NovelToon NovelToon
Breeze Of Youth: Aturan Cinta Sang Ketua Kelas

Breeze Of Youth: Aturan Cinta Sang Ketua Kelas

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Enemy to Lovers / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:72
Nilai: 5
Nama Author: Arya Setya

Bagi Lu Feng, cowok pindahan yang hobinya tidur di kelas dan telat masuk sekolah, aturan diciptakan untuk dilanggar. Tapi hari pertamanya di SMA Mingde mengubah segalanya. Ia bertemu dengan Lin Xiao, ketua kelas teladan yang super disiplin, dingin, namun diam-diam memiliki senyum termanis yang pernah Lu Feng lihat. Lin Xiao diberi tugas oleh wali kelas untuk "menjinakkan" Lu Feng agar tidak menjadi siswa bermasalah. Dari interaksi yang dipenuhi adu mulut, hukuman membersihkan papan tulis, hingga berbagi payung di bawah hujan deras, benih-benih cinta pertama mulai tumbuh. Namun, perbedaan sifat, tekanan ujian akhir (GaoKao), dan saingan dari masa lalu menguji apakah cinta masa muda ini bisa bertahan melewati rintangan yang ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arya Setya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Konyol, Tantangan Ujian, dan Les Privat di Kedai Teh

Sisa pelajaran hari itu terasa seperti neraka bagi Lin Xiao.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupnya sebagai murid teladan SMA Mingde, sang ketua kelas sama sekali tidak bisa fokus menatap papan tulis. Catatannya berantakan. Pak Zhang menjelaskan tentang logaritma, tapi yang terngiang di kepala Lin Xiao hanyalah suara berat Lu Feng dan hembusan napas cowok itu di bibirnya.

*“Atau mungkin... hutang satu ciuman.”*

Lin Xiao menggelengkan kepalanya kuat-kuat, memukul kedua pipinya sendiri yang terasa panas.

"Xiao, kamu sakit? Wajahmu merah sekali," bisik teman sebangkunya, Li Na, dengan raut khawatir.

"A-aku tidak apa-apa! Cuma agak gerah," jawab Lin Xiao cepat-cepat, pura-pura fokus menulis.

Sementara itu, tepat di bangku belakangnya, Lu Feng sedang duduk bersandar dengan kaki disilangkan ke depan. Cowok itu menopang dagunya menggunakan tangan kiri, sementara tangan kanannya yang sikunya terbalut perban putih asyik memutar-mutar pulpen. Mata sayu Lu Feng terus menatap punggung Lin Xiao, dan senyum miring tak pernah lepas dari bibirnya melihat cewek itu salah tingkah.

Chen Hao yang menyadari keanehan sahabatnya itu langsung menyenggol lengan Lu Feng. "Woy. Lo kenapa senyum-senyum mesum gitu? Habis ngapain lo di UKS sama Bu Ketua? Tadi pas lo masuk, muka dia kayak kepiting rebus."

"Bukan urusan lo," jawab Lu Feng santai, masih menatap punggung Lin Xiao. "Gue cuma... nagih pajak jadian."

"HAH?!" Chen Hao nyaris berteriak, buru-buru menutup mulutnya sendiri. "Lo beneran gila, Feng! Lo apain dia?!"

"Nggak gue apa-apain. Belum." Lu Feng terkekeh pelan.

Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi. Lin Xiao menghela napas panjang, seolah baru saja lolos dari eksekusi mati. Dia buru-buru membereskan tasnya, ingin segera pulang dan merendam kepalanya di air dingin agar isi otaknya kembali waras.

Namun, rencananya hancur berantakan.

Saat murid-murid mulai berhamburan keluar, sosok jangkung berkacamata muncul di pintu Kelas 11-3. Wang Yibo. Cowok itu melangkah masuk dengan senyum ramah andalannya, tapi siapa pun yang peka bisa merasakan hawa dingin dari langkahnya. Dia berjalan langsung menuju meja Lu Feng, melewati Lin Xiao begitu saja.

Seisi kelas yang tadinya mau pulang mendadak berhenti. Ada tontonan gratis.

Wang Yibo berhenti tepat di depan meja Lu Feng. Cowok berandal itu mendongak santai, tidak berniat berdiri sama sekali.

"Lu Feng," suara Yibo terdengar tenang, tapi menggema di kelas yang hening. "Minggu depan kita akan menghadapi Ujian Tengah Semester. Ujian ini menentukan siapa yang berhak masuk ke kelas intensif GaoKao tahun depan."

"Terus? Apa hubungannya sama gue?" balas Lu Feng acuh tak acuh.

"Tentu ada hubungannya," Yibo menopang sebelah tangannya di meja Lu Feng. "Aku sudah melihat transkrip nilaimu dari sekolah lamamu. Hancur berantakan. Kehadiranmu di kelas ini hanya merusak nilai rata-rata, dan yang paling parah... kamu mulai mengganggu fokus ketua kelas kami yang berharga."

Lin Xiao yang mendengar namanya disebut langsung berbalik. "Yibo, apa yang kamu bicarakan?!"

Yibo mengangkat tangan, meminta Lin Xiao diam, matanya masih terkunci pada Lu Feng. "Aku ingin membuat taruhan denganmu, murid pindahan."

Lu Feng menyipitkan matanya. Ujung bibirnya tertarik membentuk seringai menantang. "Taruhan?"

"Ya. Kalau di ujian minggu depan kamu tidak bisa masuk peringkat 50 besar paralel sekolah..." Yibo membetulkan letak kacamatanya, matanya berkilat dingin. "...kamu harus keluar dari tim basket, dan berhenti mengganggu Lin Xiao selamanya. Jangan pernah mendekatinya lagi. Karena orang sepertimu hanya akan menjadi beban untuk masa depannya."

Suasana kelas langsung meledak dalam bisikan!

Masuk peringkat 50 besar di SMA Mingde itu ibarat mendaki Gunung Everest tanpa tabung oksigen! Dan bagi anak pindahan yang hobinya bolos dan tidur seperti Lu Feng? Itu kemustahilan yang nyata.

Chen Hao langsung panik, menarik lengan Lu Feng. "Feng, jangan diladenin! Dia sengaja ngejebak lo! Peringkat 50 besar itu isinya monster belajar semua anjir!"

Namun Lu Feng mengabaikan sahabatnya. Cowok itu berdiri perlahan. Tingginya yang menyamai Yibo membuat tensi di antara mereka terasa mencekik. Lu Feng menatap Yibo dengan tatapan predator.

"Oke," jawab Lu Feng mantap. Nggak ada keraguan sedikit pun. "Gue terima taruhan lo."

"Lu Feng, kamu gila?!" Lin Xiao tiba-tiba berteriak, menerobos maju dan berdiri di antara kedua cowok itu. Wajahnya pucat pasi menatap Lu Feng. "Kamu tidak tahu seberapa sulit ujian di sekolah ini! Kenapa kamu asal menyetujuinya?!"

"Karena gue nggak suka ada orang yang ngatur-ngatur siapa yang boleh gue deketin," jawab Lu Feng santai, menunduk menatap Lin Xiao dengan senyum lembut yang hanya ia tunjukkan pada cewek itu.

Yibo tersenyum sinis. "Kesepakatan yang bagus. Kalau begitu, semoga beruntung—"

"Aku yang akan mengajarinya!"

Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut Lin Xiao, lantang dan menggema.

Keheningan seketika menyelimuti Kelas 11-3. Chen Hao membelalakkan matanya sampai mau copot. Yibo membeku, senyum sempurnanya retak hancur seketika. Bahkan Lu Feng pun sedikit terkejut, matanya mengerjap menatap cewek mungil di depannya.

"X-Xiao... apa maksudmu?" suara Yibo mendadak bergetar, kehilangan kendali dirinya.

"Aku ketua kelasnya, dan dia tanggung jawabku," ucap Lin Xiao tegas, menatap Yibo dengan sorot mata yang tak kalah tajam. Tangannya mengepal kuat menahan gugup. "Mulai hari ini, aku yang akan memastikan Lu Feng masuk ke peringkat 50 besar. Jadi berhentilah meremehkannya, Yibo."

Tanpa mempedulikan tatapan syok semua orang, Lin Xiao berbalik, meraih pergelangan tangan Lu Feng, dan menarik cowok itu keluar dari kelas dengan langkah cepat. Meninggalkan Yibo yang berdiri mematung dengan ego yang hancur lebur di depan umum.

***

Kedai Teh Susu 'Boba Time' di seberang sekolah tidak terlalu ramai sore itu.

Di sudut ruangan dekat jendela, Lu Feng duduk menopang dagu sambil mengaduk es teh lemonnya. Matanya tak henti-henti menatap cewek di depannya yang sedang mengobrak-abrik isi tas ransel, mengeluarkan setumpuk buku tebal, pulpen aneka warna, dan stabilo.

"Buku Matematika Dasar, Sejarah, Fisika Lanjutan..." Lin Xiao bergumam sendiri, menumpuk buku-buku itu hingga menutupi wajahnya dari pandangan Lu Feng. "Kita mulai dari Matematika. Aku sudah menganalisis pola soal Pak Zhang, dia suka mengeluarkan rumus dari semester lalu."

Lu Feng terkekeh pelan. Dia menarik tumpukan buku itu ke samping agar bisa melihat wajah Lin Xiao.

"Lo tahu nggak, lo kelihatan keren banget pas narik tangan gue di depan si kacamata tadi," goda Lu Feng, mengabaikan sama sekali buku Matematika yang terbuka.

Pipi Lin Xiao langsung memerah. Cewek itu memukul punggung tangan Lu Feng dengan ujung pulpennya. "Jangan bahas itu! A-aku melakukan itu karena tidak mau kelas kita diremehkan oleh Kelas 11-1! Sekarang fokus! Baca bab tiga!"

Lu Feng menurut, menarik buku itu mendekat. Dia membaca beberapa baris rumus, lalu menghela napas malas. "Gue nggak ngerti. Ini huruf atau bahasa alien sih?"

Lin Xiao mendesah frustrasi. Dia menarik kursinya agar lebih dekat ke sisi meja Lu Feng, lalu mencondongkan tubuhnya untuk menunjuk rumus di buku.

"Lihat ini, variabel X-nya harus kamu pindah ke sisi..."

Suara Lin Xiao perlahan memelan. Dia baru sadar seberapa dekat jarak mereka sekarang. Ujung bahu mereka nyaris bersentuhan. Aroma *mint* dan teh lemon dari Lu Feng kembali mengusik kewarasannya. Apalagi saat ia menoleh sedikit, ia mendapati cowok itu ternyata sama sekali tidak melihat ke buku, melainkan sedang menatap wajah sampingnya lekat-lekat.

"L-Lu Feng! Kamu tidak mendengarkan!" tegur Lin Xiao panik, memundurkan wajahnya.

"Gue dengerin," jawab Lu Feng dengan senyum jahil. Cowok itu tiba-tiba mencondongkan wajahnya lebih dekat, mengunci pandangan Lin Xiao. "Tapi gue butuh motivasi biar otak gue jalan."

"M-motivasi apa? Nilai bagus? Masa depanmu?"

"Bukan." Lu Feng menggeleng pelan. Matanya turun menatap bibir Lin Xiao, lalu kembali menatap mata bulat cewek itu. "Kalau gue berhasil ngerjain lima soal ini dengan benar... boleh nagih hutang yang di UKS tadi siang?"

Deg!

Jantung Lin Xiao serasa mau meledak. Telinganya memerah sampai ke leher. Tangannya refleks mengambil buku tebal Sejarah dan memukulkannya pelan ke dahi Lu Feng.

*Brak!*

"Aw! KDRT nih Ketua Kelas," keluh Lu Feng pura-pura kesakitan, padahal dia malah tertawa lepas.

"Kerjakan soalnya sekarang, atau aku akan pulang!" ancam Lin Xiao, menutup wajahnya dengan buku agar Lu Feng tidak melihat senyumnya yang mati-matian ia tahan.

Di kedai teh susu yang dipenuhi aroma manis itu, Lu Feng akhirnya mengambil pulpennya dan mulai mengerjakan soal. Meski otaknya harus berdebat dengan rumus-rumus gila, senyum tidak pernah lepas dari bibirnya. Berjuang demi masa depan mungkin membosankan, tapi kalau berjuang demi mendapat pengakuan dari sang ketua kelas? Lu Feng rela tidak tidur semalaman.

Cinta masa muda memang selalu punya caranya sendiri untuk mengubah seorang berandal menjadi murid paling berambisi di dunia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!