NovelToon NovelToon
Keberuntungan Dicintai

Keberuntungan Dicintai

Status: tamat
Genre:Romantis / Anak Genius / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: YWulandari

Mocca Yola, suatu malam yang tragis telah merenggut kesuciannya. Pulang ke rumah dalam keadaan hancur malah dikejutkan dengan sebuah peti mati dengan foto sang ayah tercinta di dekatnya.

Tidak hanya itu, ternyata semua sudah direncanakan oleh dua orang wanita bermuka dua yang berpura menangis tersedu di samping peti jenazah. Semua mereka lakukan tak lain demi mendapatkan harta keluarga Yola.

Setelah itu mereka mengusir Mocca dari rumah, mengirimnya ke tempat yang sangat jauh. 7 tahun kemudian dia kembali dengan si kembar Genius.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YWulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang ke tempat Mama ingin pulang

Dua hari kemudian, setelah melewati masa masa yang sangat sulit, mereka akhirnya berhasil keluar dari hutan. Menemukan sebuah jalan beraspal kemudian menyusurinya, berharap menemukan suatu kendaraan.

"Candy demam."

Gumamnya sembari memeriksa suhu badan Candy yang berada dalam gendongannya, dia pasti merasa sangat sedih karna tidak bisa membawa Max. Andai malam itu tidak dalam keadaan terdesak mereka mungkin tidak akan melupakan Max.

Mereka mencari tempat untuk beristirahat sejenak.

Duduk dibawah pohon rindang dan membaringkan Candy dengan beralaskan kain tipis, untung Mocca membawa kotak P3K. Sementara itu Jean kembali merancang Drone -nya.

"Sudah selesai."

"Eh? Secepat itu?" batin Mocca.

Dengan bersemangat Jean mulai menerbangkan Drone dan mengamati keadaan dari atas melalui layar kecil seperti smartphone buatan Jean sendiri.

Semakin tinggi dia berusaha mencari jalan keluar, tak jauh dari sana mulai terlihat sebuah kota yang cukup besar dan juga asing "Sebenarnya ada dimana kita?" Mocca ikut mengamati dari layar.

"Eh! Tunggu."

Dia meminta Jean menerbangkan Drone ke kiri, "I-itu?" ucapnya terhenti saat melihat sesuatu yang nampak familiar.

"Patung Liberty," ucap mereka bersamaan.

Jadi mereka berada di New York, benar benar tidak terpikirkan sebelumnya. Dua wanita jahat itu mengirim Mocca sangat jauh dari rumah, dari ayah, ibu dan juga kakak. Dan itu berarti, paman dan bibi Vila juga orang dari negara yang sama dengan Mocca.

"Wanita yang sangat kejam." Tapi bagaimana mereka kembali ke negara asal?

Jean menyadari kekhawatiran Mocca, "Mama tenang saja, Jean sudah siapkan semuanya. Beristirahatlah, temani adik," ia terlihat begitu dewasa dan bertanggung jawab.

Setelah beristirahat mereka akan pergi ke kota. Rencananya Jean akan melakukan peretasan dan membuat identitas palsu agar bisa membuat paspor dan terbang ke negara asal.

Mocca meragukan hal itu, alih alih berhasil mereka mungkin akan tertangkap dengan mudah. Tapi sekali lagi Jean meyakinkannya, meminta Mocca untuk sepenuhnya percaya pada dirinya.

"Sebenarnya anak siapa yang aku lahirkan ini?"

Mocca pun membaringkan tubuh dan menemani Candy beristirahat "Max ... Max ...," igau Candy.

Beberapa saat kemudian.

"Mama! Mama!" terdengar seseorang memanggilnya, tubuh Mocca pun seperti diguncang sesuatu. Tak lama dia terbangun dan melihat Jean di hadapannya, "Sudah berhasil."

Ia terlihat sangat gembira, menunjukan sesuatu pada Mocca, sesuatu yang membuat Mocca tercengang. Jean berhasil, mereka sudah mempunyai paspor dan tinggal memesan tiket kemudian pergi.

Mereka tidak mau membuang waktu lagi, Mocca beranjak dan menggendong Candy. Kembali menyusuri jalanan yang kali ini Jean sudah mengatur jalurnya, benar benar Anak Genius.

5 jam waktu berlalu, dengan pakaian kotor dan penuh lubang merekapun sampai di kota besar. Awalnya sempat dikira orang gila dan hampir dilaporkan pada pihak berwajib. Namun kemudian mereka pergi untuk membersihkan diri.

Tanpa sepeserpun uang, hanya mengandalkan perhiasan Mocca dan robot robot kecil buatan Jean, menjualnya walau dengan harga murah mereka baru bisa mendapatkan uang.

Kini keadaan Candy membaik meski dia sedikit murung saat itu, Mocca pun mengajak mereka pergi ke restoran kecil untuk mengisi perut kosong mereka.

Dapat dilihat anak anaknya yang tidak mudah beradaptasi dengan lingkungan penuh dengan orang berlalu lalang, belum lagi mereka tidak mengerti bahasa disana. Untung Mocca pandai berbahasa Inggris.

Dilihatnya jam dinding direstoran, waktu menunjukan pukul 2 siang. Jika melakukan penerbangan sekarang, kira kira sampai disana jam berapa? "Mama, aku sudah pesan tiketnya."

"Hah?"

Lagi-lagi Mocca dikejutkan oleh pernyataan Jean, dengan singkat dia bisa menyelesaikan masalah yang mengganggu pikiran Mocca. Mungkin Mocca bisa sedikit mempercayainya dan mengandalkannya ke depannya.

"Cepat habiskan makanannya, setelah itu kita pulang ke rumah."

Sudah lama sekali bukan? Rumah yang sangat dia rindukan, keadaan kamar yang sudah terlupa dari ingatan. Apa Mocca benar benar bisa kembali? Meski ada mereka disana?

"Baik, aku sudah selesai."

"Aku juga."

Mocca menghela nafas panjang, "Baiklah anak anak. Ayo kita pulang!"

Semuanya berjalan lancar seperti yang sudah direncanakan, keamanan negara bahkan tidak menyadari bahwa data diri mereka adalah palsu. Setelah berjam-jam lamanya penerbangan, merekapun tiba, di negara Mocca berasal.

Saat itu pukul 9, Jean dan Candy terlihat masih kelelahan meski sudah tertidur diperjalanan tadi. Terlebih dahulu Mocca akan pergi ke tempat penukaran uang dan menukar uang dollar dengan mata uang negara itu untuk mendapatkan uang.

Setelah itu, "Jean, Candy, tunggu Mama di kursi itu ya. Mama mau cari telpon umum untuk menghubungi seseorang," Mocca menunjuk sebuah kursi dipinggir jalan.

Mereka berdua menganggukkan kepala dan berjalan menghampiri tempat duduk itu sembari menunggu Mama yang mencari telpon umum.

Jalanan malam kota besar di negara itu cukup ramai, banyak kendaraan dan orang orang berlalu lalang disana. Dengan cepat Jean bisa beradaptasi namun sedikit sulit bagi Candy.

"Max pasti akan baik-baik saja. Jika sudah besar nanti kita jemput Max bersama sama ya." Jean menghibur Candy.

Mata Candy malah berkaca kaca, dia perlahan mengangguk. "Max pasti baik-baik saja. Harus baik-baik saja."

"Hm ... Sekarang lihatlah, ini dunia luar yang selalu kita inginkan. Adik, kita tidak akan kesepian lagi. Dan mungkin, kita bisa menemukan ayah disini," Candy dibuat tertegun dengan pernyataan kakaknya tersebut.

"Ayah?"

"Benar. Selama ini ibu tidak pernah mengatakan apapun mengenai ayah, tapi aku percaya, suatu hari pasti akan bertemu dengannya."

Ckiiiiiiiiit!

Sebuah mobil mewah tiba tiba berhenti didepan mereka, mengagetkan mereka berdua dan membuat Candy takut, "Adik, pegang tanganku." Ia menjaga adiknya dengan sangat baik.

Tak lama pintu depan mobil terbuka, turunlah seorang pria dewasa dengan pakaian yang sangat rapi dan memakai kacamata hitam. Dia sempat menoleh kesana kemari, kemudian menghampiri si kembar.

"Adik kecil," sapanya yang justru membuat si kembar waspada, "Ah haha, tenang saja. Aku tidak ada niat jahat kok. Hanya ingin bertanya, apa di daerah ini ada seorang pengrajin sepatu wanita?" tanyanya.

Jean dan Candy menggelengkan kepalanya, bukannya tidak ada, tapi mereka tidak tahu.

"Ah begitu ya. Terima kasih. Oh ya, anak kecil jangan main malam malam. Tidak baik---mm?" Dia terhenti berbicara, lalu mendekatkan wajahnya pada Jean, "Sepertinya sedikit familiar. Bentuk wajah ini, tatapan mata ini, rambut ini ... Ini ... Ini ... Ini ... tapi, siapa?"

Jean dan Candy mundur menjauh dari pria aneh itu, tak lama diapun masuk ke dalam mobilnya, "Siapa dia?" tanya Candy.

"Mana aku tahu, kita baru sampai di sini lho!"

Sementara di dalam mobil mewah itu, pria berkaca mata hitam itu melirik ke belakang melalui kaca di depannya "T-tuan ... tidak ada pengrajin sepatu di sekitar sini," ucapnya sungkan dan hati-hati.

Pria yang sedari tadi menyandarkan tubuhnya sembari menatap jauh keluar jendela pun kini menatap pria berkaca mata hitam itu, "Begitu kah? Pergi ke kediamanku!" perintahnya.

"Baik ... Tuan muda Leon."

Beberapa saat kemudian Mocca kembali, dia membawakan sebuah makanan untuk anak anaknya. Namun makanan itu terjatuh tak kala dia melihat anak anaknya yang seperti sedang ketakutan, segera Mocca menghampiri mereka.

"Ada apa? Kalian baik baik saja 'kan?" Khawatirnya sembari memeriksa tubuh si kembar, takut terjadi sesuatu pada mereka.

"Kami baik baik saja. Mama apa sudah selesai? Aku sudah mengantuk."

Mocca menghela nafas panjang. Dia memeluk kedua anaknya dan barulah hatinya merasa tenang, "Ayo kita pulang."

Sebelumnya Mocca telah menghubungi seseorang, seseorang yang dia kenal dan meminta bantuan padanya untuk menampung dia dan kedua anaknya. Sementara ini ada uang sisa yang bisa dia bayar untuk menyewa kamar dan makan untuk beberapa hari.

Selama itu dia akan berusaha mencari pekerjaan dan memikirkan cara agar bisa merebut kembali harta Yola, harta yang seharusnya menjadi miliknya dan anak anaknya. Bagaimanapun dia harus mendapatkannya kembali.

1
Princess Ren
pantesan bingung,, kok anak kandungnya mau dinikahkan SM ponakannya... ternyata ohh ternyata...
Princess Ren
akal bulus yang mantap 🤣🤣🤣🤣
Ulau Gabirel
Luar biasa
Dewi Anggita
sumpah Leon bikin ngakak tingkah nya
Dewi Anggita
ampun dah Leon gak percaya apa istrinya bisa masak🤭🤭🤭
Violet
Org biasa aja sring di incer jd target entah diculik, dilecehkan bahkan dibunuh apalg org kaya n terkenal macem kluarga Leon pastinya byk musuh tak terlihat makanya ada perlindungan biar ga knapa2, lalu knapa Mocca ga pinter2 sihh hrusnya bljar dr kjdian kakaknya yg hampir celaka n mawas diri stdknya tdk bikin khawatir Leon n si kembar
🔴🏡s⃝ᴿ 🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣѕ⍣⃝✰❀∂я
ini gmna kelanjutan kisah henry- Ruri.. pnsran bngt tor. .
Nadja 🎀
benar- benar deh author bikin prank 🤣
Aku Ya Aku. 😂😂
ya ampun sekali sembur langsung jadi.. level 1 lho padahal. belum naik level udah jadi aja..
Nur Ain
hahaha mkn nasi lah bang
Nur Ain
kekasih Mocca kah
Cheng xiao
semuanya bodoh🤣
zhafira
cerita yang menarik untuk dibaca
Lili Adelia
rumit ceritanya
Lili Adelia
heran yah erlan ngajak tp gk bsa ngejagain
Lili Adelia
males peran utama Mocca
Lili Adelia
makax Mocca tuh trlalu sok,klw di bilanhin sok baik padahal goblok,kecelakaan bru tau dia
Lili Adelia
Emank Vello tuh goblok
Lili Adelia
ceritanya berbelit2
Lili Adelia
Mocca tuh keras kepala
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!