Ariana merasakan bahwa dirinya tengah dalam bahaya,keluarga nya yang dibantai namun sang ayah tidak ditemukan,lalu ariana bertemu dengan 3 pria tampan Siapakah mereka? baca kisahnya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sansan ryn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman
"Hallo alveric,kamu sekarang sedang bersama ariana?",ucap willy disebrang telpon.
Alveric mengatur nafasnya,dia mencoba untuk tetap tenang dan menjelaskan apa yang dia lihat barusan.
"Ayah aku tidak yakin ini benar atau tidak tapi orang yang ingin mencelakai ariana ternyata tinggal satu kota dengan kita",bisik alveric.
"Aku benar benar tidak yakin itu dia atau bukan tapi dilihat dari raut wajahnya tidak salah lagi sepertinya memang benar itu dia",jelas alveric.
"Tenangkan dirimu alveric,sekarang kamu jaga saja ariana pastikan dia aman dan semoga saja daren tidak mengetahui bahwa anak yang dulu ingin dia culik adalah kamu dan ariana",jelas willy.
"Kakak?",tanya ariana tiba tiba.
Alveric menjauhkan telponnya,"Sudah selesai?tidurlah ini sudah terlalu larut".
"Kakak sendiri apa tidak mengantuk?bukankah besok kakak harus ke kantor?",tanya ariana.
Alveric langsung mematikan sambungan telpon nya,"Iya ini aku akan tidur".
Ariana memperingati alveric sekali lagi untuk tidak berbuat macam macam pada dirinya,"Kakak ingat ya.. "
Alveric menempelkan telunjuknya pada bibir ariana,seolah menyuruhnya untuk diam,"Aku sudah tahu".
"Baguslah,yasudah selamat malam kak alveric",jawab ariana.
Ariana berjalan menuju kasurnya dan memberikan satu bantal dan sebuah selimut kecil pada alveric.
"Maaf ya kak,aku tidak membawa barang yang cukup banyak.."
"Hm apa tidak apa apa kakak mengenakan selimut kecil ini?tapi ini hangat ko",jelas ariana.
Alveric menerima selimut dan bantal itu,lalu dia gelar kasur lantai kecil untuk dirinya tidur.
"Tidak apa apa, selamat malam",ucap alveric singkat.
Namun alveric tidak benar-benar tertidur dirinya justru masih terbayang-bayang wajah orang jahat itu.
Alveric teringat kembali kejadian dimasalalu dimana dirinya dan ariana hendak diculik oleh orang yang bernama daren.
Beruntung aru menolong mereka berdua jika tidak mungkin sekarang ariana sudah tewas.
Ponsel alveric berbunyi,satu notifikasi pesan muncul.
"Aru? tumben sekali dia",alveric lalu membuka isi pesan tersebut.
1 Pesan Masuk
Hikaru Haruto 23:30
'Alveric apa kamu tahu?aku baru saja bertemu dengan orang yang dulu hampir menculik kalian berdua'
"Apa yang aku takutkan sekarang terjadi,kenapa waktunya sangat tidak tepat",batin alveric.
Alveric membalas pesan aru,dia menanyakan apa yang dilihat aru itu benar orang jahat di masa lalunya apa bukan?alveric terus bertanya-tanya.
Tak lama kemudian aru membalas pesan alveric.
3 Pesan Masuk
Hikaru Haruto 23:42
'Benar aku tidak salah mengenali wajah itu,terlebih suaranya.Dulu aku sempat mendengar saat dimana orang itu masuk dan mencari kalian'
Hikaru Haruto 23:45
'Aku merasa orang itu masih mencari keberadaan ariana,sebisa mungkin ariana jangan sampai bertemu dengan dia'
Hikaru Haruto 23:48
'Tolong libatkan aku jika sesuatu terjadi pada ariana,aku tidak ingin dia sampai berhasil diculik oleh orang itu'
Kala membaca pesan terakhir dari aru,alveric merinding geli,"Untuk apa aku terlalu melibatkan orang luar".
"Kak alveric matikan ponselmu berisik sekali,suruh pacarmu untuk menghubungimu besok.."
"Lihatlah ini sudah tengah malam",ucap ariana yang masih menahan ngantuk.
Dirinya terbangun karena mendengar suara notifikasi ponsel milik alveric yang terus saja berbunyi.
"Maaf",jawab alveric lalu memaksakan dirinya untuk tidur.
Malam berganti menjadi pagi yang masih diguyur hujan yang tidak cukup deras.
Ariana masih mengantuk namun apa daya dia harus bekerja kembali di caffe milik bima.
"Good morning yang kesiangan kak alveric",ucap ariana.
Ariana melihat kebawah rupanya alveric masih tertidur pulas,"Ternyata dikamar sempitpun dia masih bisa tertidur pulas".
Ariana melihat jam dinding dikamarnya menunjukan pukul 07:00 dimana 30 menit lagi caffe akan segera buka.
"Astaga sudah telat,jika aku terlambat bisa bisa aku dipecat",ariana panik dan tak sengaja tersandung oleh kaki alveric.
Saat hendak bersiap untuk mandi dan berias diri untuk berangkat kerja,lengan ariana dipegang oleh alveric.
Ariana berusaha mencoba melepaskan tangan alveric,"Kakak lepaskan".
"Ariana percaya aku,lebih baik kita segera pergi dari sini",titah alveric.
Ariana menatap alveric heran,"Apa tiba tiba saja ingin mengajak pindah,aku baru saja tinggal disini".
Alveric mengacak rambutnya,"Ariana ini demi kebaikanmu,menurut saja padaku".
Ariana menghiraukan perkataan alveric,ariana bersiap mandi untuk segera pergi bekerja di caffe bima.
Alveric masih bingung bagaiamana caranya memberitahu ariana tentang ini tanpa membuatnya trauma.
Sementara itu di kediaman zein,daren dan juga adi baru saja tiba di rumahnya.
Daren mencari cari zein untuk menceritakan apa yang tadi dia lihat,"Zein,zein dimana anak itu".
Daren terus mencari ke setiap ruangan namun zein tidak ada,"Kemana anak itu,adi coba kamu telpon dia".
"Baik tuan",ucap adi.
Adi merogoh saku jas nya dan ditelpon lah zein namun ponselnya tidak dapat dihubungi,"Tidak bisa dihubungi tuan".
Daren menghela nafasnya,"Ya sudah,biarkan saja".
"Tugas mu sudah selesai untuk hari ini",ujar daren pada adi.
Adi mengangguk,"Terimakasih tuan,kalo begitu saya izin pamit".
Daren membalas anggukan adi,setelah adi pergi daren berjalan memasuki ruangan pribadinya.
Dia terduduk di soffa lembut,"Aku yakin tak asing dengan wajah itu,aku seperti pernah melihatnya tapi entah dimana".
Daren sibuk mengingat siapa laki laki yang dia lihat sewaktu berada di rumah kost bu tiwi,sementara zein yang ternyata ada di kantornya tengah mencari cara supaya ayahnya tidak mengetahui keberadaan ariana.
Zein menggigit kuku ibu jarinya,"Apa yang harus aku lakukan untuk membujuk ariana keluar dari sana".
Tok
Tok
Tok
"Masuk",ucap zein.
Seorang wanita masuk kedalam ruangan zein,"Ada apa kanaya?".
Wanita yang bernama kanaya itu memberikan amplop coklat kepada zein,"Saya tidak tahu siapa pengirimnya tapi ini dituliskan untuk pak zein",jelas kanaya.
Zein menerima amplop itu,"Terimakasih, kamu lanjut saja bekerja",titah nya pada kanaya.
"Baik,terimakasih pak permisi",ucapnya lalu pergi meninggalkan ruangan zein.
Zein yang penasaran dengan isi amplop coklat itu segera membuka nya.
Isi dari amplop coklat itu ternyata sebuah kertas yang bertuliskan, 'Aku tahu kejahatan keluarga mu' .
Matanya tak berkedip kala membaca kalimat itu,banyak sekali pertanyaan yang berputar dipikiran nya.
"Siapa yang mengirimi ini,apa dia tahu sesuatu tentang tindakan kejahatan ayah".
Di Caffe Serenity.
"Hallo selamat pagi,mau pesan apa kak?",tanya ariana ramah pada pelanggan yang baru datang.
"Saya mau manggo smoothie nya satu sama americano satu di meja nomor 8 ya kak",ucap pelanggan itu.
"Baik kak mohon ditunggu pesanan nya ya",ariana segera membuatkan apa yang dipesan oleh pelanggan tadi.
Sementara alveric masih tidak punya kerjaan selain menunggu ariana pulang.
Ariana menatap alveric yang berada di ujung sudut caffe,seperti biasa alveric memang benci dengan keramaian.
"Rasanya tidak bebas jika terus saja dikawal seperti ini",batin ariana.
Setelah selesai dengan pesanan nya,ariana segera mengantar pada meja nomor 8.
Ariana menatap alveric sesekali,ariana heran mengapa CEO seperti alveric sampai tega membuang waktunya hanya untuk menemani adik angkat nya bekerja?
"Kak tidak mau sesuatu memangnya?",tanya ariana pada alveric yang mulai mengantuk.
Alveric menguap dengan sangat tampan,wajahnya yang masih tampan walaupun seperti orang yang tidak tidur semimggu,"Hm aku ingin segelas caffe dan makanan berat kalo ada".
"Sudah kubilang rumah sewa tidak cocok denganmu yang terbiasa tinggal dirumah mewah",jelas ariana.
"Apa kamu lupa?siapa yang waktu itu diselamatkan oleh ayah? lalu tinggal bersama sampai menjelang dewasa?",jelas alveric.
"Jangan mengungkit hal itu kak",ucap ariana mencubit lengan alveric.
Alveric merengek kesakitan,sebenarnya dia hanya pura pura kesakitan,"Argh sakit ariana".
"Dicubit sedikit saja sampai sebegitunya,kakak tidak pergi ke kantor?", tanya ariana.
Alveric membuka ponselnya,"Tidak ada hal yang begitu penting di kantor semua bisa di handle oleh sekretaris ku".
Alveric berpikir bahwa untuk sekarang menjaga ariana adalah hal yang paling penting.
"Yasudah aku akan kembali bekerja lagi,jika butuh apa apa kakak hubungi aku saja",jelas ariana.
Ariana pergi meninggalkan alveric,alveric hanya memandang ariana dari kejauhan.Tidak pernah terlintas dipikiran nya bahwa seorang kakak angkat menyukai adik angkatnya.
Tunggu,alveric memang tidak menyadari perasaan itu mulai tumbuh.Jika boleh memilih alveric juga tidak mau terjebak dengan perasaan itu.
"Entah kenapa aku sesuatu yang lebih dari sebatas kakak angkat pada adiknya,namun sepertinya kamu tidak pernah merasakan itu ariana."
Alveric menyadari bahwa bukan hanya dirinya yang menyukai ariana melainkan aru juga sama halnya dengan alveric,namun alveric lebih memilih untuk tidak terang terangan menyukai ariana seperti halnya yang dilakukan aru.
Mengingat banyak hal yang selalu di usahakan oleh aru untuk merebut hati ariana, alveric kadang merasa geli sendiri tiap kali menyaksikan aru memberikan sesuatu untuk ariana.
Alveric tersenyum tipis jika mengingat hal itu,tanpa sadar ariana memandangi kakak nya itu yang senyum senyum senyum.
"Aneh,untung saja dia tampan jadi tertolong",desis ariana.
Ariana melayani banyak pelanggan hari ini,tidak seperti biasanya caffe mendadak seramai ini.
Hari itu ada seorang pengantar makanan online yang mengantarkan sesuatu untuk ariana.
"Atas nama Ariana Raspberry?",tanya nya pada ariana.
Ariana mengangguk,"Iya saya sendiri,ada apa ya pak?".
Pengantar makanan itu memberikan sebuah tas berisikan cake tart strawberry untuk ariana,"Ada pesanan atas nama Ariana Raspberry silahkan diterima".
Ariana menerima nya lalu pengantar makanan itu memberikan kertas untuk dia tandatangani," Tolong tandatangani disebelah sini ya kak".
"Baik,terimakasih ya pak",ucap ariana setelah itu pengantar makanan itu pergi meninggalkan ariana.
Alveric yang sudah berada di samping ariana penasaran dengan isi tas makanan itu,"Tumben sekali".
"Kakak mengagetkan ku saja",ucap ariana.
Ariana mulai membuka tas itu,"Wah cake tart strawberry,lihat apa kakak mau?", tawar ariana pada alveric.
Alveric menduga bahwa yang mengirimi ariana cake tart itu adalah aru,namun dugaan alveric salah ketika ariana membuka note yang ada di tas tersebut.
'Jaga dirimu,bahaya bisa datang kapan saja'
Ariana membulatkan matanya,reflek dia melempar kan note itu hingga terbang dan terjatuh lalu terinjak oleh sepatu aru.
"Wah panjang umur,aru ini perbuatanmu?",tanya alveric to the point.
Aru yang baru datang langsung dituduh macam macam oleh alveric,"Ada apa kenapa aku selalu saja kena?".
Aru mengambil kertas itu lalu membacanya,"Sial siapa yang mengirim mu ini?".
Ariana menggelengkan kepalanya,"Aku tidak tahu kak jika saja aku tahu mungkin aku akan diam".
"Bisa saja ini menjadi peringatan untukmu ariana",ucap alveric.
Aru mengangguk,"Benar kita tidak tahu bahaya datang kapan dan dimana,lebih baik kamu lebih berhati hati ariana".
"Iya kak terimakasih sudah memperingati ku,kedepannya aku akan lebih hati hati",jawab ariana.
Alveric mengambil cake tart tadi lalu dibuangnya pada tong sampah,"Jangan dimakan".
"Sayang sekali kenapa kakak buang?",rengek ariana.
"Tenang nanti aku belikan yang banyak untukmu ya ariana cantik",ucap ariana.
"Merinding aku mendengarnya",ucap alveric lalu kembali ke tempat duduknya tadi.
Aru meledek alveric,"Merinding begini aku tetap menyukai ariana sampai kapanpun,jika bersaing dengan dua atau tiga orang sekaligus aku tidak akan menyerah".
Setelah mendapatkan paket makanan itu,ariana mencoba untuk tidak lagi memikirkan isi note dari orang yang mengirim cake tart itu.
Ariana mencoba melupakan nya,namun note itu berisi catatan supaya dirinya berhati-hati.
Alveric dan aru pun sama halnya dengan ariana,yang menyimpulkan isi dari surat itu adalah supaya ariana lebih berhati hati kedepannya.
Lain halnya dengan zein yang mendapat ancaman bahwa seseorang telah mengetahui kejahatan ayahnya.
Entah siapa yang mengirimi surat ancaman itu,namun zein tidak berani mengadu pada ayah nya terlebih sang ayah bisa saja nekat untuk mencari peneror itu.
"Tidak mungkin aku memberitahu ayah tentang ini,apa pendapat nya nanti jika mengetahui ini."
Zein mencoba mencerna semuanya,apa ada yang tidak menyukai ayahnya? Memang ayah nya sedikit kejam,bukan sedikit tapi mengarahkan segala apapun itu demi uang.
"Tidak lebih baik aku tidak mengatakan ini pada ayah,dia bisa nekat entah cara apa yang akan dia lakukan untuk menemukan peneror ini."
Zein teringat satu hal,dia ingin memastikan bahwa ariana baik baik saja.
Zein segera mengambil jas nya lalu pergi meninggalkan kantor,setelah itu dia bergegas untuk pergi ke caffe tempat ariana bekerja.
Di caffe tempat ariana bekerja justru alveric dan aru mereka hanya saling diam satu sama lain,mereka mulai memikirkan cara bagaimana supaya bisa menjaga ariana dari gangguan teror yang bermunculan.
Ariana tak terlalu serius menyikapi hal tersebut karena dia merasa kepalanya semakin pusing jika memikirkan hal yang belum pasti kebenarannya.
Aru menatap alveric lalu kembali menatap ariana dari jauh,"Bagaimana untuk kedepannya?".
"Aku tidak tahu,tapi itu seperti nya memang peringatan supaya ariana lebih berhati hati kedepannya",jelas alveric.
Aru memijat keningnya,"Aku pusing memikirkan apa tujuan orang yang ingin menculik mu dan ariana waktu itu".
"Aku juga tidak tahu detailnya seperti apa,ayahku bekerja di kepolisian dan ya dia menemukan ariana seorang diri",ucap alveric.
Aru menjadi serius kala alveric bercerita,"Lalu apa yang terjadi?".
"Keluarga nya, ah maksudku ibu dan adiknya tewas dibunuh oleh seseorang dan ayah nya belum diketemukan",jelas alveric.
"Beruntung ariana bertemu ayahmu jika tidak mungkin dia tidak ada disini sekarang",ucap aru.
"Tapi aku masih khawatir akan keselamatan ariana sekarang,terlebih orang yang dengan memberi peringatan akan bahaya itu membuatku berpikir bahwa orang itu akan berbuat hal jahat lagi",jelas alveric.
"Benar kita tidak bisa diam saja,kita harus memikirkan cara supaya ariana tidak bertemu dengan orang itu",ucap aru.
Tak lama kemudian zein datang dan disambut hangat oleh ariana,alveric dan aru mengerutkan keningnya.
"Selamat datang tuan,eh zein",ucap ariana ramah.
Ariana menyambut hangat zein yang baru datang,lalu diantarkan nya zein ke meja kosong.
"Mau pesan apa?",tanya ariana.
Zein membaca buku menu,"Yang best seller disini apa ya?".
"Ada banyak sih,americano,latte,matcha,banyak sekali jadi mau pesan apa?",tanya ariana.
Zein tersenyum setelah ariana menjelaskan menu apa saja yang banyak diminati oleh orang-orang.
"Baik aku coba matcha saja dan dessert nya ya",ucap zein.
"Baiklah tunggu sebentar ya aku akan buatkan dulu",jawab ariana lalu pergi meninggalkan zein.
Tanpa sadar aru dan alveric memperhatikan zein dari jauh,"Mencurigakan".
"Kenal?",tanya alveric pada aru.
"Tidak",jawab aru.
Alveric dan aru seperti tidak ada kerjaan,mereka tidak ada bosan bosan nya menunggu ariana hingga jam pulang tiba,sama halnya dengan zein.
Zein ingin memastikan bahwa ariana baik baik saja dan tidak mendapat teror seperti yang dia terima,namun sangkaan itu salah.
Zein melihat note tadi tergeletak di lantai dan memungutnya.
"Ternyata dia juga mendapatkan hal yang sama denganku"
"Apa ini milikmu?", tanya zein memberikan secarik kertas itu pada ariana,"Aku menemukannya dibawah sana".
Ariana menerima secarik kertas itu,"Iya ini milikiku tapi aku tidak tahu siapa yang memberikan ini padaku".
"Lalu tanggapan mu bagaiamana tentang ini?",tanya zein.
Zein menunggu jawaban ariana,ariana terlihat masih tidak percaya dengan apa yang dia alami.
"Aku juga bingung harus mempercayainya atau tidak,disisi lain aku juga takut masalalu yang mengintai kembali lagi",jelasnya.
Zein menepuk bahu ariana,"Bisa jadi ini memang peringatan untuk mu supaya berhati-hati kedepannya."
"Aku pamit dulu ya ada ada problem seperti nya di kantor",ucap zein.
"Baiklah hati hati ya",ariana melambaikan tangannya pada zein.
Namun saat akan memasuki area parkiran,tepat di kaca mobil milik zein tertulis sebuah kalimat.
'JAUHI ARIANA!'
Zein kaget mendapati surat ancaman itu lagi,"Siapa yang melakukan ini?pasti orangnya belum jauh".
Zein melihat ke sekitarnya guna memastikan orang yang menterornya itu masih ada di sekitaran situ.
Namun nihil tidak ada tanda tanda orang yang mencurigakan disana.
Zein merobek kertas itu dan membawanya lalu menancapkan gas mobilnya.
Disisi lain ariana juga mendapatkan lagi paket tapi bukan makanan melainkan sebuah bunga.
"Permisi atas nona Ariana Raspberry?",tanya sang tukang pengantar paket.
Ariana mengangguk,"Iya saya sendiri,ada apa ya pak?"
"Ini non",memberikan satu ikat bunga yang cantik," Silahkan diterima dan tanda tangan disini ya".
Ariana menerima bunga itu lalu menandatangani bukti penerimaan paketnya.
"Terimakasih pak",ucap ariana.
"Sama sama non",jawab tukang pengantar lalu pergi meninggalkan caffe.
Alveric yang melihat ariana kembali mendapatkan sesuatu menjadi penasaran dan langsung menghampiri ariana.
"Dari siapa lagi?",tanya alveric penasaran.
"Tidak tahu kak,sebentar aku buka dulu",ucap ariana.
Ariana membuka note yang terdapat di bunga itu,dibukakan nya kertas itu dengan kalimat.
'JAUHI ZEIN,DIA BERBAHAYA'
"Peringatan lagi?",tanya alveric,"Siapa itu zein?".
"Orang yang tadi datang berkunjung kesini,aku baru mengenalnya beberapa hari",jelas ariana.
Alveric mulai emosi namun dia coba kontrol sebisa mungkin,"Ariana mengapa kamu berteman dengan orang yang baru dikenal".
"Kakak dia itu baik padaku,masa benar zein berbahaya",ucap ariana.
"Ariana manusia bisa berbuat manipulasi,sudah kubilang jangan terlalu ramah pada orang yang baru kamu kenal",jelas alveric.
Ariana menundukan kepalanya dia merasa bersalah," Maaf kak".
Alveric penasaran dengan identitas asli zein,alveric berencana untuk mencaritahu siapa sebenernya zein.
Mengapa surat peringatan kali ini justru mengarah pada laki laki itu.
"Mulai sekarang jauhi dia",ucap alveric lalu pergi meninggalkan ariana.
Alveric yang melihat aru terlelap dengan pulas,dia bangunkan,"Aru mau sampai kapan kamu disini?bangunlah".
Aru mulai membuka matanya perlahan,"Hmm ada apasih,apa sudah malam?"
"Mau sampai kapan disini?lihatlah sudah jam berapa",ucap aru.
Aru melihat jam tangan di tangan nya,"Wah pukul 8 malam aku harus segera pulang".
"Pulanglah,ariana biar aku yang mengantarkannya",ucap alveric.
Aru menunjuk alveric dengan telunjuknya,"Awas berani berbuat macam macam dengan arianaku".
"Arianamu? Haha mimpi",jawab alveric lalu pergi meninggalkan aru.
Alveric mengajak ariana pulang,"Ayo aku antarkan".
"Kak aru bagaimana?", tanya ariana.
"Dia ada urusan dirumahnya jadi tidak bisa ikut untuk mengantarmu",jawab alveric.
"Yasudah ayo kak",ajak ariana.
Di sepanjang perjalanan mereka hanya membahas masalah surat aneh yang datang secara bergantian dihari yang sama.
"Jadi?apa keputusanmu?",tanya alveric.
"Maksud kakak apa?",jawab ariana.
"Maksudku kamu akan menjauhi laki laki itu kan?",tanya alveric penasaran.
Ariana yang ragu apa benar zein itu berbahaya?
"Aku tidak tahu kak,tapi zein seperti nya laki laki baik",ucap ariana.
Setelah obrolan panjang dengan alveric di sepanjang perjalanan,akhirnya mereka berdua pun tiba di rumah sewa bu tiwi.
Alveric dan ariana menaiki anak tangga dan segera masuk ke dalam kamar untuk mengemasi barang barang ariana.
"Kak memang kita harus pindah malam ini?",tanya ariana.
Alveric tengah membereskan selimut dan juga perabot yang ariana bawa,"Iya disini tidak aman".
"Tapi apa kita tidak apa apa pindah begitu saja tanpa memberitahu ibu tiwi?",ucap ariana.
"Dengarkan ariana tidak aman disini bahaya akan datang menghampirimu.."
"Terlebih kamu hanya seorang diri disini",jelas alveric.
Ariana hanya menurut apa yang dikatakan alveric,"Baiklah".
Tak lama kemudian datang bu tiwi mengetuk pintunya,"Ariana apa kamu ada didalam?ada hal penting yang ingin aku beritahu".
Alveric berbisik pada ariana,"Bilang saja besok,alasan apa saja jangan bilang kita akan pindah".
Alveric tahu bahwa ariana sangat tidak mau untuk berbohong apalagi membohongi orang tua,"Tapi kakak aku tidak mau membohongi orang tua".
"Ariana apa kamu didalam?",tanya bu tiwi lagi.
Bu tiwi mengetuk kembali pintu kamar ariana namun tetap tidak ada jawaban.
"Ariana?",bu tiwi mencoba membuka pintunya,"Dikunci berarti benar dia belum pulang".
Setelah memastikan bahwa bu tiwi sudah pergi,ariana dan alveric secepat mungkin melanjutkan berkemas nya.
"Kakak tapi aku sudah membayar uang sewa untuk bulan ini",ucap ariana.
"Kamu lebih mementingkan uang daripada nyawamu sendiri?",jawab alveric.
Ariana terdiam,setelah semuanya beres alveric buru buru membawa ariana keluar dari rumah sewa itu dan mengajak nya kembali ke kediaman willy.
"Sekarang kita akan kemana kak?",tanya ariana.
Alveric menghela nafas panjang,"Tentu saja kerumah ayahku,dasar bocah".
"Bocah?mentang mentang kakak tinggi seenaknya pada orang pendek sepertiku",ariana cemberut dan itu membuat alveric menjadi gemas.
Alveric mencubit pipi ariana,"Argh kakak sakit".
"Apanya yang sakit cubitan segini?",jawab alveric yang makin dengan sengaja mencubit ariana.
"Hentikan alveric",ucap ariana.
DEG
Jantung alveric berdegup dengan sangat kencang,kala ariana tidak memanggilnya dengan sebutan kakak,alveric terdiam dan mencoba mengontrol debaran jantungnya.
"Eh maaf maksudku kakak,kak alveric marah ya?",tanya ariana.
"Tidak",jawabnya singkat.
Sementara itu daren mengajak zein untuk pergi kerumah sewa bu tiwi untuk memastikan bahwa laki laki yang dia lihat waktu itu benar anak kecil yang dulu bersama ariana atau bukan.
"Ayo zein",ajak daren pada zein yang sedang bersantai di balkon kamarnya.
Zein melihat ayahnya yang sudah rapi,"Kemana?sudah selarut ini lebih baik tidur saja ayah".
"Kita ke rumah sewa tiwi,ayah ingin memastikan sesuatu disana",jawab daren.
Zein takut jika keberadaan ariana diketahui oleh ayahnya,"Untuk apa?besok saja ayah".
"Kenapa harus besok?ayah ingin hari ini juga jika kamu tidak mau tidak apa apa,ayah akan bersama dengan adi saja",jawab daren.
Mau tidak mau zein harus mengikuti ayahnya pergi jika tidak mungkin bisa saja dia berbuat hal nekat kepada ariana.
"Baiklah",ucap zein.
Setelah beberapa jam perjalanan daren dan zein tiba di rumah sewa tiwi,mereka berdua segera menghampiri kediaman tiwi.
Tok
Tok
Tok
Di bukakanlah pintu,"Masuk".
Tiwi langsung menanyakan kepentingan apa yang membuat daren yang ppilik rumah sewa itu selarut malam sampai datang,"Ada perlu apa ya tuan?".
"Wah rupanya kamu bukan orang yang suka bertele-tele ya tiwi?",tanya daren to the point.
Tiwi mengangguk,"Iya tuan".
Daren mulai menjelaskan maksud kedatangannya,"Jadi aku ingin memastikan kamar dilantai dua apa ada seorang pria yang menyewa disana?".
Saat tiwi hendak menjawab pertanyaan daren,zein memberikan sebuah kode supaya tiwi mengatakan iya.
"Iya tuan seorang pria dan satu perempuan",ucap tiwi.
Zein takut jika tiwi mengatakan yang menginap disana adalah ariana.
"Siapa namanya?",tanya daren.
"Namanya.. "
"Siapa namanya?",tanya daren penasaran.
Tiwi melihat zein yang memberi kode padanya dengan menggelengkan kepalanya.
"Namanya.. "
"Gina dan waktu itu ada sepupunya yang laki laki namanya chiko",bohong tiwi.
Zein lega ternyata bu tiwi membantunya untuk tidak mengatakan apapun pada daren.
Namun daren yang tidak puas akan jawaban tiwi ingin melihat langsung kamar tersebut.
"Aku minta kunci duplikat kamar yang dilantai dua sekarang!",titah daren.
Zein beranjak dari duduknya,"Sudahlah ayah,kita pulang saja".
"Tidak Aku harus memastikan kecurigaan ku benar atau salah",kekeuh daren.
Zein menghela nafas panjang,"Sudahlah ayah besok saja".