Velicia menikah dengan Arnold pria yang selama ini di kiranya yang pernah masuk dalam kenangan masa lalunya...
Cinta yang berawal dari lantunan piano dari seorang pria yang memainkan lagu Sleep in the deep sea yang biasa di mainkan ibu Velicia sewaktu sang ibu masih hidup...
Pernikahan Aliansi yang terjadi di antara mereka, bukan membuat Velicia bahagia namun malah membiat dia terluka hingga penyakit mematikan menyerang hidupnya...
akankah Arnold bisa mencintai Velicia??
yukk baca novelku...!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta Dalam Luka (BAB 6)
“ Ar...lihatlah wanita itu...dia ingin mencelakaiku Ar...” Ujar Viona histeris saat melihat Velicia sambil menunjuk ke arah Velicia.
“ Kamu tenanglah dulu...aku akan mengurusnya...” ujar Arnold mencoba menenangkan Viona.
“ Veli pergilah dari sini !” ujar Arnold tegas mengusir Velicia dari ruangan rawat Viona.
Seketika Viona yang melihat secangkir air panas yang ada di atas meja di sampingnya langsung mengambil air panas itu lalu menyiramkan air panas tersebut ke wajah cantik Velicia, sehingga riasan yang ada di wajah Velicia luntur begitu saja.
Sehingga Terlihat jelas bekas luka bakar di wajah cantik Velicia akibat air panas yang baru saja di siramkan Viona ke wajah wanita Velicia.
Arnold melihat kejadian itu di depan matanya, dia pun langsung mendekati istrinya Velicia lalu membawa istrinya ke ruang IGD untuk mengobati luka bakar yang di alami oleh Velicia.
Velicia tersenyum, dia merasa bahagia dengan perhatian yang di berikan oleh sang suami, setelah merasakan kehangatan sikap Arnold pada dirinya, Velicia pun kembali mengungkit masalah kesepakatan yang di mintanya pada sang suami yaitu kesepakatan untuk berpacaran selama tiga bulan.
“ Ar...apakah kamu mau menjadi pacarku dalam waktu tiga bulan saja...?” Tanya Velicia penuh dengan tatapan sendu memohon pada sang suami.
Arnold masih diam, dia tak menjawab pertanyaan Velicia sama sekali, dia menatap heran pada Velicia dia kembali merasakan sikap Velicia sangat lah aneh.
“ Apa yang sebenarnya terjadi pada Velicia? Mengapa dia sangat menginginkan kesepakatan itu terjadi.” gumam Arnold di dalam hati.
Velicia pun mengangkat tangannya, lalu meraba lembut tulang alis mata Arnold yang begitu mempesona.
“ Apakah kamu benar-benar tidak mau menjadi kekasihku hanya dalam waktu tiga bulan ini??” Tanya Velicia lagi meengangkat sebelah alisnya menunggu jawaban dari Arnold.
“ Aku bisa saja pacaran dengan siapa pun...”
“ Bahkan aku juga bisa berpacaran dengan orang idiot sekali pun...”
“ Tapi aku tak bisa berpacaran denganmu...”
“ untuk itu berhentilah berharap untuk menjadi pacarku...!!!” ujar Arnold tegas.
Ucapan Arnold bagaikan sebilah pisau yang menyayat ulu hatinya saat masuk di telinga Velicia, kata-kata Arnold telah berhasil mengiris-iris hatinya. Membuat dirinya terluka semakin dalam.
“ Kenapa kau sangat kejam padaku...?” lirih Velicia meluapkan rasa sakit di hatinya.
“ Apakah kau mengira semua perlakuanmu padaku tak melukaiku...?”
“ Aku selama ini memang tak pernah menangis dihadapanmu...bahkan aku tak pernah merengek sedikit pun padamu..?”
“ Apakah karena itu kau bisa berbuat sesuka hatimu untuk melukai hatiku?” Velicia pun mengeluarkan rasa sesak yang di rasakannya selama ini. Tanpa di sadarinya terdengar suranya bergetar menahan rasa sedihnya.
Arnold menikahi Velicia di saat Velicia masih berumur dua puluh tahun, yang mana di usia itu Velicia adalah seorang wanita yang masih sangat sensitif dengan sikap kasar seseorang dan perlakuan dingin padanya, dimana di usia itu rasa iba dengan mudah membalut hatinya di saat seseorang mengabaikannya apalagi seseorang memperlihatkan bentuk kebencian yang di tunjukkan secara terang-terangan.
Perasaan yang membuat hatinya benar-benar terluka dengan semua perlakuan yang di dapatkannya, terlebih lagi yang memperlakukannya seperti itu adalah suaminya sendiri Arnold orang yang sangat di cintainya selama ini.
Walaupun selama ini Velicia selalu menunjukkan sikap tegar di hadapan Arnold namun sesungguhnya dia sangatlah rapuh sama seperti wanita lainnya di luar sana.
Setelah mendengarkan ucapan Velicia, Arnold menaikkan alisnya.
“ Kenapa kamu ingin sekali kita berpacaran selama tiga bulan ini???” tanya Arnold mengernyitkan dahinya penuh selidik.
Velicia hanya diam, dia tak menggubris pertanyaan suaminya. Setelah itu mereka pun hening beberapa saat. Sibuk dengan pikiran masing-masing. laluVlicia pun mulai membuka suara.
“ Baiklah...mungkin perceraian adalah jalan yang terbaik untuk kita...sebelum bercerai aku hanya ingin meminta uang 11 milliyar padamu setelah itu ambillah semua kekayaan milik keluarga Arista...” ujar Velicia mengalihkan pembicaraan.
Arnold hanya diam mendengar ucapan Velicia. Dia tak menggubris ucapan istrinya.
“ Lukamu sudah selesai di obati...aku akan kembali ke ruang rawat Viona...” ujar Arnold. Dia pun berdiri dan melangkah keluar dari ruang pengobatan Velicia tadi, Velicia yang melihat suaminya berdiri, dia pun langsung berdiri mengikuti langkah suaminya menuju ruang rawat Viona.
Saat mereka telah berada di depan pintu ruang rawat Viona, mereka mendengar percakapan yang terjadi di antara Viona dan tuan besar Setyawan yang kini tengah berada di ruang rawat Viona.
“ Bisa kau jelaskan tentang semua ini...?” tanya Tuan besar Setyawan pada Viona sambil menyodorkan sebuah bukti transfer yang di lakukan Viona. Disana terbukti bahwa Viona sengaja mentransfer sejumlah uang pada beberapa orang pria untuk menculik dirinya.
Viona hanya bisa terdiam mendengar pertanyaan tuan besar Setyawan.
“ kau sengaja mentrasfer uang pada mereka sebagai bayaran agar mereka menculikmu...”
“Kau merekayasa penculikan atas dirimu sendiri agar kau dapat memfitnah Velicia sebagai dalang di balik penculikkan dirimu ini...” Cecar tuan besar Setyawan membongkar kebenaran di balik rekayasa yang telah di lakukan oleh Viona.
Velicia menatap Arnold sendu, dia merasa sedih saat melihat suaminya itu hanya diam tanpa ekpresi sedikit pun setelah mendengar kebenaran yang baru saja di bongkar oleh tuan Besar Setyawan dihadapannya, Akhirnya Velicia pun mengerti bahwa sesungguhnya Arnold sudah mengetahui kebenaran itu, hanya saja dia tak ingin membongkar kebohongan yang telah di lakukan oleh kekasihnya Viona, dia sengaja membiarkan kekasihnya itu melakukan fitnah atas istrinya sendiri.
Seketika rasa sakit di perut dan hati Velicia pun kini terasa kembali, Velicia berlari meninggalkan Arnold yang tak bergeming hingga dia pun sampai di depan tangga rumah sakit, tiba-tiba dia merasakan sesuatu mengalir membasahi hidungnya, dia pun mengangkat tangannya dan menyentuh bagian hidungnya ternyata itu adalah darah yang keluar dari hidungnya.
Dengan sekejap ingatan Velicia melayang mengingat peristiwa yang dulu pernah terjadi, Pertemuan pertamanya dengan sosok Arnold lembut.
“ Gadis kecil...sudah malam kenapa kamu belum pulang...?’ tanya sosok Arnold yang lembut dengan senyuman ramahnya.
Seketika senyuman merekah di wajah Velicia
“ maukah kau memainkan lagu {{sleep in thedeep sea}} lagi untukku?” tanya Velicia kenal dengan wajah memohon.
“ Oke...besok saat jam pelajaran aku akan memainkan lagu itu untukmu...”jawab Arnold lembut dengan suara yang sangat ramah.
Velicia pun terjatuh dari tangga, namun di saat bersamaan dia masih memiliki sedikit kesadaran, seolah-olah dia melihat Arnold yang lembut itu sedang memohon padanya dengan suara yang pelan.
“ Aku akan berpacaran denganmu seumur hidupku asalkan kau berjanji kau akan baik-baik saja...” pinta Arnold lembut dengan ramah.
Bersambung...
.
.
.
.
.
Terima kasih Readers yang udah baca karya owner...🙏🙏🙏
Jangan lupa dukung terus karya Owner dengan meninggalkan jejak...
\=> Like
\=> koment
\=> Hadiah
\=> Vote...
Terima kasih atas dukungannya...🙏🙏🙏
Sukses bwt kk 😊💐