NovelToon NovelToon
Kabut Cinta

Kabut Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:184.2k
Nilai: 5
Nama Author: santai dyah

Cerita ini berkisah tentang ketulusan cinta
seorang pemuda Tampan bernama Bima.
Dia sangat mencintai seseorang wanita
Cantik bernama Seila.

Walaupun Seila tidak pernah mencintainya
Tapi Cinta Bima begitu besar dan tulus
untuk Seila.

Hingga suatu hari Seila kehilangan kesuciannya dan di campakkan oleh
mantan pacarnya Bima tetap menerima
dan mencintai nya dengan sepenuh hati.

Bagaimanakah perasaan Seila kedepannya
untuk Bima ?

Akankah Seila membalas Cinta Bima?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santai dyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6.PISANG GORENG KEJU.

"Non, Seila..!Gumam Bik Inah dalam hati, apa aku tidak salah lihat, kembali Bik Inah menggusap usap matanya tidak salah lagi itu Non Seila, lalu kenapa dia di situ, apa sebenarnya Non Seila memperhatikan Den Bima, jika benar Non Seila memperhatikan Den Bima itu artinya cinta Den Bima tidak bertepuk sebelah tangan, jadi diam diam Non Seila juga punya rasa sana Den Bima. Kalau Den Bima tau pasti dia akan senang, nanti sepulang kerja aku akan memberi tau Den Bima,"Ucap Bik Inah mantap dalam hati.

Dengan perlahan lahan Bik Inah beringsut meninggalkan tempat itu, tapi naas tangan Bik Inah menyentuh pot bunga yang ada di sekitar jendela itu.

"Braaaaak...!"

Suara benda keras jatuh membuat siapapun yang mendengarnya kaget.

"Siapa di luar ?" Seru seseorang dari dalam kamar yang tak lain adalah Seila. Terdengar suara sepatu menuruni tangga. Bik Inah dengan cepat membersihkan pot bunga yang jatuh dan berkeinginan segera pergi dari tempat itu. Tapi ternyata Non Seila lebih cepat dari pada tangan Bik Inah yang sibuk memunguti pecahan pot bunga yang berserakan.

"Bik Inah..!"Seru Seila terkejut.

"Apa yang terjadi ?"Bibik terluka apa tidak," Tanya Seila cemas.

"Tidak apa apa Non, maaf pit nya jadi pecah,"

"Tidak apa-apa, yang penting Bik Inah tidak kenapa napa, itu sudah membuat ku lega, sini ku bantu,"

"Tidak usah Non, biar Bibik sendiri yang menyelesaikan," Tolak Bik Inah kepada Seila. Namun Seila tidak memperdulikan ucapannya Bik Inah, dengan sigap tangannya yang putih bersih ikut memungguti pecahan pot. Setelah beberapa saat hening dengan kesibukan masing-masing memungguti sisa pecahan pot Bik Inah mulai bicara.

"Non..!"

"Ya, kenapa Bik," sahut Seila lembut.

"Apa Non Seila membenci Den Bima?"

Seila yang tidak menyangka akan mendapatkan pertanyaan itu, segera menghentikan kegiatannya, tidak bisa di pungkiri wajah Seila menunjukkan rasa keterkejutan.

"Kenapa, Bik Inah bertanya begitu,"

"Maaf, Non cuma bertanya," Ucap Bik Inah menyesal.

Wajah Bik Inah berubah pucat hatinya sangat khawatir kalau kalau Non Seila nya marah.

"Non, sudah selesai saya permisi mau membuang pecahan pot ini," Tanpa menunggu jawaban Bik Inah Cepat cepat berdiri dan berniat segera pergi, pikiran nya begitu kalut jika pertanyaan nya justru akan membuat Non Seila semakin membenci Den Bima. Pada saat hendak melangkah tangan Seila menyentuh lengan Bik Inah.

"Bik Inah tidak mau menunggu jawaban dari ku," Tanya Seila.

"Tidak perlu di jawab Non, tidak apa-apa, pertanyaan Bibik tidak begitu penting,"

"Baiklah, Bik Inah buang dulu sampah nya nanti kita ngobrol," Bik Inah mengagguk dan segera pergi. Sepuluh menit kemudian Bik Inah sudah kembali, di lihatnya Non Seila sedang duduk dengan membaca sebuah koran majalah harian. Bik Inah ragu kalau harus mengganggu nya dan berniat pergi. Namun Seila menyadari kehadiran Bik Inah segera menghentikan nya.

"Mau kemana Bik, duduk di sini," Ucap Seila kepada Bik Inah kemudian, Bik Inah pun menurut.

"Menurut Bik Inah, apa alasan Bima mau menikahi aku ?

"Maksud Non Seila apa ?"Tanya Bik Inah Binggung,"

"Bukankah Bima menikahiku karena rasa kasian Bik,"

Bik Inah terkejut mendengar perkataan Non Seila.

"Astagfirullahaladhim, Non Seila?"kenapa berfikir buruk seperti itu,"

"Kenapa Bik ?"apa ucapan ku salah ?"

"Tentu saja, salah Non, Den Bima tidak begitu,"

"Lalu bagaimana Bik, Kalau tidak begitu," Sejak dulu aku tidak pernah dekat dengan Bima, lalu tiba-tiba dia datang Melamarku, sedangkan saat itu kesucian ku sudah di renggut orang yang tidak bertanggungjawab. Saat Seila menyebut orang yang tidak bertanggungjawab, terlihat ada bara api kemarahan yang tersembunyi di sana, Bik Inah dapat merasakan betapa pahit dan perih luka hati yang di derita Non Seila. Bik Inah hanya menunduk dan sesekali menghela nafas mendengar ucapan Seila.

"Aku masih ingat dulu Bima, selalu dengan gadis berambut sebahu, aku sering melihat mereka bersama beberapa kali, lalu kenapa tiba-tiba mau menikahi aku, coba bayangkan Bik, orang yang sama sekali tidak pernah dekat bahkan sudah bukan lagi gadis, kok mau maunya menikahi kalau bukan karena rasa kasian,"

Bik Inah yang mendengar perkataan rasa kasian, tiba-tiba mengaggkat kepalanya dan menggeleng dengan kuat.

"Non Seila salah, Den Bima tidak seperti itu,"

"Kalau tidak seperti itu lalu bagaimana?" Sahut Seila cepat.

"Apakah Non Seila tidak merasakan nya ?"

"Maksud. Bik Inah bagaimana?" Tanya Seila Binggung.

"Maaf, Non Sebentar lagi Non Seila Bangun, saya permisi dulu," Ucap Bik Inah lalu bangkit dari tempat duduknya dan beranjak mau pergi.

"Tunggu Bik," Jawab dulu pertanyaan ku.

Bik Inah tersenyum.

"Non Seila cari saja jawabannya sendiri."Saya sudah pernah berjanji pada Den Bima tidak akan menceritakan apapun.

"Baiklah kalau begitu, kepala ku sedikit pusing tolong nanti buat kan aku jus Alpukat dan bawa ke kamarku,"

"Baik, Non..!"

Dengan langkah tidak bersemangat Seila kembali ke kamarnya yang ada di atas. Di bukanya lebar lebar jendela yang ada di sana, kamar itu begitu luas bahkan ada ruang santai dengan beraneka ragam bunga, menambah keasrian dan keindahan di sana.

"Tok ...Tok...Tok....!"

"Masuklah Bik, pintu tidak di kunci,"

"Ini, Non, Minuman jus Alpukat nya sekalian dengan pisang goreng keju choklat, kebetulan di dapur ada pisang sekalian saya goreng.

"Wah, enak itu Bik, trimakasih," Dengan cepat Seila memunggut sepotong pisang dan melahapnya.

"Hem, Enak Bik, trimakasih,"

Bik Inah sangat senang jika bisa membuat Non Seila senang

"Bibik pergi dulu ya Non,"

Seila yang mulutnya penuh dengan pisang goreng cuma menjawab dengan anggukan. Seila sangat menikmati cemilan pisang goreng keju choklat nya dengan segelas jus Alpukat kesukaannya. Tiba-tiba matanya teetuju pada sebuah kotak kecil di bawah tumpukan buku Buku majalah.

"Kotak, apa itu," Tanya Seila dalam hati aku belum pernah melihat nya, coba ku buka apa isinya. Ketika kotak itu di buka Alangkah terkejut nya Seila.

"Gambar fotoku..!" ini kan saat aku masih sekolah dan ini juga saat aku kehujanan Karena lupa tidak membawa payung, ini lagi wah banyak sekali fotoku di sini, kenapa Bima memiliki banyak fotoku dan kenapa fotoku ada sama Bima,"

Berbagi macam pertanyaan berkecamuk dalam benak , Seila, Seila betul betul tidak mengerti mengapa Bima memilikinya dalam suasana hati yang kalut dan binggung, karena otaknya yang terus bertanya tanya, membuat nya tanpa sadar meneguk semua jus Alpukat nya dengan cepat hingga tak tersisa. Konsentrasi pikiran nya yang hanya tertuju pada foto dirinya sampai tidak menyadari kalau Bima sudah pulang dan langsung membuka pintu kamarnya, saat pintu di buka dan melihat mulut Seila belepotan dengan jus Alpukat, Bima tertawa.

"Ha. ha..ha..ha..!"

Seila yang mendengar suara tawa tiba-tiba menoleh ke pintu, dan lebih terkejut lagi kala tau siapa yang datang dengan cepat di sembunyikan nya kotak kecil yang ada ditangannya itu, di bawa kasur ranjangnya, setelah itu Seila duduk di atas ranjang kasur, yang mana di bawahnya ada kotak kecil yang dia sembunyikan.

"Kenapa menertawakan ku, apa ada yang lucu," Ucap Seila ketus. Bima tidak menjawab pertanyaan Seila tapi dia berjalan mendekati, melihat Bima berjalan mendekati nya' tiba-tiba jantung Seila berdetak dengan kencang dan tak karuan, ada rasa gugup dan was was kalau Bima tau apa yang dia sembunyikan. Bima semakin dekat dan kini jarak di antara mereka hanya beberapa senti, nafas Seila sudah mulai tidak terkontrol, begitu cepat dan menderu, debaran debaran aneh muncul di dalam hatinya semakin kencang dan semakin kuat, beberapa detik kemudian Seila memejamkan mata pasrah dengan apa yang akan terjadi, karena untuk berlari kakinya terasa susah dan siulit digerakkan.

1
Aldi Suwarta
tokoh Bima disini seperti anak kecil, bloon
Aldi Suwarta
Bima juga tolol gak jujur sama istrinya jadi laki-laki plinplan dasar bego/Smug/
Aldi Suwarta
Bima bodoh tinggal bilang aja ningsih istrinya
Aldi Suwarta
Bima oon masa gak tau ciri2 tubuh shella, hendarto aja hafal walau cuma sekali celup/Facepalm/
Aldi Suwarta
Bima gak jujur, rumah tangga kok kayak mainan, shella balik aja sama kekasihnya yg dulu, biar nangis bombay si Bima bego/Facepalm/
Aldi Suwarta
lebay si Bima, ceritanya ngalor ngidul author
Aldi Suwarta
buktikan apa Bima goblok... lo gak jaga perasaan istri, mau istri lo dipeluk orang pasti cemburu kan ,tolol dipelihara /Grin/
Aldi Suwarta
Bima aja bodoh tidak jaga perasaan istrinya, gampangan dipeluk cewek di depan istrinya, oon tar ditinggal sela nangis lo
Aldi Suwarta
Bima bodoh gampang aja dipeluk cewek katanya bukan muhrim, oon dasar bima
Elisabeth Ratna Susanti
next 👍
Santai Dyah: hhhhhh piye tho thor udh and kok hhhhhh
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
seru 😍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir 😍
Alkenzie
aku mampir ya kak, semangat 💪💪
Hasrie Bakrie
Aq mampir ya
Santai Dyah: iya kak trimakasih
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
next 👍
Elisabeth Ratna Susanti
keren 😍
Elisabeth Ratna Susanti
lanjut 😍
HiaTus
makanya, jadi orang jgn kelewatan jahat arina
HiaTus
tunjukkan pesona mu novi..
aku dkung kamu jd madu
HiaTus
wahh, jadi istri kedua?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!