seorang gadis cantik bernama Rosalia Putri
harus kehilangan KEPERAWANAN nya karna ulah ayah tiri nya yang KEJAM
ia tega menjual rosa pada mamih pemilik klub malam ..
GIMANA KISAH HIDUP Rosa SELANJUTNYA...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka manga toon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CWM_PART 6
" Aku pilih baju ini saja kak " ucap nya pada Fani sambil menunjukkan baju yang dia bawa
" Bagus ... ! , oh ya kamu mau ganti pakaian dalam nya juga gak , kalo mau aku ambilin ada ko yang masih baru " ucap Fani sambil tersenyum
" Iya kak aku mau " ucap Rosa malu
Fani pun memberikan Rosa sesetel pakaian dalamnya , kini Rosa sudah mengenakan pakaian nya , dan Fani mendandani Rosa sesekali mereka berbincang-bincang.
" Rosa kenapa kamu bisa ada di sini ?? " tanya Fani penasaran
" Aku di jual ayah tiri ku kak " ucap nya lirih
" Maaf Rosa "
" Tidak papa kak, mungkin ini nasib ku "
" Kalo kakak kenapa bisa ada di sini ?? " tanya Rosa menghilang rasa sedih nya
" Aku ketemu sama mami dulu , dia yang ngajak aku kerja , awal nya aku takut pas tau bakal kerja jadi wanita malam , tapi aku ga bisa nolak juga karna saat itu aku juga butuh uang untuk pengobatan ibu ku , " ucap nya lirih
" Rosa waktu aku pertama kali menginjakan kaki di sini , aku sama kaya kamu , aku ga ga pernah tau dunia malam kaya apa , bahkan minuman keras aja aku ga pernah coba " ucap Fani menceritakan masa Lalu nya
" Terus kenapa kakak bisa bertahan di sini ?? " tanya Rosa merasa heran
" karnwa terbiasa " ucap Fani sambil tersenyum
" Mulailah biasakan diri kamu Rosa , mungkin tuhan memang menggaris kan nasib kita kaya gini " ucap Fani menguatkan Rosa
" Anggaplah kita semua di sini sebagai keluarga kamu " sambung nya
" Iya kak ..... Eemm kak maaf aku mau tanya , tapi kakak jangan marah " ucap nya pelan
" Kamu mau tanya apa ??? "
" Apa kakak masih virgin ?? "
" Aku udah ga virgin lagi , " ucap Fani tenang
" Apa kakak ga menyesal " tanya Rosa ragu agar Fani tidak tersinggung
" Aku gak menyesal ko , bahkan sampai saat ini kami masih berhubungan , setiap kali dia datang dia cuma mau aku yang melayani nya " ucap nya sambil tersenyum
" Aku yakin nanti kamu juga bakal terbiasa di sini Rosa " sambung nya
Rosa hanya membalas dengan senyum terpaksa seraya menelan saliva nya .
" Kak .. , tapi aku ga bisa minum-minuman beralkohol " Ucap Rosa tiba-tiba
" Bukan ga bisa sayang , kamu hanya belum terbiasa , lama kelamaan kamu juga akan terbiasa dengan minum-minuman itu " ucap Fani
---------
Kini Fani dan Rosa sudah keluar dari ruang ganti tersebut , saat itu Rosa terlihat sangat cantik dengan muka mungil nya , badan nya yang langsing , tinggi badan nya yang pas membuat ia terlihat sangat sempurna .
" Kamu ga usah gugup santai aja dan jangan lupa terus tersenyum manis " ucap Fani di dekat kuping Rosa karena suara musik sangat keras
Rosa pun mengangguk tanda mengerti , ia menarik nafas nya dalam dalam agar ia bisa merasa tenang , sedangkan Fani ia seperti sedang mencari mangsanya , dia melihat ada satu om om yang tidak terlalu tua sekitar umur 47an dan sepertinya orang kaya sedang duduk dan menikmati minuman nya sendirian.
" Rosa aku udah menemukan target Nya " ucap Fani tersenyum sambil melihat ke arah pria tersebut
" Ayo kita kesana , kamu terus lihatin aku ya "
Rosa pun menuruti perintah Fani , ia mengikuti Fani dari belakang seraya melihat sekeliling tempat tersebut.
" Hay omm " panggil fani SKSD ( sok kenal sok deket ) hingga membuat om tersebut pun tersenyum pada mereka
" Boleh gak kita duduk di sini ?? " tanya Fani seraya berlaga manja
" Silakan sayang " ucap om tersebut sambil tersenyum senang oleh kehadiran Fani dan Rosa
Fani dan Rosa pun duduk , saat Rosa hendak duduk di sebelah Fani sang om pun melarangnya.
" Sayang kamu duduk sini " surunya sambil menepuk-nepuk pinggir kursi setelahnya
Rosa pun melihat ke arah Fani , dan Fani hanya mengangguk pelan ke arah Rosa ,
Rosa pun akhirnya duduk di sebelah si om tersebut , kini posisi nya si om itu ada di tengah-tengah
" Nama kalian siapa ?? "
" Aku Fani om dan itu teman aku Rosa "
" Om sendiri nama nya siapa ?? " tanya Fani seraya menempelkan bibir nya di dekat teling pria tersebut
" Panggil saja saya Om Arya " ucap sambil tersenyum pada Rosa dan Fani
" Om teraktri kita minum dong " pinta Fani dengan manjanya
Rosa hanya terdiam , ia menelan Saliva nya dengan sangat berat , Rasa takut kini menyelimuti dirinya bagaimana tidak ini kali pertama Rosa melakukan pekerjaan tersebut.
" Pesan sayang apa yang kalian mau " suruh nya sambil memberi kan kartu kredit miliknya
Fani pun mengambil nya dengan senang hati dan pergi ke Main Bar untuk memesan minuman nya , lalu kembali menuju kursi nya
" Makasih ya Om " ucap nya manja
Minuman pun datang kini mereka bertiga pun bersulang seloah sedang merayakan seauatu , awal nya Rosa ragu untuk meminum minumannya namun Fani melihat Rosa dan menganggukkan pelan kepalanha , lalu Rosa pun meminum nya dengan pelan dan sedikit seperti Fani . menurut Rosa Rasa nya tidak enak dan tenggorokan nya berasa panas saat meminumnya.
Fani pun terus merayu om Arya hingga mereka bertiga pindah ke ruangan khusus VVIP , Fani yang memesan ruangan nya , pasti nya dengan uang si om om itu , lalu Fani memesan minuman beralkohol yg dosis nya sangat tinggi
( untuk menyewa ruangan khusus tidak lah murah , harga nya sudah di bajet dengan bonus di temani wanita wanita malam itu )
kini mereka bertiga pun sudah berada di ruangan khusus , Fani terus mencekoki Arya hingga mabuk mereka pun minum bersama kecuali Rosa , karna rosa masih belum terbiasa dengan minuman tersebut jadi dia hanya minum sesekali saja .
Tangan Arya mulai nakal bermain di tubuh Fani , namun Fani hanya diam saja ketika tubuh nya di pegang olah tamu nya , malah Fani merespon , ia juga memegang lembut dada om Arya , bahkan mereka sampai melakukan M**** O*** di depan Rosa
Rosa terus memperhatikan nya dengan seksama , ia sampai menelan saliva nya dengan berat , ia memperhatikan semua pergerakan Fani dari jalan nya , ucapan nya yg manja saat bersama tamunya , dan ia juga melihat gerakan tangan Fani yang memainkan tubuh mangsa nya saat bicara ,
" Apa aku bisa kaya kak Fani ?? " pikir nya dalam hati
.
.
.
.
👍👍👍👍