NovelToon NovelToon
7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Teen / Tamat
Popularitas:168.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ega Endrawati

Alhena tidak pernah berhenti memikirkan Althara dari 3 tahun setelah Althara meninggalkan nya tanpa sebab. Alhena terus di hantui pertanyaan apa yang membuat Althara pergi, padahal sebelum nya mereka baik-baik saja, bahkan mereka selalu mengucapkan janji tidak akan pernah meninggalkan satu sama lain. Tapi kenapa sekarang Althara meninggalkan Alhena tanpa pamit ?
Ada apa dengan Althara ?
Apa Alhena telah membuat kesalahan sampai Althara pergi ?
Apakah Althara menyembunyikan rahasia besar dari Alhena ?
Bisakah Alhena memaafkan Althara setelah Althara kembali ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Endrawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hujan

Beberapa hari berlalu aku sudah mulai terbiasa dengan kegiatan ku di sekolah yang begitu padat dan tidak seberuntung kelas lain nya yang selalu pulang lebih awal dan tidak di tekan untuk memiliki banyak kegiatan setiap hari.

Seperti hari ini. Hari ini aku pulang begitu larut sore, setelah mengikuti pelajaran tambahan di sekolah, kelasku harus mengikuti lagi Extracurricular tambahan, yaitu osis. Kelasku di di wajibkan mengikuti kegiatan OSIS setiap hari senin, dan ini adalah salah satu kegiatan yang begitu membosankan untuk ku,karena kegiatan ini membuatku harus terus melihat Althara sang kakak kelas yang begitu menyebalkan dan teman-teman nya. Entah lah kenapa aku begitu tidak menyukai nya, padahal dia tidak pernah berbuat salah kepadaku. Mungkin ini semua karena teman-teman ku yang selalu berlebihan memuja mereka.

“Al,lo di jemput hari ini?” Tanya Venna saat kita keluar ruang osis.

“Ngga, gue kayak nya naik umum deh, hari ini nyokap bokap pulang malem”

“Gak akan nebeng gue ?” Ucap Ghea.

“Ngga lah, lagian lo semua ga ada yang searah sama gue kan?”

“Ya ga apa apa gue anter aja”

“Ngga,ga perlu. Gue mau ke perpus dulu”

“Yee ngapain lo ke perpus, udah sore al”

“Gue mau cari novel dulu Ven”

“Yeee si kutu novel ini. Lo bukan nya nyari bahan buat kerjain PR lu malah baca noveell aja kerjaanya" ucap Tata.

"Lah. ga apa apa seengganya tu perpus laku kan gue datengin mulu” semua pun tertawa mendengar ocehan ku.

“Ya udah kalo gitu gue pulang ya al” aku mengangguk.

“Bye al”

“Bye semua,see you” ucapku sambil melambaikan tangan kepada semua teman ku.

Aku berjalan menaiki tangga menuju perpustakaan yang ada di lantai 3 samping kelasku. Sudah mulai sepi di sekolah,hanya terlihat beberapa orang siswa dan petugas kebersihan di sekitar sekolah.

Aku melihat pintu perpus masih terbuka, dan aku mengendap endap masuk ke dalam perpus mencari sosok penjaga perpustakan yang di anggap killer.

“Alhena” seseroang mengagetkan ku dengan menepuk pundak ku.

“Ibuuu, bikin kaget aja” itu ibu si penjaga perpus yang killer.

“Kamu ngapain?”

“Aku nyari ibu”

“Mau apa?”

“Nanyain novel yang aku tanyain waktu itu”

Beberapa minggu yang lalu aku sempat mengobrol dengan Bu Risa ini, dan sempat bercerita tentang novel yang berjudul Druvha, dan Bu Risa bilang dia sempat melihat nya di gudang perpus dan berjanji untuk meminjamkan nya kepadaku.

“Novel yang ? Oh novel itu, loh bukan nya udah kamu ambil ya di meja perpus?” Wajah Bu Risa berubah menjadi bingung.

“Hah? Belum bu” ucap ku yang juga tak kalah bingung.

“Loh soalnya di meja ibu udah ga ada tadi pagi, ibu kira udah kamu ambil, karena kan buku itu udah ga ada di dalem data, jadi ibu ga simpen di rak buku karena takut ada yang ambil juga, makannya ibu simpen di meja ibu kemarin dan tadi pagi ibu liat buku nya udah ga ada, ibu kira udah kamu ambil” jawab nya.

Aku benar-benar lemas mendengarnya.

“Belum bu belum aku ambil kok, kalo aku ambil kan pasti izin dulu sama ibu” ucap ku begitu sedih mendngarnya.

“Duh ya udah deh nanti kalo yang pinjem buku itu udah selesai baca nya, pasti di balikin lagi,nanti ibu langsung amanin buat kamu ya”

Aku hanya mengerucutkan bibirku, sedikit kecewa. Karena novel itu begitu sulit aku temukan dimanapun,aku sudah mencari kemana-mana,bahkan di setiap toko buku di Bandung sudah aku jajahi,dan Novel yang berjudul Drhuva itu tidak ada.

“Ya udah ibu ke kantor dulu ya, kalo kamu mau pinjem buku ambil dulu aja nanti ibu data di Ruang Guru ya” aku menganggukan kepala ku dan Bu Risa pun pergi.

Novel itu aku pernah membacanya sekali ketika aku SMP namun aku menghilangkan nya ketika aku pergi ke luar kota. Saat berlibur dengan keluarga ku,aku sengaja membawa novel itu untuk aku kembali baca di perjalanan,karena memang sebagus itu ceritanya membuat aku tidak bosan untuk ingin kembali membacanya.

Aku masuk ke dalam perpustakan dan mulai menjajahi rak bagian buku novel.

Perpustakan itu begitu besar dan sudah sangat sunyi. Mungkin hanya tersisa aku di dalam sana.

Aku masih memikirkan kenapa bisa novel Drhuva itu bisa di pinjam oleh orang lain, padahal aku yakin itu akan sangat membosankan untuk orang yang tidak mengerti tentang artinya, karena kisah Drhuva adalah kisah spiritual yang begitu kuno di zaman dulu. Dan hanya orang orang yang mencintai bintang seperti ku lah yang akan tertarik dengan kisah itu.

Aku terkejut ketika aku melihat siapa yang sedang berdiri di rak novel dengan serius membaca sebuah buku.

Dia lagi.

Ya kakak kelasku sekaligus ketua Osis yang begitu menyebalkan dan begitu dingin sedang berdiri di hadapan ku. Althara. Aku berusaha untuk tidak memperdulikan nya dan mulai mencari sebuah novel yang akan aku baca.

Judul demi judul aku sisir mencari judul yang menarik perhatian ku.

'Sudut galaxy'

Mataku membulat melihat judul novel yang menarik itu. Lalu aku berusaha mengambil novel itu yang tersimpan di rak yang paling atas. Aku menjinjitkan kaki ku dan berusaha mengambil nya,namun tetap tak tergapai. Aku terus berusaha meraihnya sampai ada tangan lain yang membawa nya.

Itu tangan Althara dia mengambil novel itu dan menyodorkan nya kepadaku dengan tatapan masih saja dingin. Aku masih terlihat kikuk dan mengambil nya. Althara masih menatapku dengan ketus,aku masih saja bingung harus bagaimana.

“Gak tahu terimakasih?” Ucapnya dengan sinis.

“Hah? Iya makasih” ucapku begitu malu.

“Makanya,lain kali kemana-mana itu bawa tangga" ledek nya dengan wajah yang masih saja dingin dan menyebalkan. Membuatku merenyitkan dahi dan mulutku terbuka karena shock mendengar ledekan nya.

Baru saja aku mau membalas nya seseorang berteriak jauh di belakang ku.

“Althara!” Dia melirik seseorang yang memanggil nya jauh di belakang ku.

“Ayo udah di tungguin” pinta Laki-laki yang ada di belakangku. Althara tak menjawab nya, dia menyimpan buku yang baru saja di bacanya dan berjalan melewati ku sedikit menyenggol bahuku.

Aku menahan emosi ku dengan menutup mataku dan menoleh nya ke belakang sambil mengumpat di dalam hati. Bisa-bisanya orang semenyebalkan itu banyak di puja wanita dan menjadi ketua osis.

Tak sengaja aku melihat judul novel yang baru saja di simpan Althara.

Light from the star

Aku memiringkan kepalaku melihat jelas judul novel itu, karena dia menaruh nya tergeletak begitu saja, aku menukarkan novel yang ku pegang dengan novel yang baru di baca Althara, membaca sinopsis nya, dan sepertinya novel ini lebih seru dari yang aku pilih tadi.

Hujan.

Aku terjebak hujan ketika akan pulang. Namun,ini bukan lah suatu masalah untuk ku,karena hujan,adalah salah satu hal yang membuat ku bahagia.

Aku duduk di depan sekolah dekat dengan gerbang,merasakan dingin nya air hujan yang menyapu tubuhku lalu aku memejamkan mataku.

Aku mendengar suara gemercik hujan yang jatuh begitu merdu di telingaku, bau tanah basah yang begitu harum ketika ku hirup, dan udara sejuk yang menyelimuti tubuhku membuatku selalu jatuh cinta dengan sejuk nya cuaca ini. Aku begitu menyukai hujan, hujan selalu membuatku merasa tenang,dan damai. Senyum terus terpancar di wajah ku dengan mata yang terus tertutup.

Namun di tengah ketenangan ku,Aku merasa seseorang tengah memperhatikan ku dari jauh,dan aku berusaha untuk tak memperdulikan itu.

“Heh” suara seseorang yang telah membuyarkan rasa damai ku.

Aku menoleh kepada sumber suara yang sudah berdiri di samping ku.

Dia lagi

“Kenapa belum pulang?” Ketus nya.

“Hujan” jawab ku berusaha tenang tanpa menolehnya lagi.

“Gue tau ini hujan, ya kenapa lo belum pulang dari tadi?”

“Tadi aku baca novel dulu sebentar di perpus, gak tau bakalan hujan kaya gini” jawab ku masih dengan tak acuh.

“Ga bisa kalo novel nya di bawa kerumah aja? Lo ga di cariin sama nyokap bokap lo?”

Aku menghela nafas berusaha untuk tak terpancing emosi.

“Gue ga mau tahu, lo harus pulang sekarang. Ini udah larut jangan sampe orang tua lo nyalahin kegiatan sekolah kita karena lo pulang terlambat” ucap nya begitu menyebalkan.

Aku menatap nya dengan sinis seolah dia bisa memerintahku seenaknya.

“Itu perintah atau permintaan?” Tanyaku dengan nada yang begitu ketus.

“Keduanya” jawab nya yang tidak kalah sinis.

Aku benar-benar membencinya.

“Baik,aku pulang” ucapku dengan kesal, dan memberikan dia tatapan yang tajam sebelum pergi dari hadapan nya.

Aku pergi menerjang hujan yang cukup deras, menutupi kepalaku dengan kedua tangan ku. Berusaha setidak nya wajah ku tidak terkena hujan.

Aku memberhentikan kendaraan umum yang melintas, dan menoleh ke belakang melihat Althara yang masih berdiri disana dengan tangan nya di dalam saku celana tengah mengawasiku. Aku menatap nya dengan penuh dendam ,lalu masuk kedalam angkutan umum.

Menyebalkan

1
Jetva
MAKANYA BUKAN MAKNNYA...
Jetva
MAKANYA BUKAN MAKANNYA...
Sita Sit
apapun alasannya kok aku tetep kesel ya sama athara ,pergi gitu aja,paling gak ,ngabarin dong,apalagi itu tiap semester kan pulang,bisa kan nemui Alena sebentar aja
Sita Sit
makanya al ,sejak awal harusnya kamu jujur sama Alena tentang kepergian mu,bikin sakit hati orang aja Al kamu tu
Sita Sit
alasan nya apa ya si althara ninggalin Alena gitu aja,harusnya ya ngasih kabar gitu,sampai 6 th lo
Sita Sit
kenapa althara ninggalin Alena gitu aja y
Sita Sit
seru nih ,next
Sita Sit
mampir
Dy
Luar biasa
velina
bnyk bngt yg ngicer alhena busettt
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Chyntia Rizky 🖋️
mampir disini 🎉 semangat yaaa
Mariam R RIa
suka Thor dan langsung jadi favorit
Dian Ferdiana
ceritanya bagus banget
Fatim Ummu Ayes
si jaelangkung...
Fatim Ummu Ayes
ini nantix jadi pemicu pertengkaran gk ya? secara se alhena gk mo jujur k suami
Fatim Ummu Ayes
jelangkung tuh si roni
Fatim Ummu Ayes
kirain si roni bakalan ngebuat tata ngejar" dia..
Fatim Ummu Ayes
gini nih... kalo cintax penuh ambisi
Fatim Ummu Ayes
ujung"nya seneng bangett....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!