NovelToon NovelToon
SELIR CANTIK YANG TERBUANG

SELIR CANTIK YANG TERBUANG

Status: tamat
Genre:Fantasi / TimeTravel / Balas Dendam / Balas dendam. / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:698k
Nilai: 4.8
Nama Author: MILA KARMILA

Lien Hua, Selir yang tidak diinginkan dan tidak diperdulikan oleh Kaisar.
Kaisar hanya mencintai sang Permaisuri saja.

Lien Hua yang lelah akan sikap Kaisar, memutuskan untuk pergi meninggalkan istana, namun saat perjalanan, ia dan pelayannya mengalami kejaidan naas yang membuatnya tidak sadarkan diri selama berbulan bulan.

Saat kesadarannya tiba, ia memutuskan untuk kembali ke istana, memberikan pelajaran pada Kaisar, juga orang yang membuatnya tidak sadarkan diri selama berbulan bulan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MILA KARMILA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5: Latihan

Satu bulan telah berlalu, wajah Lien Hua yang mulanya penuh jerawat, kini sudah berubah menjadi putih, bersih, tanpa ada bekas jerawat sama sekali. Sama halnya dengan wajah Pelayan Fu yang sama sama rutin menggunakan putih telur sebagai masker.

"Wah Nona, wajah Anda sungguh bersih, cantik." Puji Pelayan Fu takjub akan kecantikan alami yang dipancarkan oleh Lien Hua.

"Sama halnya dengan mu Fu, wajahmu juga sangat cerah." Puji balik Lien Hua pada Pelayan Fu, yang sekarang adalah temannya.

"Itu karena Nona yang me.. masker ya memaskeriku." Ucap Pelayan Fu yang lupa akan istilah masker.

"Hahah, kau bisa saja, dimana Ayah?" Kekeh Lien Hua disambung menanyakan keberadaan Tabib Chen.

"Ayah Nona sedang berada dibelakang, mungkin sedang menanam obat." Jawab Pelayan Fu, Lien Hua langsung berdiri dan menuju belakang gubug diikuti Pelayan Fu.

Sampai dibelakang gubug, Lien Hua melihat Tabib Chen yang tengah menanam tanaman obat, ia menghampiri Tabib Chen, langsung membantu Tabib Chen menanam benih yang masih tersisa.

"Li'er, tidak perlu, nanti tanganmu kotor, biar Ayah saja." Larang Tabib Chen, ia tidak ingin Lien Hua lelah karena membantunya.

"Ayah, aku ingin membantu Ayah, lagi pula aku tidak keberatan jika tanganku kotor, Fu ayo sini, ini sangat menyenangkan." Ucapnya langsung mengajak pelayanan Fu bergabung.

Tabib Chen hanya tersenyum menuruti Lien Hua. Disela sela menanam benih, Lien Hua mengatakan keinginannya untuk belajar ilmu bela diri.

"Ayah, aku ingin belajar ilmu bela diri." Ujar Lien Hua, Tabib Chen yang mendengar langsung menghentikan aktifitasnya.

"Apa kau yakin?"

"Aku sangat yakin Ayah, aku ingin kembali ke istana, tapi aku harus melatih bela diriku dahulu, baru aku bisa mencari tahu siapa yang mendorongku dan Fu kedalam jurang."

Sejenak Tabib Chen berpikir.

"Baiklah, Ayah akan mengajarimu, lagi pula Ayah dulu juga menguasai ilmu bela diri, meski tidak sehebat orang orang."

"Ah, tidak masalah Ayah, aku sangat senang." Ucap Lien Hua memeluk Tabib Chen.

"Tapi aku ingin Ayah mengajari Fu juga, bukan hanya aku." Sambungnya masih memeluk Tabib Chen.

"Ya ya, baiklah."

Pelayan Fu tersenyum melihat keakraban Tabib Chen dan junjungannya, bagai anak dan Ayah yang tidak akan terpisahkan, pikirnya.

Setelah menanam benih, Tabib Chen melatih Lien Hua dan Pelayan Fu, Lien Hua dengan cepat menangkap gerakan yang diajarkan oleh Tabib Chen, ia memadukan gerakan itu dengan gerakan bela diri zaman modern yang ia kuasai.

"Li'er, kau cepat belajar." Ucap Tabib Chen, Pelayan Fu langsung pergi ke dapur untuk mengambilkan air minum untuk junjungannya juga dirinya sendiri.

"Untung saja aku bisa ilmu bela diri dihidup pertamaku, aku tinggal menyesuaikan, tubuh ini juga tidak terlalu lemah." Batin Lien Hua.

"Oh ya, gerakan apa tadi? kenapa ada yang berbeda dari gerakan yang Ayah ajarkan?" Tanya Tabib Chen yang heran akan gerakan Lien Hua yang berbeda tadi.

"Ah itu hanya gerakan buatanku sendiri Ayah." Bohong Lien Hua.

"Nona, Tuan, minumnya." Ucap Pelayan Fu membawa nampan berisi gelas bambu dan teko.

"Kemarilah, duduk." Suruh Lien Hua menepuk tanah sebelahnya. Pelayan Fu juga langsung duduk begitu saja. Mereka bertiga kembali mengobrol, mengistirahatkan diri mereka dari latihan yang melelahkan.

"Ayah, bolehkan aku berjalan jalan sebentar, hanya berkeliling, melihat sekitar." Ucap Lien Hua meminta izin.

"Boleh saja, tapi jangan jauh jauh, nanti kau bisa tersesat."

"Nona, biar saya temani." Ucap Pelayan Fu.

"Ah tidak perlu Fu, aku hanya sebentar, lebih baik kau siapkan makan malam saja, nanti aku kembali sebelum matahari terbenam." Ujar Lien Hua langsung berdiri melangkah meninggalkan gubug.

1
Yue Li MZy
Jika Cinta sejati dan tulus itu tidak memandang Derajat dan penampilan fisik seorang
Yue Li MZy
Greget gw sama Raja Li Yuan,gara gara penampilan Lie Hua berubah jadi cantik lalu jadi mencintai nya,lalu kemanakah dia saat Lie Hua dulu mencintai dia,dia hanya mencampakkan nya sekarang itu akibatnya
E H Mukti
Nah kan nyesal kaisar 🤣🤣🤣
Lily Lily
Luar biasa
Apii kayangan
reider man gt kek
Erna Masliana
ceritanya bagus singkat padat tamat...👍
Erna Masliana
si Jendral gimana nasibnya
Erna Masliana
padahal dia nangisnya trik loh.. hey Raja gak setulus itu..dia cuma penasaran karena kau sudah cantik
Erna Masliana
dibaca firman 🤣✌️
Nur Hidayanto
Luar biasa
Anie Pailing
Luar biasa 👍👍👍👍👍👍
Amel
bagus bgttt
R'vina
Luar biasa
R'vina
kenapa gak Megaloman Fire aja 😆😁
Yurniati
aku paling suka cerita terjemahan yang berbaur time travel/transmigrasi ke dunia kuno
terus semangat thorr,,,,,,❤️❤️🌷🌷
Yurniati
mantap thorr ringkas padat jelas tidak berbelit-belit
tetap semangat terus thorr
sukses selalu buat mu thorr,,,,,,
@¥u &@n!
loh bukannya ayahnya sudah meninggal katanya
my+ng
/Good//Good//Good//Good//Good/
Asiana Tyas
Luar biasa
rach
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!