuci tangan, Luca menyusulDinzy sambil meletakkan piring di samping Dinzy.

 

Dinzy begitu terkejut ketika tangan Luca menyentuh perutnya, kemudian memeluk tubuh Dinzy dari belakang.

 

"Biarkan saja semuanya, besok akan dibersihkan ART sayang"

"Hmm, oke sayang"

 

Tanpa melepas pelukannya, meskipun Dinzy telah selesai mencuci tangan. Luca menikmati apa yang ia lakukan saat ini.

 

Sementara Dinzy yang sedikit gugup, ia berusaha memberi kode Luca jika ia sudah selesai mencuci tangan.

 

Luca melepas pelukannya, lalu membiarkan Dinzy memutar tubuhnya hingga menghadapnya.

 

Namun tiba-tiba Luca mencium bibir Dinzy begitu saja yang membuat Dinzy terbelalak. Ciuman yang berbeda dari yang Dinzy rasakan saat mereka berada di pantai.

 

Ciuman yang sedikit bergai-rah, namun tetap terkontrol. Dinzy yang awalnya terkejut, perlahan ia membalas ciuman Luca.

 

2 menit, 5 menit berlalu. Dinzy seperti kehabisan oksigen, Luca melepas ciumannya untuk membiarkan Dinzy bernafas.

 

Luca mengangkat tubuh Dinzy duduk di meja, kemudian ia kembalimenarik tengkuk Dinzy, lalu kembali mencium bibirnya.

 

Ciuman yang semakin dalam tersebut, tetap tidak membawa Luca untuk melewati batasnya karena masih menghargai Dinzy meskipun dalam tubuhnya sudah mulai memberontak.

 

"Terimakasih sayang"

"Untuk?"

"Untuk makanannya, untuk ciumannya"

 

Dinzy seketika terbelalak, ia merasa malu dengan apa yang dikatakan oleh Luca. Tangannya reflek mencubit Luca.

 

Luca tertawa menatap ekspresi Dinzy, wanita tersebut terlihat begitu polos di mata Luca.

 

"Mau tidur disini kan?"

"Sayang, aku mau pulang"

"Tapi aku maunya kamu tidur disini"

"Kenapa?"

"Aku gak mau jauh dari kamu"

"Oke, kita bisa menikah"

"Kapan?"

 

DEG!

 

Dinzy terkejut, mendengar pertanyaan Luca yang menanyakan tentang 'kapan'.

 

"K-kamu serius mau secepat itu?"

"Iya sayang, lalu untuk apa aku bersama kamu kalau tujuannya bukan menikah?"

 

Dinzy merasa sedikit terenyuh dengan kalimat Luca, ia tidak pernah melihat keseriusan seperti yang Luca tunjukan saat ia masih bersama Arka.

 

"Iya, sayang"

"Iya apa?"

"Hmm, iya menikah"

"Berikan aku semua dokumen yang dibutuhkan, aku akan mendaftarkannya. Dan kita bisa segera menikah"

 

Dinzy hanya terdiam menatap Luca, ia tidak menyangka jika bersama Luca pernikahan akan semudah ini.

 

"S-sayang, tunggu. Kamu bahkan belum mengenal aku dengan baik, bagaimana kalau ternyata aku pemarah"

"Kalau aku sudah memilih kamu. Aku akan menerima semua sisi baik dan buruk kamu"

"Aku tidak bisa melamar kamu seperti pria-pria yang lain melamar pasangannya, tapi aku akan mewujudkan wedding dream kamu sayang"

 

Dinzy tersenyum, ia memeluk Luca dengan erat. Luca mengusap punggung Dinzy dengan lembut, lalu membiarkan Dinzy memeluknya sampai ia merasa lega.

 

Setelah membahas pernikahan, Luca mengantarkan Dinzy untuk kembali ke rumahnya. Namun kali ini mereka bersama sopir.

 

"Besok jangan lupa dokumennya sayang" ucap Luca sebelum Dinzy turun

 

"Iya, selamat malam"

"Malam"

 

Dinzy turun dari mobil, ia masuk ke dalam rumah. Setelah memastikan Dinzy masuk, Luca meninggalkan rumah tersebut dan kembali kerumahnya.

 

Sementara Dinzy, ia masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Luca. Namun ia tidak ingin membuang waktu lebih lama, Dinzy mencari beberapa dokumen yang sudah Luca sebutkkan untuk melakukan pernikahan.

 

"Mungkin ini bukan pernikahan seperti yg kamu lakukan dulu, melamar kepada orangtua mantan istri kamu. Tapi aku janji, aku akan berusaha menjadi istri yang sempurna untuk kamu" batin Dinzy

1
falea sezi
jangan percaya🤣 uda sering cek. in dia sis
falea sezi
lanjjtt
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
wah bisa nih foto nya dikirim ke istrinya alvin biar mampus si moza ditangan istrinya alvin 🤭
Wahyuni Abuzar
iihh bisa yaa gitu tanpa babibu main sp aja...🤪
Scd: Iya ihhh kesel kan🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!