NovelToon NovelToon
Cintai Aku Seikhlasmu

Cintai Aku Seikhlasmu

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Poligami / Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:345k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Rumah tangganya hancur di sebabkan oleh mantan suami yang tega mengambil seluruh harta peninggalan orang tuanya dan berpaling pada wanita lain. Memaksa wanita yang bernama Humaira pergi membawa bayi yang ada di dalam kandungannya. Humaira tidak peduli dengan cibiran yang selalu mencemooh dirinya atas pekerjaannya. Demi anaknya yang sangat ia cintai, ia lakukan untuk bertahan dalam menjalani kehidupan mereka.

Akankah apa yang diharapkan Humaira akan terwujud? Simak kisahnya hingga akhir...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenangan Dan Kerinduan

Umi melipati pakaian sambil menonton acara televisi bersama Danu. Danu yang tidak begitu mengerti siaran televisi itu tetap tertawa melihat karakter-karakter kartun di chanel itu. Dan Humaira, wanita itu tertidur di samping Danu. Sekali pun anaknya kadang mengoceh, namun Humaira tidak merasa terganggu dan tetap tidur dengan lelap.

Waktu yang di habiskan dengan Danu sangatlah kurang baginya. Malam ia harus bekerja di saat Danu tertidur, dan di siang hari ia tertidur di saat anaknya terbangun. Humaira tidak ingin melepaskan kesempatannya untuk bersama dengan Danu.

"Danu cayang ibu, ibu tidul. Ibu tidul ya..."

Umi tersenyum dengar Danu berbicara.

Sesekali bocah itu mengusap wajah ibunya sambil tersenyum. Terkadang Umi tak kuasa menahan air matanya melihat ibu dan anak itu. Mengingat pengorbanan Humaira yang melahirkan Danu di bawah jembatan di dalam rumah kardus dengan penuh perjuangan.

Flash Back On.

Saat itu, Umi baru saja pulang selesai mengumpulkan barang bekas. Ia bingung ketika berdiri di ambang pintu rumahnya, ia mendengar suara tangis bayi dalam rumah kardusnya. Betapa terkejutnya ia melihat seorang wanita tergeletak tak berdaya dengan darah yang keluar dari celah selangk*ng**nya. Wanita itu baru saja mengeluarkan seorang bayi dari dalam perutnya.

Bayi mungil yang terus menangis dengan tali pusat yang masih menjuntai membuat Umi terenyuh dan segera membersihkan tangannya yang kotor. Ia mencari kain bersih dan mengambil bayi itu lalu di balut dengan kain tersebut. Perlahan dan dengan hati-hati Umi membersihkan tubuh bayi itu. Umi lalu mengambil gunting dan memotong tali pusat bayi yang berjenis kelamin laki-laki itu.

Mata sang ibu perlahan mulai terbuka, ia melihat Umi sedang merawat bayi yang baru saja dilahirkan olehnya. Humaira mencoba untuk bangun, namun di tahan Umi. Perlahan Umi meletakkan sang bayi di dekat ibunya. Lalu tanpa merasa jijik Umi membersihkan Humaira yang masih belum bisa bergerak sendiri.

"Terima kasih, dan maaf karena aku seenaknya memasuki rumah ini. Apa ini rumah kakak?"

Kata Humaira dengan tulus, ketika dirinya dan bayi sudah bersih.

Umi mengangguk menjawab pertanyaan Humaira.

Humaira lalu mengulurkan tangannya untuk di jabat oleh wanita itu.

"Aku Humaira dan kakak...?"

" Um... Umi aku Umi"

Jawab Umi sedikit gugup. Pertama kalinya bagi Umi berjabat tangan dengan seseorang, terlebih lagi wanita cantik yang sempurna di matanya.

Itu adalah awal perkenalkannya dengan Humaira.

Flash Back Off.

"Umm... jam berapa ya ini kak?"

Humaira terbangun dari tidurnya, ia mengucek matanya melihat ke arah jam dinding meski pandangan matanya masih sedikit kabur.

"Sudah hampir ashar Hum..."

Humaira bangun, lalu mencium Danu yang berada di sampingnya.

"Danu nggak bobo?"

"Danu iat ibu bobo, Danu cayang ibu..."

Humaira mencium wajah anaknya bertubi-tubi.

"Kenapa nggak bobo nak? Danu nggak ngantuk?"

"Danu cayang ibu..."

"Iyaa... ibu juga sayang Danu..."

"Danu nemenin Umi lipat pakaian kan ya..."

Kata Umi membela bocah kecil itu.

Umi juga memanggil dirimya Umi untuk Danu. Umi yang berarti ibu juga, meski namanya sendiri juga Umi.

"Danu Umi ipat aju.."

"Iya... anak ibu pintar banget"

Kembali Humaira menjejali anaknya dengan ciuman kasih sayang bertubi-tubi, hingga membuat Danu terkekeh geli.

"Ibu sholat dulu ya nak..."

Kata Humaira menghentikan candaan mereka.

"Ibu colat, Danu colat..."

"Iya... Danu juga sholat kan sambil lihat ibu.."

"Iya.. Danu cayang ibu..."

Humaira tersenyum sambil membelai lembut pucuk kepala anaknya. Ia pun lalu bangun dari duduknya dan segera membersihkan dirinya untuk bersiap melakukan sholat ashar.

Selesai sholat, Humaira menikmati rapel makan sarapan paginya, plus makan siang menjadi makan di sore hari. Sesekali terlihat ia tersenyum melihat layar hapenya. Ratusan bahkan mendekati ribuan foto-foto Danu dan dirinya memenuhi galeri di hapenya. Humaira tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bisa membuat kenangan bersama dengan putranya.

*****

Dika dan sahabatnya Umar berjalan kaki mencari rumah seorang wanita yang membuatnya gila akhir-akhir ini. Perjalanan yang hanya bisa di lewati dengan berjalan kaki mengundang banyak mata yang melihat ke arah dirinya. Sudah tidak diheran lagi, jika para kaum hawa akan kagum dan terpesona melihat ketampanannya. Namun Dika, ia cukup risih dipandang seperti itu.

"Makanya gue bilang juga apa, nyesel kan lu nyamperin sore hari begini"

Ujar Umar yang paham melihat Dika risih akan tatapan sejuta umat.

"Ck, kalau malem beda lagi ketemuannya, mahal banget soalnya"

Jawab Dika sekenanya pada Umar.

Umar adalah sahabat Dika dari SMP. Berbeda dengan Dika, Umar hanyalah pemuda biasa yang bekerja dengan membuka usaha kecil-kecilan di rumahnya. Seorang Dika yang merupakan kepala manajer perusahaan besar dapat di kerjai dengan gaya orang melarat hanya oleh Umar. Umar tidak pernah segan terhadap Dika. Dari Dika belum menjadi apa-apa sampai menjadi pemuda sukses, Umar selalu sabar dan setia menjadi sahabat dekatnya.

"Keringat lu dah segede jagung Dik, wkwkwkwk..."

"Ck...,masih jauh nggak sih?!"

Dika berhenti berjalan, ia mencari napas sambil berkacak pinggang.

"Nggak jauh lagi habis belok situ langsung nemu rumahnya"

"Tahu gitu gue pakai motor aja kemari"

"Nah, napa nggak tadi? Ngomong-ngomong tu kaki pindahin dikit, kuburan lu injek Dik..."

Dika melihat ke bawah dan terkejut karena ternyata benar ada kuburan di jalan gang yang sempit itu.

"Njiirr...?!"

Umar terkekeh melihat kelakuan Dika. Dia berjalan meninggalkan Dika yang masih heran dengan kuburan di jalan gang sempit.

"Tungguin woi, serem amat kuburan ada disini"

Dika pun mengejar langkah Umar yang mulai jauh darinya.

Seperti kata Umar, setelah belok di ujung gang tadi Dika langsung menemukan kontrakan Humaira.

Rumah tampak sepi dari luar, seolah-olah tidak ada tanda-tanda kehidupan disana.

"Yakin ini rumahnya?"

Tanya Dika memastikan kepada Umar.

"Iya... dah ah, gue tinggal ya. Depot gue ada yang nungguin mau ngisi galon"

Pamit Umar sambil menepuk bahu Dika.

Dika mengangguk menjawab Umar. Ia pun segera melangkah masuk ke teras rumah itu.

"Tok... tok... tok..!"

Tidak ada respon dari dalam. Dika mencoba mengetuk kembali pintu rumah itu.

"Tok...tok... tok...!"

Terlihat ada seseorang yang sedang mengintip dari balik jendela. Dika tidak patah semangat dan mencoba untuk mengetuk lagi pintu itu hingga di buka. Baru saja tangannya akan menyentuh dinding pintu, pintu itu telah di bukakan oleh seseorang.

"Krieet..., kamu?! Ada perlu apa kesini?"

Humaira sedikit terlihat tidak senang dengan kedatangan Dika ke rumah kontrakannya.

"Apa boleh aku masuk?"

Tanya Dika yang mulai terlihat berkeringat di pelipisnya.

Humaira tidak langsung mengiyakan. Wanita itu terlihat sedikit berpikir. Tak pernah ada yang mengunjungi rumah itu kecuali pemilik kontrakan. Humaira pun tak ingin tamu-tamu malamnya mendatangi tempat tinggalnya. Baginya tamu malamnya hanya cukup mengenal dan berhubungan dengannya di kafe atau tempat yang telah di tentukan.

"Bagaimana kalau kita keluar sebentar?"

Ajak Dika yang melihat respon Humaira tidak terlalu suka di datangi olehnya.

"Maaf ini bukan waktuku bekerja" °

"Nggak... nggak, bukan itu. Aku nggak ngajakin kamu untuk itu?!"

Dika buru-buru menjelaskan sebelum Humaira menutup pintu rumahnya.

"Aku hanya ingin mengobrol dengan mu"

"Maaf aku nggak punya waktu itu!"

"Lalu aku harus bagaimana?"

Tanya Dika yang mulai kebingungan.

"Maaf, aku sibuk?!"

Humaira langsung menutup pintu rumahnya.

Dika syok melihat sikap Humaira yang berbeda jauh saat sedang bekerja dan di luar jam kerja pada dirinya.

Laki-laki itu meremas rambutnya. Mau tidak mau dia harus merogoh kembali isi dompetnya untuk bertemu dengan Humaira yang menggoda.

Notes : Judul kalau ga nyambung maklum aja ya. Mikirin judul smpe stengah jam. Bolak balik baca ga nemu yang pas.

✨Beri dukungan untuk aku dong😘

* Like 👍

* Komen

* favorit ❤️

*Rate⭐⭐⭐⭐⭐

*Hadiah

*Vote, Terima kasih 🤗

✨Baca juga Dream Destiny, bagi yang suka kisah romansa istana 😂.

Terima kasih 🙏

1
bening
yah Thor peran utama nya meninggal
dwi alfiah
endingnya bikin nyesek
Bunda Enih
lanjuuutt
Meli Anja
baru bisa hadir disini kak...
kurnia rahayu
Luar biasa
𒈒⃟ʟʙcity🥀Liez🍒🌹
Mom aku baca novel ini ,endingnya sad dah tetep gakbisa aku gak nangis baca last episod nya 😭😭
Shaa Erahh
Luar biasa
Yunior
episode terakhir bikin nangis.
nggak bikin sekuel Gibran besar Thor.
Yunior
bagus alur ceritanya
Q⃟🆄𝐞𝐞𝐧🦋
Sedih tapi seru
Alya Yuni
Gk bgus di bca mlhan mengajarkn prmpuan jdi membgi suami
Alya Yuni
Ko jdi murahan bngat bkn mnikah dng duda mlhan brbgi suami
maaf Thor gk ska baca brbgi suami Sampai sini aja ya Thor
Thor NPA jdikn si Humaira jdi pelcur aman dri pda dng suami orng
Alya Yuni
Makanya jdi perempuan jngn trllu bodoh ap lgi seorng jnda
kita tdk buat buat ap apa tpi orng lain pu pikirn gk sma
itlah ak memilih mrantau aman gk ada msalah bgiku
ak seorng jnda jdi tau
Euis Kindar Wulan
up
Hasian Marbun Ian ayurafanisa
sumpah pada akhirnya aq mewek thot huwaaaaaa😭😭😭
Q⃟🆄𝐞𝐞𝐧🦋: Terima kasih sudah mampir baca 🙏😊
total 1 replies
Hasian Marbun Ian ayurafanisa
itu daerah mana thor baru denger and liat ada kuburan di gang gitu
Izda Nuryati
Alur mudah dipahami tokoh dangat pas dgn karakternya pokoknya bagus dan keren lah
Q⃟🆄𝐞𝐞𝐧🦋: Terima kasih sudah mau baca 🙏😊
total 1 replies
Wiyanti SE
ooh Thor. , bnyk kryamu yg SDH ku baca, semuanya berbeda² baik kalimat atau cerita.
good job thor.., 👍
Q⃟🆄𝐞𝐞𝐧🦋: Terima kasih sudah menjadi pembaca setia 🙏🥰
total 1 replies
Tut Eny
lanjut
Karti
nyesek y baru awal ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!