Bagaimana jadinya ketika sesuatu terjadi tanpa di sengaja, iseng pembawa malapetaka. Akan kah hidup Zoya bahagia setelah ia mendadak hamil hanya karena kesalahan 1 malam?.
Setelah bertanggung jawab, apakah semuanya selesai?? pernikahan yang di lakukan ketika masih sekolah apa akan berjalan lancar??
Ikutin kisah Zoya yuk, baca dari awal hingga ending.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berawal dari minuman
"Bosan banget yah cuma ke museum dan tempat sejarah lainnya" kata Nisa lesu.
"Ini buat nilai kita juga" sahut Zoya.
"Semuanya bisa di lihat di internet" kata Nisa lagi.
"Betul, gimana kalau kita happy happy aja" usul Mila di setujui Nisa. Kini tinggal Zoya yang belum setuju. Mila dan Nisa mendekati Zoya, memeluk Zoya dari samping.
"Ikut yahhhh" bujuk Nisa memasang wajah imutnya.
"Ayolah sesekali doang, lagian otak loe kan encer. Masa hanya karena ini loe gak juara"
"Tapi.. " ujar Zoya langsung di potong Mila.
"Ayolah Zoy, sesekali melepas penat" bujuk Mila.
"Yeayyyy" sorak Nisa dan Mila ber tos ria melihat zoya mengangguk setuju.
"Jom siap siap"
Zoya menghela nafas berat, refresing sebentar tidak akan membuat nilainya turun. Zoya juga membutuhkan hiburan dengan masalah keluarga yang selalu mengacuhkan nya.
"Loe make pakaian seperti ini? " tanya Nisa.
Zoya melirik penampilan nya yang biasa saja menurutnya. celana jeans hitam di padukan dengan blouse lengan pendek yang menampakkan Zoya cantik natural.
"Apa yang salah? "
"Zoya, kita tu mau jalan. Masa loe pake baju kaya gini" komentar Mila mengambil dress selutut untuk Zoya.
"Sejak kapan kalian bawa baju kaya gini? " tanya Zoya tak percaya, ia menatap curiga pada kedua sahabat nya, seperti nya mereka memang sudah merencanakan hal ini
"Udah, buruan pake, kita bakal cus party "kata Mila bersorak di akhir kalimatnya setelah mendorong Zoya masuk ke dalam kamar mandi.
Mini bar, 3 cowo tampan duduk di salah satu meja. Di lihat dari wajahnya tidak ada yang tahu jika mereka adalah siswa SmA.
" Wihhh lihat tuh!! "tunjuk Ali pada pintu masuk. Agai melongo tak percaya dengan apa yang di lihat nya.
3 cewe cantik memasuki bar, penampilan mereka mampu membuat seisi bar terpukau.
" Itu Zoya kan yah? "tanya Agai dan Ali. Zoya berpenampilan mencolok disana. Natural beauty, Dress selutut dengan sedikit riasan di wajah membuat Zoya menjadi pusat perhatian.
" Cewe gitu juga" kata Azlan melirik sebentar, lalu meneguk habis sisa minuman di gelasnya.
Zoya, Nisa dan Mila duduk di meja ujung 3 meja dari meja Azlan dan kawan kawan.
"Lan, cantik yah si Zoya"
"Biasa aja"
"Ihh liat dulu Lan, tuh penampilannya beda" kata Agai lagi.
Azlan tak peduli, Agai dan Ali memikirkan sebuah rencana.
"Lan, kita punya tantangan ni buat loh" kata Ali mengedipkan mata pada Agai.
"Apaan" tanya Azlan acuh.
"Diantara ketiga cewe itu, cuma Zoya yang gak minum"
"Trus? " potong Azlan acuh.
"Kalo loe bisa buat tu cewe Minum, pilih deh mobil gue yang loe suka" tantang Ali.
"20% saham gue di kafe jadi milik loe" timpal Agai.
Azlan melirik Zoya yang duduk sendiri di meja, Nisa dan Mila sudah berjoget bersama cowo cowo tampan di sana.
"Oke, gue Terima tantangan loe pada" kata Azlan menerima tantangan dari kedua sahabat nya itu. Bukan karena hadiah taruhannya, tetapi Azlan juga penasaran kenapa Zoya tidak minum, sedangkan Zoya terlihat seperti gadis nakal pada umumnya seperti sepupunya.
"Gue minta ini" kata Azlan menghentikan pelayan yang tengah membawa 2 gelas minuman di nampan. Pelayan itu tampak keberatan, namun Azlan memberikan uang 100k 3 lembar.
"Kita lihat, berhasil gak tu cowo" kata Agai. Ketua OSIS bangsat memang 🤣.
Azlan pun bangkit dari tempat duduknya menghampiri Zoya. Meletakkan 2 gelas minuman yang ia bawa tadi.
Menyadari kehadiran Azlan yang duduk di depannya membuat Zoya menatap penuh waspada.
"Ngapain loe ke sini! " ketus Zoya.
"Selow... gue gak bawa ribut, damai buat malam ini" kata Azlan santai. Tentu saja Zoya tidak akan percaya semudah itu.
"Udah deh pergi sana, huss Hus" kata Zoya menggerakkan tangannya seperti orang mengusir.
"Nih, gue traktir minum. " Kata Azlan.
"Gue gak minum" tolak Zoya.
"Tenang itu hanya minuman biasa" jelas Azlan tersenyum tulus. Jika bukan karena tantangan teman temannya, Azlan tak akan melakukan hal memalukan seperti ini.
Zoya melirik gelas minuman yang Azlan bawa, sejak tadi ia memang haus, di dalam dompetnya tidak ada uang cash, kartu ATM nya pun ketinggalan.
"Minumlah" bujuk Azlan.
"Gue gak mau, jangan jangan loe masukin sesutu lagi" selidik Zoya.
"Astaga, gue beneran tulus ini, gak ada ngasih apa apa. ini gue ambil sama pelayan. belum gue apa apain juga" jelas Azlan kesal.
Agai dan Ali mengawasi Azlan dari meja. Terlihat alis keduanya naik turun ketika Azlan melirik pada mereka.
"Udah minum ajah, nih gue juga minum" kata Azlan meletakkan gelas minuman itu ke tangan Zoya lalu meminum minuman di gelasnya.
Azlan meneguk habis minuman nya, sementara Zoya menatap gelas di tangannya ragu.
"Itu minuman Zoy, bukan pajangan " tegur Azlan. Zoya melirik tajam pada Azlan, namun karen tenggorokannya yang sudah terasa kering Zoya meneguk habis minuman itu.
"Minuman jenis apa sih ini! " ucap Zoya menatap gelas yang sudah kosong.
Zoya bergerak gelisah, gerah menghampiri tubuhnya.
"Lan, ini bukan minuman biasa kan! " bentak Zoya, matanya mulai berair karena sudah meminum minuman terlarang itu. Karena Azlan Zoya meminum barang haram itu.
Zoya mulai pusing, tenggorokan yang tidak biasa menerima minuman haram itu membuat Zoya sedikit tidak nyaman.
"Zoya, ikut gue sekarang" ajak Azlan menarik Zoya yang tidak menolak ajakan Azlan keluar dari bar.
Agai dan Ali tidak lagi di tempat, mereka sudah ikut menari dengan Nisa dan Mila.
Sementara Azlan membawa Zoya ke kamar hotel, bukan milik Azlan ataupun Zoya. Mereka masuk ke kamar yang baru di booking Azlan. 5 lantai berbeda dari lantai sekolahnya booking.
Lelaki itu segera mengunci pintu kamarnya, lalu menyerang Zoya dengan ciuman panasnya. Gadis itu juga tampak bernafsu dengan serangan Azlan. Tanpa basa basi Azlan mendorong Zoya ke kasur, membuka seluruh pakaian tanpa sisa. Zoya yang melihat Azlan membuka pakaian nya, ia pun ikut membuka seluruh pakaian nya tak bersisah, gerah di tubuhnya membuat Zoya tampa berpikir panjang.
Kedua anak manusia yang berbeda jenis kelamin itu larut dalam pengaruh minuman yang entah apa isinya. Ketika Azlan mematikan lampu kamar, di situlah semuanya bermula. Zoya kehilangan apa yang selama ini di jaga. Kehormatan yang selalu ia banggakan di renggut tanpa pikiran sadar.
Mala petaka ini terjadi karena Azlan yang tidak bertanya terlebih dulu pada pelayan tentang minuman ini. Mereka meminum minuman biasa namun telah di campurkan obat perangsang. Azlan terlalu ceroboh dan bernafsu dengan tantangan itu.
Keduanya menikmati malam dengan sesuatu yang seharusnya tidak terjadi. Entah bagaimana jadinya ketika mereka tersadar nanti.
...T E R I M A K A S I H...