NovelToon NovelToon
Mantan Tuan Muda

Mantan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:348
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Ini bukan sekadar cerita tentang cinta beda kasta. Ini adalah perjalanan tentang sebuah nama besar...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

selembar kertas

Langkah kaki Bayu terasa begitu berat saat dia menyusuri gang sempit yang remang-remang menuju rumah kontrakannya. Suara riuh jalanan kota perlahan tergantikan oleh kesunyian malam yang dingin.

Begitu tiba di depan pintu kayu yang catnya sudah mengelupas, dia memutar kunci dan masuk ke dalam ruangan yang sempit itu. Kontrakan kecil berukuran tiga kali tiga meter ini sekarang adalah dunianya.

Sepulangnya di kontrakan kecil yang terasa pengap itu,

Bayu meletakkan tasnya di atas kasur lipat yang tipis.

Tubuhnya terasa sangat lelah setelah seharian berdiri melayani pelanggan restoran, tetapi pikirannya enggan untuk beristirahat.

Sebelum tidur

Bayu pun langsung menuju kamar mandi.

Namun, baru beberapa langkah mendekati pintu kamar mandi yang terbuat dari plastik murah, dia merogoh sakunya. Jemarinya menyentuh permukaan kertas yang agak kusut di dalam celana seragamnya.

Yah... dia mendapati uang pecahan 100 ribu masih ada di sana. Uang upah harian hasil memeras keringatnya sejak pagi hingga malam.

Dibukanya lipatan uang itu perlahan-lahan di bawah temaram lampu bohlam kuning yang redup. Dia lihat dengan seksama lembaran uang kertas berwarna merah muda keunguan itu. Pola gambar dan angka seratus ribu terpampang jelas di depan matanya.

Tentu saja, kenangan masa lalu kembali datang tanpa bisa dia bendung. Pikirannya ditarik paksa ke masa setahun yang lalu, masa di mana dia masih menyandang status sebagai Tuan Muda Bayu yang terhormat.

Dulu... uang segini kadang hanya buat tip pelayan restoran mewah yang dia datangi atau bahkan sekadar diberikan begitu saja kepada tukang parkir tanpa perlu berpikir dua kali.

Uang seratus ribu tidak ada harganya di dompet kulit mahalnya yang dulu selalu tebal.

Tapi sekarang... roda kehidupan telah berputar ke titik paling bawah. Jumlah seginilah yang ia dapat tiap hari dengan taruhan seluruh tenaga, harga diri, dan rasa lelah di sekujur tubuhnya.

"Oh, Tuhan...... Apa ini?" kata Bayu dengan suara berbisik, tercekat di tenggorokan.

Ada rasa sesak yang menghantam dadanya. Bukan karena dia tidak bersyukur, melainkan karena kenyataan hidup ini terlalu kejam untuk diterima dalam waktu singkat. Dari seorang Tuan Muda yang membuang-buang uang, kini menjadi seorang pelayan yang menggantungkan napasnya pada lembaran uang yang sama.

Bayu menarik napas dalam-dalam, menatap langit-langit kontrakan yang berjamur sebelum akhirnya melipat kembali uang itu dengan sangat hati-hati dan menyimpannya di atas meja kayu kecil. Dia tidak boleh menyerah. Penderitaan ini harus menjadi cambuk, bukan tali gantung.

Dengan langkah gontai, dia pun segera ke kamar mandi dan membilas tubuhnya di bawah kucuran air dingin. Begitu air menerpa wajah dan pundaknya yang kaku, Bayu memejamkan mata erat-erat.

Dia mencari kesegaran setelah penatnya seharian bekerja keras didalam restoran itu

Di dalam kamar mandi yang sempit itu, tetesan air dingin mengalir menyatu dengan butiran keringat, dan tanpa dia sadari, setetes air mata yang sedari tadi dia tahan ikut larut bersama air yang mengalir ke saluran pembuangan.

Dia pun mulai menggosok seluruh tubuhnya..

dia tak mau melwatkan semua yg ada pada dirinya.

Mulai dari badan .. Tangan.. Dan kaki..

sampai dibagian kepala..

Malam ini dia membersihkan seluruh lelahnya,

bersiap untuk kembali bertarung esok hari demi mengumpulkan lembar demi lembar rupiah berikutnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!